Posts

,

SALAFI ATAU SELFIE?

SALAFI ATAU SELFIE?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

SALAFI ATAU SELFIE?
Ketika di lubuk terdalam hatimu ada cuitan:
“Wah, sungguh cantik jika memakai gamis ini.”
“Anggun rasanya setelah memakai jenis cadar ini.”
“wah, banyak yang muji bagus ketika makai jubah ini.”
 
Sunggu saat itu engkau telah terperdaya.
Karena biasamu dan tak tergerak rasa kagum dalam pandangan Adam, itulah keindahan dari kecantikan yang hakiki.

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#muslimah, #wanita, #perempuan, #Hijab, #Jilbab, #Niqah, #niqob, #kerudung, #tabarruj, #tabarruj, #,Salafi, #Salafi atau Selfie #dandan #berdandan #hias #berhias #menampakkanperhiasan

, , ,

BOLEHKAH MENYEDEKAHKAN BUSANA/ SEPATU YANG TIDAK SYARI?

BOLEHKAH MENYEDEKAHKAN BUSANA/ SEPATU YANG TIDAK SYARI?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#WanitaSholihah
#FatwaUlama

BOLEHKAH MENYEDEKAHKAN BUSANA/ SEPATU YANG TIDAK SYARI?

Jika seorang Muslimah memiliki busana yang tidak syari, bolehkah ia menyedekahkannya kepada wanita yang lain?
Fatwa Islamweb [Asuhan Syaikh Abdullah Al Faqih]

 

Pertanyaan:
Wahai Syaikhuna Al Fadhil, saya sedang bingung dalam menghadapi satu persoalan. Sudah beberapa bulan ini saya mengganti pakaian-pakaian saya. Saya tidak lagi memakai celana panjang, dan tidak lagi menggunakan busana muslimah yang mengundang fitnah. Saya berusaha untuk memerhatikan syarat-syarat hijab yang syari. Pertanyaan saya, saya memiliki banyak pakaian lama yang saya tinggalkan tersebut. Bolehkah saya sedekahkan kepada orang yang saya anggap fakir, ataupun teman yang tidak fakir? Namun warna pakaian tersebut bisa menimbulkan fitnah. Bolehkan saya memberikannya kepada wanita yang masih suka ber-tabarruj (membuka aurat)? Dan ada pula sepatu, yang beberapa ada yang ber-hak tinggi. Dan saya tahu sekali, bahwa orang yang saya berikan tersebut akan memakainya di luar rumah. Demikian juga halnya pakaian-pakaian. Bolehkah saya memberikan ini semua kepadanya? Dan bolehkan saya memberikah khimar yang hanya menutupi kepala, dan warnanya juga dapat menimbulkan fitnah? Karena saya tidak akan pernah memakainya lagi, sedangkan saya tahu pasti, bahwa orang yang saya berikan nanti akan lebih sering memakainya.

Dan bolehkah saya memberikan saudara saya celana panjang untuk dipakai di luar rumah? Dan bolehkah saya membeli hadiah berupa gaun misalnya, atau hal lain, kepada siapa saja yang akan saya berikan, sedangkan saya tahu bahwa mereka tidak punya perhatian terhadap hukum syariat. Bahkan terkadang mereka ber-tabarruj. Apakah makna dari larangan membantu dalam bermaksiat? Lalu jika ini semua tidak diperbolehkan, apakah saya buang saja semua pakaian dan sepatu ini? Sedangkan saya tahu, ada orang yang bisa mengambil manfaat darinya.

Semoga Allah memberikan Anda derajat yang tinggi di Surga, dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas jawabannya.

Jawaban:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله، وصحبه، أما بعد:

Alhamdulillah, Allah telah memberi Anda hidayah untuk menjaga kehormatan Anda, dan memberi Anda hidayah untuk berhijab syari. Dan saya berharap semoga Allah menyempurnakan nikmat-Nya atas Anda.

Dan telah kami jelaskan dalam Fatwa nomor 48924 dan nomor 36082, bahwasanya tidak boleh bersedekah pakaian kepada wanita yang diketahui akan menggunakannya untuk ber-tabarruj. Dan ini termasuk perbuatan membantu dalam berbuat dosa. Dan hadiah itu sama hukumnya sebagaimana sedekah dalam hal ini. Oleh karena ini, mungkin sebaiknya pakaian tersebut Anda gunakan saja untuk berhias di hadapan suami Anda, atau Anda berikan kepada wanita yang diketahui akan hanya memakainya di rumahnya (baik ia miskin ataupun kaya), bukan kepada wanita yang akan memakainya di luar rumah dan ber-tabarruj dengannya.

Dan telah kami jelaskan pada Fatwa nomor 104449, bolehnya memakai high-heels dengan beberapa syarat [http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=104449]. Silakan lihat penjelasan pada fatwa tersebut. Oleh karena itu boleh menghadiahkannya, jika keadaannya sesuai dengan yang disyaratkan.

Jika khimar yang Anda miliki tersebut warnanya dapat menimbulkan fitnah, maka tidak boleh memakainya. Karena di antara syarat hijab yang syari adalah bukan untuk berhias / memercantik diri. Sebagaimana telah kami jelaskan pada Fatwa nomor 6745.

Secara khusus mengenai anak gadis yang Anda sebutkan, yaitu yang biasa memakai busana yang lebih parah dari busana yang ingin Anda berikan, maka bukanlah kebaikan, jika Anda memberikan pakaian Anda tersebut, karena diketahui, bahwa ia akan bermaksiat kepada Allah dengannya. Bahkan wajib untuk mengingkari perbuatannya tersebut. Jika ia tetap ngeyel, maka tinggalkan ia, dan jangan berikan hal-hal yang membantunya melakukan hal yang haram. Walaupun itu lebih ringan haramnya daripada yang ia biasa lakukan.

Dan tidak boleh memberikan celana panjang kepada saudari Anda, kecuali ia akan memakai pakaian luar yang menutupi celana panjang tersebut. Silakan lihat Fatwa nomor 251707.

Dan maksud dari larangan membantu dalam maksiat sudah jelas, tidak perlu diperinci lagi. Dan dalam kasus Anda ini, tidak membantu dalam maksiat adalah dengan tidak memberikan pakaian yang tidak syari tersebut dan tidak mengenalkannya dengan model pakaian tersebut, atau semacamnya.

Dan kami tidak menyarankan Anda membuang pakaian-pakaian Anda tersebut, namun hendaknya dipakai di rumah, atau berikan kepada wanita yang akan hanya memakainya di rumahnya.

Wallahu a’lam.

Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=265363

Catatan redaksi:
Saudari kita yang hijabnya belum syari mungkin memang sedang dalam proses menuju hijab syari, kita maklumi dan terus kita ajari dan dakwahkan mereka hingga mereka mau berhijab syari. Suatu sikap yang salah jika saudari yang sedang proses tersebut malah kita berikan hijab yang tidak syari.

Penerjemah: Yulian Purnama
Sumber: https://muslimah.or.id/6385-bolehkan-menyedekahkan-busana-yang-tidak-syari.html

, ,

HUKUM MEMAKAI CELAK MATA BAGI WANITA

HUKUM MEMAKAI CELAK MATA BAGI WANITA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

HUKUM MEMAKAI CELAK MATA BAGI WANITA

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:

يجوز تجمل المرأة بالكحل في عينيها بين النساء ، وعند الزوج والمحارم ، أما عند الأجنبي فلا يجوز كشفها لوجهها ولا عينيها المكحلتين

“Boleh seorang wanita memercantik diri dengan celak pada kedua matanya, saat ia bersama para wanita, suaminya dan mahramnya. Adapun saat ada lelaki lain yang bukan mahram, maka tidak boleh ia membuka wajahnya dan kedua matanya yang dihiasi celak tersebut.”

[Al-Fatawa, 10/58]

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/1883216195244516:0

, ,

APAKAH PEMBANTU PEREMPUAN HARUS BERHIJAB DARI MAJIKANNYA?

APAKAH PEMBANTU PEREMPUAN HARUS BERHIJAB DARI MAJIKANNYA?

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

APAKAH PEMBANTU PEREMPUAN HARUS BERHIJAB DARI MAJIKANNYA?

Fatwa Ulama Seputar Pembantu Rumah Tangga

Jawab:

Samahatusy Syaikh Abdul Aziz ibnu Abdillah ibnu Baz rahimahullah menjawab:

“Ya, pembantu wajib berhijab dari majikannya dan tidak boleh bertabarruj – memertontonkan perhiasannya- di hadapan tuannya. Majikannya pun haram untuk khalwat/berdua-duaan dengannya, berdasarkan keumuman dalil. Bila si pembantu tidak berhijab, bahkan bertabarruj, hal tersebut merupakan sebab yang membangkitkan fitnah. Demikian pula, khalwat majikannya dengannya, merupakan sebab setan akan menghias-hiasi si majikan untuk terfinah dengannya. Wallahul musta’an. (Al-Fatawa libni Baz, Kitab Ad-Da’wah, 2/226)

 

[Sumber: Majalah Asy Syariah no. 61/VI/1431 H/2010, hal. 94-95]

 

CONTOH GAMBAR JILBAB YANG BENAR & KESALAHAN YANG SERING TERJADI

CONTOH GAMBAR JILBAB YANG BENAR & KESALAHAN YANG SERING TERJADI

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

CONTOH GAMBAR JILBAB YANG BENAR & KESALAHAN YANG SERING TERJADI
CONTOH GAMBAR JILBAB YANG BENAR & KESALAHAN YANG SERING TERJADI                    PEREMPUAN-YANG-TIDAK-BERJILBAB-DENGAN-JILBAB-SESUAI-ATURAN-SYARIAT                           Cara Memakai Jilbab Yang Baik 1

 

 

Kesalahan Dalam Cara Memakai Jilbab 3        Kesalahan Dalam Cara Memakai Jilbab 2          Kesalahan Dalam Cara Memakai Jilbab 1

PEREMPUAN YANG TIDAK BERJILBAB DENGAN JILBAB SESUAI ATURAN SYARIAT

PEREMPUAN YANG TIDAK BERJILBAB DENGAN JILBAB SESUAI ATURAN SYARIAT

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

PEREMPUAN YANG TIDAK BERJILBAB DENGAN JILBAB SESUAI ATURAN SYARIAT,

BUKAN HANYA RUSAK UNTUK DIRINYA SENDIRI,

AKAN TETAPI JUGA MERUSAK ORANG LAIN!!

 

? Berjilbablah dengan benar. Tubuh ditutup jilbab dan hati dihiasi akhlakul karimah. Tidak ada alasan memerbaiki hati dulu sebelum berjilbab. Yang benar adalah keduanya wajib dikerjaan bersamaan.

? Selamatkan dirimu dan keluargamu dari api Neraka. Mulailah dari sekarang sebelum terlambat. Sebelum ajal datang menjemput. Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada guna. Berislam secara total [kaaffah] dan tidak setengah-setengah.

❤️Allah mencintai Anda. Allah meridhai Anda. Allah memberikan barokah kepada Anda.

?Carilah ridha Allah saja dan jangan takut hinaan manusia.

?Jangan terbalik, mencari ridha manusia padahal mendatangkan murka Allah.

❤️Anda bisa dengan pertolongan Allah.

?Mulailah dari sekarang‼️

?Mulailah dari sekarang‼️

?Mulailah dari sekarang‼️

?Sebelum terlambat‼️

?Sebelum menyesal‼️

?Mantapkan hatimu. Melangkahlah. Allah menolongmu. Allah membantumu. Allah bersamamu. Bismillah tawakkaltu ‘alallooh… ‼️

 

? “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

[ Alquran Surat 33 Al-Ahzaab Ayat 59]

Sumber:

http://www.kajianislam.net/2011/11/beginilah-gambar-perempuan-yang-kepalanya-ibarat-punuk-onta-yang-disebutkan-oleh-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-ala-alihi-wa-sallam-dalam-hadits-shahih-riwayat-imam-muslim-dan-lainnya-bahwasanya-mer/

 

BOLEHKAH PAKAI BEDAK BAGI WANITA MUSLIMAH?

BOLEHKAH PAKAI BEDAK BAGI WANITA MUSLIMAH?

BOLEHKAH PAKAI BEDAK BAGI WANITA MUSLIMAH?

Pertanyaan:

Bolehkah wanita muslimah menggunakan bedak di wajahnya?

Jawaban:

Boleh sekali. Boleh saja bagi wanita mengenakan bedak dan kosmetik di wajahnya, dengan tujuan untuk memercantik diri. Namun ingat, memercantik diri di sini hanya untuk suami, BUKAN untuk laki-laki lain, BUKAN untuk orang luar rumah, BUKAN untuk memercantik diri di luar rumah. Lihat sekali lagi tuntutan dalam ayat ini:

“Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS. An-Nur: 31).

Adapun dalil yang menunjukkan bahwa wanita boleh menggunakan bedak adalah hadis berikut ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

طِيبُ الرِّجَالِ مَا ظَهَرَ رِيحُهُ وَخَفِىَ لَوْنُهُ وَطِيبُ النِّسَاءِ مَا ظَهَرَ لَوْنُهُ وَخَفِىَ رِيحُهُ

“Sifat parfum laki-laki, baunya nampak, sedangkan warnanya tersembunyi. Adapun sifat parfum wanita, warnanya nampak namun, baunya tersembunyi.” (HR. Tirmidzi, no. 2787; An-Nasa’i, no. 5120. Ada seorang perawi yang majhul -tidak disebut namanya- dalam hadis ini, penguat hadis ini pun lemah menurut Al-Hafizh Abu Thahir. Namun Syaikh Musthafa Al-‘Adawi dalam Jami’ Ahkam An-Nisa’, 4: 417 menyatakan bahwa hadis ini Hasan Lighairihi, yaitu melihat jalur yang lain).

Kalau parfum laki-laki sangat jelas seperti yang dimaksud dalam hadis. Itulah yang kita temukan dalam parfum yang digunakan oleh para pria saat ini. Sedangkan parfum wanita adalah parfum yang tidak nampak baunya, namun warnanya nampak. Apa yang dimaksud kalau begitu? Kalau kita lihat dari keterangan Syaikh Abu Malik dalam Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm 420, yang dimaksud adalah bedak. Karena bedak itu warnanya terlihat, baunya tidak.

Namun ada dua syarat yang dikemukakan oleh para ulama ketika wanita ingin berhias diri dengan bedak dan kosmetik:

1- Tidak bertujuan mengelabui orang.
2- Kosmetik yang digunakan tidak berbahaya bagi kulit.

Dua syarat di atas disebutkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi 4: 418, juga difatwakan oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz (mufti Kerajaan Saudi Arabia di masa silam) dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin (pakar fikih di adab ke-20). Lihat Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’, hlm 420.

Referensi:

Fiqh As-Sunnah li An-Nisa’. Cetakan tahun 1422 H. Syaikh Abu Malik Kamal bin Sayyid Salim. Penerbit Al-Maktabah At-Taufiqiyah.
Jami’ Ahkam An-Nisa’. Cetakan pertama, tahun 1419 H. Syaikh Musthafa Al-‘Adawi. Penerbit Dar Ibnu ‘Affan.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: https://rumaysho.com/14080-wanita-muslimah-dengan-bedaknya.html