,

DOA MEMINTA ANAK YANG SALEH

DOA MEMINTA ANAK YANG SALEH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#DoaZikir

DOA MEMINTA ANAK YANG SALEH

Berikut adalah di antara doa-doa yang tersebut dalam Alquran dan As Sunah untuk memohon agar dikaruniai anak/keturunan yang saleh dan salehah.

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Robbi hablii minash shoolihiin”

Artinya:

Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”. (QS. Ash Shaffaat: 100).

Ini adalah doa yang bisa dipanjatkan untuk meminta keturunan, terutama keturunan yang saleh. Dalam Zaadul Masiir (7/71), dijelaskan maksud ayat tersebut oleh Ibnul Jauzi rahimahullah:

“Ya Rabbku, anugerahkanlah padaku anak yang saleh yang nanti termasuk jajaran orang-orang yang saleh.” Asy Syaukani rahimahullah mengatakan apa yang dikatakan oleh para pakar tafsir: “Ya Rabb, anugerahkanlah padaku anak yang saleh, yang termasuk jajaran orang-orang yang saleh, yang bisa semakin menolongku taat pada-Mu”.

Jadi yang namanya keturunan terutama yang saleh bisa membantu seseorang semakin taat pada Allah.

Nabi Dzakariya ‘alaihis salaam berdoa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’”

Artinya:

Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau, seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa (QS. Ali Imron: 38).

Maksud doa ini kata Ibnu Katsir rahimahullah: “Ya Rabb, anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu, keturunan yang thoyyib, yaitu anak yang saleh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/54]

Seseorang yang telah dewasa dan menginjak usia 40 tahun memohon pada Allah:

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Robbi awzi’nii an asy-kuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘ala walidayya wa an a’mala shoolihan tardhooh, wa ash-lihlii fii dzurriyatii, inni tubtu ilaika wa inni minal muslimiin”

Artinya:

Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al Ahqof: 15). Doa ini juga berisi permintaan kebaikan pada anak dan keturunan.

‘Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih) berdoa:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa”

Artinya:

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istei kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al Furqon: 74)

Al Qurtubhi rahimahullah berkata:

ليس شيء أقر لعين المؤمن من أن يرى زوجته وأولاده مطيعين لله عز وجل.

“Tidak ada sesuatu yang lebih menyejukkan mata seorang Mukmin, selain melihat istri dan keturunannya taat pada Allah ‘azza wa jalla.” Perkataan semacam ini juga dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri. Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/333

Nabi kita ﷺ pernah mendoakan anak Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma dengan doa:

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480). Dari sini seseorang bisa berdoa untuk meminta pada Allah, banyak keturunan yang saleh:

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي

“Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii.“

Artinya:

Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri.”

Semoga dengan lima doa di atas, Allah menganugerahkan pada kita sekalian keturunan, bagi yang belum dianugerahi, dan dikaruniai anak-anak yang saleh nan salehah.

Aamiin Yaa Samii’ud Du’aa’.

 

 

Referensi:

  • Fathul Qodir, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, Mawqi’ At Tafasir.
  • Fiqhud Du’aa’, Musthofa bin Al ‘Adawi, Maktabah Makkah, cetakan pertama, 1422 H.
  • Syarh Ad Du’a minal Kitab was Sunnah (Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni), Mahir bin ‘Abdul Humaid bin Muqoddam, soft file (.doc)
  • Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ismail Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah.
  • Zaadul Masiir fi ‘Ilmi Tafsir, Ibnul Jauzi, terbitan Al Maktab Al Islami.

 

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *