Posts

, , ,

ISTIGHFAR ADALAH SALAH SATU BEKAL BAGI SESEORANG YANG BERDAKWAH DI JALAN ALLAH

ISTIGHFAR ADALAH SALAH SATU BEKAL BAGI SESEORANG YANG BERDAKWAH DI JALAN ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
ISTIGHFAR ADALAH SALAH SATU BEKAL BAGI SESEORANG YANG BERDAKWAH DI JALAN ALLAH
 
 
Allah Subhanahu wa taala berfirman kepada Nabi ﷺ:
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ.
 
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar. Serta beristighfarlah terhadap dosamu, dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada petang dan pagi.” [QS. Ghafir: 55]
 
 
 
Penulis: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sanusi hafizhahullah
Sumber: @muslimssay
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir #doadzikir #doa #istighfar #istifar #istighfarbekaldakwahfisabilillah #dakwahdijalanAllah #tazkiyatunnufus
, ,

ZIKIR YANG DIBACA KETIKA HENDAK TIDUR

ZIKIR YANG DIBACA KETIKA HENDAK TIDUR
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
ZIKIR YANG DIBACA KETIKA HENDAK TIDUR
 
Dari Anas bin Malik radhiaallahu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
 
Barang siapa yang membaca ketika hendak ingin tidur:
 
الحَمدُ لِلّهِ الَّذِي كَفَانِي وَآوَانِي
 
ALHAMDULILLAHILLADZI KAFANI WA AWANI
 
Artinya:
Segala puji hanya bagi Allah, yang telah mencukupkan rezeki bagiku, dan memberiku tempat tinggal.
 
الحَمدُ لِلّهِ الَّذِي أَطعَمَنِي وَسَقَانِي
 
ALHAMDULILAHILLADZI ATH’AMANI WA SAQONI
 
Artinya:
Segala puji hanya bagi Allah, yang telah memberiku makan dan minum.
 
الحَمدُ لِلّهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيَّ وَأَفضَل
 
ALHAMDULILLAHILLADZI MANNA ‘ALAYYA WA AFDHALAَ
 
Artinya:
Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menganugerahiku dan mengaruniaiku.
 
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ بِعِزَّتِكَ أَن تُجَنِّينِي مِنَ النَّارِ،
 
ALLAHUMMA INNI AS-ALUKA BI’IZZATIKA AN TUJANNINI MINANNARI
 
Artinya:
Ya Allah, sesunguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu, agar Engkau menyelamatkanku dari api Neraka.
 
Maka dia telah memuji Allah dengan seluruh pujian makluknya. [Silsilah Ashshahiha (3444)]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir #doadzikir #doa #dzikir #zikir #adabsebelumtidur #adabtidur #doasebelumtidur #zikirsebelumtidur #bacaansebelumtidur  #adabakhlak
, ,

APAKAH ZIKIR SETELAH SHALAT SUNNAH SAMA DENGAN ZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB?

APAKAH ZIKIR SETELAH SHALAT SUNNAH SAMA DENGAN ZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
APAKAH ZIKIR SETELAH SHALAT SUNNAH SAMA DENGAN ZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB?
 
Pertanyaan:
Apakah zikir setelah shalat sunah sama dengan zikir setelah shalat wajib?
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita berbagai doa dan zikir di banyak kegiatan dan aktivitas. Ada zikir setelah shalat wajib, bacaan sebelum dan sesudah makan, bacaan ketika masuk dan keluar WC, dst… dan masing-masing bacaan, memiliki tempat sendiri-sendiri. Tidak boleh dibolak-balik, meskipun secara makna benar, karena ini merusak aturan.
 
Zikir ketika masuk masuk WC tidak boleh kita baca sebelum makan, meskipun karena alasan ingin berlindung dari godaan setan laki-laki dan perempuan. Demikian pula zikir seusai shalat, Rasulullah ﷺ telah mengajarkan dengan rinci. Ada zikir setelah shalat wajib, dan ada yang setelah shalat sunnah. Meskipun semua maknanya baik, bukan berarti kita bebas memindahkan zikir itu di luar waktunya.
 
Zikir Setelah Shalat Sunnah
 
Terdapat hadis dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan zikir yang dibaca Nabi ﷺ seusai shalat:
 
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ: «اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ»
 
Rasulullah ﷺ setiap selesai shalat, beliau ﷺ membaca istighfar tiga kali, kemudian membaca:
 
اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
 
Allahumma antas salam wa minkas salam tabaarakta ya dzal jalal wal ikram. [HR. Muslim 591, Nasai 1337, dan yang lainnya]
 
Keterangan:
 
Kalimat ’Setiap selesai shalat’ dipahami umum mencakup semua shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Ibnu Baz. Dalam Fatwanya, beliau menyatakan:
 
أما بعد النوافل ما فيه شيء في موضعه إلا الاستغفار، إذا سلم من النافلة يقول: أستغفر الله، أستغفر الله، أستغفر الله، اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام، أما الأذكار الأخرى كلها جاءت بعد الفريضة، أما هذا فهذا بعد الفرض والنفل
 
Setelah shalat sunnah, tidak ada zikir khusus selain istighfar. Seusai salam dari shalat sunnahdia bisa membaca: Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Allahumma antas salam wa minkas salam tabaarakta ya dzal jalal wal ikram.
Sedangkan zikir-zikir pasca-shalat yang lain, semuanya dibaca setelah shalat wajib. Sedangkan zikir ini, dibaca setelah shalat wajib dan shalat sunnah.
 
Kemudian beliau membawakan hadis Tsauban di atas, lalu beliau mengatakan:
 
ولم يقل المكتوبة، فدل على أنه في كل صلاة، النافلة والفرض
 
Tsauban tidak mengatakan ‘Setelah shalat wajib’. Ini menunjukkan, bahwa zikir itu dibaca di SETIAP USAI shalat, baik sunnah maupun wajib.
 
أما الأذكار لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، لا حول ولا قوة إلا بالله، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه …. إلخ هذه إنما جاءت بعد الفرائض، لم تبلغنا عن النبي – صلى الله عليه وسلم- إلا بعد الفرائض، ولم يبلغنا عنه أنه فعلها بعد النوافل عليه الصلاة والسلام
 
Adapun zikir “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syai-in qadir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. laa ilaaha illallah wa laa na’budu illaa iyyaah.. dst, zikir ini sesuai aturannya, hanya dibaca SETELAH shalat wajib. Tidak ada keterangan yang sampai kepada kita dari Nabi ﷺ, kecuali setelah shalat wajib. Dan tidak pernah ada riwayat yang sampai ke kita, bahwa beliau ﷺ melakukan itu setelah shalat sunnah.
 
 
Allahu a’lam.
 
Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
#dzikir #zikir #hukum #sesudah #setelah #shalat #sholat #salat #solat #doazikir #apakahsamazikirnya
,

DOA AGAR DAPAT MELUNASI UTANG

DOA AGAR DAPAT MELUNASI UTANG
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
DOA AGAR DAPAT MELUNASI UTANG
 
Ucapkanlah doa:
 
اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
 
“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak”
 
Artinya:
Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu. [HR. Tirmidzi no. 3563, Hasan menurut At Tirmidzi, begitu pula hasan kata Syaikh Al Albani]
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir, #dzikir #doaagardapatmelunasihutang #melunasihutang #utang #hutang
, ,

DOA MEMOHON SURGA DAN PERLINDUNGAN DARI NERAKA

DOA MEMOHON SURGA DAN PERLINDUNGAN DARI NERAKA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
DOA MEMOHON SURGA DAN PERLINDUNGAN DARI NERAKA
 
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قَالَتِ الْجَنَّةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قَالَتِ النَّارُ: اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ
 
”Siapa yang meminta Surga tiga kali, maka Surga akan berkata: ’Ya Allah, masukkanlah dia ke dalam Surga.’ Dan siapa yang memohon perlindungan dari Neraka tiga kali, maka Neraka akan berkata: ’Ya Allah, lindungilah dia dari Neraka.” [HR. Ahmad 12585, Nasai 5521, Turmudzi 2572 dan yang lainnya. Hadis ini dinilai Hasan oleh Syuaib al-Arnauth dan dinilai shahih oleh al-Albani]
 
Jika kita perhatikan, hadis di atas bersifat umum, artinya:
 
1. TIDAK ADA teks doa khusus, sehingga kita bisa meminta Surga dengan kalimat permohonan Surga apapun. Bisa juga dengan bahasa yang kita pahami: Ya Allah, aku memohon Surga, atau Ya Allah, lindungilah aku dari Neraka.
 
2. Tidak ada batasan waktu dan tempat, sehingga kita bisa membacanya kapanpun dan di mana pun.
 
3. Disebutkan batasan angka, yaitu tiga kali. Artinya, untuk mendapatkan keutamaan itu, kita baca minimal sebanyak tiga kali, dan maksimal tanpa hitungan.
 
Dalam kitab Sunan disebutkan, Nabi ﷺ bertanya kepada sebagian sahabatnya: “Bagaimana kamu berdoa (dalam shalatmu)?” Laki-laki tersebut menjawab: “Aku membaca Tasyahud dan mengucapkan:
 
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
 
ALLAHUMMA INNI AS-ALUKAL JANNATA WA A’UUDZUBIKA MINANNAAR
 
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada Engkau Surga dan berlindung kepada Engkau dari api Neraka. (Maaf) kami tidak dapat memahami dengan baik gumam Anda, gumam Mu’adz (ketika berdoa).” [HR. Abu Daud no. 762]
 
 
Sumber:
#doazikir, #doa, #dzikir, #mohon, #memohon, #minta, #Surga, #berlindung, #perlindungan, #Neraka, #Jahannam, #adabberdoa #tigakali #3kali
, ,

TIPS BERDOA AGAR DOANYA DIKABULKAN DAN DITERIMA DI SISI ALLAH

TIPS BERDOA AGAR DOANYA DIKABULKAN DAN DITERIMA DI SISI ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
TIPS BERDOA AGAR DOANYA DIKABULKAN DAN DITERIMA DI SISI ALLAH
 
Alhamdulillah
 
Syarat berdoa banyak, di antaranya:
 
1. Tidak berdoa kecuali kepada Allah ﷻ. Nabi ﷺ mengatakan kepada Ibnu Abbas: “Jika engkau meminta, maka memintalah kepada Allah. Kalau engkau meminta bantuan, mintalah bantuan kepada Allah.” [Dinyatakan Shahih oleh Albani dalam Shahih Al-Jami’, no. 2516. HR. Tirmizi]
 
Dan ini makna dari firman Allah taala:
 
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُو مَعَ اللَّهِ أَحَداً (سورة الجـن: 18(
 
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” [QS. Jin: 18]
 
Syarat ini termasuk syarat doa yang paling agung. Tanpanya tidak akan diterima doa, dan tidak akan diangkat amalannya. Di antara manusia ada yang berdoa kepada mayit, dan menjadikannya sebagai perantara antara mereka dengan Allah. Mereka menyangka, bahwa orang-orang saleh dapat mendekatkan mereka kepada Allah dan sebagai wasilah (perantara) mereka di sisi Allah ﷻ. Mereka merasa berdosa dan tidak ada kedudukan di sisi Allah. Oleh karena itu mereka menjadikan perantara dengan berdoa kepada mereka selain Allah. Sementara Allah subhana wataala berfirman:
 
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ (سورة البقرة: 186(
 
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon kepada-Ku.” [QS. Al-Baqarah: 186]
 
2. Bertawasul kepada Allah dengan salah satu macam tawasaul yang diperbolehkan.
 
3. Tidak tergesa-gesa. Karena ia termasuk kekeliruan dalam berdoa yang menghalangi terkabulnya doa. Disebutkan dalam hadis:
 
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ اللَّهَ، فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي (رواه البخاري، رقم 6340 ومسلم، رقم 2735(
 
“Dikabulkan salah seorang di antara kalian (doanya) selagi tidak tergesa-gesa. Seraya dia mengatakan, “Saya telah berdoa dan belum dikabulkan untukku.” [HR. Bukhori, no. 6340 dan Muslim, no. 2735]
 
Dalam Shahih Muslim, no. 2736:
 
لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ , مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ “، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ؟، قَالَ: ” يَقُولُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ , فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي , فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ “
 
“Doa seorang hamba senantiasa terkabulkan selagi tidak berdoa untuk dosa, memutus kekerabatan dan selagi tidak tergesa-gesa.” Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, apa tergesa-gesa itu?” Beliau menjawab, “Dia berkata: “Aku sudah berdoa, aku sudah berdoa tapi aku tidak melihat dikabulkan, sehingga dia merasa kecewa akan hal itu, lalu dia meninggalkan doa.”
 
4. Berdoa bukan untuk dosa dan memutus (kekerabatan) sebagaimana hadis tadi. “Doa seorang hamba akan dikabulkan selagi tidak berdoa untuk dosa dan memutus silaturrahim.
 
5. Berbaik sangka kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah taala berfirman:
 
“Aku tergantung persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” [HR. Bukhari, no. 7405, Muslim, no. 4675]
 
Juga disebutkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
 
ادْعُوا اللهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ (رواه الترمذي , وحسنه الألباني في صحيح الجامع، رقم 245)
 
“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin, bahwa doa kalian akan dikabulkan.” [HR. Tirmizi, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 245]
 
Siapa yang bersangka baik kepada Allah, maka Allah akan balas dengan kebaikan yang banyak, akan ditebar kepadanya berbagai karunia-Nya.
 
6. Hadirnya hati. Hendaknya orang yang berdoa menghadirkan hati dan merasakan keagungan siapa yang dia berdoa kepadanya. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ لَاهٍ (رواه الترمذي، رقم 3479 وحسنه الألباني في صحيح الجامع، رقم 245)
 
“Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” [HR. Tirmizi, no. 3479, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 245]
 
7. Mengonsumsi yang halal. Allah taala berfirman:
 
إنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (سورة المائدة: 27)
 
“Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al-Maidah: 27]
 
Nabi ﷺ menyatakan, bahwa doa tertolak bagi orang yang makan dan minum serta memakai barang yang haram. Disebutkan dalam hadis, bahwa beliau ﷺ menyebutkan seseorang yang sehabis menempuh safar, kusut dan dekil, lalu dia mengangkat kedua tangannya ke langit dan mengucapkan, Ya Rabbi Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan tumbuh dari barang haram, bagaimana doanya diterima?! [HR. Muslim, no. 1015]
 
Ibnu Qayim berkata: “Demikian pula memakan makanan haram, menghilangkan kekuatannya (kekuatan doa) dan melemahkannya.”
 
8. Hindari doa yang melampaui batas. Allah taala tidak menyukai sikap melampuai batas dalam berdoa. Allah taala berfirman:
 
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (سورة الأعراف: 55)
 
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [QS. Al-A’raf: 55]
 
9. Jangan sibuk berdoa sehingga meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan kewajiban yang saat itu harus dilakukan, atau meninggalkan hak-hak yang saat itu harus ditunaikan, seperti meninggalkan hak orang tua dengan alasan berdoa. Kisah Juraij orang yang ahli ibadah memberikan isyarat akan hal itu, karena dia mengabaikan panggilan ibunya dan melanjutkan shalatnya, sehingga dia meninggalkannya, akhirnya Allah mengujinya.
 
An-Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama berkata: ‘Ini merupakan dalil, bahwa yang benar baginya ketika itu adalah memenuhi panggilan ibunya, karena saat itu dia sedang shalat sunah. Melanjutknnya adalah sunah, tidak wajib, sementara memenuhi panggilan ibunya dan berbakti kepadanya merupakan kewajiban, dan durhaka kepadanya adalah haram.” [Shahih Muslim, Syarah An-Nawawi, 16/82]
 
Sebagai tambahan, hendaknya dilihat kitab ‘Ad-Du’a’ Muhamad bin Ibrahim Al-Hamad.
 
Wallahua’lam.
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#tipstips, #cara, #tatacara, #doa, #berdoa, #agardoanyadikabulkan, #diterimadisisiAllah, #Allahmengabulkandanmenerimadoa #adabberdoa
,

DOA AGAR DIJAUHKAN DARI NERAKA DAN DARI KEBURUKAN KAYA DAN MISKIN

DOA AGAR DIJAUHKAN DARI NERAKA DAN DARI KEBURUKAN KAYA DAN MISKIN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

DOA AGAR DIJAUHKAN DARI NERAKA DAN DARI KEBURUKAN KAYA DAN MISKIN
 
 
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ
مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّار
وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ
 
[HR. Abu Daud no. 1543. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]
 
Allaahumma innii a’uudzu bika
Min fitnatin naar wa ‘adzaabin naar
Wa min syarril ghinaa wal faqr
 
Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
Dari fitnah Neraka dan azab Neraka
Serta dari keburukan kekayaan dan kefakiran
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir, #dzikir, #doa, #mohon, #permohonan, #dijauhkan, #adzabNeraka, #fitnahNeraka, #keburukankayadanmiskin
,

DOA NABI NUH MINTA AMPUNAN UNTUK ORANG TUA DAN KAUM MUSLIMIN

DOA NABI NUH MINTA AMPUNAN UNTUK ORANG TUA DAN KAUM MUSLIMIN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
DOA NABI NUH MINTA AMPUNAN UNTUK ORANG TUA DAN KAUM MUSLIMIN
 
Salah satu sebab doa terkabul adalah mendoakan orang lain tanpa diketahui. Doa seperti ini akan diaminkan oleh malaikat. Berikut ini adalah salah satu doa yang dapat kita panjatkan untuk diri kita, orang tua kita dan kaum Mukminin secara umum:
 
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ
وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِناً
وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَاراً
 
Robbigh-firlii wali waalidayya
Wa liman dakhola baitiya mu’-minan
Wa lil mu’-miniina wal mu’-minaati
Wa laa tazididz-dzoolimiina illaa tabaaro
 
Artinya:
Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku,
Dan orang yang masuk ke rumahku dengan beriman,
Dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan,
Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#quranicduas, #quranicdoa, #duas, #doa #nabiYunus, #doazikir, #dzikir, #mohon #ampunan, #orangtua, #kaumMuslimin #doadiamdiam #doasembunyisembunyi
, ,

PERBEDAAN UCAPAN ALHAMDULILLAH

PERBEDAAN UCAPAN ALHAMDULILLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
PERBEDAAN UCAPAN ALHAMDULILLAH
>> Marilah kita senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan
 
Yang pertama adalah ucapan Hamdalah yang berbunyi:
 
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
 
“Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat” yang artinya: Segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal saleh.
 
Kemudian ucapan Hamdalah lainnya adalah:
 
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ.
 
“Alhamdulillah ‘ala kulli hal“ yang artinya: Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.
 
Lantas apa beda penggunaan dua kalimat ini?
 
Kalimat yang pertama diucapkan untuk melihat hal-hal yang kita sukai. Sedangkan kalimat kedua diucapkan ketika menyaksikan hal-hal yang tidak kita sukai, meniru apa yang disabdakan oleh tuntunan kita, Nabi Muhammad ﷺ, seperti yang termaktub dalam hadis berikut ini:
 
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».
 
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha , kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan, beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal“” [HR Ibnu Majah no 3803 dinilai Hasan oleh al Albani]
 
Demikian perbedaan kedua ucapan Alhamdulillah tersebut.
Semoga yang sedikit ini berguna.
 
Wallahu a’lam.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#Alhamdulillah #Alhamdulillahalladzibinimatihitatimmusshalihat #Alhamdulillahalakullihal #duamacamucapanalhamdulillah #perbedaanucapanalhamdulillah #duajenisucapanalhamdulillah #bersyukurdisetiapkeadaan #doazikir, #doa #kapanpengucapan #senantiasabersyukur
, ,

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG

 

Kita diperintahkan mengucapkan salam pada rumah yang akan kita masuki sebagaimana disebutkan dalam ayat:

 
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
.
“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” [QS. An Nur: 61]
 
Sedangkan mengucapkan salam pada rumah yang tidak berpenghuni atau tidak ada seorang pun di rumah tersebut tidaklah wajib, namun hanya disunnahkan saja.
 
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:
 
إذا دخل البيت غير المسكون، فليقل: السلام علينا، وعلى عباد الله الصالحين
.
“Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin
 
Artinya:
Salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang saleh. [Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/ 1055. Sanad hadis ini Hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17]
 
Hal di atas diucapkan ketika rumah kosong. Namun jika ada keluarga atau pembantu di dalamnya, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alaikum”. Namun jika memasuki masjid, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Sedangkan Ibnu ‘Umar menganggap salam yang terakhir ini diucapkan ketika memasuki rumah kosong.
 
Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab Al Adzkar berkata: “Disunnahkan bila seseorang memasuki rumah sendiri untuk mengucapkan salam, meskipun tidak ada penghuninya. Yaitu ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Begitu pula ketika memasuki masjid, rumah orang lain yang kosong, disunnahkan pula mengucapkan salam: “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin. Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rahmatullah wa barakatuh”. [Al Adzkar, hal. 468-469]
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#adabakhlak, #ucapan, #ucapkan, #mengucapkan, #doazikir, #doa, #zikir, #dzikir, #rumahkosong, #tidakadapenghunihukum, #tatacara, #cara #masukrumah