بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

BUTUH DALIL: BAHAGIAKAN ANAK YATIM DI HARI ASYURA
 
Mengkhususkan waktu untuk menyantuni anak yatim harus BUTUH DALIL. Karena kita diperintahkan menyantuni dan membahagiakan anak yatim SETIAP SAAT, bukan hanya pada momen tertentu. Jika ada yang mengkhususkannya pada Hari Asyura (10 Muharram), maka datangkanlah dalilnya. Jika tidak ada, maka ia telah membuat amalan yang mengada-ada, alias bidah. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:
 
شَرْعُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِلْعَمَلِ بِوَصْفِ الْعُمُومِ وَالْإِطْلَاقِ لَا يَقْتَضِي أَنْ يَكُونَ مَشْرُوعًا بِوَصْفِ الْخُصُوصِ وَالتَّقْيِيدِ
 
“Jika Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu amalan dengan maksud umum dan mutlak, maka itu tidak menunjukkan mesti dikhususkan dengan cara dan aturan tertentu.” [Majmu’ Al Fatawa, 20: 196]
 
Ketika Rasulullah ﷺ mengajak untuk menyantuni anak yatim secara mutlak, maka jangan dikhususkan pada momen tertentu seperti pada Hari Asyura.
 
Adapun dalil yang membicarakan masalah ini adalah hadis yang BERMASALAH. Hadisnya adalah:
 
من مسح يده على رأس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالى بكل شعرة درجة
 
“Siapa yg mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim di Hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat“. Dalam jalur sanad hadis ini terdapat seorang perawi yang bernama Habib bin Abi Habib. Para ulama hadis menyatakan bahwa perawi ini matruk (ditinggalkan). Sehingga mengkhususkan menyantuni dan mengasihi anak yatim pada Hari Asyura dengan dalil ini TIDAKLAH TEPAT.
 
Bahagiakanlah anak yatim setiap saat, tidak perlu mengkhususkan waktu tertentu. Senangkan dan hilangkan kesusahan mereka agar mendapat keutamaan dekat dengan Rasulullah ﷺ di Surga kelak. Dari Sahl ibnu Sa’ad, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
 
أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا” وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى
“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di Surga bagaikan ini.” (Beliau ﷺ merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya). [HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 135, Sahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah (800): Bukhari: Kitab Al Adab, 24-Bab Fadhlu Man Ya’ulu Yatiman]
 
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]l.com
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
Baca juga:
#butuhdalil #bahagiakananakyatim #LebaranYatim #10Muharam #HariAsyura #bidahlebaranyatim #keutamaanmenyantunianakyatim
#anakyatim #bidahMuharam, #SunnahMuharam
BUTUH DALIL: BAHAGIAKAN ANAK