MASUK SURGA ATAU NERAKA WAHAI PARA PEMBOM?

/, Akidah & Tauhid, Jihad, Manhaj/MASUK SURGA ATAU NERAKA WAHAI PARA PEMBOM?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

 

 

MASUK SURGA ATAU NERAKA WAHAI PARA PEMBOM?

 
Kejadian pengeboman yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi tentu sangat buruk dan menyedihkan. Tidak perlu dilihat dari kacamata Islam, bahkan dari kacamata kemanusiaan, apalagi dari kacamata Islam, agama yang penuh rahmat,
 
Mengapa dahulu banyak orang tetap masuk Islam meski Nabi ﷺ dan para sahabat berjihad? Karena jihad mereka bukan dengan hawa nafsu, akan tetapi sesuai dengan syariat Islam yang penuh rahmat.
 
Dahulu tidak ada yang mencela Islam dengan menuduh bahwa Islam sadis, Islam agama teror…. Kenapa? Karena mereka tahu Islam, bahkan dalam kondisi perang pun, tetap penuh rahmat.
Dalam kondisi perang Nabi ﷺ melarang membunuh anak-anak, orang tua, orang yang sedang beribadah di tempat ibadahnya… Kenapa? Karena mereka tidak ikut berperang.
Dalam kondisi perang Nabi ﷺ melarang merusak tempat ibadah, apalagi dalam kondisi damai?
 
Merekapara pengebom menganggap, bahwa seluruh orang kafir boleh dibunuh, bahkan boleh disiksa dan dicincang.
Tidaklah demikian…
Tidakkah mereka mendengar hadis Nabi ﷺ:
 
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
 
“Siapa yang membunuh Kafir Muahad (Orang kafir yang punya perjanjian damai dengan orang Islam), ia tidak akan mencium bau Surga. Padahal sesungguhnya bau Surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” [HR. Bukhari no. 3166]
 
Tidakkah mereka mendengar sabda Nabi ﷺ:
 
ألا من ظلم معاهدا، أو انتقصه، أو كلفه فوق طاقته، أو أخذ منه شيئا بغير طيب نفس فأنا حجيجه يوم القيامة
 
“Ingatlah, siapa yang menzalimi seorang Kafir Muahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya, atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada Hari Kiamat.” [HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’].
 
Apakah mereka tidak pernah mengetahui, bahwa Nabi ﷺ pernah punya pembantu seorang Yahudi?
Bayangkan seorang Nabi Muhammad ﷺ punya pembantu Yahudi. Bahkan Nabi ﷺ menjenguknya tatkala sakit.
 
١٣٩٧٧ – حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ غُلَامًا يَهُودِيًّا كَانَ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ لَهُ: ” أَسْلِمْ “، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ: أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عِنْدِهِ(٣) وَهُوَ يَقُولُ: ” الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ بِي (٤) مِنَ النَّارِ “(٥)
 
Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu: “Sesungguhnya seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi ﷺ menderita sakit. Lalu Nabi ﷺ membesuknya, kemudian dia duduk di sisi kepalanya. Lalu berkata: ‘Masuk Islamlah.” Sang anak memandangi bapaknya yang ada di sisi kepalanya. Maka sang bapak berkata kepadanya, “Taatilah Abal Qasim ﷺ.” Maka anak tersebut masuk Islam. Lalu Rasulullah ﷺ keluar seraya berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari Neraka.” [HR. Bukhari, no. 1356]
 
Bayangkan seorang kepala negara Islam menjenguk pembantu Yahudinya?
 
Apakah mereka tidak pernah tahu, bahwa Nabi ﷺ dahulu tinggal bersama kaum Yahudi dalam kota Madinah dan Nabi ﷺ sama sekali tidak menzalimi mereka? Nabi ﷺ membiarkan mereka tetap beribadah dalam keyakinan mereka.
 
Apakah mereka tidak pernah dengar bahkan Nabi ﷺ ketika meninggal masih punya utang dengan seorang Yahudi?
 
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنها، قَالَتْ: «تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ، بِثَلاَثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ»
 
Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata: “Rasulullah ﷺ wafat, sedangkan baju perang beliau masih digadaikan kepada seorang Yahudi dengan nilai tiga puluh sha’ gandum. ” [HR Bukhari]
 
Tidakkah mereka pernah dengar, bahwa Nabi ﷺ pernah memerintahkan para sahabatnya untuk bernaung di Habasyah sebuah negeri Nasrani?
 
Wahai para pembom, Anda ingin Surga dengan membunuh? Dengan meneror? Sementara Nabi ﷺ bersabda:
 
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
 
 
“Siapa yang membunuh Kafir Muahad ia tidak akan mencium bau Surga. Padahal sesungguhnya bau Surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” [HR. Bukhari no. 3166]
 
– Sementara seorang wanita divonis masuk Neraka hanya karena tidak memberi makan kepada seekor kucing hingga mati?
 
«عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ»
 
“Seorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati kelaparan. Karena itulah dia masuk Neraka. [HR. Bukhari dan Muslim]
 
– Sementara sebagian polisi yang Anda bunuh dan Anda anggap Thogut itu juga seorang Muslim yang mengucapkan Laa ilaaha illallah.
 
Tahukah Anda bahwa Nabi ﷺ pernah murka kepada Usamah bin Zaid yang membunuh seorang musyrik dalam keadaan perang setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallahu? Beliau ﷺ berkata:
 
يَا أُسَامَةُ، أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ؟
 
“Apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa ilaaha illallah?” [HR Muslim]
 
Ini orang musyrik yang hanya sekali mengucapkan Laa ilaaha illallah dan dibunuh dalam kondisi perang.
 
Lantas bagaimana pembunuhan para polisi atau pun tentara dalam kondisi damai, bukan sedang berperang, dan mereka sejak kecil selalu mengucapkan Laa ilaaha illallah? Yang salat dan berpuasa karena Allah?
 
– Sementara Anda telah menjadikan sebagian anak menjadi yatim, sebagian wanita menjadi janda, sebagian orang tua kehilangan anaknya.
 
– Sementara Anda telah mencoreng citra Islam. Betapa banyak orang tidak jadi masuk Islam karena menyangka Islam agama teror? Betapa banyak orang yang mencela Islam karena perbuatan Anda?
 
– Sementara Anda telah membunuh diri sendiri. Padahal Nabi ﷺ bersabda:
 
( مَن قتل نفسه بشيء في الدنيا عذب به يوم القيامة )
 
رواه البخاري ( 5700 ) ومسلم ( 110 )
 
“Barang siapa membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan disiksa dengan sesuatu itu dalam Neraka Jahannam [HR. Bukhari dan Muslim]
 
Islam sampai kepada Anda dan orang tua Anda di tanah air tercinta ini adalah dengan rahmat dan akhlak mulia para pendakwah di tengah-tengah nenek moyang Anda yang notabene beragama non-Muslim.
 
Apakah Anda mau merusaknya dengan kegiatan teror?
Betapa banyak non-Muslim di negeri-negeri Eropa masuk Islam karena melihat akhlak yang indah dari kaum Muslimin. Apakah Anda ingin mencoreng dakwah mereka?
 
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah-Nya dan membimbing kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari kesesatan.
 
 
Ditulis oleh: DR Firanda Andirja Lc., MA
Ketua Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
2018-05-16T11:36:54+00:00 16 May 2018|Adab & Akhlak, Akidah & Tauhid, Jihad, Manhaj|0 Comments

Leave A Comment

five × 4 =