Posts

, ,

FUTUR LAGI, FUTUR LAGI

FUTUR LAGI, FUTUR LAGI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

FUTUR LAGI, FUTUR LAGI

Memang …
Tak selamanya iman itu naik …
Kadang di hari ini semangat beramal …
Esoknya menjadi lemah …
Hari ini terasa khusyu membaca Alquran …
Lusa dihantui oleh futur …
Duh …
Tapi semua itu akan selalu ada …
 
Dalam sebuah hadis:
 
لكل عمل شرة ولكل شرة فترة فمن كانت فترته إلى السنة فقد اهتدى ومن كانت فترته إلى غير ذلك فقد هلك
Ingatlah, setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barang siapa yang kemalasannya masih dalam koridor sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barang siapa yang keluar dari petunjuk tersebut, maka ia binasa.”
 
Futur menuju sunnah …
Berpindah dari satu amal kepada amal lain …
Di saat futur untuk membaca Alquran..
Beralih kepada zikir …
Di saat futur untuk berinfak …
Beralih kepada shaum …
 
Tapi di saat futur untuk menuntut ilmu …
Payah …
Karena ilmu itu pondasi amal …
Bagaimana bisa beramal Sunnah …
Sementara pondasi telah rapuh …
 
Futur …
Adalah parasit bagi pencari Surga …
 
Silakan disebarkan. Mudah-mudah Anda mendapatkan bagian dari pahalanya.
 
Barakallah fikum.
Ditulis oleh: Ustadz Badru Salam, Lc. حفظه الله تعالى
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#adabakhlak #tazkiyatunnufus #malas #futur #koridorSunnah #futurlagifuturlagi #semangat #bersemangat

,

AKU TAKUT ALLAH AKAN MENCAMPAKKANKU

AKU TAKUT ALLAH AKAN MENCAMPAKKANKU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
AKU TAKUT ALLAH AKAN MENCAMPAKKANKU
 
Hidup yang singkat ini terkadang membuat kita lupa.
Lupa akan hakikatnya kita diciptakan di dunia.
Dunia hanyalah sekejap yang penuh dengan kelalaian dan drama.
Drama yang terkadang membuat kita lupa akan hakikat siapa Pencipta kita.
Kita hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan dosa.
Dosa yang dilakukan baik disengaja maupun tidak disengaja.
 
Suatu hari Al-Hasan menangis, lalu beliau ditanya: “Apa yang membuatmu menangis ?”
Beliau menjawab: “Aku takut Allah akan mencampakkanku ke Neraka dan Dia tidak peduli dengan itu”,
 
Ditulis oleh: Dr. Abdul Malik bin Abdurrahman Al-Qasim
 
Oleh karenanya, seberapa besarkah rasa takut kita kepada Sang Pencipta ? Selagi nafas masih terasa, mari kita perbanyak bertobat kepada Sang Maha Pemilik Surga dan Neraka
 
Wallahu a’lam
 
 
Sumber: Radio Muslim Jogja
 
#akutakutAllahmencampakkanku, #tazkiyatunnufus, #nasihatulama, #petuahulama, #HasanalBasri
, , ,

DUNIA ADALAH LADANG AKHIRAT

DUNIA ADALAH LADANG AKHIRAT

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#TazkiyatunNufus
#NasihatUlama

DUNIA ADALAH LADANG AKHIRAT

Subhaanallahi wa bihamdihi subhaanAllahil ‘adzim

الـدُّنْيَـا  مَزرَعَـةُ  الآخِــرَة:

 عذاب القبر على نوعيــ❷ـن

Azab kubur ada dua macam

قال الشيخ صالح الفوزان حفظه:

Berkata As Syaikh Shalih Al Fauzan, semoga Allah menjaganya:

 

عذاب القبر على نوعين:

النوع الأول: عذاب دائم وهو عذاب الكفار؛ كما قال تعالى: ﴿النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ﴾ ( غافر 46)

 

Azab kubur terbagi menjadi dua macam:

Yang pertama: Azab yang kekal, dan itu adalah azabnya orang-orang kafir, sebagaimana firman Allah ta’ala:

{Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang,} [QS. Ghafir: 46]

 

النوع الثاني:يكون إلى مدة ثم ينقطع، وهو عذاب بعض العصاة من المؤمنين، فيعذب بحسب جرمه ثم يخفف عنه.

وقد ينقطع عنه العذاب بسبب دعاء أو صدقة أو استغفار.

شرح العقيدة الواسطية ص( 132)

 

Yang kedua: Azab yang terjadi hanya beberapa saat saja, kemudian terputus. Dan itu adalah azab sebagian orang-orang beriman yang bermaksiat. Maka ia diazab sesuai dengan kadar kesalahannya, kemudian akan dikurangi azab tersebut. Dan terkadang azab itu terputus disebabkan karena doa, ataupun sedekah, atau juga karena istighfar. [Syarh Al Aqidah Al Wasithiyyah Hal (132)]

Astagfirullooh wa atuubu ilaihi

,

DELAPAN OBAT HATI

DELAPAN OBAT HATI

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

? ? DELAPAN OBAT HATI ??

Oleh Abdullah Hadrami hafizhahullahu ta’ala

 

Hati manusia terkadang tidak stabil, atau sakit, seperti halnya badan, meskipun berbeda antara sifat maupun obatnya. Apa obat yang bisa dipakai untuk mengobati hati yang sakit? Berikut ini kami sebutkan delapan obatnya, yaitu:

❤️ Pertama: al-Qur’an al-Karim

Allah berfirman, artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Yunus: 57). Dia juga berfirman, artinya: “Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. al-Isra: 82)

Ibnu Qoyyim berkata: “Inti penyakit hati itu adalah syubhat dan nafsu syahwat. Sedangkan Alquran adalah penawar bagi kedua penyakit itu, karena di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan dan argumentasi-argumentasi yang akurat, yang membedakan antara yang haq dengan yang batil, sehingga penyakit syubhat hilang. Penyembuhan Alquran terhadap penyakit nafsu syahwat, karena di dalam Alquran terdapat hikmah, nasihat yang baik, mengajak zuhud di dunia dan lebih mengutamakan kehidupan Akhirat.”

Orang yang ingin memerbaiki hatinya hendaknya mengetahui, bahwa berobat dengan Alquran itu tidak cukup hanya dengan membaca Alquran saja, tetapi harus memahami, mengambil pelajaran dan mematuhi hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.

Ya Allah, jadikanlah Alquran itu sebagai pelipur lara, penawar hati dan penghilang kegundahan dan kegelisahan kami. Aamiin.

❤️ Kedua: Cinta kepada Allah

Cinta kepada Allah merupakan terapi yang mujarab bagi hati. Cinta seorang hamba kepada Allah akan menjadikan hatinya tunduk kepada-Nya, merasa tenteram tatkala mengingat-Nya, mengorbankan perasaannya demi Sang Kekasihnya, yaitu Allah. Hatinya senantiasa mengharap kepada yang dicintainya, untuk memecahkan problem yang ia hadapi. Ia pun tak putus asa dari kasih sayang-Nya. Ia yakin bahwa yang dicintainya adalah Dzat yang tepat untuk mengadukan berbagai masalah. Ia yakin akan diberikan solusi yang terbaik untuknya. Kecintaan kepada-Nya menyebabkan dapat menikmati manisnya iman yang bersemayam di dalam hati.

❤️ Ketiga: Berdzikir atau Mengingat Allah

Ketidaktenteraman hati merupakan hal yang membahayakan. Allah memberikan salah satu obat yang bisa menjadi sarana terapi keadaan hati yang demikian. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. Demikianlah arti firman Allah dalam QS. ar-Ra’d : 28. Obat ini menjadikan hati seseorang hidup, terhindar dari kekerasan dan kegelapan. Ibnu Qayyim berkata: “Segala sesuatu itu memunyai penerang, dan sesungguhnya penerang hati itu adalah Dzikrullah (Mengingat Allah).

Suatu ketika, seorang berkata kepada Hasan al-Basri: “Wahai Abu Sa’id, aku mengadu kepadamu, hati saya membatu.” Maka beliau menjawab: “Lunakkanlah dengan dzikir, karena tidak ada yang dapat melunakkan kerasnya hati yang sebanding dengan Dzikrullah.” Maka dari itu, Allah di dalam banyak ayat-ayat-Nya menyuruh orang-orang yang beriman agar banyak dan sering berdzikir kepada-Nya. Seperti pada firman-Nya, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. al-Ahzab: 41). Nabi kita Muhammad ﷺ selalu berdzikir kepada Allah pada setiap saat, sebagaimana dituturkan oleh istri beliau ‘Aisyah.

❤️ Keempat: Taubat Nasuha Dan Banyak Beristighfar (Minta Ampun)

Perhatikanlah sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya hatiku kadang keruh. Maka aku beristighfar dalam satu hari sebanyak seratus kali” (HR. Ahmad)

Dalam hadis ini Nabi ﷺ menjelaskan, bahwa beliau menghilangkan kabut atau kekeruhan hati beliau dengan istighfar. Padahal dosa-dosa beliau yang telah lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah. Bagaimanakah dengan kita yang banyak dosa dan banyak melakukan kemaksiatan? Tidakkah kita lebih membutuhkan istighfar untuk hati kita yang sakit?! Demi Allah, betapa kita semua, sangat membutuhkan istighfar.

❤️ Kelima: Banyak Berdoa dan Permintaan kepada Allah untuk Memerbaiki dan Membersihkan Hati Serta Memberinya Petunjuk

Berdoa merupakan pintu utama yang agung untuk memerbaiki hati. Allah berfirman, artinya: “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka. bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. al-An’am: 43).

Teladan kita yang mulia Muhammad ﷺ sendiri selalu memohon kepada Allah untuk kesucian hatinya, kokoh berjalan di atas kebenaran dan petunjuk, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari Ummu Salamah. Ia meriwayatkan bahwa doa Nabi ﷺ yang sering beliau panjatkan ialah: “Wahai Tuhan Pembolak-balik hati, teguhkanlah hatiku pada agama-Mu” (HR. at-Tirmidzi)

❤️ Keenam: Sering Mengingat Kehidupan Akhirat

Sesungguhnya kelalaian mengingat Akhirat itu adalah penghambat segala kebaikan, kebajikan dan merupakan pemicu setiap malapetaka dan kejahatan. Seseorang yang banyak mengingat Akhirat, akan menyadarkan dirinya bahwa kehidupan sebenarnya, yang dia hidup selama-lamanya adalah kehidupan Akhirat. Dengan demikian, hatinya lurus dalam mengendalikan jasad. Tindak tanduknya mencerminkan amal nyata yang ia tanam di dunia ini, dengan harapan ia akan dapat menuai hasilnya yang baik di Akhirat kelak.

❤️ Ketujuh: Membaca dan Memelajari Sejarah Kehidupan Orang-Orang Shalih

Ini pun bisa menjadi salah satu obat bagi hati. Banyak pelajaran tentang teguhnya hati dari hempasan badai kehidupan yang menerjang. Siapa saja yang memerhatikan dan memelajari kehidupan atau sejarah suatu kaum berdasarkan pengetahuan dan penghayatan, maka niscaya hatinya dihidupkan kembali oleh Allah dan disucikan batinnya. Itulah sejarah dan perjalanan hidup Nabi Muhammad ﷺ. Sejarah kehidupan beliau merupakan terapi untuk memertebal iman dan memerbaiki hati.

❤️ Kedelapan: Bersahabat dengan Orang-Orang Shalih, Bertakwa dan Berbuat Kebaikan

Seseorang yang bergaul dengan orang yang bertakwa niscaya tidak celaka, karena mereka tidak akan mengajak selain kepada kebaikan. Selamatlah hati dari terkontaminasi penyakit-penyakit hati. Sebaliknya, jika kita bersahabat dengan orang-orang yang tidak shalih, tidak bertakwa dan tidak berbuat kebaikan, niscaya kita akan celaka. Mereka akan mengajak kita untuk melakukan berbagai kejelekan yang akan menyebabkan hati kita menjadi kotor. Allah secara tegas berfirman, artinya: “… dan janganlah kamu mengikuti orang-orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”(QS. al-Kahfi : 28)

Maka berupayalah untuk bersahabat dengan orang-orang yang shalih.

Demikian delapan obat untuk menyembuhkan penyakit hati. Berusahalah kita untuk memahami dengan baik dan mengamalkan dengan tekun, karena sesungguhnya kebahagiaan yang hakiki itu tidak akan dapat dicapai, kecuali dengan keselamatan dan kesucian hati. Dan tidak ada yang sempurna, yang lebih bahagia, yang lebih baik, dan tidak ada pula yang lebih nikmat daripada kehidupan orang-orang yang berhati bersih juga mulia. Wallahu ‘alam bish shawab (Redaksi)

? [Sumber: Disarikan dari “Shalahul Qulub”, Syaikh Dr. Khalid bin Abdullah al-Mushlih –semoga Allah menjaganya- dengan sedikit gubahan./alsofwah]

 

? http://www.kajianislam.net/2014/01/8-obat-hati/

 

 

? Baca artikel lengkap di: ?  

┄┄┉┉✽̶»̶̥  ?? ? »̶̥✽̶┉┉┄┄
Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke sahabat terdekat..!
www.nasihatsahabat.com