بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

SELUK BELUK NERAKA BERDASARKAN DALIL-DALIL DARI ALQURAN DAN ASSUNNAH

Segala puji bagi Allah ﷻ Yang Maha Hidup serta mengurus makhluk sendirian-Nya, Yang Kekal dan yang lain tidak kekal. Membentuk rupa bentuk-bentuk ini dengan kekuasaan-Nya, kemudian mematikannya dan menghapus segala rupa.

Kemudian meniup terompet, maka tiba-tiba mayat menjadi bangkit. Maka satu golongan menuju negeri kenikmatan, dan satu golongan menuju api Neraka yang panas. Terbuka pintu-pintunya di wajah mereka. Bagi setiap pintu darinya ada bagian yang sudah dibagi, dipajangkan terhadap mereka di tiang yang dipanjangkan padanya untuk kedukaan dan penderitaan, di hari yang mereka diliputi siksaan dari atas mereka dan dari bawah mereka. Maka mereka tidak dikasihi.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah ﷻ saja. Tiada sekutu bagi-Nya. Persaksian orang yang mengharapkan keselamatan. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang dengan agamanya Allah ﷻ membuka negeri Persia dan Romawi. Semoga selawat dan salam selalu tercurah kepadanya, keluarganya, para sahabatnya, dan yang mengikuti mereka selama awan menurunkan hujan.

Allah ﷻ telah memeringatkan kita dalam Kitab-Nya dari api Neraka, dan mengabarkan tentang berbagai macam siksa-Nya yang membuat ulu hati terbelah dan hati meledak. Dia ﷻ memeringatkan dan mengabarkan berbagai macam siksa-Nya, sebagai rahmat kepada kita agar bertambah hati-hati dan takut. Dengarkanlah ayat-ayat yang ada dalam Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya dari berbagai macam siksaan-Nya, agar kamu mengambil peringatan. Kembalilah kepada Rabb-mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang kepadamu siksaan, kemudian kamu tidak bisa ditolong lagi.

A. Ayat-Ayat Alquran yang Menggambarkan Neraka dan Berbagai Jenis Siksaannya

Firman Allah ﷻ:

قال الله تعالي: ﴿ وَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِيٓ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ ﴾ [ آل عمران: 131]

“Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan untuk orang-orang kafir.” [QS. Ali Imran/3:131]

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَلَٰسِلَاْ وَأَغۡلَٰلٗا وَسَعِيرًا﴾ [ الإنسان: 4]

“Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai, belenggu, dan Neraka yang menyala-nyala.” [QS. al-Insaan/76:4]

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمۡ سُرَادِقُهَاۚ ﴾ [ الكهف: 29]

“Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu Neraka, yang gejolaknya mengepung mereka.” [QS. al-Kahfi/18:29]

Dan Allah ﷻ berfirman, berkata kepada Iblis:

قال الله تعالي: ﴿ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ٤٢ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٤٣ لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٰبٖ لِّكُلِّ بَابٖ مِّنۡهُمۡ جُزۡءٞ مَّقۡسُومٌ ﴾ [ الحجر: 42-44]

“Kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu.Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” [QS. al-Hijr/15:42-44]

قال الله تعالي: ﴿ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا ﴾ [ الزمر: 71]

“Orang-orang kafir dibawa ke Neraka Jahanam berombong-rombongan, sehingga apabila mereka telah sampai ke Neraka itu, dibukakan pintu-pintunya.” [QS. Az-Zumar/39:71]

قال الله تعالي: ﴿ وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ٦ إِذَا أُلْقُوا فَيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِىَ تَفُورُ ٧ تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَآ أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ﴾ [ الملك: 6-8]

“Dan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, memeroleh azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara Neraka yang mengerikan, sedang Neraka itu menggelegak. Hampir-hampir (Neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (Neraka itu) bertanya kepada mereka: ”Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?” [QS. al-Mulk/67:6-8]

قال الله تعالي: ﴿ يَوۡمَ يَغۡشَىٰهُمُ ٱلۡعَذَابُ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۡ وَيَقُولُ ذُوقُواْ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴾ [ العنكبوت: 55]

“Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka, dan Allah berkata (kepada mereka): ”Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan.” [QS. al-Ankabuut/29:55]

قال الله تعالي: ﴿ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ ٱللَّهُ بِهِۦ عِبَادَهُۥۚ يَٰعِبَادِ فَٱتَّقُونِ ﴾[ الزمر: 16]

“Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka. Dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah memertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku, hai hamba-hamba-Ku.” [QS. az-Zumar/39:16]

قال الله تعالي: ﴿ وَأَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ ٤١ فِي سَمُومٖ وَحَمِيمٖ ٤٢ وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ ٤٣ لَّا بَارِدٖ وَلَا كَرِيمٍ ﴾ [ الواقعة: 41-44]

“Dan golongan kiri. Siapakah golongan kiri itu. Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.” [QS. al-Waqi’ah/56:41-44]

قال الله تعالي: ﴿ وَقَالُواْ لَا تَنفِرُواْ فِي ٱلۡحَرِّۗ قُلۡ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرّٗاۚ لَّوۡ كَانُواْ يَفۡقَهُونَ ﴾[ التوبة: 81]

“Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api Neraka Jahanam itu lebih sangat panas(nya)”, jikalau mereka mengetahui.” [QS. at-Taubah/9:81]

قال الله تعالي: ﴿ وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ ١٠ نَارٌحَامِيَةُ ﴾[ القارعة: 10-11]

“Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” [QS. al-Qari’ah/101:10-11]

Neraka juga menyiksa dengan dingin yang luar biasa. Allah ﷻ berfirman:

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

“ِMereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya, dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan air yang sangat dingin (ghassaq).” [QS. An Naba’: 24-25]

Ghassaq ditafsirkan oleh sebagian ulama sebagai nanah, dan sebagian ulama yang lain menafsirkan bahwa ghassaq adalah air busuk yang sangat dingin. Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menggabungkan dua makna ini. Maka ghassaq adalah air busuk yang luar biasa dingin tak tertahankan, yang berasal dari nanah dan keringat penghuni Neraka.

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ٤٧ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴾[ القمر: 47-48]

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam Neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke Neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): ”Rasakanlah sentuhan api Neraka.” [QS. al-Qamar/54:47-48]

قال الله تعالي: ﴿ وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ ٢٧ لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ ٢٨ لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ ﴾[ المدثر: 27-29]

“Tahukah kamu apa (Neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.” [QS. al-Mudatsir/74:27-29]

قال الله تعالي: ﴿ ياٰأيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ﴾[ التحريم: 6]

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS. at-Tahrim/66:6]

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ ٣٢ كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ ﴾ [المرسلات: 32-33]

“Sesungguhnya Neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning.” [QS. al-Mursalat/77:32-33]

قال الله تعالي: ﴿ وَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ يَوۡمَئِذٖ مُّقَرَّنِينَ فِي ٱلۡأَصۡفَادِ ٤٩ سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٖ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ ﴾ [ إبراهيم: 49-50]

“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa, pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter), dan muka mereka ditutup oleh api Neraka.” [QS. Ibrahim/14:49-50]

قال الله تعالي: ﴿ إِذِ اْلأَغْلاَلُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَالسَّلاَسِلُ يُسْحَبُونَ ٧١ فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ يُسْجَرُونَ ﴾[ غافر: 71-72]

“Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar di dalam api.” [QS. Ghafir/40:71-72]

قال الله تعالي: ﴿ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٞ مِّن نَّارٖ يُصَبُّ مِن فَوۡقِ رُءُوسِهِمُ ٱلۡحَمِيمُ ١٩ يُصۡهَرُ بِهِۦ مَا فِي بُطُونِهِمۡ وَٱلۡجُلُودُ ٢٠ وَلَهُم مَّقَٰمِعُ مِنۡ حَدِيدٖ ٢١ كُلَّمَآ أَرَادُوٓاْ أَن يَخۡرُجُواْ مِنۡهَا مِنۡ غَمٍّ أُعِيدُواْ فِيهَا وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡحَرِيقِ ﴾[. الحج: 19-21]

“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api Neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.” [QS. al-Hajj/22:19-21]

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا سَوۡفَ نُصۡلِيهِمۡ نَارٗا كُلَّمَا نَضِجَتۡ جُلُودُهُم بَدَّلۡنَٰهُمۡ جُلُودًا غَيۡرَهَا لِيَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَۗ ﴾[ النساء: 56]

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam Neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab.” [QS. an-Nisaa/4:56]

لَا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلَا شَرَابًا إِلَّا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

“ِMereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya, dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah.” [QS. An Naba’: 24-25]

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ ٤٣ طَعَامُ ٱلۡأَثِيمِ ٤٤ كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِي فِي ٱلۡبُطُونِ ٤٥ كَغَلۡيِ ٱلۡحَمِيمِ ﴾[ الدخان: 43-46]

“Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas.” [QS. ad-Dukhan/44 : 43-46]

Dan Allah ﷻ tentang pohon tersebut:

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّهَا شَجَرَةٞ تَخۡرُجُ فِيٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ ٦٤ طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ ﴾[ الصفات: 64-65]

“Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar Neraka Jahim. Mayangnya seperti kepala setan-setan.” [QS. ash-Shafaat/37: 64-65]

قال الله تعالي: ﴿ ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ ٥١ لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ ٥٢ فَمَالِ‍ُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ ٥٣ فَشَٰرِبُونَ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡحَمِيمِ ٥٤ فَشَٰرِبُونَ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ ٥٥ هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ ﴾[ الواقعة: 51-56]

“Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada Hari Pembalasan.” [QS. al-Waqi’ah/56:51-56]

قال الله تعالي: ﴿ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا ﴾ [ الكهف: 29]

“Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” [QS. al-Kahf/18:29]

قال الله تعالي: ﴿ وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمٗا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ ﴾ [ محمد: 15]

“Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya.” [QS. Muhammad/47:15]

قال الله تعالي: ﴿ وَيُسۡقَىٰ مِن مَّآءٖ صَدِيدٖ ١٦ يَتَجَرَّعُهُۥ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُۥ وَيَأۡتِيهِ ٱلۡمَوۡتُ مِن كُلِّ مَكَانٖ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٖۖ وَمِن وَرَآئِهِۦ عَذَابٌ غَلِيظٞ ﴾[ إبراهيم: 16–17]

“Di hadapannya ada Jahanam, dan dia akan diberi minuman dengan air nanah. Diminumnya air nanah itu, dan hampir dia tidak bisa menelannya. Dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati. Dan di hadapannya masih ada azab yang berat.” [QS. Ibrahim/14:16-17]

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَٰلِدُونَ ٧٤ لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمۡ وَهُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ ٧٥ وَمَا ظَلَمۡنَٰهُمۡ وَلَٰكِن كَانُواْ هُمُ ٱلظَّٰلِمِينَ ٧٦ وَنَادَوۡاْ يَٰمَٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ ﴾[ الزخرف: 74-77]

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab Neraka Jahanam. Tidak diringankan azab itu dari mereka, dan mereka di dalamnya berputus asa. Dan tidaklah Kami menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Mereka berseru: ”Hai Malik, biarlah Rabbmu membunuh kami saja.” Dia menjawab: ”Kamu akan tetap tinggal (di Neraka ini).” [QS. az-Zukhruf/43:74-77]

قال الله تعالي: ﴿مَّأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ كُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَٰهُمۡ سَعِيرٗ ﴾[ الاسراء: 97]

“Tempat kediaman mereka adalah Neraka Jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” [QS. al-Isra/17:97]

قال الله تعالي: ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا ١٦٨ إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا ﴾ [ النساء: 168-169]

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian adalah mudah bagi Allah.” [QS. an-Nisa/4:168-169]

قال الله تعالي: ﴿ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ﴾ [ الجن: 23]

“Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasulnya, maka sesungguhnya baginyalah Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.” [QS. al-Jin/72:23]

قال الله تعالي: ﴿ وَمَآأَدْرَاكَ مَاالْحُطَمَةُ ٥ نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ ٦ الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الأَفْئِدَةِ ٧ إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ ٨ فيِ عَمَدِِ مُّمَدَّدَةٍ ﴾ [ الهمزة: 5-9]

“Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (naik) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.” [QS. al-Humazah/104:5-9]

Dan ayat-ayat yang menggambarkan Neraka dan berbagai jenis siksaannya yang pedih sangatlah banyak.

B. Hadis-Hadis yang Menggambarkan Neraka dan Berbagai Jenis Siksaannya

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi ﷺ bersabda:

يُؤتى بالنارِ يومَ القيامةِ لها سبعون ألفَ زمامٍ مع كلِّ زمامٍ سبعون ألفَ ملَكٍ يجرُّونَها

“Neraka (Jahannam) pada Hari Kiamat akan didatangkan. Ia memiliki 70.000 tali kekang. Pada setiap talinya terdapat 70.000 malaikat yang menariknya” [HR. Muslim 2842 dan at-Tirmidzi 2573]

Dalam Shahihaian, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (( نَارُكُمْ هَذِهِ ما يُوقِدُ بَنُو آدَمَ جُزْءٌ وَاحِدٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ “، قالوا: يا رسول الله إنها لكافية؟ قال: إِنَّهَا فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا )) [ متفق عليه

“Api kalian (di dunia ini) merupakan bagian dari tujuh puluh bagian api Neraka Jahannam”. Ditanyakan kepada beliau: “Wahai Rasulullah, satu bagian itu saja sudah cukup (untuk menyiksa pelaku maksiat)?” Beliau ﷺ bersabda: “Ditambahkan atasnya dengan enam puluh sembilan kali lipat yang sama panasnya.” [HR. Al-Bukhari 3092, Muslim 2842, at-Tirmizi 2589, Ahmad 2/313, Malik 1872, dan ad-Darimi 2947]

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, beliau berkata:

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَدْرُونَ مَا هَذَا قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

“Kami pernah bersama Nabi ﷺ. Tiba-tiba beliau mendengar seperti suara benda jatuh ke dasar. Nabi ﷺ bertanya: ‘Tahukah kalian suara apa itu?’ Kami menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau ﷺ bersabda: ‘Ini adalah batu yang dilemparkan ke Neraka sejak 70 tahun yang lalu, dan sekarang baru mencapai dasarnya.’” [HR. Muslim no. 2844]

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda mengenai ngerinya buah zaqqum:

لَوْ أنَّ قطْرةً من الزَّقُّومِ قَطَرَتْ في دار الدُّنْيَا لأفْسَدَتْ على أهلِ الدنيا مَعَايِشَهُمْ

“Kalaulah saja setetes dari buah zaqqum menetes ke dunia, niscaya ia akan menimbulkan kerusakan terhadap seluruh penghidupan penduduk dunia.” [HR. At Tirmidzi no. 2585, ia berkata, “hasan Sahih”]

Dari An Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ أهْوَنَ أهل النارِ عذاباً مَنْ لَهُ نَعْلانِ وشِرَاكانِ من نارٍ يَغلي منهما دماغُه كما يغلي المِرْجَل ما يَرَى أنَّ أحداً أشدُّ منهُ عَذَاباً وإنَّهُ لأهْونُهمْ عذاباً

”Penduduk Neraka yang paling ringan siksaannya di Neraka adalah seseorang yang memakai dua sandal Neraka dan dua talinya dari api. Kemudian otaknya mendidih karena panasnya, sebagaimana mendidihnya air di kuali. Orang tersebut merasa tidak ada orang lain yang siksanya lebih pedih dari siksaannya, padahal siksaannya adalah yang paling ringan di antara mereka.” [HR. Muslim no. 213]

Dalam riwayat lain disebutkan orang tersebut adalah Abu Thalib, paman Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ أهْوَنَ أهلِ النارِ عَذَابًا أبو طالبٍ في رِجلَيْهِ نعلانِ من نارٍ يغْلِي منهما دِمَاغُهُ

“Penduduk Neraka yang paling ringan siksaannya di Neraka adalah Abu Thalib. Ia memakai dua sandal Neraka yang membuat otaknya mendidih karena panasnya.” [HR. Ahmad 4/241, disahihkan oleh Ahmad Syakir dalam ta’liq-nya terhadap Musnad Ahmad]

Satu celupan saja di Neraka membuat kenikmatan dunia tidak ada artinya. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

يُؤتَى بأنْعَم أهل الدنيا مِنْ أهل النار فيُصْبَغُ في النارِ صَبْغَةً ثم يُقَال: يا ابنَ آدمَ هل رأيتَ خيراً قطُّ هل مَرَّ بكَ نعيمٌ قط؟ فيقولُ لا والله يا ربِّ، ويؤْتَى بأشَدِّ الناسِ بؤساً في الدنيا مِنْ أهل الجنة فيصبغُ صبغةً في الجنة فيقال: يا ابن آدمَ هل رأيتَ بؤساً قط؟ هل مَرَّ بك من شدة قط؟ فيقولُ: لا والله يا ربِّ ما رأيتُ بؤساً ولا مرّ بِي مِنْ شدةٍ قَطُّ

“Pada Hari Kiamat, didatangkan penduduk Neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia. Lalu ia dicelupkan ke Neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya: ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.”

Didatangkan pula penduduk Surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam Surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali, dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalaminya.” [HR. Muslim no. 2807]

Maksudnya, bahwa penghuni Neraka lupa segala nikmat yang pernah mereka rasakan di dunia, dan penghuni Surga lupa terhadap segala kesusahan yang pernah mereka rasakan semasa di dunia.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

يقولُ اللهُ تعالَى لأهونِ أهلِ النَّارِ عذابًا يومَ القيامةِ : لو أنَّ لك ما في الأرضِ من شيءٍ أكنتَ تفتدي به ؟ فيقولُ : نعم ، فيقولُ : أردتُ منك أهونَ من هذا ، وأنت في صلبِ آدمَ : ألَّا تُشرِكَ بي شيئًا ، فأبيتَ إلَّا أن تُشرِكَ بي

“Dikatakan kepada seorang penduduk Neraka yang paling ringan azabnya di Hari Kiamat: ‘Andai engkau memiliki semua yang ada di bumi, apakah engkau akan menebus dengannya (agar keluar dari Neraka)? Ia menjawab: ‘Ya.’ Maka Allah berfirman, ‘Sungguh, dahulu Aku hanya ingin sesuatu yang lebih sepele daripada ini, sejak engkau masih menjadi tulang sulbi Adam, yaitu agar engkau tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Namun engkau enggan, dan bahkan engkau menyekutukan-Ku dengan sesuatu.” [HR. Bukhari no. 6557, Muslim no. 2805]

Dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ya’la bin Munyah, ibnu Umayyah, Munyah adalah nama ibunya, ia berkata: ‘Allah memunculkan awan untuk penghuni Neraka. Apabila muncul atas mereka, Dia memanggil mereka: ‘Wahai penghuni Neraka, apa yang kamu tuntut? Apakah yang kamu minta?’ Maka mereka teringat dengannya awan-awan di dunia dan air yang turun kepada mereka. Mereka berkata: ‘Kami memohon minuman, ya Rabb.’ Lalu Dia menurunkan belenggu sebagai tambahan pada belenggu mereka, dan rantai-rantai sebagai tambahan pada rantai mereka, dan bara api yang menyalakan api terhadap mereka.’

Dan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَقَاطِعُ رَحِمٍ وَمُصَدِّقٌ بِالسِّحْرِ وَمَنْ مَاتَ مُدْمِنًا لِلْخَمْرِ سَقَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ نَهْرِ الْغُوطَةِ “. قيل: وَمَا نَهْرُ الْغُوطَةِ؟ قال: ” نَهْرٌ يَجْرِي مِنْ فُرُوجِ الْمُومِسَاتِ يُؤْذِي أَهْلَ النَّارِ رِيحُ فُرُوجِهِمْ)) [ رواه أحمد ]

“Ada tidak golongan yang tidak masuk Surga: Terus menerus minum arak, memutuskan hubungan silaturrahim, dan memercayai sihir. Dan siapa yang mati sebagai pecandu minuman keras, niscaya Allah ﷻ menuanginya dari sungai Ghuthah.’ Ada yang bertanya: ‘Apakah sungai Ghuthah itu?’ Beliau menjawab: ‘Sungai yang mengalir dari kemaluan para wanita pelacur, yang bau busuk kemaluan mereka. Para penghuni Neraka lain merasa terganggu oleh bau kemaluan mereka.” [HR. Ahmad dalam Musnadnya 4/399]

Dan dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إِنَّ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَهْدًا لِمَنْ يَشْرَبُ الْمُسْكِرَ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طِيْنَةِ الْخَبَالِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا طِيْنَةُ الْخَبَالِ؟، قَالَ: عَرَقُ أَهْلِ النَّارِ أَوْ عُصَارَةُ أَهْلِ النَّارِ.)) [ رواه مسلم ]

“Sesungguhnya Allah ﷻ berjanji untuk orang yang meneguk minuman keras akan meminumi dia dari Thinatul Khabal.’ Mereka bertanya: ‘Apakah Thinatul Khabal itu? Beliau menjawab: ‘Yaitu keringatnya penghuni Neraka, atau ekstrak dari para penghuni Neraka.’ [HR. Muslim 2002, an-Nasa`i 5709, dan Ahmad 3/361]

Dalam Shahihain, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (( يقال لليهود والنصارى:مَاذَا تَبْغُونَ؟ فَيَقُولُونَ: عَطِشْنَا يَا رَبَّنَا فَاسْقِنَا. فَيُشَارُ إِلَيْهِمْ: أَلَا تَرِدُونَ؟ فَيُحْشَرُونَ إِلَى جَهَنَّمَ كَأَنَّهَا سَرَابٌ يَحْطِمُ بَعْضُهَا بَعْضًا فَيَتَسَاقَطُونَ فِي النَّارِ )) [ متفق عليه ]

Dikatakan kepada Yahudi dan Nasrani: ‘Apakah kamu inginkan? Mereka menjawab: ‘Kami kehausan. Wahai Rabb, berilah kami minuman.’ Maka mereka diberi isyarat: ‘Apakah kamu mau datang (ke sini)?’ Maka mereka digiring menuju Neraka Jahanam. Seolah-olah fatamorgana (bayang-bayang) saling menghancurkan satu sama lain, lalu mereka berjatuhan di Neraka.” [Muttafaqun ‘alaih, HR. Muslim 183]

Hasan berkata:
‘Bagaimana sangkaanmu terhadap suatu kaum yang berdiri di atas kaki mereka selama lima ratus tahun, tidak makan sedikit pun, tidak minum sedikit pun, sehingga terputus leher mereka karena kehausan, dan terbakar rongga mereka karena kelaparan. Kemudian mereka dipalingkan ke Neraka, lalu diberi minum dari mata air panas, telah mencapai puncak panasnya dan sangat mendidih.’

Ibnul Jauzi berkata dalam menggambarkan Neraka:
‘Satu negeri yang penghuni ditentukan dengan jauh, dihalangi kenikmatan harapan dan keberuntungan. Diganti cahaya muka mereka dengan warna hitam. Dipukul dengan gada yang lebih kuat dari gunung. Atasnya ada malaikat yang keras lagi kasar. Jikalau engkau melihat mereka di Neraka Hamim menyisir. Di atas api mereka dilempar, maka duka cita kekal, mereka tidak pernah senang. Kedudukan mereka sudah terpatri untuk selama-lamanya. Atasnya ada malaikat yang keras lagi kasar, mereka menangis karena telah menyia-nyiakan waktu muda. Setiap kali datang bertambalah penderitaan, di atasnya ada malaikat yang keras lagi kasar. Alangkah ruginya mereka karena kemurkaan Yang Maha Pencipta. Alangkah menderitanya mereka karena besarnya siksaan. Alangkah malunya mereka di antara semua makhluk, di hadapan semua saksi. Di manakah keuntungan mereka untuk keruntuhan? Di manakah usaha mereka di dalam dosa? Seakan-akan ia adalah buaian dalam mimpi, kemudian tubuh-tubuh itu dibakar. Setiap dibakar dikembalikan seperti semula. Di atasnya ada malaikat yang keras lagi kasar.

• Ya Allah, selamatkanlah kami dari siksa Neraka.
• Lindungilah kami dari negeri kehinaan dan kenistaan.
• Tempatkanlah kami dengan rahmat-Mu di negeri orang-orang bertakwa yang berbakti.
• Ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan semua kaum Muslimin, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih dari orang-orang yang pengasih.
• Semoga selawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

 

Sumber:
https://almanhaj.or.id/80374-sifat-sifat-Neraka1.html
https://almanhaj.or.id/80351-sifat-sifat-Neraka2.html
https://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2017/05/31/seluk-beluk-neraka/

 

══════

 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

SELUK BELUK NERAKA BERDASARKAN DALIL-DALIL DARI ALQURAN DAN ASSUNNAH

SELUK BELUK NERAKA BERDASARKAN DALIL-DALIL DARI ALQURAN DAN ASSUNNAH

SELUK BELUK NERAKA BERDASARKAN DALIL-DALIL DARI ALQURAN DAN ASSUNNAH