بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

KARENA ALLAH MENYAYANGI KITA

 

Tatkala ada anak kecil dalam kondisi kotor, sang Ibu berusaha memandikannya. Lalu terdengar suara tangisan kencang, hingga suaranya terdengar ke tetangga sebelah.

Seseorang bertanya: “Kenapa anak itu menangis? Di mana Ibunya?”

Yang lain pun menjawab: “Ibunya sedang bersamanya.”

Lantas orang pertama bertanya kembali: “Kenapa Ibunya tidak berusaha mendiamkannya?”

Orang kedua pun menjawab: “Ibunyalah yang menyebabkannya menangis.”

Kemudian orang pertama menyela: “Seorang Ibu tidak mungkin membuat anaknya menangis.”

Lalu muncul orang ketiga yang mengetahui kondisi Ibu dan anak itu: “Sebenarnya anaknya dalam kondisi kotor, lalu Ibunya memandikannya. Begitulah sang Ibu yang begitu sayang kepada anaknya, dia ingin anaknya bersih, agar ia bisa memeluknya dan menggendongnya.”

Begitulah kasih sayang manusia, Ibu kepada anaknya.

Namun kasih sayang Allah ﷻ jauh lebih indah dan lebih dahsyat kepada hamba-Nya. Sifat Allah Al-Ghafur, Ar-rahman dan Ar-Rahim.

Allah ﷻ melihat hamba-hamba-Nya yang dikasihi dalam keadaan kotor dan penuh dosa. Maka Allah ﷻ katakan:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. Asy Syura: 30]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
“Wahai sekalian manusia, ketahuilah, bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbuat.”

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata:
“Allah mengabarkan, bahwa apa pun musibah yang menimpa hamba-hamba-Nya, pada jasad mereka, pada harta ataupun pada anak-anak mereka, dan pada apa saja yang mereka cintai lagi sangat mereka sayangi, adalah akibat dosa-dosa yang mereka lakukan sendiri. Dan sesungguhnya yang dimaafkan oleh Allah lebih banyak dari itu.

Sebab, sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim terhadap hamba-hamba-Nya. Akan tetapi diri mereka sendiri yang nmenzalimi diri mereka sendiri.

“Jikalau Allah menghukum manusia karena kezaliman-Nya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi, sesuatupun dari makhluk yang melata. Tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan.” [QS. an-Nahl:61] [Tafsir as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di]

 

Sumber: https://pengusahamuslim.com/4560-karena-allah-menyayangi-kita.html dan sumber lainnya

 

══════

 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp:
+61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat