,

KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT, DI SAAT FITNAH MELANDA

KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT, DI SAAT FITNAH MELANDA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT, DI SAAT FITNAH MELANDA
 
Al-Imam an-Nawawy rahimahullahu berkata:
 
ينبغي للعالم والرجل العظيم المُطاع وذي الشّهرة أن يُسكّن الناس عند الفتن ويعظهُم ويوضّح لهم الدلائل.
“Seorang ulama, orang yang besar dan banyak pengikutnya dan orang yang terkenal, seharusnyalah melakukan upaya-upaya yang menimbulkan ketenangan bagi manusia di masa fitnah, menasihati mereka, dan menjelaskan kepada mereka bimbingan-bimbingan yang terbaik.” [Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, jilid 2 hlm. 107]
 
Sumber: @JakartaMengaji
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #petuahulama, #karakteristik, #ciriciri, #tandatanda, #karekteristikulamabesar, #syaikh, #syeikh, #menenangkan, #memberikanbimbinganterbaik, #fitnahmelanda, #fitnahujian, #cobaan
,

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

Timbulnya rasa cinta dan benci karena Allah ta’ala adalah salah satu tanda seorang hamba telah merasakan nikmatnya iman. Ia tidak akan menyukai sesuatu, kecuali Allah ta’ala meridai sesuatu itu. Ia juga tidak akan membenci sesuatu, kecuali Allah ta’ala pun membenci sesuatu itu. Ia membenci apa yang tidak Allah ta’ala ridai, sebagaimana ia benci jika dikembalikan kepada kesesatan.
 
Orang yang beriman akan merasakan manisnya iman, apabila hanya Allah dan Rasul-Nya ﷺ yang paling ia cintai. Nabi ﷺ bersabda:
 
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ.
 
“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu:
(1) Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya.
(2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah.
(3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia benci untuk diceburkan ke dalam api Neraka.” [HR. Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43 (67)), at-Tirmidzi (no. 2624), an-Nasa-i (VIII/96) dan Ibnu Majah (no. 4033), dari hadis Anas bin Malik Radhiyallahu anhu]
 
Di antara doa Rasulullah ﷺ, bahkan beliau ﷺ mewasiatkan umatnya untuk berdoa dengannya agar kita dapat mencintai dan membenci karena Allah ta’ala adalah:
 
أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
 
AS ALUKA HUBBAKA WA HUBBA MAYYUHIBBUK WA HUBBA ‘AMALIYYUQORRIBU ILAA HUBBIK
 
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon anugerah agar aku mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu serta mencintai semua amalan yang mendekatkanku kepada cinta kepada-Mu.” [HR. at-Tirmidzi dan Ahmad, dinyatakan dha’if oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’, kemudian beliau menyatakannya Shahih dalam Sunan at-Tirmidzi no. 3235 dan al-Misykah no. 747]
 
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang merasakan nikmatnya iman. Aamiin!
 
Sumber:
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #bencidandintakarenaAllah, #memohon, #mohon, #mencintaidandicintaikarenaAllah #manisnyaiman

ITTIBA (MENGIKUTI JALAN RASULULLAH)

ITTIBA (MENGIKUTI JALAN RASULULLAH)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
ITTIBA (MENGIKUTI JALAN RASULULLAH ﷺ)
 
Orang-orang yang enggan mengikuti jalannya Rasulullah ﷺ dan kaum mukminin Setelah jelas bagi mereka mana yang haq dan batil, kemudian memberikan loyalitasnya kepada orang-orang yang memusuhi kaum mukminin, Allah ta’ala akan memasukkan mereka ke dalam neraka pada hari kiamat bersama musuh-musuh kaum mukminin. [Tafsir al-Muntakhab]
 
Menurut Ibnu Qudamah rahimahullah, ayat ini adalah dalil dari Ijma’, salah satu pondasi dalam menaatkan hukum syari.
 
Semoga, Allah ta’ala tidak mencabut hidayah yang telah kita terima, dan mewafatkan kita dalam keadaan Islam. Aamiin!
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#manhajsalaf, #salafiyah, #salafy, #itiba, #ittiba, #mengikutijalanRasulullah #ikuti, #contoh, #teladan, #jalan, #cara, #manhaj

PENUNTUN TERBAIK

PENUNTUN TERBAIK
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
PENUNTUN TERBAIK
 
Perkataan kaum Liberal yang mengaggap semua orang sedang menuju Allah ta’ala meski melalui jalan yang berbeda adalah BATIL.
 
Seseorang yang hendak menuju Allah ta’ala TIDAK akan sampai kepada tujuannya jika tidak menempuh jalan orang yang menunjukkan jalan tersebut, Nabi Muhammad salallahu’alayhiwasallam.
 
Semoga Allah ta’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus. Aamiin!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#manhajsalaf #penuntunterbaik #NabiMuhammad #kaumLiberal #Liberalisme #batil #semuasedangmenujuAllah #jalanberbeda #bathil
,

TAHUKAH ANDA, BAHWA DEMONSTRASI ADALAH SUNNAHNYA ORANG-ORANG KHAWARIJ?

TAHUKAH ANDA, BAHWA DEMONSTRASI ADALAH SUNNAHNYA ORANG-ORANG KHAWARIJ?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
TAHUKAH ANDA, BAHWA DEMONSTRASI ADALAH SUNNAHNYA ORANG-ORANG KHAWARIJ?
Kenapa? Karena Merekalah Yang Pertama Kali Melakukannya
 
Khawarij berasal dari kata khuruj yang artinya memberontak. Mereka adalah satu kelompok yang menjadikan PEMBERONTAKAN TERHADAP PARA PENGUASA SEBAGAI AGAMANYA. Mereka mengafirkan kaum Muslimin dengan dosa-dosa besar, khususnya terhadap para penguasa. Kemudian menghalalkan darah mereka sebagai jembatan untuk menghalalkan pemberontakan terhadap mereka. Mereka adalah kaum reaksioner yang berjalan dengan emosinya tanpa didasari ilmu.
 
Atas dasar itulah mereka berduyun-duyun datang ke Madinah dari Mesir, Kuffah dan Basrah menuju rumah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu MENUNTUT diturunkannya beliau dari Khilafah. Mereka menuduh Utsman menyelewengkan harta Baitulmal (korupsi), Utsman lebih mementingkan keluarganya (nepotisme), dan lain-lain.
 
INILAH DEMONSTRASI PERTAMA DALAM SEJARAH ISLAM, yang merupakan Sunnah Sayyi’ah (contoh yang jelek) dari kaum Khawarij. Demonstrasi mereka itu berakhir dengan anarkis hingga terbunuhlah Utsman ibnu Affan radhiallahu ‘anhu.
 
Jika manusia terbaik setelah Abu Bakar dan Umar dituduh dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), maka bagaimana mereka akan puas dengan khalifah-khalifah setelahnya? Terlebih lagi pemimpin kaum Muslim pada zaman kita ini. Dengan kata lain mereka akan tetap tidak pernah puas terhadap pemimpin manapun sampai akhir zaman. Dan mereka akan terus hidup memberontak, membunuh dan meneror kaum Muslimin.
Wallahul musta’an.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#MutiaraSunnah #dakwahsunnah #sunnahnyaorangorangkhawarij #kawarij #khawarij, #demonstrasi #demo #demostrasi #berontak #pemberontakan #khuruj #memberontak #UtsmanbinAfan #UtsmanbinAffan #demonstrasipertamadalamsejarahIslam #demonstrasipertama
,

DEMONSTRASI DITOLAK OLEH AKAL SEHAT

DEMONSTRASI DITOLAK OLEH AKAL SEHAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
DEMONSTRASI DITOLAK OLEH AKAL SEHAT
 
Cobalah kita bayangkan!
 
Jika suatu ketika ayah kita sendiri, yang telah merawat kita sejak kecil dan membiayai segala keperluan kita sampai bisa menikmati bangku kuliah. Bahkan dia tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan anak dan istrinya. Suatu ketika ayah kita itu melakukan sebuah kekeliruan, kalau memang itu sebuah kekeliruan, yang menyangkut kepentingan keluarga; anak dan istrinya.
 
Yang jadi pertanyaan: Apakah layak seorang anak seperti kita, kemudian berkoar-koar di depan rumah atau di jalan-jalan, dengan membawa megaphone dan spanduk keprihatinan, mengobral aib keluarga, agar publik tahu dan media massa pun meliputnya?!
 
Seolah-olah kita berkata: “Biarlah seluruh dunia tahu apa yang terjadi pada keluarga kita…!”
 
Laa haula wa laa quwwata illa billaah! Adakah akal sehat manusia yang membolehkan perbuatan semacam ini?!
 
Kalau terhadap seorang kepala rumah tangga saja perbuatan semacam ini TIDAK LAYAK dan TIDAK SOPAN, maka bagaimanakah lagi jika yang dijelek-jelekkan di muka umum ini adalah kepala sebuah negara?!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

KENAPA HARUS BERMANHAJ SALAF DALAM BERAGAMA?

KENAPA HARUS BERMANHAJ SALAF DALAM BERAGAMA?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
KENAPA HARUS BERMANHAJ SALAF DALAM BERAGAMA?
>> Bolehkah kita hanya menyebut diri sebagai Muslimin saja tanpa penyandaran kepada Manhaj Salaf?
>> Cinta Salaf berarti cinta Islam, benci Salaf berarti benci Islam
 
Ada sebagian dari kita yang terlalu cepat memvonis agar tidak perlu bermanhaj dalam urusan agama. Yang penting yang bagus-bagus kita ambil, yang jelek-jelek kita buang. Demikianlah mereka berdalih.
 
Sebelum kita terlalu cepat memvonis sesuatu perkara sebagai keburukan, marilah kita cari tahu bersama, apa sesungguhnya  Manhaj Salaf itu. Seperti kata pepatah: “Tak kenal maka tak sayang”.
 
Secara ringkasnya, manhaj adalah metode/cara beragama. “Al Manhaj” secara istilah adalah aturan yang diikuti kaum Muslimin di dalam memahami, mengamalkan dan menyebarkan agama. [Al Manhaj, Yayasan ash shofwa, hal. 3-4, Jakarta]. Dan berdasarkan penelusuran pada manhaj-manhaj secara umum kita dapati, bahwa manhaj ada dua macam, yang benar dan yang rusak. Dan yang penting kita bahas di sini adalah yang pertama (yang benar).
 
Sedangkan salaf menurut para ulama adalah:
– Sahabat,
– Tabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan
– Tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in).
Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan Salafush Shalih (orang-orang terdahulu yang saleh).
Merekalah TIGA GENERASI UTAMA dan TERBAIK dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
”Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.” [HR. Ahmad, Ibnu Abi ’Ashim, Bukhari dan Tirmidzi]
 
Allah ta’ala berfirman:
 
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ
 
Artinya:
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. [QS Ali Imran:110].
 
Syaikh Salim Al Hilali berkata:
“Allah telah menetapkan keutamaan untuk para sahabat di atas seluruh umat. Ini berarti mereka istiqamah (berada di atas jalan lurus) dalam segala keadaan, karena mereka tidak pernah menyimpang dari jalan yang terang. Allah telah menjadi saksi untuk mereka, bahwa mereka menyuruh kepada seluruh yang ma’ruf dan mencegah dari seluruh yang munkar. Hal itu mengharuskan menunjukkan, bahwa pemahaman mereka merupakan argumen terhadap orang-orang setelah mereka”. [Limadza Ikhtartu Manhajas Salafi, hlm. 86].
 
Allah ta’ala juga berfirman:
 
وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
 
Artinya:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. [QS At Taubah:100].
 
Di dalam ayat ini Allah memuji tiga golongan manusia, yaitu: kaum Muhajirin, kaum Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Maka kita katakan, bahwa Muhajirin dan Anshar itulah generasi Salafush Shalih. Sedangkan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik itulah yang disebut sebagai Salafi.
 
Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan tentang tafsir ayat ini:
“Allah ta’ala mengabarkan, bahwa keridaan-Nya tertuju kepada orang-orang yang terlebih dahulu (masuk Islam) yaitu kaum Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Sedangkan bukti keridaan-Nya kepada mereka adalah dengan mempersiapkan Surga-Surga yang penuh dengan kenikmatan serta kelezatan yang abadi bagi mereka…” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/140].
 
Lihatlah, Allah menyediakan Surga-Surga bagi dua golongan. Pertama: golongan sahabat, yaitu orang-orang Muhajirin dan Anshar. Mereka adalah Salafush Shalih generasi sahabat. Kedua: orang-orang yang mengikuti golongan pertama dengan baik.
 
Jika demikian, maka seluruh umat Islam, generasi SETELAH sahabat WAJIB MENGIKUTI para sahabat dalam beragama, sehingga meraih janji Allah di atas. Menjadi keharusan atas kita generasi masa kini untuk merujuk kepada Al-Kitab dan As-Sunnah dan jalan kaum mukminin. Kita TIDAK BOLEH berkata: “Kami mandiri dalam memahami Al-Kitab dan As-Sunnah TANPA petunjuk Salafush Shalih”.
 
Kenapa Harus Manhaj Salaf?
 
Di zaman ini kita harus memiliki nama yang membedakan antara yang haq dan batil. BELUM CUKUP kalau kita hanya mengucapkan: ”Saya seorang Muslim (saja) atau bermadzhab Islam. Sebab semua firqah juga mengaku demikian, baik Syiah, Ibadhiyyah (salah satu firqah dalam Khawarij), Ahmadiyyah dan yang lain. Apa yang membedakan kita dengan mereka?
 
Kalau kita berkata: Saya seorang Muslim yang memegangi Al-Kitab dan As-Sunnah. ini juga BELUM MEMADAI. Karena firqah-firqah sesat juga mengklaim ittiba’ terhadap keduanya.
 
Tidak syak lagi, nama yang jelas, terang dan membedakan dari kelompok sempalan adalah ungkapan: “Saya seorang Muslim yang konsisten dengan Al-Kitab dan As-Sunnah serta berManhaj Salaf”, atau disingkat “Saya Salafi”.
 
Kita harus yakin, bersandar kepada Al-Kitab dan As-Sunnah saja, TANPA Manhaj Salaf yang berperan sebagai penjelas dalam masalah metode pemahaman, pemikiran, ilmu, amal, dakwah, dan jihad, BELUMLAH CUKUP.
 
Taruhlah misalnya kita terima bantahan para pengritik, yaitu kita hanya menyebut diri sebagai Muslimin saja tanpa penyandaran kepada Manhaj Salaf; padahal Manhaj Salaf merupakan nisbat yang mulia dan benar, lalu apakah mereka (pengritik) akan terbebas dari penamaan diri dengan nama-nama golongan madzhab atau nama-nama tarekat mereka? Padahal sebutan itu tidak syari dan salah!? Orang yang mengingkari istilah Manhaj Salaf, bukankah dia juga menyandarkan diri pada suatu madzhab, baik secara akidah atau fikih? Bisa jadi ia seorang Asy’ari, Maturidi, Ahli Hadits, Hanafi, Syafi’i, Maliki atau Hambali semata, yang masih masuk dalam sebutan Ahlu Sunnah wal Jama’ah.
 
Demikianlah penjelasan kami. Istilah Salaf bukan menunjukkan sikap fanatik atau ta’assub pada kelompok/ golongan /partai/ aliran tertentu, tetapi menunjukkan pada komitmennya untuk mengikuti Manhaj Salafush Shalih dalam memahami Alquran dan As-Sunnah.
 
Allah adalah Zat Maha Pemberi Petunjuk menuju jalan lurus.
Wallahu Waliyyut-Taufiq.
 
 
Sumber:
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

SIAPAKAH SALAF?

SIAPAKAH SALAF?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
SIAPAKAH SALAF?
 
Salaf menurut para ulama adalah:
– Sahabat,
– Tabi’in (orang-orang yang mengikuti sahabat) dan
– Tabi’ut tabi’in (orang-orang yang mengikuti tabi’in).
 
Tiga generasi awal inilah yang disebut dengan Salafush Sholih (orang-orang terdahulu yang saleh). Merekalah TIGA GENERASI UTAMA dan TERBAIK dari umat ini, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
”Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya kemudian generasi sesudahnya lagi.” [HR. Ahmad, Ibnu Abi ’Ashim, Bukhari dan Tirmidzi]
 
Nabi ﷺ telah mempersaksikan ’kebaikan’ tiga generasi awal umat ini yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan mereka, semangat mereka dalam melakukan kebaikan, luasnya ilmu mereka tentang syariat Allah, semangat mereka berpegang teguh pada Sunnah beliau ﷺ. [Lihat Al Wajiz fii Aqidah Salafish Saleh dan Mu’taqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Dr. Muhammad Kholifah At Tamimi]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#manhajsalaf, #salafy, #salafi, #salafiyyun, #salafiyah, #tigagenerasiterbaik,#3generasiterbaik, #umatIslam, #sahabat, #shahabat, #tabiut, #tabiuttabiin, #jalanselamat, #jalankeselamatan #ummatIslam #salafussaleh #salafussholih #salafusshaleh
,

BUKTIKAN CINTAMU DENGAN MENAATI SEMUA YANG DATANG DARI NABI

BUKTIKAN CINTAMU DENGAN MENAATI SEMUA YANG DATANG DARI NABI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

BUKTIKAN CINTAMU DENGAN MENAATI SEMUA YANG DATANG DARI NABI
 
Jangan sampai engkau jadikan hubunganmu dengan Allah seperti hubunganmu dengan mobil ambulans. Engkau hanya menghubunginya saat darurat saja.
 
Akan tetapi,
 
Jadikanlah hatimu selalu bergantung kepada Allah, baik saat darurat maupun saat lapang.
Ingatlah selalu kepada-Nya, baik saat sedih maupun saat bahagia.
 
Sungguh, ingat kepada Allah dan dekat dengan-Nya adalah sumber kebahagian, ssebagaimana dekat dengan orang-orang yang engkau cintai mendatangkan kebahagiaan.
 
Jika dengan mendekat kepada Allah belum menjadikan engkau bahagia, berarti engkau sebenarnya belum mencintai Allah.
Cintailah Allah sepenuh hati, niscaya akan datang kebahagiaan hakiki yang tiada tara.
 
Dan buktikan cinta itu dengan MENAATI semua yang datang dari utusan-Nya Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sebagaimana firman-Nya (yang artinya):
“Katakanlah: jika kalian MENCINTAI Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian”. [Ali’ Imran: 31].
 
 
Penulis: Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
 
Sumber: IslamDiaries

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#dengarRasul, #patuhiNabimu, #buktikancitanmu, #menaatisemua perintah-Nya, #buktikancintamu, #caramencintaiNabi, #bukticinta nabi, #turutiperintahnya, #ikutiperintahnya

,

PERHATIKANLAH DARI SIAPA ENGKAU MENGAMBIL ILMU

PERHATIKANLAH DARI SIAPA ENGKAU MENGAMBIL ILMU

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

PERHATIKANLAH DARI SIAPA ENGKAU MENGAMBIL ILMU
 
Malik bin Anas rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya ilmu (agama) ini adalah daging dan darahmu. Dan tentangnya (ilmu tersebut), engkau akan ditanyai pada Hari Kiamat. Maka perhatikanlah dari siapa engkau mengambilnya.”
[Lihat: al-Kifayah 21)]
 
Sumber: IslamDiaries

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#NasihatUlama, #ManhajSalaf,#HatiHatiMengambilIlmu