KEHATI-HATIAN MENYANDARKAN SESUATU PADA NABI

/, Fatwa Ulama, Manhaj/KEHATI-HATIAN MENYANDARKAN SESUATU PADA NABI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

 

KEHATI-HATIAN MENYANDARKAN SESUATU PADA NABI

 
Kehati-hatian menyandarkan sesuatu pada Nabi ﷺ tidak terlepas dari benar tidaknya amalan yang dilakukan seorang hamba.
 
Maka amalan yang dilakukan seorang hamba akan benar bila sesuai pada enam hal, yaitu:
• Harus benar dan sesuai dengan syariat dalam hal “Sebab”nya. Maka jika seseorang mensyariatkan suatu ibadah karena suatu sebab yang tidak ditetapkan oleh syariat, maka ibadah itu tidak diterima.
• Sesuai dalam hal “Jenis”nya.
• Sesuai dalam hal “Takarannya” atau “Ukurannya” atau “Jumlahnya”.
• Sesuai dalam hal “Tata Caranya”. Jika seseorang berpuasa dengan tata cara yang tidak pernah dilakukan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, maka puasanya tidak diterima.
• Sesuai dalam hal “Waktunya”.
• Sesuai dengan syariat dalam hal “Tempatnya”.
Jadikanlah enam kaidah ini sebagai barometer kehati-hatian dalam menyandarkan sesuatu pada Nabi ﷺ. Dan timbanglah setiap amal yang kita lakukan dengan keenam hal tersebut.
 
Jadikanlah enam kaidah ini sebagai barometer kehati-hatian dalam menyandarkan sesuatu pada Nabi ﷺ. Dan timbanglah setiap amal yang kita lakukan dengan keenam hal tersebut.
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#ittiba #itiba #sunnahNabi #sunnahRasulullah #mencocokisunnahNabi #ciribenarnyaamalan #enam6tandabenarnyaamalan
2018-11-13T01:37:54+00:0013 November 2018|Akidah & Tauhid, Fatwa Ulama, Manhaj|0 Comments

Leave A Comment