بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

MENCINTAI NABI DENGAN CARA YANG TEPAT

Mencintai Nabi Muhammad ﷺ adalah perintah Allah ﷻ yang wajib ditaati oleh setiap Muslim. Tentunya perintah mencintai Nabi ﷺ ini sudah menjadi hal yang dimaklumi dan dipatuhi oleh umat Nabi dari sejak zaman turunnya risalah hingga akhir zaman.

Karena cinta atas Nabi ﷺ merupakan perintah syariat, maka sudah barang tentu melaksanakan perintah tersebut menjadi sebuah ibadah agung yang mengandung limpahan pahala dari Allah ﷻ. Oleh karenanya, setiap Muslim mesti memahami betapa rasa cinta terhadap kekasih Allah Ta’ala tersebut harus senantiasa dijaga, sebagai bukti umat yang benar-benar menginginkan syafaatnya di Hari Akhir kelak.

Allah ﷻ berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌbgvty6 حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu. (Yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) Hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzab: 21]

Balasan Cinta Kepada Nabi ﷺ

Allah ﷻ menjamin rahmat dan balasan kebaikan bagi hamba-Nya yang menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan. Maka, mencintai seseorang yang diperintahkan Allah Ta’ala untuk meneladaninya adalah perbuatan yang sungguh sangat mulia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ رواه البخاري

“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, sehingga kalian menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” [HR. Bukhari dalam Kitab Al-Iman, Bab Hubbur Rasul minal Imaan, no. 14]

Keutamaan Mencintai Nabi ﷺ

Merupakan hal yang sangat manusiawi jika kita mencintai orang-orang yang memiliki hubungan terdekat dengan kita, seperti orang tua, istri, maupun anak, yang senantiasa menemani di sepanjang hidup yang kita jalani.

Lantas mengapa ada perintah untuk mencintai Rasulullah ﷺ yang harus kita miliki, lebih daripada rasa cinta kepada orang-orang terdekat yang membutuhkan kasih sayang dan cinta kita?

Renungkanlah! Betapa banyak orang-orang terdahulu, yang dengan cintanya terlalu besar kepada mereka yang berada di dekatnya seperti anak dan istri, kemudian membuatnya lalai daripada menyembah Allah ﷻ?

Saking asyiknya bercengkrama dengan anak dan istri, tidak sedikit orang yang mengabaikan waktu salat. Karena keinginan untuk membahagiakan orang tua, rela menghalalkan segala cara dengan melakukan korupsi atau perbuatan terlarang, demi mendapatkan uang. Karena ingin membeli rumah dan kendaraan, sebagian manusia rela menggadaikan iman dengan merelakan diri bergelut dengan dunia ribawi. Wal ‘iyadzu billah.

Namun perhatikanlah! Jika kita mencintai Nabi ﷺ dengan cara yang benar, sungguh kebahagiaan duniawi dan ukhrawi niscaya akan diperoleh. Nabi ﷺ bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ.

“Ada tiga perkara, yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu:
(a) Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya.
(b) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah.
(c) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran, setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia tidak mau untuk dilemparkan ke dalam api.” [HR. Bukhari no. 16, Muslim no. 43/67, At-Tirmidzi no. 2624, An-Nasa’i VIII/96, dan Ibnu Majah no. 4033]

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (Sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” [QS. Ali ‘Imran: 31]

Mencintai Nabi ﷺ dengan Cara yang Tepat

Masya Allah! Di sini Allah ﷻ memberikan kepada kita petunjuk tentang bagaimana mencintai Nabi ﷺ dengan benar. Jalan yang harus kita tempuh dalam rangka merealisasikan cinta itu adalah dengan Ittiba’ (mengikuti Sunah/petunjuk) Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Berpegang teguhlah dengan Sunahku dan Sunah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah Sunah tersebut dengan gigi geraham kalian.” [HR. Bukhari no. 3093, Muslim no. 1759, dan Abu Daud no. 2970]

Berpegang teguh pada Sunah Nabi ﷺ adalah hal yang semestinya terus dipertahankan. Begitu pula dengan Sunah para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum, hendaklah kita jadikan jalan hidup, baik dalam perkara-perkara duniawi, terlebih urusan ukhrawi.

Bukti Cinta kepada Nabi ﷺ

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata:

“Ya Rasulullah, jelaskan kepada kami maksud dari seseorang yang mencintai suatu kaum yang tidak pernah berjumpa dengannya sekalipun.” Rasulullah ﷺ bersabda:

المرء مع من أحب

“Seseorang itu akan bersama siapa yang ia cintai.” [HR. Bukhari no. 6169 dan 6170, Muslim no. 2741]

Al Mubarakfuri rahimahullah berkata:
“Jika seseorang mencintai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka, kendatipun amalannya tidak sebaik yang dilakukan oleh kaum tersebut, sebab keterkaitan hati dengan mereka. Kiranya rasa cinta itu memotivasi agar berbuat serupa.” [Tuhfatul Ahwadzi, 7: 53]

Oleh karenanya, makna cinta yang sesungguhnya kepada Nabi ﷺ adalah mengamalkan apa yang diamalkan oleh beliau. Mencintai Nabi ﷺ adalah ibadah. Adapun ibadah wajib dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Rasulullah ﷺ, sebagaimana sabdanya:

مَن عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيهِ أَمرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.

“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak berdasarkan perintah kami, maka amalan itu tertolak.” [HR. Muslim no. 1718]

Buktikanlah cintamu kepada Nabi ﷺ dengan cara yang tepat. Cara yang secara gamblang telah ditunjukkan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu beramal dan beribadah sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ.
Wallahu a’lam

 

Penulis: Fauzan Hidayat
Sumber: https://Muslim.or.id/79385-mencintai-nabi-dengan-cara-yang-tepat.html

 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat