بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

UJIAN BERAT NABI AYYUB ALAIHISHALATU WA SALLAM

 

Penderitaan dan penyakit Nabi Ayyub alaihissallam sungguh sangat berat. Nabi Ayyub alaihissallam terkena penyakit yang amat parah selama 18 (delapan belas) tahun. Tidak hanya itu saja. Bahkan Allah mewafatkan anak-anaknya yang ia cintai. Begitu pula hartanya habis. Ia menjadi orang yang fakir. Ia hanya ditemani oleh istrinya dan dua orang temannya yang membantunya setiap hari. [Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah (no. 17)]
Namun semua ujian dan cobaan itu diterima Nabi Ayyub alaihissallam dengan sabar. Beliau alaihissallam sabar dan rida dengan takdir Allah yang pahit. Ia berkata dan berbuat dengan apa-apa yang diridai oleh Allah ﷻ.

Allah ﷻ memuji kesabaran Nabi Ayyub alaihissallam di dalam firman-Nya:

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu. Dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).” [QS. Shaad/38:44]

Nabi Ayyub alaihissallam senantiasa berdoa terus kepada Allah, memohon kepada Allah agar Allah mengampuninya dan mengangkat penyakitnya. Allah ﷻ berfirman:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya: ‘(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.’” [QS. Al-Anbiyaa’/21:83]

ﱠ ارْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

“(Allah berfirman): ‘Hentakkanlah kakimu. Inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.’” [Shaad/38:42]

Dengan kesabaran Nabi Ayyub alaihissallam dalam menghadapi cobaan dan ujian dari Allah ﷻ, Nabi Ayyub alaihissallam sembuh dari penyakit, seolah-olah belum pernah sakit sebelumnya. Ia mendapatkan nikmat dari Allah. Allah memberikan kembali kekayaan yang dimilikinya dulu, bahkan lebih baik dan lebih banyak. Allah mengganti dengan lahirnya anak-anak sebagai ganti dari anak-anaknya yang sudah meninggal, bahkan jumlah anaknya lebih banyak, lebih baik, dan juga saleh dan salihah. Allah ﷻ berfirman:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

“Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya, dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” [QS. Al-Anbiyaa’/21:84]

Semua ini berkat kesabaran Nabi Ayyub alaihissallam dengan cobaan dan ujian berat yang Allah timpakan kepadanya, agar menjadi contoh bagi manusia tentang kesabaran dalam menghadapi penyakit, hartanya yang habis, menjadi fakir dengan sebab ujian tersebut, dan anak-anaknya semua meninggal dunia, dan lainnya. Beliau alaihissallam terus berdoa minta tolong kepada Allah ﷻ, bahwa tidak ada yang dapat menghilangkan atau mengangkat penyakit, bala’, wabah, kecuali hanya Allah semata. Allah ﷻ berfirman:

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [QS. Yunus/10:107]

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

“Bukankah Dia (Allah) yang memerkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan, apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.” [QS. An-Naml/27: 62]

Dinukil dari tulisan yang berjudul: Dunia Ini Adalah Tempat Cobaan dan Ujian, yang ditulis oleh: Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله
Sumber: https://almanhaj.or.id/15047-dunia-ini-adalah-tempat-cobaan-dan-ujian1.html

 

══════

 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat