بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
BUANG JAUH PERASAAN GAK ENAKAN (SUNGKAN) DENGAN MANUSIA
 
Kita lebih sering takut bagaimana bila si Fulan itu marah, tapi kita tidak takut akan bagaimana murkanya Allah.
 
Kadang kita gak enakan kalau gak salaman. Takut dibilang sombong. Takut dibilang sok alim, sok suci dll. Padahal Rasulullah ﷺ sudah melarang kita untuk bersalaman dengan non-mahram. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ
 
“Sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Imam ath-Thabrani dalam al-Mujamul Kabir no.486, 487 dan ar-Ruyani dalam Musnadnya II/227]
 
Gak enakan gak datang kalau diundang Tahlilan, Yasinan, Barzanjian, Maulidan dan acara bidah lainnya, ke kuburan meminta-minta, membuat sesajen untuk jin dan ritual kesyirikan lainnya. Gak enak kalau gak rayakan atau ucapkan selamat ulang tahun ke dia (https://nasihatsahabat.com/hukum-mengucapkan-selamat-ulang-tahun/). Gak enak kalau gak datang acara adat/ tradisi lainnya yang tidak ada dalam Islam.
 
Kita lebih sering takut gak enakan sama manusia, dan takut sama manusia, tapi gak takut sama Allah.
 
Kita suka gak enakan sama si bos dan perusahaan, hanya karena kita ingin berhijab syari, ingin panjangkan jenggot, atau ingin laa isbal. Kita lebih takut dengan manusia dibanding dengan Allah azza wa Jalla. Kita lebih taat dengan aturannya si bos dibanding aturan Allah. Padahal seperak pun uang yang kita dapat itu dari Allah. Rezeki seperak pun gak akan pindah, kalau memang itu milik kita.
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ
 
“Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat (kepada Allah). Ketaatan itu hanyalah dalam perkara yang makruf (kebaikan).” [HR. Bukhari no. 7145 dan Muslim no. 1840]
 
Dan beliau ﷺ juga memeringatkan:
 
لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ
 
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” [HR. Ahmad 1: 131. Sanad hadis ini Sahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth]
 
Sekalipun itu orang tua kita sendiri yang menyuruh kita untuk menyembah berhala, maka tidak ada ketaatan lagi di sana. Taat boleh, tapi tidak dengan menabrak hukum Allah.
 
Bersabarlah teman.
Taat dan istiqamahlah.
Buang jauh perasaan gak enakan sama manusia, kalau itu bisa membuat Allah murka.
 
Waktu kita di dunia tidak lah lama.
Tidak disenangi atau dibenci manusia karena lebih taat pada Allah hanya sebentar saja. Hitungan dunia cuma sekejap mata, dibanding kehidupan Akhirat yang lebih baik dan kekal. Demi menggapai rida-Nya dan Surga Firdaus-Nya.
 
آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook:
https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat