Panduan Ringkas Tata Cara Sholat Sesuai Sunnah Nabi

Berikut ini rangkaian tata cara sholat yang baik dan benar, dilengkapi dan bacaan dan doa yang sesuai dengan tata cara sholat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Panduan tata cara sholat ini juga dilengkapi dengan panduan video urutan gerakan sholat untuk memudahkan pembaca memahaminya. Lihat di sini: https://youtu.be/2XHYU6uOrlA

  1. Berdiri tegak menghadap Kiblat, pandangan ke arah tempat sujud, kemudian lakukan Takbiratul Ihram.
  1. Angkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga, hadapkan telapak tangan ke arah Kiblat, dan ucapkan Allahu akbar.
  1. Bersedekap, dengan meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri, atau di atas pergelangan atau lengan tangan kiri.
  1. Mayoritas ulama berpendapat bahwa meletakkan tangan ketika sedekap TIDAK pada tempat tertentu. Jadi sah-sah saja meletakkan tangan di dada, di pusar, di perut atau di bawah itu. Karena yang dimaksud mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di sini adalah meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Sedangkan yang lebih dari itu dengan menentukan posisi tangan sedekap tersebut butuh pada dalil. Meletakkan tangan di dada maupun di bawah pusar sama-sama berasal dari hadis yang dho’if. (Lihat penjelasan guru kami, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Athorifi dalam karya beliau Shifat Sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 87-90).
  1. Bacalah Doa Iftitah dengan pelan:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

ALLAHUMMA BAA’ID BAYNII WA BAYNA KHOTHOYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAYNAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAHUMMA NAQQINII MIN KHOTHOYAAYA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAHUMMAGH-SILNII MIN KHOTHOYAAYA BIL MAA-I WATS TSALJI WAL BAROD

Artinya:

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku, sebagaimana bersihnya pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun ((HR. Al-Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598 dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu).

Ibnu Taimiyah berkata, “Jika ada yang lupa membaca doa Istiftah pada tempatnya, maka ia tidak perlu mengganti di rakaat kedua.” (Kitab Shifatish Shalah, hal. 97).

  1. Bacalah Ta’awudz dengan pelan:

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONI MINASY SYAITHONIR ROJIIM

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Ta’awudz dibaca pada rakaat pertama sebelum memulai membaca surat, setelah membaca doa Istiftah. Ibnu Taimiyah berkata, “Jika seseorang meninggalkan membaca Ta’awudz di rakaat pertama, maka  hendaklah ia membacanya di rakaat kedua.” (Kitab Shifatish Shalah, hal. 97).

  1. Bacalah Surat Al-Fatihah, dan sebelumnya membaca Basmalah (ucapan BISMILLAAHIRROHMANIRROHIM) dengan pelan, dan berhenti di setiap akhir ayat.
  1. Ucapkanlah AAMIIN setelah selesai Al-Fatihah, baik jadi imam, makmum, maupun sholat sendiri.
  1. Keraskan bacaan AAMIIN jika kita menjadi makmum.
  1. Bacalah surat yang kita hafal.
  1. Diam sejenak seusai baca surat.
  1. Mulai rukuk dengan mengangkat kedua tangan sejajar pundak atau telinga. Ucapkan Allahu akbar sambil bergerak turun.
  1. Letakkan telapak tangan di lutut, dengan posisi mencengkeram, jari-jari direnggangkan, dan siku agak dibentangkan.
  1. Punggung lurus, kepala lurus dengan punggung, dan lakukan dengan Thumakninah.
  1. Bacalah doa rukuk setelah kita sempurna rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

SUBHANA ROBBIYAL ADZHIM

Artinya:

Maha Suci Rabbku yang Maha Agung

  1. Bangkit, sambil mengucapkan:

سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَه

SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH

Artinya:

Semoga Allah mendengarkan/memerhatikan orang-orang yang memuji-Nya)

  1. Disambung dengan bacaan berikut ini dalam posisi sudah berdiri sempurna:

رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ

ROBBANAA WALAKAL-HAMDU

Artinya:

Rabb kami, dan Engkaulah yang pantas mendapatkan segala pujian” [HR. Al-Bukhari no. 65]

  1. Dianjurkan untuk memerlama berdiri I’tidal dan bersikap tenang.
  1. Turunlah menuju sujud sambil bertakbir (tanpa mengangkat tangan): Allahu akbar.
  1. Sujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: wajah (kening dan hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.
  1. Posisi jari tangan dirapatkan menghadap Kiblat, telapak tangan sejajar pundak atau sejajar telinga.
  1. Tangan membentang ke samping, punggung posisi tengah dan kaki hampir menyiku.
  1. Tenang dan bacalah doa sujud:

 

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

SUBHANA ROBBIYAL A’LAA

Artinya:

Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi

  1. Bangkit dari sujud sambil membaca takbir: Allahu akbar, kemudian duduk Iftirasy (Posisi duduk dengan membentangkan kaki kiri, kemudian diduduki dan kaki kanan ditegakkan).
  1. Punggung tegak, letakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang
  1. Baca doa:

رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي

ROBBIGHFIRLI ROBBIGHFIRLI

Artinya:

Wahai Robb-ku ampunilah aku. Wahai Robb-ku ampunilah aku.

  1. Kemudian bergerak turun sambil bertakbir. Dan sujudlah sebagaimana cara yang pertama.
  1. Bangkit dari sujud, tanpa membaca takbir, lakukanlah Duduk Istirahat sejenak, dengan posisi Duduk Iftirasy.
  1. Kemudian berdiri ke rakaat berikutnya dengan bertumpu pada kedua tangan, sambil bertakbir.

Mengenai bangkit dari duduk istirahat pada perpindahan rakaat, maka para ulama berbeda pendapat. Hanafiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa yang afdhal adalah, bertumpu pada kedua lututnya, bukan kedua tangannya, kecuali apabila dalam keadaan masyaqqoh (berat/sulit). Sedangkan Malikiyah dan Syafi’iyah berpendapat, bahwa yang afdhal adalah bertumpu pada kedua telapak tangan tanpa menggenggam. Untuk lengkapnya, silakan klik tautan berikut ini: http://www.alquran-sunnah.com/artikel/kategori/fiqh/477-bangkit-dari-sujud.

  1. Berdirilah sempurna dan langsung sedekap.
  1. Lakukan seperti yang kita lakukan pada rakaat pertama tadi.
  1. Setelah kita mendapatkan dua rakaat, bertakbir kemudian duduk Tasyhud Awal, yaitu Duduk Iftirasy, di mana kita meletakkan telapak tangan di atas paha atau lutut, posisi jari agak renggang, acungkan jari telunjuk tangan kanan.
  1. Baca Doa Tasyahud Awal:

التَّحِيَّاتُ للهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ، السَّلامُ عَلَيْنَا، وَعَلَى عِبَادِ الله الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلَّا الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

ATTAHIYYATU LILLAH, WAS SHALAWAATU WAT THAYYIBAAT, ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA ROHMATULLAHI WA BAROKAATUH. ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA IBAADILLAAHIS SHAALIHIIN. ASY-HADU AL-LAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHUU WA ROSUULUH

Artinya

Segala ucapan penghormatan hanyalah milik Allah, begitu juga segala sholat dan amal shalih. Semoga kesejahteraan tercurah kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dengan segenap karunia-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.

  1. Bacaan Sholawat ketika Tasyahud Awal hukumnya adalah ANJURAN dan TIDAK WAJIB, sebagaimana keterangan Imam Ibnu Utsaimin dalam Syarh Muntaqal Akhbar.
  1. Bangkit dengan membaca Allahu akbar. Dan setelah sempurna berdiri, angkatlah kedua tangan dan bersedekaplah.
  1. Jika sholat yang dikerjakan hanya memiliki satu Tasyahud, seperti Sholat Subuh, Sholat Witir, maka duduk Tasyahud Akhir dilakukan dengan posisi Iftirosy. Tata caranya sama seperti duduk di antara dua sujud. Ini adalah pendapat Imam Ahmad berdasarkan hadis Wail bin Hujr

Jika sholat yang dikerjakan memiliki dua Tasyahud, seperti Sholat Dzuhur, atau sholat wajib empat rakaat lainnya atau Sholat Maghrib, maka duduk Tasyahud Akhir dilakukan dengan posisi Tawaruk (HR. Bukhari). Cara duduk Tawaruk: Pantat diletakkan di tanah, telapak kaki kanan ditegakkan dan telapak kaki kiri berada di bawah kaki kanan. Posisi tangan di atas paha, acungkan telunjuk tangan kanan.

  1. Bacalah Tasyahud dan Sholawat:

التَّحِيَّاتُ للهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ، السَّلامُ عَلَيْنَا، وَعَلَى عِبَادِ الله الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لا إلَهَ إلَّا الله، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ * اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ، إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

AT TAHIYAATU LILLAH WASH SHOLAATU WATH THOYYIBAAT. ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA ROHMATULLAHI WA BAROKAATUH. ASSALAAMU ‘ALAINA WA ‘ALA ‘IBADILLAHISH SHOLIHIIN. ASY-HADU ALAA ILAHA ILLALLAH, WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA ROSULUH

 

ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA IBROHIM WA ‘ALAA AALI IBROHIM, INNAKA HAMIDUM MAJIID. ALLOHUMMA BARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA BAAROKTA ‘ALAA IBROHIM WA ‘ALAA AALI IBROHIM, INNAKA HAMIIDUM MAJDID.

  1. Berdoalah memohon perlindungan dari empat hal:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّال

ALLOHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZAABIL-QOBR, WA MIN FITNATIL-MAHYAA WAL-MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL-MASIIHID-DAJJAAL .

  1. Kita boleh berdoa yang lainnya:

اللَّهُمَّ أعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

ALLAHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK

Artinya:

Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memerbagus ibadah pada-Mu.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)

  1. Selanjutnya salam, menoleh ke kanan sampai kelihatan pipi kanan dari belakang dengan mengucapkan:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

ASSALAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLAH

Artinya:

Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu.

  1. Dan salam ke kiri sampai kelihatan pipi kiri dari belakang dengan mengucapkan:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

ASSALAMU ‘ALAIKUM WA ROHMATULLAH

Artinya:

Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepadamu.

  1. Baca istighfar (Astaghfirullah ) tiga kali dan lanjutkan berdzikir. Semoga Allah menerima ibadah kita.

Adapun ucapan dzikir di atas (yaitu ucapan Astaghfirullah sebanyak tiga kali), ini memang doa, namun ini adalah doa yang berkaitan dengan sholat. Ucapan istighfar seseorang sebanyak tiga kali setelah sholat bertujuan untuk menambal kekurangan yang ada dalam sholat. Maka pada hakikatnya, ucapan dzikir ini adalah pengulangan dari sholat.

Sumber Rujukan:

https://carasholat.com/126-tata-cara-shalat-yang-benar-sesuai-shalat-nabi.html

 

Dengan beberapa penambahan dan pengubahan tata bahasa oleh redaksi www.nasihatsahabat.com