بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

 

APAKAH MARAH ITU DILARANG?

Ada beberapa hadis yang menyebutkan, bahwa marah itu merupakan tindakan yang dilarang di dalam syariat kita. Kita akan sebutkan di antaranya:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anu:

أنَّ رَجُلًا قالَ للنَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: أوْصِنِي، قالَ: لا تَغْضَبْ. فَرَدَّدَ مِرَارًا، قالَ: لا تَغْضَبْ.

“Bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi ﷺ: ‘Berilah aku wasiat!’
Lalu Nabi ﷺ bersabda: ‘Jangan engkau marah!’
Orang itu pun selalu mengulangi permintaannya.
Nabi ﷺ pun tetap bersabda: ‘Jangan engkau marah!'” [Al-Bukhari, no. 6116]

Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menerangkan:

والنبي صلى الله عليه وسلم يردد عليه هذا الجواب، فهذا يدل على أن الغضب جماع الشر، وأن التحرز منه جماع الخير.

“Nabi ﷺ mengulang-ulang jawaban ini. Ini menunjukkan, bahwa marah merupakan pangkal keburukan, dan menghindarinya merupakan pangkal kebaikan.” [Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, 1/362]

Perlu kita pahami dengan baik, bahwa makna sabda Nabi ﷺ, dan ucapan ulama yang berkaitan tentang dilarang marah, maknanya adalah kita diperintahkan untuk mengendalikan diri ketika marah, dan dilarang melampiaskannya, baik dengan ucapan maupun perbuatan, karena hal itu akan memudaratkan kita. Adapun marah itu sendiri tidak dilarang, karena termasuk dari tabiat manusia yang sulit ditinggalkan. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:

قال الخطابي معنى قوله لا تغضب اجتنب أسباب الغضب ولا تتعرض لما يجلبه وأما نفس الغضب فلا يتأتى النهي عنه لأنه أمر طبيعي لا يزول من الجبلة.

“Al-Khaththabi berkata, ‘Makna ucapan Nabi ﷺ ‘Janganlah engkau marah!’ adalah jauhilah sebab-sebab yang dapat mendatangkan kemarahan. Jangan engkau datangi segala yang dapat mendatangkan kemarahan. Adapun marah itu sendiri tidaklah dilarang, karena marah itu perkara yang sesuai dengan tabiat, dan tidak akan bisa dihilangkan dari tabiat manusia.” [Fath al-Bari, 10/520]

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:

معناه لا تنفذ غضبك وليس النهي راجعا إلى نفس الغضب لأنه من طباع البشر ولا يمكت الإنسان دفعه

“Makna hadis ini adalah, jangan engkau melampiaskan kemarahanmu! Bukanlah larangan ini kembali kepada marah itu sendiri, karena marah itu termasuk dari tabiat manusia, dan tidak mungkin bagi seseorang untuk menghindarinya.” [Syarh al-Arba’in, hlm. 112]

Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

وليس المراد النهي عن الغضب الذي هو طبيعة من طبيعة الإنسان ولكن المراد املك نفسك عند الغضب بحيثلا تنفذ إلى ما يقتضيه ذلك الغضب

“Tidaklah yang dimaksud dengan hadis ini larangan untuk marah, yang itu merupakan termasuk dari tabiat manusia. Namun yang dimaksud di dalam hadis ini adalah, kendalikanlah dirimu ketika marah, dengan cara tidak melampiaskannya, untuk melakukan apa yang diinginkan oleh kemarahan tersebut.” [Syarh al-Arba’in, hlm. 115]

Atas dasar ini, merupakan kekeliruan tatkala seseorang menyifati dirinya atau orang lain, bahwa dia tidak pernah marah. Marah itu tabiat yang tidak bisa dilepas dari manusia. Hanya saja kita dilarang untuk melampiaskannya, dan diperintahkan untuk mengendalikan diri ketika kemarahan itu tiba.

Inilah hakikat orang yang kuat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

ليسَ الشَّدِيدُ بالصُّرَعَةِ، إنَّما الشَّدِيدُ الذي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ.

“Bukanlah orang yang kuat itu, orang yang bisa menumbangkan lawannya. Hanyalah orang yang kuat itu adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah.” [Al-Bukhari, no. 6.114]

Bahkan beliau ﷺ menganjurkan kita untuk memiliki sifat pemaaf. Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda,:

اسْمَحْ يُسْمَحْ لكَ.

“Maafkanlah! Niscaya engkau akan mendapatkan maaf dari Allah.” [Shahih al-Jami’, no. 982]

 

Kunjungi: https://www.alfudhail.com/bolehkah-marah/
http://alfudhail.com

 

══════

 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp:
+61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat