بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

BAHAYA HARTA HARAM
 
Sungguh akan datang kepada manusia suatu zaman, yang saat itu seseorang tidak peduli lagi dari mana dia mendapatkan harta, apakah dari jalan halal ataukah yang haram.’ [HR. al-Bukhari]
 
Rakus dan tamak terhadap dunia, mengekor kepada syahwat dan tamak akan rezeki, serta melupakan Hari Perhitungan, menjadikan manusia terbuai untuk memburu angan-angan gemerlap dan kelezatan dunia, tanpa memperhatikan sumber penghasilan dan usahanya.
 
Dari Khudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu anhu, Rasulullah ﷺ berdiri lalu berkata:
“Kemarilah kalian semua!’ Kemudian para shahabat beliau menghampiri dan duduk menghadap beliau ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Ini ada utusan Allah malaikat Jibril. Ia membisikkan ke dalam benakku, bahwa satu jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya, sekalipun rezekinya terlambat datang kepadanya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan lakukanlah usaha dengan cara yang baik! Janganlah kedatangan rezeki yang terlambat menyeretmu untuk bermaksiat kepada Allah ﷻ, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya.” [HR. Bazzar dalam Musnadnya dengan sanad yang Shahih].
 
Kalimat أجملوا في الطلب (lakukanlah usaha dengan cara yang baik!) dalam hadis di atas maksudnya adalah usaha mencari rezeki agar memperoleh pendapatan dunia.
 
Pengaruh Makanan Haram
 
Adakalanya seorang Muslim bersungguh-sungguh dalam melakukan amal saleh, akan tetapi ia memandang remeh dan kurang peduli dengan masalah mengonsumsi harta yang haram. Padahal akibatnya sangat fatal. Orang seperti ini akan rugi di dunia dan di Akhirat. Amal ibadahnya tertolak, doanya tidak akan diijabahi (tidak dikabulkan oleh Allah ﷻ) dan harta serta usahanya tidak akan diberkahi.
 
Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah baik dan Dia tidaklah akan menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kaum Mukminin, dengan apa yang telah diperintahkan kepada para Rasul:
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
 
Wahai sekalian para Rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal salehlah. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan [QS al-Mukminun:51]
 
Dan Allah ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ
 
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik dari rezeki yang Kami berikan kepada kalian.” [QS Al Baqoroh:172]
 
Kemudian Nabi ﷺ menceritakan keadaan seseorang yang melakukan safar panjang, rambutnya kusut, mukanya berdoa, menengadahkan tangan ke langit dan berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?! [H.R Muslim]
 
Sumber: indonesiabertauhidofficial
 
 
 Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#suatuzaman, #seseorangtidak pedulilagi, #darimanadiamendapatkanharta, #darijalanhalal #haram #hartaharam #hartahalal #tidakpeduli #sesungguhnyaAllahadalahbaik #Diatidaklahakan menerimakecualiyan baik #makananyangbaik #safarpanjang, #rambutnyakusut #adabberdoa #bagaimanabisaditerimadoanya #AdabAkhlak, #akhlak mulia #masabodoh