بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

SANGAT MENGHARUKAN: PESAN ORANG TUA UNTUK ANAKNYA

Anakku, suatu hari nanti engkau akan melihatku tua renta, dengan polah yang tidak logis.
Jika hari itu datang, aku mohon berikan sebagian waktumu untuk memerhatikanku.
Berikan pula sebagian kesabaranmu untuk memahamiku.

Saat tanganku mulai bergetar-getar sehingga seringkali makananku jatuh ke dadaku.
Saat aku tidak kuat lagi memakai bajuku sendiri, maka hiasilah sikapmu dengan kesabaran mengurusku.
Ingatlah dahulu ketika aku bertahun-tahun lamanya mengajarimu hal-hal yang tidak bisa kulakukan di hari ini.

Jika aku tidak lagi rapi dan wangi, jangan salahkan aku.
Tapi ingatlah di masa kecilmu, bagaimana aku selalu berusaha menjadikanmu rapi dan wangi.

Janganlah menertawakanku bila engkau melihat aku tidak tahu atau tidak paham tentang perkembangan zamanmu.
Tapi jadilah engkau sebagai mata dan pikiranku, agar aku bisa menutupi ketertinggalanku.

Aku dahulu yang mendidikmu.
Aku dahulu yang mengajarimu bagaimana menghadapi hidup ini. Akulah yang dahulu mengajarimu apa yang harus aku lakukan hari ini, dan apa harusnya tidak aku lakukan hari ini.

Janganlah engkau bosan dengan lemahnya ingatanku, lambatnya kata-kata dan pikiranku saat berbicara denganmu.
Karena yang membahagiakanku saat berbicara denganmu sekarang ini adalah kebersamaanku denganmu saja.
Bantulah aku untuk mendapatkan keinginanku, karena aku masih tahu apa yang kuinginkan.

Saat kedua kakiku tidak patuh lagi untuk membawaku ke tempat yang kuinginkan, jadilah engkau sebagai seorang yang penyayang.
Ingatlah bahwa aku dahulu menuntunmu berkali-kali agar engkau mampu berjalan.
Maka janganlah engkau malu untuk menuntunku saat ini, karena nanti juga engkau akan mencari orang untuk menuntunmu.

Ingatlah, di umurku ini aku tidaklah menginginkan kehidupan sepertimu.
Tapi sederhananya, aku hanya menunggu kematian.
Maka temanilah aku.
Jangan engkau campakkan aku.

Saat engkau ingat kesalahan-kesalahanku, ingatlah bahwa tidak ada yang kuinginkan darinya kecuali kebaikan untukmu.
Maka sesuatu yang paling baik yang engkau lakukan untukku saat ini adalah memaafkanku, menutupi aibku.
Semoga Allah memaafkanmu dan menutupi aibmu.

Sungguh tawa dan senyumanmu masih terus membuatku bahagia seperti dahulu.
Oleh karena itu, janganlah halangi aku untuk menemanimu.

Aku dahulu bersamamu saat engkau dilahirkan.
Maka hendaklah engkau bersamaku saat aku mendekati kematian.

———

Ya Rabb, ampunilah aku dan kedua orang tuaku.
Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidikku (dengan kasih sayang) saat aku kecil.

 

Diterjemahkan oleh: Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/21177

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat