MAHASISWA YANG TAK KENAL AGAMA

//MAHASISWA YANG TAK KENAL AGAMA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MAHASISWA YANG TAK KENAL AGAMA
 
Sayang sekali jika ada mahasiswa yang sampai duduk di bangku kuliah tidak bisa baca Alquran, tidak kenal shalat, bahkan tidak kenal akidah yang benar. Kenyataannya tidak sedikit yang seperti itu. Cuma modal kecerdasan dan kekayaan mudah masuk kuliah, namun pengetahuan agama sangat kurang.
 
Sangat Disayangkan Jika Tidak Paham Agama
 
Coba bayangkan jika orang yang cerdas tapi shalat saja tidak dimengerti, Alquran saja tidak bisa dibaca. Apa keuntungannya kecerdasan yang ia miliki?
 
Kita sering saksikan, bahwa banyak yang tidak paham agama yang membuat kerusakan. Beda jika yang paham agama. Mereka punya akhlak mulia dan akidah yang lurus. Seorang engineer yang tidak paham syirik, ketika ingin mendirikan jembatan, ia senang-senang saja memenuhi tumbal kepala kebo. Padahal bentuk tumbal pada penjaga jembatan (jin) itu termasuk syirik. Insinyur tadi tidak mengetahui kalau hal tersebut termasuk kesyirikan, karena sampai kuliah pun tidak paham agama.
 
Begitu pula dengan seorang pegawai negeri. Ketika di bangku kuliah tidak memahami agama. Bisa saja ketika kerja mudah menerima suap atau uang tips dan menganggap sah-sah saja. Padahal sebenarnya hal itu bermasalah dalam hukum Islam. Harta yang dikumpulkan pun tidak berkah karena dari harta haram. Lihatlah tentu beda antara yang paham agama dan yang tidak paham agama. Allah taala berfirman:
 
هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
 
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” [QS. Az Zumar: 9]
 
Tentang ayat di atas, Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di berkata:
 
لا يستوي هؤلاء ولا هؤلاء، كما لا يستوي الليل والنهار، والضياء والظلام، والماء والنار.
 
“Tentu tidak sama antara mereka dan mereka (yang berilmu dan tidak berilmu). Sebagaimana tidak sama antara malam dan siang, tidak sama antara terang dan kegelapan, begitu pula tidak sama antara air dan api.”
 
Keunggulan Mahasiswa yang Paham Agama
 
Orang yang paham agama akan selalu mendapatkan kebaikan, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Mu’awiyah, Nabi ﷺ bersabda:
 
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
 
“Barang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” [HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037]
Artinya, yang tidak paham agama, sulit kebaikan menghampirinya.
 
Begitu pula orang yang paham agama akan semakin mengenal Allah. Jika semakin mengenal Rabbnya, maka ia akan semakin takut pada Allah. Jika semakin takut pada-Nya, maka tentu ia pun takut mendurhakai Rabbnya dengan bermaksiat. Allah taala berfirman:
 
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama” [QS. Fathir: 28]
 
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya yang paling takut pada Allah dengan takut yang sebenarnya adalah paham agama. Karena semakin seseorang mengenal Allah Yang Maha Agung, Maha Mampu, Maha Mengetahui dan Dia disifati dengan sifat dan nama yang sempurna dan baik, lalu ia mengenal Allah lebih sempurna, maka ia akan lebih memiliki sifat takut dan akan terus bertambah sifat takutnya.” [Tafsir Alquran Al ‘Azhim, 6: 308].
 
Para ulama berkata:
 
من كان بالله اعرف كان لله اخوف
 
“Siapa yang paling mengenal Allah, dialah yang paling takut pada Allah.”
 
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
 
وَإِذَا كَانَ أَهْلُ الْخَشْيَةِ هُمْ الْعُلَمَاءُ الْمَمْدُوحُونَ فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ لَمْ يَكُونُوا مُسْتَحِقِّينَ لِلذَّمِّ وَذَلِكَ لَا يَكُونُ إلَّا مَعَ فِعْلِ الْوَاجِبَاتِ
 
“Jika orang yang takut pada Allah adalah para ulama, lalu mereka inilah yang terpuji dalam Alquran, dan mereka pun tidak dicela. Maka merekalah yang biasa menjalankan kewajiban.” [Majmu’ Al Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 7: 21]
 
Tidak Ada Kata Terlambat
 
Sekarang jika seorang mahasiswa tidak paham agama dan ingin belajar, tidak ada kata terlambat. Tidak sedikit dari ulama yang mengenal Islam juga ketika sudah di usia senja. Sedangkan sebagai mahasiswa, Anda masih dalam masa semangat dan masa masih bisa berpikir cerdas.
 
Coba lihat kisah Ibnu Hazm. Ia ternyata baru mengenal Islam ketika usia 26 tahun. Usia seperti itu pun, ia ternyata masih belum mengenal cara shalat yang benar. Sehingga ketika dikritik karena di usia segitu belum mengenal shalat dengan baik, ia pun lantas bertekad belajar keras. Ia pun mencari guru-guru yang bisa ia ambil ilmunya. Akhirnya dalam waktu tiga tahun ia bisa mumpuni dalam ilmu agama, sampai bisa diajak diskusi. Kisah ini disebutkan dalam kitab ‘Uluwwul Himmah karya Syaikh Muhammad Al Muqoddam.
 
Jika sebagai mahasiswa ingin belajar keras memahami agama, meski dari “NOL”, maka pasti Allah mudahkan. Karena tidak mungkin Allah menyia-nyiakan di antara hamba-Nya yang ingin menjadi baik. Coba mulai dari mempelajari akidah, mempelajari Alquran, fikih ibadah harian, dan berbagai ibadah sederhana.
Semoga Allah mudahkan.
 
Kenal Ilmu Dunia Saja, Lantas Lupa Akhirat
 
Jangan jadi orang yang hanya kenal ilmu dunia saja, namun lupa akan ilmu Akhirat. Allah taala berfirman:
 
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
 
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia. Sedang mereka tentang (kehidupan) Akhirat adalah lalai.” [QS. Ar Ruum: 7]
 
Gunakanlah nikmat dunia yang Allah karuniakan untuk menggapai Akhirat kita. Allah taala berfirman:
 
وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
 
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri Akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” [QS. Al Qashshash: 77].
 
Ibnu Katsir berkata:
“Gunakanlah yang telah Allah anugerahkan untukmu dari harta dan nikmat yang besar untuk taat pada Rabbmu dan membuat dirimu semakin dekat pada Allah dengan berbagai macam ketaatan. Dengan ini semua, engkau dapat menggapai pahala di kehidupan Akhirat.” [Tafsir Alquran Al ‘Azhim, 6: 37].
 
Hanya Allah yang memberi taufik.
 
 
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
 
[www.rumaysho.com]
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
#mahasiswayangtakkenalagama #mahasiswayangtidakkenalagama #menuntutilmu #penuntutilmu #thalabulilmi #tholabulilmi #keutamaan #fadhilah #tidakadakataterlambatuntukbelajaragama #pahamagama #pemahamanagama
2018-02-22T12:44:54+00:0022 February 2018|Fikih dan Muamalah|0 Comments

Leave A Comment