بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
DI ANTARA PERBEDAAN ANTARA SIHIR DAN PERDUKUNAN DENGAN KARAMAH
 
Banyak orang tak bisa membedakan antara sihir dan karamah. Bahkan orang sekelas profesor saja menganggap, bahwa aksi perdukunan dan penipuan sebagai karamah, seperti halnya mukjizat Nabi Sulaiman !!!
 
Memang antara karamah dan sihir ada kemiripan, dari sisi sama-sama keluarbiasaan dan kedigdayaan.
Namun harus diingat, bahwa kedigdayaan dan keluarbiasaan yang muncul pada seseorang TIDAK MESTI menunjukkan kebaikan.
Akan tetapi kebaikan seseorang harus diukur dengan barometer syariat.
Tidakkah engkau lihat, bahwa Dajjal juga memiliki keluarbiasaan. Tetapi apakah hal itu menunjukkan dia saleh dan baik?!!
 
Jadi dalam hal ini harus dibedakan antara karamah dan istidraj.
Karamah adalah keluarbiasaan yang Allah ﷻ anugerahkan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Adapun kedigdayaan yang muncul dari orang yang menyimpang, penyihir, dan para Dajjal, maka hal itu disebut istidraj dan tipu daya iblis.
Imam Syafi’i rahimahullahu Taala telah menyingkap kedok mereka:
 
ابْنُ أَبِيْ حَاتِمٍ : حَدَّثَنَا يُوْنُسُ ، قُلْتُ لِلشَّافِعِيِّ : صَاحِبُنَا اللَّيْثُ يَقُوْلُ : لَوْ رَأَيْتُ صَاحِبَ هَوَى يَمْشِيْ عَلَى الْمَاءِ مَا قَبِلْتُه ُ. قَالَ : قَصَّرَ ، لَوْ رَأَيْتُهُ يَمْشِيْ فِي الْهَوَاءِ لَمَا قَبِلْتُهُ
 
Ibnu Abi Hatim berkata, ‘Menceritakan kepada kami Yunus, ‘Aku berkata kepada Syafi’i: Kawan kita Laits mengatakan:
“Seandainya saya melihat pengekor hawa nafsu berjalan di atas air, saya tidak akan menerimanya.”
Syafi’i berkata: “Dia masih kurang. Seandainya saya melihatnya dapat berjalan di udara, saya tidak akan menerimanya.” [Siyar A’lam Nubala‘ 3/3282 oleh adz-Dzahabi]
Jadi sehebat apa pun kejadian luar biasa yang dipertontonkan para dukun, TIDAK BISA dikatakan sebagai karamah, dan pelakunya tidak bisa dikatakan sebagai wali Allah, sebab banyak perbedaan antara sihir dan perdukunan dengan karamah:
 
1. Sihir dan perdukunan terjadi dengan bantuan setan, sedangkan karamah biasanya adalah kebetulan.
 
2. Sihir dan perdukunan itu dilakukan orang fasik, sedangkan karamah dari orang saleh yang konsisten dalam beragama.
 
3. Sihir dan perdukunan melakukan pelanggaran-pelanggaran syariat berupa kekufuran dan kejahatan, sedangkan karamah tidak mungkin demikian. [Lihat Fathul Bari 10/223 oleh Ibnu Hajar,al-Furqan Baina Auliya‘ ar-Rahman wa Auliya‘ asy-Syaithan hlm. 61–64 oleh Ibnu Taimiyyah,Karamatul Auliya‘, Dirasah Aqadiyyah hlm. 237–245 oleh DR. Abdullah bin Abdul Aziz al-’Anqari]
 
Oleh: Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
Baca juga:
DI ANTARA PERBEDAAN ANTARA SIHIR DAN PERDUKUNAN DENGAN KARAMAH