,

DOA KETIKA SUDAH BERADA DI ATAS KENDARAAN UNTUK SAFAR

DOA KETIKA SUDAH BERADA DI ATAS KENDARAAN UNTUK SAFAR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

#DoaZikir

DOA KETIKA SUDAH BERADA DI ATAS KENDARAAN UNTUK SAFAR

Agar setiap safar kita menjadi mudah dan penuh berkah, jangan lupakan sunnah Nabi ﷺ yang satu ini. Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca:

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

SUBHANALLADZI SAKH-KHORO LANAA HADZA WA MAA KUNNA LAHU MUQRININ. WA INNA ILA ROBBINA LAMUN-QOLIBUUN. ALLAHUMMA INNAA NAS’ALUKA FII SAFARINAA HADZA AL BIRRO WAT TAQWA WA MINAL ‘AMALI MA TARDHO. ALLAHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARONAA HADZA, WATHWI ‘ANNA BU’DAHU. ALLAHUMMA ANTASH SHOOHIBU FIS SAFAR, WAL KHOLIIFATU FIL AHLI. ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN WA’TSAA-IS SAFARI WA KA-AABATIL MANZHORI WA SUU-IL MUNQOLABI FIL MAALI WAL AHLI.

Artinya:
Maha Suci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak memunyai kemampuan untuk melakukannya. Dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, takwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga) [HR. Muslim no. 1342].

Wallahu waliyyut taufiq.

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *