بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

AKHIR KEHIDUPAN YANG PALING INDAH DAN PALING TRAGIS

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ

“Barang siapa mati tanpa memersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, ia pasti masuk Surga.Dan barang siapa mati dalam keadaan memersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, ia pasti masuk Neraka.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu]

Keterangan

1. Ulama sepakat, tidak ada perbedaan pendapat, bahwa orang yang mati dalam keadaan berbuat syirik pasti masuk Neraka, dan orang yang mati tanpa berbuat syirik pasti masuk Surga.

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

وَأَمَّا حُكْمُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِدُخُولِ النَّارِ وَمَنْ مَاتَ غَيْرَ مُشْرِكٍ بِدُخُولِهِ الْجَنَّةَ فقد فَقَدْ أَجْمَعَ عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

“Adapun hukum yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ atas orang yang mati dalam keadaan berbuat syirik pasti masuk Neraka dan orang yang mati tanpa berbuat syirik pasti masuk Surga, maka kaum Muslimin telah sepakat atasnya.” [Syarh Muslim, 2/97]

2. Semua orang musyrik pasti masuk Neraka dan kekal di dalamnya, tanpa ada pengecualian.

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

فَأَمَّا دُخُولُ الْمُشْرِكِ النَّارَ فَهُوَ عَلَى عُمُومِهِ فَيَدْخُلُهَا وَيَخْلُدُ فِيهَا وَلَا فَرْقَ فِيهِ بَيْنَ الْكِتَابِيِّ الْيَهُودِيِّ وَالنَّصْرَانِيِّ وَبَيْنَ عَبَدَةِ الْأَوْثَانِ وَسَائِرِ الْكَفَرَةِ وَلَا فَرْقَ عِنْدَ أَهْلِ الْحَقِّ بَيْنَ الْكَافِرِ عِنَادًا وَغَيْرِهِ وَلَا بَيْنَ مَنْ خَالَفَ مِلَّةَ الْإِسْلَامِ وَبَيْنَ مَنِ انْتَسَبَ إِلَيْهَا ثُمَّ حُكِمَ بِكُفْرِهِ بِجَحْدِهِ مَا يَكْفُرُ بِجَحْدِهِ وَغَيْرِ ذَلِكَ

“Adapun masuknya orang musyrik ke Neraka, maka maknanya umum, bahwa ia akan masuk Neraka dan kekal di dalamnya. Tidak ada bedanya antara Ahlul Kitab: Yahudi dan Nasrani, maupun para penyembah berhala dan semua orang kafir lainnya.

Juga tidak ada bedanya menurut Ahlus Sunnah, antara orang yang kafir karena menolak Islam maupun selainnya, dan antara orang kafir yang tidak beragama Islam, maupun orang yang masih mengaku muslim, tapi menjadi kafir karena mendustakan ajaran Islam dan selainnya.” [Syarh Muslim, 2/97]

3. Orang yang tidak berbuat syirik dan kufur tetapi masih melakukan dosa-dosa besar yang lain dan sampai mati tidak bertobat, maka ia tetap akan masuk Surga, namun terancam masuk Neraka terlebih dahulu.

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

وَأَمَّا دُخُولُ مَنْ مَاتَ غَيْرَ مُشْرِكٍ الْجَنَّةَ فَهُوَ مَقْطُوعٌ لَهُ بِهِ لَكِنْ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبَ كَبِيرَةٍ مَاتَ مُصِرًّا عَلَيْهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ أَوَّلًا وَإِنْ كَانَ صَاحِبَ كَبِيرَةٍ مَاتَ مُصِرًّا عَلَيْهَا فَهُوَ تَحْتَ الْمَشِيئَةِ فَإِنْ عُفِيَ عَنْهُ دَخَلَ أَوَّلًا وَإِلَّا عُذِّبَ ثُمَّ أُخْرِجَ مِنَ النَّارِ وَخُلِّدَ فِي الْجَنَّةِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

“Adapun orang yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik, maka pasti masuk Surga. Tetapi apabila ia bukan pelaku dosa besar yang mati sebelum bertobat, maka ia langsung masuk Surga. Dan apabila ia pelaku dosa besar yang mati sebelum bertobat, maka ia berada di bawah kehendak Allah. Yaitu apabila ia diampuni, maka langsung masuk Surga. Jika tidak, maka ia masuk Neraka dulu, kemudian dikeluarkan darinya, dan dikelalkan di Surga. Wallaahu a’lam.” [Syarh Muslim, 2/97]

4. Keutamaan tauhid dan bahaya syirik. Bahwa tauhid adalah jaminan masuk Surga, dan syirik adalah kepastian masuk Neraka, dan mengekalkan pelakunya di Neraka. Maka wajib menjaga tauhid dan takut terjerumus syirik.

Al-‘Allamah Al-Fauzan hafizhahullah berkata:

وجوب الخوف من الشرك، لأن النجاة من النار مشروطة بالسلامة من الشرك

“Wajib merasa takut terjerumus ke dalam syirik, karena keselamatan dari Neraka syaratnya adalah tidak berbuat syirik.” [Al-Mulakhkhash fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 40]

5. Akhir kehidupan adalah penentuan. Barang siapa yang memertahankan tauhid sampai mati, maka itulah akhir kehidupan yang yang paling baik (husnul khatimah). Dan barang siapa berbuat syirik dan mati sebelum bertobat, maka itulah seburuk-buruknya akhir kehidupan (suul khatimah).

Al-‘Allamah Al-Fauzan hafizhahullah berkata:

التخويف من الشرك والحث على التوبة منه قبل الموت

“Peringatan agar takut berbuat syirik, dan dorongan untuk bertobat darinya sebelum mati.” [Al-Mulakhkhash fi Syarhi Kitab At-Tauhid, hal. 48]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

 

 

Oleh: Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Sumber: https://www.facebook.com/photo?fbid=599146765199209&set=a.587448336369052

 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat! Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: +61 405 133 434 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat