بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

 

JADIKAN PERISTIWA KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT!

Kematian adalah langkah awal dari perjalanan agung yang memisahkan suami dari istrinya, orang tua dari anaknya, kekasih dari yang dicintainya, dan saudagar dari kekayaannya. Perjalanan yang bermuara kepada keabadian, kenikmatan Surga atau kesengsaraan Neraka. Kematian merupakan hal yang diyakini, namun sering kali sengaja dilupakan atau terlupakan. Perkara yang diketahui, akan tetapi begitu banyak diabaikan.

Karena itulah Nabi ﷺ mengingatkan:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ الَّلذَّاتِ

“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian). ” [HR. at-Tirmidzi IV/553/2307, Ibn Majah II/1422/4258, dan lain-lain]

Syaikh Taufiq Al-Ba’dani hafizhahullah berkata:
“Disunnahkan bagi seorang Muslim untuk memerbanyak mengingat kematian, karena dengan mengingatnya:
• Akan membuat untuk zuhud, dan
• Menyedikitkan dari ketergantungan terhadap dunia, dan
• Akan memerbesar kecintaan akan Akhirat, serta
• Mendorong untuk berbuat ketaatan dan menjauhi maksiat, dan
• Juga akan melunakkan hati.

Kematian adalah paling agungnya nasihat. Dan Rasulullahﷺ telah memerintahkan untuk memerbanyak untuk mengingatnya sebagaimana dalam hadis. Kematian adalah memutus manusia dari menikmati kelezatan-kelezatan dunia sesaat.” [Faidah Pelajaran Bulughul Maram, Darul Hadits Mabar Yaman, Kamis, 4 Syawal 1443H]

Ibrahim At-Taymi rahimahullah mengatakan:

” شيئان قطعا عني لذة الدنيا : ذكر الموت ، وذكر الموقف بين يدي اللّه ﷻ “

“Dua hal yang memutus kelezatan dunia dariku:
• Mengingat kematian,
• Mengingat saat bertanggungjawab di depan Allah ﷻ.” [At-Tadzkirah Lil Qurthubi hal. 125]

Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata:

”وفي الإكثار من ذكر الموت فوائد منها: أنه يحث على الاستعداد له قبل نزوله ، ويقصر الأمل ، ويرضي بالقليل من الرزق ، ويزهد في الدنيا ، ويرغب في الآخرة ، ويهون مصائب الدنيا ، ويمنع من الأشر والبطر والتوسع في لذات الدنيا“

“Di antara faidah memerbanyak mengingat kematian ialah:
• Mendorong untuk senantiasa memersiapkan diri menyambut kematian sebelum datang.
• Memendekkan angan-angan terhadap dunia.
• Senantiasa rida dengan rezeki yang sedikit.
• Zuhud terhadap dunia.
• Mencintai kehidupan Akhirat.
• Menjadikan ringan berbagai musibah dunia.
• Mencegah dari sikap sewenang-wenang (zalim), sombong, dan bermudah-mudahan terhadap kelezatan dunia.” [Lathaiful Ma’arif (139)]

Ad Daqaaq rahimahullah mengatakan:
“Barang siapa yang banyak mengingat kematian, maka akan dianugerahi oleh Allah tiga keutamaan:
• Bersegera dalam tobat,
• Giat dan semangat dalam beribadah pada Allah, dan
• Tumbuh rasa qanaah dalam hati.” [Lihat Al Qiyamah Ash Shughra, Syaikh DR. Umar Sulaiman Al Asyqar]

Bahkan orang-orang yang banyak mengingat kematian digolongkan oleh Rasulullah ﷺ sebagai orang-orang yang cerdas. Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu bertutur: “Tatkala aku membersamai Rasulullah ﷺ, terdapat seorang laki-laki Anshar datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam lalu bertanya: “Wahai Rasululah, siapakah diantara kaum Mukminin yang paling utama?” Beliau ﷺ menjawab: “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” Lelaki tadi bertanya lagi: “Siapakah di antara kaum Mukminin yang paling cerdas?” Beliau ﷺ kembali menjawab: “Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu ialah orang-orang yang cerdas.” [HR. Ibnu Majah]

Sumber: Dinukil dari berbagai sumber

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

JADIKAN PERISTIWA KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT!

JADIKAN PERISTIWA KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT!

JADIKAN PERISTIWA KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT!

JADIKAN PERISTIWA KEMATIAN SEBAGAI NASIHAT!