بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#SifatPuasaNabi

KUMPULAN DALIL PUASA SUNNAH SENIN KAMIS, TASU’AH, ASYURA DAN AYYAMUL BIDH
 
Dalill Puasa Senin Kamis:
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
 
“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada waktu Senin dan Kamis. Maka aku suka jika amalanku dihadapkan, sedangkan aku sedang berpuasa.” [HR. Tirmidzi no. 747. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini Hasan Ghorib. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih Lighoirihi yaitu Shahih dilihat dari jalur lainnya].
 
Dalil Puasa 9 Muharram (Tasu’ah) dan 10 Muharram (Asyura)
 
Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata:
 
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
 
“Nabi ﷺ ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah, beliau ﷺ menjawab: ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau ﷺ juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura, beliau ﷺ menjawab: ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” [HR. Muslim no. 1162]
 
Nabi ﷺ punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan Muharram (Tasu’ah) sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut:
 
Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, bahwa ketika Nabi ﷺ melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum Muslimin untuk melakukannya. Pada saat itu ada yang berkata:
 
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.
 
“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Lantas beliau ﷺ mengatakan:
 
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ
 
“Apabila tiba tahun depan, insya Allah (jika Allah menghendaki), kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan:
 
فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.
 
“Belum sampai tahun depan, Nabi ﷺ sudah keburu meninggal dunia.” [HR. Muslim no. 1134]
 
Dalil Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 bulan Hijriyah)
 
Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata:
 
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ
 
“Rasulullah ﷺ biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau ﷺ bersabda: “Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.” [HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]
 
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:
 
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ
 
“Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada Ayyamul Bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” [HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Hasan]
 
Namun dikecualikan berpuasa pada tanggal 13 Dzulhijjah (bagian dari hari Tasyriq). Berpuasa pada hari tersebut diharamkan.

Sumber:

 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat