بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

MUKJIZAT TERBELAHNYA BULAN DI MASA NABI

Sebagian orang mungkin belum mengetahui hal ini, yaitu bulan pernah terbelah di zaman Nabi ﷺ. Kejadian ini telah diceritakan dalam Alquran dan dalam berbagai hadis. Kejadian ini pula adalah di antara tanda datangnya Kiamat. Marilah kita lihat pembahasan selanjutnya.

Allah ﷻ berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat (datangnya) Kiamat, dan telah terbelah bulan.” [QS. Al Qamar: 1]

Terdapat hadis yang juga menyebutkan hal ini, sebagaimana yang disebutkan dalam Sahih Bukhari.

Dari Ibnu Mas’ud, beliau berkata:

انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِرْقَتَيْنِ ، فِرْقَةً فَوْقَ الْجَبَلِ وَفِرْقَةً دُونَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « اشْهَدُوا »

“Bulan terbelah menjadi dua bagian pada zaman Rasulullah ﷺ. Satu belahan terdapat di atas gunung, dan belahan lainnya berada di bawah gunung. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: ’Saksikanlah’.” [HR. Bukhari no. 4864]

Berita ini juga dikeluarkan oleh At Tirmidzi dari sahabat Anas, beliau berkata:

سَأَلَ أَهْلُ مَكَّةَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- آيَةً فَانْشَقَّ الْقَمَرُ بِمَكَّةَ مَرَّتَيْنِ فَنَزَلَتِ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ) إِلَى قَوْلِهِ (سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ)

“Penduduk Makkah meminta kepada Nabi ﷺ suatu bukti. Akhirnya bulan terbelah di Makkah menjadi dua bagian, lalu turunlah ayat : ‘Telah dekat datangnya Hari Kiamat, dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.” [QS. Al Qamar: 1-2]” [HR. Tirmidzi no. 3286. Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini Hasan Sahih. Syaikh Al Albani dalam Sahih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi mengomentari bahwa hadis ini Sahih. Riwayat ini juga dibawakan oleh Jalaluddin As Suyuthi dalam Asbabun Nuzul, hal. 184, Darul Ibnu Haitsam]

Hadis terbelahnya bulan telah diriwayatkan oleh sekelompok sahabat, di antaranya: Abdullah bin ‘Umar, Hudzaifah, Jubair bin Muth’im, Ibnu ‘Abbas, Anas bin Malik, dan juga diriwayatkan oleh seluruh ahli tafsir. Namun sebagian orang merasa ragu tentang hal ini, dan menyatakan bahwa terbelahnya bulan itu terjadi pada Hari Kiamat nanti, sebagaimana hal ini diriwayatkan oleh ‘Utsman bin ‘Atho’ dari ayahnya, dll. Namun perkataan semacam ini adalah perkataan yang syadz (yang menyelisihi pendapat yang lebih kuat), dan pendapat ini tidak bisa menggantikan kesepakatan yang telah ada. Alasannya adalah kata ‘terbelah’ (pada ayat di atas) adalah kata kerja bentuk lampau (dan berarti sudah terjadi). Sedangkan menyatakan bahwa kata kerja lampau ini berarti akan datang membutuhkan dalil. Namun hal ini tidak diperoleh. Inilah perkataan Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir-. (Lihat tafsir surat Al Qomar ayat 1 di Zaadul Masiir, 5/449, Asy Syamilah]

Intinya, kita haruslah meyakini kejadian di atas dengan penuh keyakinan, karena ini adalah kabar yang disampaikan Allah dan Rasul-Nya.

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita ke jalan yang lurus.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala wa alihi wa shohbihi wa sallam.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber https://rumaysho.com/744-terbelahnya-bulan-di-masa-nabi.html

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat