بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
#DoaZikir
MAKSIAT MENGGELAPKAN HATI
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »
“Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya (kesalahan tersebut – Red) dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “Ar Raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya):
‘Sekali-kali tidak (demikian). Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” [HR. At Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, Ibnu Hibban (7/27) dan Ahmad (2/297). At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Hasan]
Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan: “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa, sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qotadah, Ibnu Zaid dan selainnya [Tafsir Alquran Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al Qurthubah, 14/268].

Siapakah di antara kita yang tidak mengenal Abu Bakr As Shiddiq radhiyallahu ‘anhu? Manusia terbaik setelah Rasulullah ﷺ. Dengan segenap kebesaran yang dmilikinya, beliau mengatakan kepada Rasulullah ﷺ: “Wahai Rasulullah, ajarkan kepada diriku sebuah doa, yang doa tersebut akan aku baca dalam setiap sholatku”. Rasulullah ﷺ mengatakan: ”Katakanlah:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

ALLOHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIROON, WA LAA YAGFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA, FAGH-FIRLII MAGHFIROTAN MIN ‘INDIKA, WARHAMNII INNAKA ANTAL GHOFUURUR ROHIIM

Artinya:

Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi (menganiaya) diriku sendiri dengan kezaliman yang sangat besar. Dan tidak ada yang dapat mengampuni diriku melainkan Engkau. Maka ampunilah diriku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan sayangilah diriku. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang [HR Bukhari 92/265), Muslim (2705) dan selain keduanya].

Perbanyaklah taubat dan istighfar. Itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya, sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran.
Ya Allah, tunjukkanlah hati kami ini agar selalu taat pada-Mu dan berusaha menjauhi setiap maksiat yang benar-benar telah Engkau larang, apalagi dosa syirik dan kekufuran. Amin Yaa Mujibbas Saailin.
Sumber tulisan:
https://rumaysho.com/1257-maksiat-menggelapkan-hati.html
https://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/luasnya-ampunan-allah
Silakan simak video berikut ini: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/videos/1797671007141724/
Perumpamaan yang bagus dari seorang guru, bahwa istighfar dan taubat akan menjadikan hati kita kembali bersih jernih, yang sebelumnya hitam karena dosa dan maksiat.