Posts

,

HUKUM BERDOA DENGAN DOA DARI ALQURAN KETIKA SUJUD

HUKUM BERDOA DENGAN DOA DARI ALQURAN KETIKA SUJUD
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
#SifatSholatNabi
 
HUKUM BERDOA DENGAN DOA DARI ALQURAN KETIKA SUJUD
 
Pertanyaan:
Tolong jelaskan maksud hadis Nabi ﷺ sebagai berikut:
“Aku dilarang membaca Alquran ketika rukuk dan sujud”, sementara dalam sujud kita diperintahkan memerbanyak doa, karena saat itu adalah saat manusia/hamba paling dekat dengan Rabbnya. Padahal doa-doa yang kita baca kan semua berasal dari Alquran.
 
Jawaban Ustadz Abdullah Roy, MA:
Alhamdulillah wahdah, washshalaatu wassalaamu ‘alaa rasuulillah wa aalihi wa shahbihii ajma’iin.
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
وإني نهيت أن أقرأ القرآن راكعا أو ساجدا فأما الركوع فعظموا فيه الرب عز و جل وأما السجود فاجتهدوا في الدعاء فقمن أن يستجاب لكم
 
“Dan aku dilarang membaca Alquran ketika ruku’ dan sujud. Adapun ketika ruku’, maka hendaklah kalian mengagungkan Rabb ‘azza wa jalla. Dan ketika sujud, maka hendaklah kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa, karena yang demikian lebih berhak/pantas dikabulkan doa kalian” [HR. Muslim, dari Ibnu ‘Abbaas radhiyallahu ‘anhuma]
 
Jumhur Ulama berpendapat, bahwa larangan di sini bersifat makruh. [Lihat Al-Mughny 2/181, dan Al-Majmu’ 3/411]
 
Berkata Az-Zaila’iy Al-Hanafy:
 
ويكره قراءة القرآن في الركوع والسجود والتشهد بإجماع الأئمة الأربعة
 
“Dan makruh membaca Alquran ketika ruku’, sujud, dan Tasyahhud dengan kesepakatan imam yang empat.” [Tabyiinul Haqaiq Syarh Kanzi Ad-Daqaa’iq 1/11]5]
 
Dengan demikian, hukum seseorang membaca doa dari Alquran dalam sujud adalah kembali kepada NIATNYA. Apabila dia membacanya dengan niat membaca Alquran, maka hukumnya makruh. Dan apabila niatnya adalah berdoa saja, maka diperbolehkan. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرء ما نوى
 
“Sesungguhnya amalan-amalan itu dengan niat. Dan bagi seseorang, apa yang dia niatkan.” [Muttafaqun ‘alaihi]
 
Berkata Az-Zarkasyi rahimahullahu:
 
وَمَحَلُّ كَرَاهَتِهَا إذَا قَصَدَ بِهَا الْقِرَاءَةَ ، فَإِنْ قَصَدَ بِهَا الدُّعَاءَ ، وَالثَّنَاءَ فَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ كَمَا لَوْ قَنَتَ بِآيَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ .
 
“Dan kemakruhan membaca Alquran ketika sujud adalah apabila dia bermaksud membaca Alquran. Adapun apabila maksudnya adalah berdoa dan pujian, maka itu seperti orang yang Qunut ketika shalat, dengan membaca sebuah ayat dari Alquran.” [Asnaa Al-Mathaalib fii Syarhi Raudhi Ath-Thalib-Zakariya Al-Anshary 1/157]
 
Komite Tetap untuk Fatwa dan Riset Ilmiyyah Saudi Arabia pernah ditanya tentang pertanyaan semakna dan mengatakan:
 
لا بأس بذلك إذا أتى بها على وجه الدعاء لا على وجه التلاوة للقرآن
 
“Tidak mengapa yang demikian (berdoa dengan doa dari Alquran ketika sujud), apabila membacanya dengan niat berdoa, BUKAN karena membaca Alquran.” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 6/441, ditandatangani oleh Syeikh Abdul ‘Aziz bin Baz, Syeikh Abdurrazzaq ‘Afifi, Syeikh Abdullah bin Qu’ud, dan Syeikh Abdullah bin Ghudayyaan]
 
Perlu diketahui oleh penanya, bahwa tidak semua doa yang kita baca berasal dari Alquran.
 
Wallahu ta’aalaa a’lam.
 
, ,

SIAPAKAH YANG DIMAKSUD AHLUL QURAN?

SIAPAKAH YANG DIMAKSUD AHLUL QURAN?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama, #FatwaUlama

SIAPAKAH YANG DIMAKSUD AHLUL QURAN?

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:

المراد بأهل القرآن ليس الذين يحفظونه ويرتّلونه و إلى آخره .أهل القرآن هم الذين يعملون به حتّى ولو لم يحفظوه ، الذين يعملون بالقرآن بأوامره ونواهيه وحدوده ، هؤلاء هم أهل القرآن ، وهم أهل الله وخاصّته من خلقه . أمّا من , يحفظ القرآن , ويجيد التّلاوة , ويضبط الحروف , ويضيّع الحدود , فهذا ليس من أهل القرآن وليس من الخاصّة وإنّما هو عاص لله ولرسوله ومخالف للقرآن ، نعم. وكذلك أهل القرآن الذين يستدلّون به ولا يقدّمون عليه غيره في الاستدلال ويأخذون منه الفقه والأحكام والدّين هؤلاء هم أهل القرآن

Yang dimaksud dengan “Ahlul Quran” bukanlah semata-mata orang-orang yang menghapal Alquran, membacanya dengan tartil, dst..

Namun Ahlul Quran adalah orang-orang yang mengamalkan Alquran, meskipun dia belum menghapalnya. Orang yang mengamalkan Alquran, yaitu perintah-perintah, larangan-larangan, dan batasan-batasannya, merekalah “Ahlul Quran”, merekalah Ahlullah dan khaashshatuh (orang-orang khususNya) dari kalangan makhluk-Nya.

Adapun barang siapa yang menghapal Alquran, bagus bacaannya, tepat (pengucapan) huruf-hurufnya, NAMUN melanggar batas-batas, Maka dia TIDAK termasuk Ahlul Quran, tidak pula termasuk orang-orang khusus. Tapi dia adalah penentang Allah dan Rasul-Nya, menyelisihi Alquran.

Ahlul Quran juga adalah orang-orang yang berdalil dengan Alquran dan tidak mendahulukan apapun di atas Alquran dalam berdalil. Mengambil fikih dan hukum-hukum dari Alquran. Merekalah Ahlul Quran. [Syarh Kitab al-‘Ubudiyyah]

 

Sumber: https://shahihfiqih.com/nasehat-ulama/siapakah-yang-dimaksud-ahlul-quran/

,

MEMBELA DIRI DARI TUKANG BEGAL HINGGA MATI SYAHID

MEMBELA DIRI DARI TUKANG BEGAL HINGGA MATI SYAHID

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

#MutiaraSunnah

MEMBELA DIRI DARI TUKANG BEGAL HINGGA MATI SYAHID

Ternyata orang yang membela diri dari tukang bekal atau perampok, lantas ia mati, maka ia bisa dicatat syahid. Adapun jika ia membela diri dan ia berhasil membunuh tukang begal tersebut, tukang begal itulah yang masuk Neraka. Karena orang yang masih hidup itu cuma membela diri, sedangkan yang mati punya niatan untuk membunuh.

Di antaranya ada tiga hadis tentang masalah ini yang membahas bolehnya membela diri ketika berhadapan dengan tukang rampas, tukang rampok atau tukang begal yang ingin merampas harta kita.

Hadis Pertama

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاءَ رَجُلٌ يُرِيدُ أَخْذَ مَالِى قَالَ « فَلاَ تُعْطِهِ مَالَكَ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِى قَالَ « قَاتِلْهُ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِى قَالَ « فَأَنْتَ شَهِيدٌ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ قَالَ « هُوَ فِى النَّارِ »

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang menghadap Rasulullah ﷺ. Ia berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?”

Beliau ﷺ bersabda: “Jangan kau beri padanya.”

Ia bertanya lagi: “Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?”

Beliau ﷺ bersabda: “Jangan kau beri padanya.”
Ia bertanya lagi: “Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?”
Beliau ﷺ bersabda: “Bunuhlah dia.”
“Bagaimana jika ia malah membunuhku?”, ia balik bertanya.
“Engkau dicatat syahid”, jawab Nabi ﷺ.
“Bagaimana jika aku yang membunuhnya?”, ia bertanya kembali.
“Ia yang di Neraka”, jawab Nabi ﷺ. (HR. Muslim no. 140).

Hadis Kedua

عَنْ قَابُوسَ بْنِ مُخَارِقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ وَسَمِعْتُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيَّ يُحَدِّثُ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الرَّجُلُ يَأْتِينِي فَيُرِيدُ الِي قَالَ ذَكِّرْهُ بِاللَّهِ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَذَّكَّرْ قَالَ فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِ مَنْ حَوْلَكَ مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ حَوْلِي أَحَدٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ قَالَ فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِ بِالسُّلْطَانِ قَالَ فَإِنْ نَأَى السُّلْطَانُ عَنِّي قَالَ قَاتِلْ دُونَ مَالِكَ حَتَّى تَكُونَ مِنْ شُهَدَاءِ الْآخِرَةِ أَوْ تَمْنَعَ مَالَكَ

Dari Qabus bin Mukhariq, dari bapaknya, dari ayahnya, ia berkata bahwa ia mendengar Sufyan Ats Tsauri mengatakan hadis berikut ini:

Ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah ﷺ dan berkata: “Ada seseorang datang kepadaku dan ingin merampas hartaku.”

Beliau ﷺ bersabda: “Nasihatilah dia supaya mengingat Allah.”
Orang itu berkata: “Bagaimana kalau ia tak ingat?”
Beliau ﷺ bersabda: “Mintalah bantuan kepada orang-orang Muslim di sekitarmu.”
Orang itu menjawab: “Bagaimana kalau tak ada orang Muslim di sekitarku yang bisa menolong?”
Beliau ﷺ bersabda: “Mintalah bantuan penguasa (aparat berwajib).”
Orang itu berkata: “Kalau aparat berwajib tersebut jauh dariku?”
Beliau ﷺ bersabda: “Bertarunglah demi hartamu sampai kau tercatat syahid di Akhirat atau berhasil memertahankan hartamu.” (HR. An Nasa’i no. 4086 dan Ahmad 5: 294. Hadis ini Shahih menurut Al Hafizh Abu Thohir)

Hadis Ketiga

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: « مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ أَوْ دُونَ دَمِهِ أَوْ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ »

Dari Sa’id bin Zaid, dari Nabi ﷺ, beliau ﷺ bersabda: “Siapa yang dibunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. Siapa yang dibunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. Siapa yang dibunuh karena membela darahnya, atau karena membela agamanya, ia syahid.” (HR. Abu Daud no. 4772 dan An Nasa’i no. 4099. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih).

Maksud Syahid dan Macamnya

Di antara maksud syahid sebagaimana dikatakan oleh Ibnul Ambari:

لِأَنَّ اللَّه تَعَالَى وَمَلَائِكَته عَلَيْهِمْ السَّلَام يَشْهَدُونَ لَهُ بِالْجَنَّةِ . فَمَعْنَى شَهِيد مَشْهُود لَهُ

“Karena Allah ta’ala dan malaikatnya ‘alaihimus salam menyaksikan orang tersebut dengan Surga. Makna syahid di sini adalah disaksikan untuknya.” (Syarh Shahih Muslim, 2: 142).

Imam Nawawi menjelaskan bahwa syahid itu ada tiga macam:

  1. Syahid yang mati ketika berperang melawan Kafir Harbi (yang berhak untuk diperangi). Orang ini dihukumi syahid di dunia, dan mendapat pahala di Akhirat. Syahid seperti ini tidak dimandikan dan tidak dishalatkan.
  2. Syahid dalam hal pahala namun tidak disikapi dengan hukum syahid di dunia. Contoh syahid jenis ini adalah mati karena melahirkan, mati karena wabah penyakit, mati karena reruntuhan, dan mati karena membela hartanya dari rampasan. Begitu pula penyebutan syahid lainnya yang disebutkan dalam hadis Shahih. Mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di Akhirat mendapatkan pahala syahid. Namun pahalanya tidak harus seperti syahid jenis pertama.
  3. Orang yang khianat dalam harta ghanimah (harta rampasan perang), dalam dalil pun menafikan syahid pada dirinya ketika berperang melawan orang kafir. Namun hukumnya di dunia tetap dihukumi sebagai syahid, yaitu tidak dimandikan dan tidak dishalatkan. Sedangkan di Akhirat, ia tidak mendapatkan pahala syahid yang sempurna. Wallahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim, 2: 142-143).

Kesimpulan

Boleh membela diri ketika berhadapan dengan tukang begal atau tukang rampok, saat tidak ada di sekitar kita yang menolong, dan tidak ada aparat juga yang bisa menyelamatkan. Membela diri dari tukang begal atau tukang rampok saat itu hingga mati dicatat sebagai syahid di Akhirat. Sedangkan untuk hukum di dunia, ia tetap dimandikan dan dishalatkan.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi:

  • Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1433 H.

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

[Artikel Rumaysho.Com]

Sumber: https://rumaysho.com/10453-membela-diri-dari-tukang-begal-hingga-syahid.html

, ,

AYAT KURSI LATINNYA DAN TERJEMAHANNYA BAHASA INDONESIA

#BelajarAlquran
 
AYAT KURSI LATINNYA DAN TERJEMAHANNYA BAHASA INDONESIA
 
Ayat Kursi dengan tulisan latinnya dan tulisan Arab, disertai terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Ayat Kursi full dari awal hingga akhir. Video ayat kursi dan terjemahannya ini kami penggal bacaannya untuk memudahkan memelajari dan menghapalnya. Kami tambahkan tulisan latinnya beserta tulisan Arab. Pembacaan ayat kami baca dengan pelan agar dapat diikuti dengan mudah.
 
Ayat Kursi merupakan satu ayat dari dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat ke-255. Ayat Kursi memiliki keutamaan dan faidah yang menakjubkan. Insya Allah di lain waktu kita akan bahas mengenai dahsyatnya Ayat Kursi.
 
Semoga video Ayat Kursi Latinnya dan Terjemahannya Bahasa Indonesia ini bermanfaat untuk Anda.
 
PENTING!
Video bacaan Ayat Kursi ini kami susun dengan diulang-ulang. Sebelumnya kami ingin mengepaskan menjadi 100x dengan tujuan agar diketahui bahwa jika Anda mengulang-ulang dengan menyimak video Ayat Kursi ini sampai akhir video berarti Anda sudah mengulang menghafal 100x Ayat Kursi (kami tidak ada maksud yang lainnya selain itu), namun ini akan membuat videonya menjadi terlalu panjang jika dulang hingga 100 kali. Oleh karena itu kami mencukupkan durasinya hanya 30 menit-an.
 
 
Sumber: Banghen http://banghen.com
, ,

MENGAJI IQRO 1 SERI 5

#BelajarIqro
 
MENGAJI IQRO 1 SERI 5
 
Cara Cepat Belajar Membaca Alquran untuk Pemula (Mudah)
BELAJAR IQRO merupakan salah satu cara (metode) belajar membaca Alquran untuk pemula. Mengaji Iqro ini juga merupakan cara cepat membaca Alquran untuk anak-anak dan dewasa. Video ini adalah video BELAJAR IQRO 1 dengan menggunakan buku Iqro jilid 1. Ini adalah pertemuan seri pertama, halaman pertama. Di video ini kita belajar bersama bagaimana cara membaca Alquran dengan mudah, cepat, dan dengan membiasakan membaca dengan tajwid. Semoga video BELAJAR IQRO ini bermanfaat untuk saya dan Anda. Dan nantikan video selanjutnya, insya Allah.
 
Sumber: Banghen http://banghen.com
, ,

MENGAJI IQRO 1 SERI 4

#BelajarIqro

MENGAJI IQRO 1 SERI 4

Cara Cepat Belajar Membaca Alquran untuk Pemula (Mudah)

BELAJAR IQRO merupakan salah satu cara (metode) belajar membaca Alquran untuk pemula. Mengaji Iqro ini juga merupakan cara cepat membaca Alquran untuk anak-anak dan dewasa. Video ini adalah video BELAJAR IQRO 1 dengan menggunakan buku Iqro jilid 1. Ini adalah pertemuan seri pertama, halaman pertama. Di video ini kita belajar bersama bagaimana cara membaca Alquran dengan mudah, cepat, dan dengan membiasakan membaca dengan tajwid. Semoga video BELAJAR IQRO ini bermanfaat untuk saya dan Anda. Dan nantikan video selanjutnya, insya Allah.

Sumber: Banghen http://banghen.com

Tautan: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/videos/1904166676492156/

 

, ,

MENGAJI IQRO 1 SERI 3

#BelajarIqro
 
MENGAJI IQRO 1 SERI 3
 
Cara Cepat Belajar Membaca Alquran untuk Pemula (Mudah)
BELAJAR IQRO merupakan salah satu cara (metode) belajar membaca Alquran untuk pemula. Mengaji Iqro ini juga merupakan cara cepat membaca Alquran untuk anak-anak dan dewasa. Video ini adalah video BELAJAR IQRO 1 dengan menggunakan buku Iqro jilid 1. Ini adalah pertemuan seri pertama, halaman pertama. Di video ini kita belajar bersama bagaimana cara membaca Alquran dengan mudah, cepat, dan dengan membiasakan membaca dengan tajwid. Semoga video BELAJAR IQRO ini bermanfaat untuk saya dan Anda. Dan nantikan video selanjutnya, insya Allah.
 
Sumber: Banghen http://banghen.com
 
, ,

MENGAJI IQRO 1 SERI 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#BelajarIqro

MENGAJI IQRO 1 SERI 2

Cara Cepat Belajar Membaca Alquran untuk Pemula (Mudah)

BELAJAR IQRO merupakan salah satu cara (metode) belajar membaca Alquran untuk pemula. Mengaji Iqro ini juga merupakan cara cepat membaca Alquran untuk anak-anak dan dewasa. Video ini adalah video BELAJAR IQRO 1 dengan menggunakan buku Iqro jilid 1. Ini adalah pertemuan seri pertama, halaman pertama. Di video ini kita belajar bersama bagaimana cara membaca Alquran dengan mudah, cepat, dan dengan membiasakan membaca dengan tajwid. Semoga video BELAJAR IQRO ini bermanfaat untuk saya dan Anda. Dan nantikan video selanjutnya, insya Allah.

Sumber: Banghen http://banghen.com

Tautan: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/videos/1904163136492510/

 

, ,

MENGAJI IQRO 1 SERI 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#BelajarIqro

MENGAJI IQRO 1 SERI 1

Cara Cepat Belajar Membaca Alquran untuk Pemula (Mudah)

BELAJAR IQRO merupakan salah satu cara (metode) belajar membaca Alquran untuk pemula. Mengaji Iqro ini juga merupakan cara cepat membaca Alquran untuk anak-anak dan dewasa. Video ini adalah video BELAJAR IQRO 1 dengan menggunakan buku Iqro jilid 1. Ini adalah pertemuan seri pertama, halaman pertama. Di video ini kita belajar bersama bagaimana cara membaca Alquran dengan mudah, cepat, dan dengan membiasakan membaca dengan tajwid. Semoga video BELAJAR IQRO ini bermanfaat untuk saya dan Anda. Dan nantikan video selanjutnya, insya Allah.

Sumber: Banghen http://banghen.com

Tautan: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/videos/1904161666492657/

#BelajarIqroMENGAJI IQRO 1 SERI 1Cara Cepat Belajar Membaca Alquran untuk Pemula (Mudah)BELAJAR IQRO merupakan salah satu cara (metode) belajar membaca Alquran untuk pemula. Mengaji Iqro ini juga merupakan cara cepat membaca Alquran untuk anak-anak dan dewasa. Video ini adalah video BELAJAR IQRO 1 dengan menggunakan buku Iqro jilid 1. Ini adalah pertemuan seri pertama, halaman pertama. Di video ini kita belajar bersama bagaimana cara membaca Alquran dengan mudah, cepat, dan dengan membiasakan membaca dengan tajwid. Semoga video BELAJAR IQRO ini bermanfaat untuk saya dan Anda. Dan nantikan video selanjutnya, insya Allah. Sumber: Banghen http://banghen.com

Posted by Nasihat Sahabat on Saturday, July 8, 2017

 

,

APAKAH WANITA HAID BOLEH MEMBACA ALQURAN ATAU TIDAK?

APAKAH WANITA HAID BOLEH MEMBACA ALQURAN ATAU TIDAK?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MuslimahSholihah

APAKAH WANITA HAID BOLEH MEMBACA ALQURAN ATAU TIDAK?

Para ulama berbeda pendapat tentang apakah wanita yang haid boleh membaca Alquran atau tidak? Dan yang kuat, wallahu a’lam, diperbolehkan bagi wanita yang sedang haid untuk membaca Alquran, karena tidak adanya dalil yang shahih yang melarang.

Bahkan dalil menunjukkan, bahwa wanita yang haid boleh membaca Alquran. Di antaranya sabda Rasulullah ﷺ kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha yang akan melakukan umrah, akan tetapi datang haid:

ثم حجي واصنعي ما يصنع الحاج غير أن لا تطوفي بالبيت ولا تصلي

“Kemudian berhajilah, dan lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji, kecuali thawaf dan shalat.” (HR.Al-Bukhary dan Muslim, dari Jabir bin Abdillah)

Berkata Syeikh Al-Albany:

فيه دليل على جواز قراءة الحائض للقرآن لأنها بلا ريب من أفضل أعمال الحج وقد أباح لها أعمال الحاج كلها سوى الطواف والصلاة ولو كان يحرم عليها التلاوة أيضا لبين لها كما بين لها حكم الصلاة بل التلاوة أولى بالبيان لأنه لا نص على تحريمها عليها ولا إجماع بخلاف الصلاة فإذا نهاها عنها وسكت عن التلاوة دل ذلك على جوازها لها لأنه تأخير البيان عن وقت الحاجة لا يجوز كما هو مقرر في علم الأصول وهذا بين لا يخفى والحمد لله

“Hadis ini menunjukkan bolehnya wanita yang haid membaca Alquran. Karena membaca Alquran termasuk amalan yang paling utama dalam ibadah haji, dan Nabi ﷺ telah membolehkan bagi Aisyah semua amalan, kecuali thawaf dan shalat. Dan seandainya haram baginya membaca Alquran, tentunya akan beliau ﷺ terangkan, sebagaimana beliau ﷺ menerangkan hukum shalat (ketika haid). Bahkan hukum membaca Alquran (ketika haid) lebih berhak untuk diterangkan, karena tidak adanya nash dan ijma’ yang mengharamkan. Berbeda dengan hukum shalat (ketika haid). Kalau beliau ﷺ melarang Aisyah dari shalat (ketika haid), dan tidak berbicara tentang hukum membaca Alquran (ketika haid), ini menunjukkan, bahwa membaca Alquran ketika haid diperbolehkan, karena mengakhirkan keterangan ketika diperlukan tidak diperbolehkan, sebagaimana hal ini ditetapkan dalam ilmu Ushul Fiqh. Dan ini jelas tidak samar lagi, walhamdu lillah.” (Hajjatun Nabi hal:69).

Namun jika orang yang berhadats kecil dan wanita haid ingin membaca Alquran, maka DILARANG menyentuh Mushhaf atau bagian dari Mushhaf, dan ini adalah pendapat empat madzhab, Hanafiyyah (Al-Mabsuth 3/152), Malikiyyah (Mukhtashar Al-Khalil hal: 17-18), Syafi’iyyah (Al-Majmu’ 2/67), Hanabilah (Al-Mughny 1/137). Mereka berdalil dengan firman Allah ta’alaa:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (الواقعة: 79)

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.”

Sebagian ulama mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan Mushaf yang kita dilarang menyentuhnya adalah termasuk kulitnya/sampulnya, karena dia masih menempel. Adapun memegang Mushhaf dengan sesuatu yang tidak menempel dengan Mushhaf (seperti kaos tangan dan yang sejenisnya), maka diperbolehkan.

Berkata Syeikh Bin Baz:

يجوز للحائض والنفساء قراءة القرآن في أصح قولي العلماء ؛ لعدم ثبوت ما يدل على النهي عن ذلك بدون مس المصحف، ولهما أن يمسكاه بحائل كثوب طاهر ونحوه، وهكذا الورقة التي كتب فيها القرآن عند الحاجة إلى ذلك

“Boleh bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Alquran menurut pendapat yang lebih shahih dari dua pendapat ulama, karena tidak ada dalil yang melarang. Namun TIDAK BOLEH menyentuh Mushhaf, dan boleh memegangnya dengan penghalang seperti kain yang bersih atau selainnya. Dan boleh juga memegang kertas yang ada tulisan Alquran (dengan menggunakan penghalang) ketika diperlukan” (Fatawa Syeikh Bin Baz 24/344).

Ketiga:

Yang lebih utama adalah membaca Alquran dalam keadaan suci, dan boleh membacanya dalam keadaan tidak suci karena hadats kecil. Dan ini adalah kesepakatan para ulama.

Berkata Imam An-Nawawy:

أجمع المسلمون على جواز قراءة القرآن للمحدث الحدث الاصغر والأفضل أن يتوضأ لها

“Kaum Muslimin telah bersepakat atas bolehnya membaca Alquran untuk orang yang tidak suci karena hadats kecil, dan yang lebih utama hendaknya dia berwudhu.” (Al-Majmu’, An-Nawawy 2/163).

Di antara dalil yang menunjukan bolehnya membaca Alquran TANPA berwudhu adalah hadis Ibnu Abbas ketika beliau bermalam di rumah bibinya Maimunah radhiyallahu ‘anha (istri Rasulullah ﷺ). Beliau berkata:

فنام رسول الله صلى الله عليه و سلم حتى إذا انتصف الليل أو قبله بقليل أو بعده بقليل استيقظ رسول الله صلى الله عليه و سلم فجلس يمسح النوم عن وجهه بيده ثم قرأ العشر الخواتم من سورة آل عمران

“Maka Rasulullah ﷺ tidur sampai ketika tiba tengah malam, atau sebelumnya atau sesudahnya. Beliau bangun kemudian duduk dan mengusap muka dengan tangan beliau, supaya tidak mengantuk. Kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Ali Imran.” (HR.Al-Bukhary)

Di dalam hadis ini Rasulullah ﷺ membaca Alquran setelah bangun tidur, sebelum beliau berwudhu. Imam Al-Bukhary telah meletakkan hadist ini di beberapa bab di dalam kitab beliau (Shahih Al-Bukhary). Di antaranya di bawah bab:

باب قراءة القرآن بعد الحدث وغيره

“Bab Membaca Alquran Setelah Hadats Dan Selainnya”

Namun sekali lagi, TIDAK BOLEH bagi orang yang berhadats kecil menyentuh Mushaf secara langsung.

Wallahu a’lam.

 

Penulis: Ustadz Abdullah Roy, Lc.

Sumber: https://konsultasisyariah.com/892-bolehkah-wanita-haid-membaca-Alquran.html