APAKAH BEKAM TERMASUK SUNNAH NABI?

BEKAM TERMASUK SUNNAH NABI?

Apakah Bekam Termasuk Sunnah Nabi ataukah Perkara yang Mubah Saja?

 

Ia Termasuk Pengobatan Yang Mubah. Perintah berbekam dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam ini didasari oleh perintah malaikat saat beliau Israa’, sebagaimana yang beliau sabdakan:

ما مررت ليلة أسري بي بملإ من الملائكة ، إلا كلهم يقول لي: عليك يا محمد بالحجامة

“Tidaklah aku melewati satu malaikat pada malam aku di-Isra’-kan, kecuali mereka semua berkata kepadaku: “Lakukanlah bekam wahai Muhammad”.

Di lain lafadzh:

مُرْ أُمَّتَكَ بِالْحِجَامَةِ

‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam” [lihat: Ash-Shahiihah no. 2263].

Tidaklah malaikat memerintahkan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kecuali perintah itu datang dari Allah ta’ala yang mengandung kebaikan. Karena Allah ta’ala berfirman:

لا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ

“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya” [QS. Al-Anbiyaa’: 27].

Ayat ini memberikan penjelasan bahwa para malaikat adalah makhluk yang tidak akan pernah mendahului Allah ta’ala dalam hal perintah (dan larangan)-Nya.

Dari beberapa hadis di atas dapat kita ambil beberapa faidah, bahwasannya bekam:

  1. Adalah sebaik-baik pengobatan;
  2. Diperintahkan oleh nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam;
  3. Diperintahkan oleh malaikat;

Namun demikian, apakah bekam Itu termasuk dalam Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam?

 

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya:

هل الحجامة داخلة في السنن الفعلية للنبيّ صلى الله عليه وسلم ؟

Apakah bekam termasuk dalam sunnah fi’liyah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ?

Syaikh hafidzahullah menjawab:

الحجامة مباحة, فهي علاج مباح لا يقال إنه سنة وأن الذي لا يتحجم تارك للسنة . . لا. هذا من المباحات والعلاج والأدعية من الأمور المباحات.

Bekam adalah perkara mubah. Ia termasuk pengobatan yang mubah. Tidak dikatakan bahwa ia sunnah, sehingga orang yang tidak melakukan bekam berarti telah meninggalkan sunnah. TIDAK dikatakan demikian. Bekam termasuk perkara mubah. Dan pengobatan termasuk salah satu dari perkara mubah.

Sumber: مجلة الفرقان, العدد 467- الإثنين 9 ذو القعدة 1428 ه

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ar Rajihi hafidzahullah ditanya:

السؤال: ما هي الطريقة الصحيحة التي كان يفعلها رسول الله صلى الله عليه وسلم في الحجامة؟

Bagaimana metode yang benar yang dilakukan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bekam?

Beliau hafidzahullah menjawab:

الجواب: الحجامة دواء، كان النبي يستعملها للعلاج، كان يحتجم في رأسه عليه الصلاة والسلام، وهذه تختلف ولا يقتدى بالنبي فيها؛ لأن هذا من باب العلاج،

Bekam adalah pengobatan. Nabi dulu melakukan bekam untuk pengobatan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan bekam pada kepala beliau. Maka perkara bekam ini berbeda-beda dan tidak disyariatkan meneladani Nabi dalam perkara ini, karena bekam masuk dalam pengobatan.

فالإنسان يذهب إلى أهل الخبرة، ولا يحتكم إلا عند الحاكم؛ لأنه قد تضر الحجامة، وإذا كان محتاجاً إلى الحجامة يحتجم سواءً في الرأس أو في غيره،

Hendaknya seseorang datang kepada ahli bekam, dan jangan meminta hukum kecuali kepada ahlinya, karena boleh jadi bekam malah membahayakan. Jika dia memerlukan untuk bekam maka bisa bekam, baik pada kepala atau bagian tubuh lainnya.

وهذا ليس من التشريع حتى يقتدى بالنبي صلى الله عليه وسلم، احتجم عليه الصلاة والسلام من باب العلاج وليس من باب التشريع،

Maka bekam bukan perkara yang disyariatkan, sehingga dianjurkan untuk mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perkara ini. BELIAU MELAKUKAN BEKAM DALAM RANGKA PENGOBATAN BUKAN DALAM RANGKA MENSYARIATKANNYA.

فكيف تسأل عن هذا وتريد أن تقتدي به في الحجامة؟ لا؛ لأن الأحوال تختلف، إذا كنت محتاجاً إلى الحجامة، وقال أهل الخبرة: إنك محتاج إلى أن تحتجم، سواءً في الرأس أو في الظهر، أو في الفخذ أو في أي مكان فعلى حسب ما يقوله أهل الخبرة.

Maka bagaimana engkau bertanya tentang perkara ini dan engkau ingin meneladani Nabi dalam masalah bekam? Tidak, keadaan seseorang itu berbeda-beda. Jika engkau membutuhkan bekam dan ahli bekam berkata: Engkau butuh melakukan bekam, (maka boleh bekam). Sama saja, apakah itu di kepala, punggung, paha atau tempat lainnya, sesuai dengan yang dikatakan orang yang sudah berpengalaman.

 

Sumber: http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=191546

 

[Source: http://abukarimah.wordpress.com/2012/04/21/hukum-bekam/]

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *