بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

PENYESALAN MEMANG SELALU DATANG BELAKANGAN

Islam mengajarkan keyakinan terhadap Hari Akhir dan Hari Pembalasan. Islam menanamkan prinsip, bahwa hidup di dunia ini hanya sementara. Kematian bukanlah akhir segalanya. Bahkan kematian adalah awal hidup abadi yang sebenarnya, di negeri Akhirat. Surga atau Neraka, itulah tempat tinggal terakhir bagi setiap manusia.

Tingkah laku di dunia harus kita pertanggungjawabkan, ketika telah tiba masa hisab. Perbuatan baik, perbuatan buruk, semuanya.

Dalam Islam, keyakinan terhadap Hari Akhir merupakan salah satu Rukun Iman. Berbekal iman tersebut, seorang Muslim dituntut untuk berpacu agar memanfaatkan hidup yang cuma sekali ini sebaik-baiknya.

Hidup di dunia ini ibarat masa menanam, dan hidup di Akhirat adalah masa menuai. Kalau tidak maksimal menanam kebaikan, bagaimana mungkin bisa menuai kebahagiaan? Allah ﷻ berfirman:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُون

“Apakah kalian mengira, bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” [QS. Al-Mu’minun: 115]

Penyesalan…
Satu rasa yang tidak ada lagi gunanya pada Hari Kiamat. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Apakah itu bisa berguna, pada hari setiap orang hanya bisa menuai, tak lagi mampu menanam?

Dalam Alquran disebutkan beberapa bentuk penyesalan manusia. Kali ini akan kita simak bentuk sesal dengan lafal “layta” (لَيْتَ). Dalam bahasa Arab, ungkapan “layta” menunjukkan angan-angan yang mustahil tercapai.

1. Andaikan kami taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam Neraka, mereka berkata: ‘Alangkah baiknya andaikan kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” [QS. Al-Ahzab: 66]

2. Andaikan kitabku ini tidak diberikan kepadaku.

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: ‘Duhai, alangkah baiknya andaikan tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).‘.” [QS. Al-Haqqah: 25]

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

“Duhai, andaikan kematian itu menyelesaikan segala sesuatu.” [QS. Al-Haqqah: 27]

مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيهْ

“Hartaku tidak memberi manfaat kepadaku sama sekali.” [QS. Al-Haqqah: 28]

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيهْ

“Telah hilang kekuasaanku dariku.” [QS. Al-Haqqah: 29]

3. Andaikan dahulu aku hanyalah tanah.

إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَاباً قَرِيباً يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَاباً

“Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (wahai orang kafir) tentang siksa yang dekat, pada hari manusia melihat segala hal yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan dahulu aku hanyalah tanah.’.” [QS. An-Naba: 40)

4. Andaikan dahulu aku mengerjakan amal saleh.

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Dia mengatakan: ‘Alangkah baiknya andaikan aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.’.” [QS. Al-Fajr: 24]

5. Andaikan aku tidak menjadikannya teman akrab

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

“Kecelakaan besarlah bagiku. Andaikan aku (dahulu) tidak menjadikan si dia itu teman akrab-(ku).” [QS. Al-Furqan: 28]

لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari Alquran ketika Alquran itu telah datang kepadaku. Setan itu tidak mau menolong manusia.” [QS. Al-Furqan: 29]

Itulah sederet penyesalan pada Hari Akhir. Yang tidak mampu membuat waktu berjalan mundur. Yang sudah terlambat.

Mari berubah, sebelum penyesalan tidak lagi berguna.

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : أخذ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم بمنكبي فقال : كن في الدنيا كأنك غريب أو عابر سبيل ] وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول : إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء وخذ من صحتك لمرضك ومن حياتك لموتك رواه البخاري

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Rasulullah ﷺ memegang pundakku seraya bersabda: “Jadilah di dunia ini layaknya orang asing atau pengembara.”

Lalu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Jika engkau berada pada waktu sore, maka jangan menunggu hingga pagi. Dan jika engkau berada pada waktu pagi, maka jangan menunggu hingga sore. Manfaatkan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Manfaatkan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” [HR. Al-Bukhari]

Referensi:
• Alquran.
• Al-Arba’un An-Nawawiyyah, Al-Imam An-Nawawi, Al-Maktabah Asy-Syamilah.
• Artikel www.Muslimah.or.id

 

Penulis: Ummu Asiyah Athirah Mustadjab
Pemurojaah: Ustadz Ammi Nur Baits
Sumber: https://Muslimah.or.id/7170-penyesalan-memang-selalu-datang-belakangan.html

 

══════

 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp:
+61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat