DAN PENUHILAH JANJI, SESUNGGUHNYA JANJI ITU PASTI DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABANNYA

/, Fikih dan Muamalah/DAN PENUHILAH JANJI, SESUNGGUHNYA JANJI ITU PASTI DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABANNYA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#AdabAkhlak
DAN PENUHILAH JANJI, SESUNGGUHNYA JANJI ITU PASTI DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABANNYA
Di antara akhlak terpuji yang terdepan adalah menepati janji. Sungguh Alquran telah memerhatikan permasalahan janji ini, dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah ﷻ berfirman:

وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا …

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah, apabila kamu berjanji. Dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya….” (An-Nahl: 91)
Allah ﷻ juga berfirman:

وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً

“Dan penuhilah janji. Sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)
Demikianlah perintah Allah ﷻ kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan melaksanakan janjinya. Hal ini mencakup janji seorang hamba kepada Allah ﷻ, janji hamba dengan hamba, dan janji atas dirinya sendiri seperti nadzar. Masuk pula dalam hal ini apa yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.
Menjaga Ikatan Perjanjian Walaupun Terhadap Orang Kafir
Orang yang membaca sirah (sejarah) Nabi ﷺ dan generasi Salafush Shalih akan mendapati, bahwa menepati janji dan ikatan perjanjian tidak terbatas hanya sesama kaum Muslimin. Bahkan terhadap lawan pun demikian. Sekian banyak perjanjian yang telah diikat antara Nabi ﷺ dan orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan musyrikin, tetap beliau ﷺ jaga, sampai mereka sendiri yang memutus tali perjanjian itu. Allah ﷻ berfirman:

إِلاَّ الَّذِيْنَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ

“Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka, penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 4)
Dahulu antara Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma dengan bangsa Romawi ada ikatan perjanjian (gencatan senjata). Suatu waktu Mu’awiyah bermaksud menyerang mereka, di mana dia tergesa-gesa satu bulan (sebelum habis masa perjanjiannya). Tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai kudanya dari negeri Romawi seraya mengatakan: “Tepatilah janji dan jangan berkhianat!” Ternyata dia adalah seorang sahabat Nabi ﷺ yang bernama ‘Amr bin ‘Absah. Mu’awiyah lalu memanggilnya. Maka ‘Amr berkata: “Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda (yang artinya): “Barang siapa antara ia dengan suatu kaum ada perjanjian, maka tidak halal baginya untuk melepas ikatannya, sampai berlalu masanya, atau mengembalikan perjanjian itu kepada mereka, dengan cara yang jujur.” Akhirnya Mu’awiyah menarik diri beserta pasukannya. (Lihat Syu’abul Iman no. 4049-4050 dan Ash-Shahihah 5/472 hadits no. 2357)
Kalau hal itu bisa dilakukan terhadap kaum musyrikin, tentu lebih-lebih lagi terhadap kaum Muslimin. Kecuali perjanjian yang maksiat, maka tidak boleh dilaksanakan. Nabi ﷺ bersabda:

وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلىَ شُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا

“Dan kaum Muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.” (Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 1352, lihat Irwa`ul Ghalil no. 1303)
Surga Firdaus bagi yang Menepati Janji
Tidak akan masuk Surga, kecuali jiwa yang beriman lagi bersih. Dan Surga bertingkat-tingkat keutamaannya, sedangkan yang tertinggi adalah Firdaus. Darinya memancar sungai-sungai yang ada dalam Surga dan di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman. Tempat kemuliaan yang besar ini diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang baik, di antaranya adalah menepati janji. Allah ﷻ berfirman:

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu`minun: 8)
Nabi ﷺ bersabda (yang artinya): “Jagalah enam perkara dari kalian, niscaya aku jamin bagi kalian Surga:

  1. Jujurlah bila berbicara,
  2. Tepatilah jika berjanji,
  3. Tunaikanlah apabila kalian diberi amanah,
  4. Jagalah kemaluan,
  5. Tundukkanlah pandangan dan
  6. Tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Ash-Shahihah no. 1470)

 
Dinukil dari tulisan berjudul “DAN PENUHILAH JANJI, SESUNGGUHNYA JANJI ITU PASTI DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABANNYA” yang ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc
Sumber: http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.co.id/2011/10/dan-penuhilah-janji-sesungguhnya-janji.html
 
 
 
.

2017-01-26T17:55:27+00:00 26 January 2017|Adab & Akhlak, Fikih dan Muamalah|0 Comments

Leave A Comment