بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

PENTINGNYA BELAJAR TAUHID DAN AKIDAH YANG BENAR

Di bawah ini adalah beberapa bentuk kekeliruan yang masih banyak terjadi di sekeliling kita. Jika tidak kita pelajari, bahkan meyakininya, bisa akan terjatuh ke dalam perkara KESYIRIKAN. Di antaranya adalah:

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa angka 13 merupakan angka sial.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bila adikmu menikah lebih dahulu, engkau akan susah mendapatkan jodoh.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, apabila menabrak kucing di jalan adalah tanda akan sial.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa bayi yang baru lahir bajunya harus disematkan peniti. Jika tidak, ia akan diganggu setan.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa menikah di bulan Asyuro akan bernasib sial bagi pengantinnya.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa jika foto bertiga, maka salah satunya akan mati.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa jika telingamu berdenging, itu tanda kamu diomomgin orang.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa jimat dapat membuatmu kuat dan hebat.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa jika memberi sesaji di kuburan, pohon keramat, laut, gunung dapat menolak bala.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa setiap tangan kananmu bergetar, tanda akan mendapatkan uang.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa jika ada kupu-kupu masuk ke dalam rumah, akan kedatangan tamu dari jauh.

Jika engkau tidak memelajari tauhid dan akidah yang benar, maka engkau akan tetap meyakini, bahwa jika mata kiri mu kedutan, itu pertanda akan sedih.

Sungguh hari ini masih begitu banyak saudara-saudara kita yang percaya dengan mitos dan tahayul. Semua itu karena mereka enggan belajar tauhid dan akidah yang benar, dan mereka masih terlalu percaya dengan ajaran nenek moyang dan kebiasaan adat setempat.

Padahal belajar tauhid dan akidah yang benar adalah perkara wajib dalam Islam. Karena kedudukan akidah yang benar adalah merupakan landasan tegaknya agama, dan kunci diterimanya amalan seseorang. Hal ini sebagaimana ditetapkan oleh Allah ﷻ di dalam firman-Nya:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Maka barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah dia beramal saleh dan tidak memersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” [QS. Al Kahfi: 110]

Allah ﷻ juga berfirman:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu: Sungguh, apabila kamu berbuat syirik, pasti akan terhapus seluruh amalmu, dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” [QS. Az Zumar: 65]

Ayat-ayat yang mulia ini menunjukkan, bahwa amalan tidak akan diterima apabila tercampuri dengan kesyirikan. Oleh sebab itulah para Rasul sangat memerhatikan perbaikan akidah sebagai prioritas pertama dakwah mereka. Inilah dakwah pertama yang diserukan oleh para Rasul kepada kaum mereka, menyembah kepada Allah saja, dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya.

Hal ini telah diberitakan oleh Allah ﷻ di dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sungguh telah Kami utus kepada setiap umat, seorang Rasul yang menyerukan ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Allah).’” [QS. An Nahl: 36]

 

Sumber: Sahabat Hijrah

══════

 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat