بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
YANG MENJADI BAROMETER ADALAH AKHIR HIDUP SESEORANG
 
Dari Abu hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ pada suatu hari melintas lewat. Dan Abu Hurairah radhiyallahu anhu bersama beberapa orang sahabat. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata:
“Sesungguhnya di tengah-tengah kalian seorang lelaki giginya di dalam Neraka lebih besar daripada Gunung Uhud.”
 
Ini adalah berita dari Rasulullah ﷺ, bahwa salah seorang dari mereka akan menjadi penghuni Neraka.
 
Berjalannya waktu, satu demi satu para sahabat tersebut wafat di atas kebaikan, di atas Islam dan iman. Dan tidak tersisa, kecuali Abu Hurairah radhiyallahu anhu dan seorang lelaki dari Bani Hanifah bernama Arrijal bin Anfawah. Dia termasuk orang yang datang bertemu dengan Rasulullah ﷺ bersama rombongan Bani Hanifah. Jumlah mereka 13-an orang, seluruhnya masuk Islam.
 
Kemudian setelah itu Arrijal bin Anfawah terus menerus bersama Nabi ﷺ. Dia mengambil ilmu darinya, menghafal Alquran dan Ahkam, dan bersungguh- sungguh dalam ibadah.
 
Berkata Rofi’ bin Khadiij: ”Terdapat pada Arrijal kekhusyukan, ketekunan dalam membaca Alquran, dan kebaikan yang menakjubkan.”
 
Dan berkata Ibnu Umar: ”Dia termasuk orang yang paling utama yang datang kepada kami.”
 
Subhanallah, dia adalah seorang hafidz Alquran, rajin salat malam, dan kuat puasa.
 
Berita dari Nabi ﷺ masih terus terngiang dan melekat di ingatan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Setiap kali dia melihat Arrijal bin Anfawah dan ketekunannya dalam ibadah serta kezuhudannya, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyangka dirinya yang akan binasa, dan dialah yang dimaksudkan hadis Rasulullah ﷺ. Dia pun merasa khawatir dan takut.
 
Ketika muncul Musailamah Al Kazzab di negeri Yamamah dan mengaku sebagai seorang nabi, banyak orang yang mengikutinya.
 
Abu Bakar mengutus Arrijal bin Anfawah kepada penduduk Yamamah untuk menyeru mereka kepada Allah, dan mengokohkan mereka di atas Islam.
 
Ketik Arrijal bin Anfawah sampai di Yamamah, Musailmah menemuinya, kemudian memuliakannya, dan menawarkan kepadanya harta dan emas. Dan juga menawarkan kepadanya setengah kerajaannya, bila dia menjumpai manusia dan mengatakan kepada mereka, bahwasanya dia telah mendengar Nabi Muhammad ﷺ mengatakan, bahwasanya Musailamah adalah serikatnya dalam kenabiaan.
 
Maka ketika Arrijal bin Anfawah melihat kenikmatan yang ada pada Musailamah, sedangkan dia orang miskin, dia pun menjadi lemah dan melupakan keimanannya, puasanya, dan zuhudnya.
 
Akhirnya dia pun keluar kepada orang-orang yang mengenalinya sebagai seorang sahabat nabi, dan dia bersaksi, bahwasanya dia telah mendengar Nabi ﷺ mengatakan, sesungguhnya dia telah menjadikan Musailamah serikatnya dalam kenabian.
 
Maka dengan itu fitnahnya Arrijal bin Anfawah lebih besar daripada fitnahnya Musailamah Al Kazzab. Sehingga dengan sebab itu, banyak orang yang tersesat dan menjadi pengikut Musailamah, hingga pasukannya mencapai lebih dari 40 ribu pasukan.
 
Kemudian Abu Bakar menyiapkan pasukan untuk memerangi Musailamah, namun mereka kalah di awal peperangan. Maka Abu Bakar mengirim tambahan pasukan, dan menunjuk Khalid bin Walid (Pedang Allah) sebagai panglimanya.
 
Kemudian terjadilah perang yang sangat sengit dan dahsyat hingga pasukan Musailmah tekalahkan, dan Musailmah terbunuh di tangan Wahsyi (pembunuh Hamzah paman Rasulullah ﷺ). Dan terbunuh pula Arrijal bin Anfawah bersama pengikut Musailamah yang lainnya. Dia pun mati dalam keadaan tercela dan hina di atas kekufuran.
 
Ketika Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengetahui kabar terbunuhnya Arrijal bin Anfawah, dia tersungkur sujud besyukur kepada Allah taala, setelah dia mengetahui dirinya selamat.
 
Cermati dan renungkanlah.
 
Arrijal bin Anfawah hidup bersama Nabi ﷺ. Dia tekun beribadah dan membaca Alquran lagi zuhud, akan tetapi hidupnya berakhir dengan keburukan. Dia tersesat dan menyesatkan, dan mati di atas kekufuran.
 
Sedangkan Wahsyi bin Harb yang telah membunuh Hamzah (Singa Allah) mendapatkan hidayah Allah taala. Hidupnya berakhir dengan kebaikan, dan menjadi salah seorang Mujahidin terbaik.
 
Janganlah engkau tertipu dengan ibadahmu, dengan salatmu, dengan puasamu, dengan zakatmu, dengan sedekahmu.
Berdoalah kepada Allah agar DIA memberikan keistiqamahan kepadamu, dan mengakhiri kehidupanmu dengan kebaikan.
Dan janganlah engkau mencemoh seorang pun dengan dosanya. Berdoalah agar Allah menjadikannya bertobat. Janganlah engkau mencibir saudara Muslimmu karena dosanya sehingga Allah menyadarkannnya, sedangkan dosa itu menimpamu. Dan engkau tidak tahu apa yang tercatat di Lauhul Mahfudz tentang nasibmu. Yang menjadi barometer adalah akhir hidup seseorang.
 
Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-MU.
 
Al Bidayah Wa Annihayayah
Karya: Ibnu Katsir: 6/323
 
Sumber: @Alhaqqu_Ahabbu_Ilaina
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook:
https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
Baca juga:
YANG MENJADI BAROMETER ADALAH AKHIR HIDUP SESEORANG
YANG MENJADI BAROMETER ADALAH AKHIR HIDUP SESEORANG
YANG MENJADI BAROMETER ADALAH AKHIR HIDUP SESEORANG