بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#ManhajAkidah
KEBENARAN ITU DITERIMA DARI SIAPA SAJA

  • Akan tetapi untuk mencari kebenaran menuntut ilmu al-haq, maka jangan sesekali kita mengambilnya kecuali dari ahlinya, dari guru Muslim bermanhaj Sunni Salafy

“Al-haq yuqbal min kulli ahad wa laa yuthlab min kulli ahad”

الحق يقبل من كل أحد ولا يطلب من كل أحد

“Kebenaran itu diterima dari siapa saja, tetapi kebenaran itu tidak boleh dicari dari siapa saja”. (*)
Penjelasan dari ucapan di atas:
Jika kita menjumpai kebenaran (sesuai Alquran dan Sunnah) dari mana pun datangnya, MAKA TERIMALAH, bahkan dari orang kafir dan iblis sekalipun, maka terimalah kebenaran tersebut.
Dalam hal ini berlaku ucapan:

انظر ما قال ولا تنظر من قال

“Undzur maa qol wala tandzur man qol”.
Artinya:
“Lihatlah apa yang diucapkan. Jangan lihat siapa yang mengucapkan”.
Akan tetapi untuk mencari kebenaran menuntut ilmu al-haq, maka jangan sesekali kita mengambilnya kecuali dari ahlinya, dari guru Muslim bermanhaj Sunni Salafy (Haqiqotan laa iddi’aa-an).
Dan dalam hal ini berlaku ucapan Muhammad bin Sirin rahimahullah  (seorang pembesar ulama tabi’in):

إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم

”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka lihatlah, dari siapakah kalian mengambil agama kalian” [Diriwayatkan oleh Muslim dalam Muqaddimah kitab Shahih-nya 1/7 Maktabah Sahab]
 
Penulis: Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah hafizhahullahu ta’ala
—————
(*) Ucapan ini diambil dari faidah dauroh masyayikh STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA di Trawas.
 
Sumber: [suaraaliman.com]
 
Pengajian Agama: Perhatikanlah darimana Engkau Mengambil Ilmu Agama – Ustadz Abdullah Taslim, MA
https://youtu.be/lIZLVbIAfhE