INILAH PENDAPAT GURU BESAR ULAMA NUSANTARA TENTANG SYARIAT MENUTUP WAJAH BAGI WANITA DI HADAPAN LAKI-LAKI YANG BUKAN MAHRAM

/, Muslimah/INILAH PENDAPAT GURU BESAR ULAMA NUSANTARA TENTANG SYARIAT MENUTUP WAJAH BAGI WANITA DI HADAPAN LAKI-LAKI YANG BUKAN MAHRAM
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
INILAH PENDAPAT GURU BESAR ULAMA NUSANTARA TENTANG SYARIAT MENUTUP WAJAH BAGI WANITA DI HADAPAN LAKI-LAKI YANG BUKAN MAHRAM
 
As Syaikh Nawawi Al Bantaniy rahimahullah, semoga Allah merahmatinya dengan rahmat yang luas (1813-1898 M) lahir di Tanara, Serang, Banten. Beliau adalah pengajar di Masjidil Haram dan seorang pembesar ulama bermadzhab Syafi’iy serta guru dari para ulama Nusantara.
 
Beliau rahimahullah berkata di dalam karyanya Kasyifatus Sajaa, Daar Ibnu Hazm, Beirut, Lebanon, hal.205:
 
_((وعورة الحرة والأمة عند الأجانب) أي بالنسبة لنظرهم إليهما (جميع البدن) حتى الوجه والكفين ولو عند أمن الفتنة فيحرم عليهم أن ينظروا إلى شيء من بدنهما ولو قلامة ظفر منفصلة منهما)_
 
“Adapun aurat wanita dewasa di hadapan laki-laki ajanib (laki-laki yang bukan mahram), yaitu seluruh tubuh wanita, termasuk wajah dan telapak tangan, walaupun ketika merasa aman dari fitnah (godaan hawa nafsu dan setan). Maka haram bagi laki-laki untuk melihat bagian mana pun dari wanita dewasa tersebut, termasuk kukunya yang sudah terpotong.”
 
Dalam kitabnya Nihaayatuzzain, Darul Kutub, Lebanon, hal.48, beliau rahimahullah berkata:
 
_رابعتها: جميع بدنها حتى قلامة ظفرها و هي عورتها عند الرجال الأجانب فيحرم على الرجل الأجنبي النظر إلى شيءمن ذلك، و يجب على المرأة ستر ذلك عنه…_
 
Yang ke-4:
“Seluruh tubuh wanita sampai potongan kukunya adalah aurat baginya di hadapan laki-laki Ajanib (yang bukan mahram). Maka haram bagi laki-laki ajanib untuk melihat ke bagian mana pun dari wanita tersebut, dan wajib bagi seorang wanita untuk menutup semua itu darinya…”
 
Syaikh Nawawi Al Bantaniy rahimahullah adalah salah satu ulama bermadzhab Syafi’iy asli Banten, gurunya para ulama Nusantara, mewajibkan wanita menutup wajah dan telapak tangannya di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya.
 
Dari sini kita mengetahui, bahwa menutup wajah bagi wanita tidaklah identik dengan radikalisme.
 
 
 
Disusun oleh: Abdulbarr Kaisinda

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#niqab #niqob #cadar #hukumcadar #bukanradikal #bukanterorisme #menutupwajah #batasanauratwanita #auratwanita #auratperempulan #SyaikhNawawiAlBantaniy #ajnabi #nonmahram #nonmahrom #ajanib #mahram #mahrom

2018-03-09T19:15:50+00:00 9 March 2018|Fikih dan Muamalah, Muslimah|0 Comments

Leave A Comment