SIFAT-SIFAT ORANG YANG BERIMAN DALAM AL-MAIDAH AYAT 54

/, Alquran, Landasan Agama, Tafsir/SIFAT-SIFAT ORANG YANG BERIMAN DALAM AL-MAIDAH AYAT 54

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Faidah_Tafsir

SIFAT-SIFAT ORANG YANG BERIMAN DALAM AL-MAIDAH AYAT 54

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman. Barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui.” [Al-Maidah: 54]

#Beberapa_Pelajaran:

  1. Dalam ayat yang mulia ini Allah ‘azza wa jalla menjelaskan, bahwa sifat orang yang beriman yang pertama adalah dicintai Allah, karena:
  • Mereka senantiasa beribadah kepada-Nya dengan memenuhi dua syarat: Ikhlas karena Allah ta’ala dan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, tidak mengada-ada dalam agama.
  • Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, dengan mengerjakan amalan-amalan yang wajib dan sunnah.
  1. Sifat orang-orang yang beriman yang kedua adalah mencintai Allah ‘azza wa jalla. Dan orang yang mencintai Allah ta’ala tentunya akan berusaha mendekat kepada-Nya, selalu taat kepada-Nya, mengingat dan menyebut nama-Nya serta meneladani orang yang paling Dia cintai, yaitu Rasulullah ﷺ.
  1. Sifat orang-orang yang beriman yang ketiga adalah lemah lembut terhadap orang-orang-orang yang beriman. Dan kecintaan itu hendaklah sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan mereka. Inilah yang dimaksud cinta karena Allah ta’ala.
  1. Sifat orang-orang yang beriman yang keempat adalah bersikap tegas kepada orang-orang kafir. Maknanya adalah membenci orang-orang kafir, memusuhi mereka, meyakini kekafiran mereka dan memerangi mereka apabila terpenuhi syarat-syarat jihad yang syar’i. Inilah yang dimaksud benci karena Allah ta’ala.
  1. Sifat orang-orang yang beriman yang kelima adalah berjihad di jalan Allah ta’ala. Namun yang dimaksud di sini adalah jihad dengan niat yang ikhlas dan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, bukan jihad dengan cara-cara yang tidak beliau ﷺ contohkan.
  1. Sifat orang-orang yang beriman yang keenam adalah tidak takut kepada celaan orang yang mencela dalam mengamalkan agama Allah ‘azza wa jalla. Karena yang mereka inginkan adalah keridhoan Allah ta’ala, bukan keridhoan makhluk.
  1. Ayat yang mulia ini juga menjelaskan, bahwa Allah Maha Kaya, tidak membutuhkan hamba-hamba-Nya. Maka ketika seorang hamba murtad atau berbuat dosa, dialah yang merugi.
  1. Pentingnya kekuatan hati melebihi kekuatan fisik, karena tidaklah seorang hamba lebih mementingkan ridho Allah dan tidak takut celaan manusia, kecuali karena kekuatan hatinya yang memiliki keyakinan kuat kepada Allah ‘azza wa jalla.
  1. Memiliki sifat-sifat orang yang beriman adalah anugerah Allah kepada seorang hamba. Maka hamba harus berusaha dan mengharap serta memohon kepada Allah, agar dikaruniakan nikmat yang agung ini.
  1. Allah Maha Luas pemberian-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, lagi Maha Mengetahui siapa yang lebih pantas mendapatkan anugerah-Nya.

[Lihat Taysirul Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal. 235-236]

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/697855440363941:0

Artikel Terkait:

[Audio] Tafsir Al-Maidah 54

http://bit.ly/2fWsA6B

Sifat-sifat Orang Munafik dalam Al-Maidah 51

🚧 PENYELEWENGAN TERHADAP AYAT-AYAT JIHAD BEDA DENGAN KASUS AL-MAIDAH AYAT 51📝 (DAN RENUNGAN DARI AYAT SELANJUTNYA)➡…

Posted by Sofyan Chalid bin Idham Ruray on Tuesday, November 8, 2016

2016-11-18T16:34:17+00:0018 November 2016|Akidah & Tauhid, Alquran, Landasan Agama, Tafsir|0 Comments

Leave A Comment