,

JIKA WAKTU HANYA DIHABISKAN UNTUK

JIKA WAKTU HANYA DIHABISKAN UNTUK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

JIKA WAKTU HANYA DIHABISKAN UNTUK …

Ibnul Qoyyim berkata:
“Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekadar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh, kematian lebih layak bagi dirinya.”  [Al Jawabul Kafi, 109]

 

Sumber: https://rumaysho.com/124-sungguh-kita-telah-banyak-menyia-nyiakan-waktu.html

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
Sumber: https://rumaysho.com/124-sungguh-kita-telah-banyak-menyia-nyiakan-waktu.html

 

 

#kematianlebihlayak, #nasihatulama, #petuahulama, #nasehatulama, #jikawaktuhanyadihabiskan, #pentingnyawaktu, #keutamaanwaktu, #waktu #masa

MANUSIA LEBIH BUTUH ILMU AGAMA DARIPADA MAKAN DAN MINUM

MANUSIA LEBIH BUTUH ILMU AGAMA DARIPADA MAKAN DAN MINUM

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

MANUSIA LEBIH BUTUH ILMU AGAMA DARIPADA MAKAN DAN MINUM

Manusia lebih membutuhkan ilmu (agama) daripada roti dan air minum. Karena manusia butuh kepada ilmu (agama) setiap waktu, sedangkan mereka membutuhkan roti dan air hanya sekali atau dua kali dalam sehari. [Imam Ahmad bin Hambal]

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#manusialebihbutuhilmuagama, #makandanminum #nasihatulama #petuahulama

 

,

HIKMAH MEMBUNUH CICAK

HIKMAH MEMBUNUH CICAK
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
HIKMAH MEMBUNUH CICAK
 
Pertanyaan:
Saya belum memahami hikmah perintah membunuh cicak. Jika membaca riwayat berikut: Diriwayatkan dari Imam Ahmad, “Bahwasanya ketika Ibrahim dilemparkan ke dalam api, maka mulailah semua hewan melata berusaha memadamkannya, kecuali cicak, karena sesungguhnya cicak itu mengembus-embus api yang membakar Ibrahim.” [HR. Imam Ahmad, 6:217]
 
Cicak yang mengembus agar api semakin membesar terjadi pada masa Nabi Ibrahim. Apakah cicak termasuk hewan terkutuk sehingga ia tetap harus dibunuh hingga akhir zaman? Bukankah cicak mengurangi populasi nyamuk?
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Pertama:
Terdapat banyak dalil yang memerintahkan kita untuk membunuh cicak, di antaranya:
 
Dari Ummu Syarik radhiallahu ‘anha; Nabi ﷺ memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau menyatakan:
“Dahulu cicak yang meniup dan memperbesar api yang membakar Ibrahim.” [HR. Muttafaq ‘alaih]
 
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“Siapa saja yang membunuh cicak dengan sekali bantingan, maka ia mendapat pahala sekian. Siapa saja yang membunuhnya dengan dua kali bantingan, maka ia mendapat pahala sekian (kurang dari yang pertama), ….” [HR. Muslim]
 
Dalam riwayat Muslim, dari Sa’ad, bahwa Nabi ﷺ memerintahkan untuk membunuh cicak, dan beliau menyebut (cicak) sebagai hewan fasiq (pengganggu).
 
Semua riwayat di atas menunjukkan, bahwa membunuh cicak hukumnya sunnah, TANPA pengecualian.
 
Kedua:
Sikap yang tepat dalam memahami perintah Nabi ﷺ adalah sikap “Sami’na wa atha’na” (tunduk dan patuh sepenuhnya) dengan berusaha mengamalkan sebisanya. Demikianlah yang dicontohkan oleh para sahabat radhiallahu ‘anhum, padahal mereka adalah manusia yang jauh lebih bertakwa dan lebih berkasih sayang terhadap binatang daripada kita. Di antara bagian dari sikap tunduk dan patuh sepenuhnya adalah menerima setiap perintah tanpa menanyakan hikmahnya. Dalam riwayat-riwayat di atas, tidak kita jumpai pertanyaan sahabat tentang hikmah diperintahkannya membunuh cicak. Mereka juga tidak mempertanyakan status cicak zaman Ibrahim jika dibandingkan dengan cicak sekarang. Jika dibandingkan antara mereka dengan kita, siapakah yang lebih menyayangi binatang?
 
Ketiga:
Penjelasan di atas tidaklah menunjukkan, bahwa perintah membunuh cicak tersebut tidak ada hikmahnya. Semua perintah dan larangan Allah ada hikmahnya. Hanya saja ada hikmah yang zahir, sehingga bisa diketahui banyak orang, dan ada hikmah yang tidak diketahui banyak orang. Adapun terkait hikmah membunuh cicak, disebutkan oleh beberapa ulama sebagai berikut:
 
Imam An-Nawawi menjelaskan: “Para ulama sepakat, bahwa cicak termasuk hewan kecil yang mengganggu.” [Syarh Shahih Muslim, 14:236]
 
Al-Munawi mengatakan: “Allah memerintahkan untuk membunuh cicak karena cicak memiliki sifat yang jelek, sementara dulu, dia meniup api Ibrahim sehingga (api itu) menjadi besar.” [Faidhul Qadir, 6:193]
 
Keempat:
Hikmah yang disebutkan di atas hanya sebatas untuk semakin memotivasi kita dalam beramal, bukan sebagai dasar beramal. Karena dasar kita beramal adalah perintah yang ada pada dalil, dan bukan hikmah perintah tersebut, baik kita tahu hikmahnya maupun tidak.
 
Kelima:
Segala sesuatu memiliki manfaat dan madarat. Kita yang pandangannya terbatas akan menganggap, bahwa cicak memiliki beberapa manfaat yang lebih besar daripada madaratnya. Namun bagi Allah Dzat yang pandangan-Nya sempurna, hal tersebut menjadi lain. Allah menganggap madarat cicak lebih besar dibandingkan manfaatnya. Karena itu Allah memerintahkan untuk membunuhnya. Siapa yang bisa dijadikan acuan: Pandangan manusia yang serba kurang dan terbatas, ataukah pandangan Allah yang Maha Sempurna?
 
Keenam:
Manakah yang lebih penting, antara mengamalkan perintah syariat atau melestarikan hewan, namun tidak sesuai dengan perintah syariat? Orang yang kenal agama akan mengatakan: “Mengamalkan perintah syariat itu lebih penting. Jangankan hanya sebatas cicak, bila perlu, harta, tenaga, dan jiwa kita korbankan demi melaksanakan perintah jihad, meskipun itu adalah jihad yang sunnah.”
 
Semoga perenungan ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk tunduk dan patuh pada aturan syariat Allah. Allahu a’lam.
 
 
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits, dari Tim Dakwah Konsultasi Syariah.
[Artikel www.KonsultasiSyariah.com]
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: nasihatsahab[email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#membunuhcicak, #cicakdidalamalquran, #dakwahsunnah, #mutiarasunnah, #hukum, #ibrahimdilemparkankeapi, #kisahcicakdalamalquran, #membunuhbinatang, #memperbesarapi,  #perintahrasul,  #membunuhcicak,# sunnahmembunuhcicak, #bunuhcicak, #cicak, #tokek, #hewan, #binatang, #fasik, #fasiq, #Samina waathana, #tundukdanpatuhsepenuhnya, #Sami’nawaathona, #hikmahmembunuhcicak,
, ,

BAGI YANG SADAR, TAK AKAN TERTIPU PUJIAN

BAGI YANG SADAR, TAK AKAN TERTIPU PUJIAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
BAGI YANG SADAR, TAK AKAN TERTIPU PUJIAN
 
Al-Imam Sufyan bin Uyainah rahimahullah berkata:
 
«قال العلماء: لا يَغُرُّ المَدحُ مَن عَرَفَ نفسَهُ!»
“Para ulama mengatakan, bahwa pujian orang tidak akan menipu orang yang tahu diri (menyadari dirinya memiliki banyak aib dan kekurangan -pent).” [Hilyatul Auliya’, jilid 7 hlm. 332]
 
 
Sumber: @JakartaMengaji
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #petuahulama #pujian, #tertipupujian, #aib, #sadariaibsendiri, #adab, #akhlak #akhlaq
,

KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT, DI SAAT FITNAH MELANDA

KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT, DI SAAT FITNAH MELANDA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KARAKTERISTIK ULAMA BESAR ADALAH MENENANGKAN & MEMBERIKAN BIMBINGAN TERBAIK KEPADA UMAT, DI SAAT FITNAH MELANDA
 
Al-Imam an-Nawawy rahimahullahu berkata:
 
ينبغي للعالم والرجل العظيم المُطاع وذي الشّهرة أن يُسكّن الناس عند الفتن ويعظهُم ويوضّح لهم الدلائل.
“Seorang ulama, orang yang besar dan banyak pengikutnya dan orang yang terkenal, seharusnyalah melakukan upaya-upaya yang menimbulkan ketenangan bagi manusia di masa fitnah, menasihati mereka, dan menjelaskan kepada mereka bimbingan-bimbingan yang terbaik.” [Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj, jilid 2 hlm. 107]
 
Sumber: @JakartaMengaji
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #petuahulama, #karakteristik, #ciriciri, #tandatanda, #karekteristikulamabesar, #syaikh, #syeikh, #menenangkan, #memberikanbimbinganterbaik, #fitnahmelanda, #fitnahujian, #cobaan
, , ,

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
 
 
قال الحسن رحمه الله: هل تدرون ما التواضع؟ التواضع: أن تخرج من منزلك فلا تلقى مسلماً إلا رأيت له عليك فضلاً .
 
Al Hasan Al Bashri berkata:
“Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang Muslim. Kemudian engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.”
 
يقول الشافعي: « أرفع الناس قدرا : من لا يرى قدره ، وأكبر الناس فضلا : من لا يرى فضله »
 
Imam Asy Syafi’i berkata:
“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 304]
 
يقول بشر بن الحارث: “ما رأيتُ أحسنَ من غنيّ جالسٍ بين يدَي فقير”.
 
Basyr bin Al Harits berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang kaya yang duduk di tengah-tengah orang fakir.” Yang bisa melakukan demikian tentu yang memiliki sifat tawadhu’.
 
قال عبد الله بن المبارك: “رأسُ التواضعِ أن تضَع نفسَك عند من هو دونك في نعمةِ الله حتى تعلِمَه أن ليس لك بدنياك عليه فضل [أخرجه البيهقي في الشعب (6/298)].
 
‘Abdullah bin Al Mubarrok berkata:
“Puncak dari tawadhu’ adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 298]
 
قال سفيان بن عيينة: من كانت معصيته في شهوة فارج له التوبة فإن آدم عليه السلام عصى مشتهياً فاستغفر فغفر له، فإذا كانت معصيته من كبر فاخش عليه اللعنة. فإن إبليس عصى مستكبراً فلعن.
 
Sufyan bin ‘Uyainah berkata:
“Siapa yang maksiatnya karena syahwat, maka tobat akan membebaskan dirinya. Buktinya saja Nabi Adam ‘alaihis salam bermaksiat karena nafsu syahwatnya, lalu ia bersitighfar (memohon ampun pada Allah), Allah pun akhirnya mengampuninya. Namun jika siapa yang maksiatnya karena sifat sombong (lawan dari tawadhu’), khawatirlah karena laknat Allah akan menimpanya. Ingatlah bahwa Iblis itu bermaksiat karena sombong (takabbur), lantas Allah pun melaknatnya.”
 
قال أبو بكر الصديق: وجدنا الكرم في التقوى ، والغنى في اليقين ، والشرف في التواضع.
 
Abu Bakr Ash Shiddiq berkata:
“Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qona’ah (merasa cukup) muncul karena yakin (pada apa yang ada di sisi Allah), dan kedudukan mulia didapati dari sifat tawadhu’.”
 
قال عروة بن الورد :التواضع أحد مصائد الشرف، وكل نعمة محسود عليها إلا التواضع.
 
‘Urwah bin Al Warid berkata:
“Tawadhu’ adalah salah satu jalan menuju kemuliaan. Setiap nikmat pasti ada yang merasa iri, kecuali pada sifat tawadhu’.”
 
قال يحيى بن معين :ما رأيت مثل أحمد بن حنبل!! صحبناه خمسين سنة ما افتخر علينا بشيء مما كان عليه من الصلاح والخير
 
Yahya bin Ma’in berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang semisal Imam Ahmad! Aku telah bersahabat dengan beliau selama 50 tahun, namun beliau sama sekali tidak pernah menyombongkan diri terhadap kebaikan yang ia miliki.”
 
قال زياد النمري :الزاهد بغير تواضع .. كالشجرة التي لا تثمر
 
Ziyad An Numari berkata:
“Orang yang zuhud namun tidak memiliki sifat tawadhu adalah seperti pohon yang tidak berbuah.”
 
Ya Allah, muliakanlah kami dengan sifat tawadhu’ dan jauhkanlah kami dari sifat sombong.
 
اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ
 
Allahummah-diinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdi li-ahsaniha illa anta.
 
Artinya:
Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlak tersebut kecuali Engkau.” [HR. Muslim no. 771]
 
Wallahu waliyyut taufiq.
 
 
 
Sumber: Rumaysho.com
 
Catatan Kaki
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #nasehatulama, #petuahulama, #tawadhuk, #tawaduk, #tawadho, #tawado, #arti, #definisi, #makna #doazikir, #doa, #doa, #zikir, #mohon, #memohon, #akhlaqmulia, #akhlakmulia

 

, ,

HINANYA MENJADI BUDAK DUNIA

HINANYA MENJADI BUDAK DUNIA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
HINANYA MENJADI BUDAK DUNIA
Al-Hasan al-Bashry rahimahullah mengatakan seraya bersumpah:
«ما أعز أحد الدرهم إلا أذله الله عز وجل»
“Tidaklah seseorang memuliakan Dirham (harta), kecuali Allah Azza wa Jalla pasti menghinakannya.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dalam az-Zuhd, no. 1556]
Sumber: @JakartaMengaji
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#duniaituhina, #laranganmemuliakandunia, #Dirham, #muliakanDirham, #Allahakanmenghinakan #hinanyamenjadibudakdunia, #budakdunia
,

TIDAK BERHARAP SEDIKIT PUN KEPADA MAKHLUK MERUPAKAN KUNCI PERTOLONGAN DARI ALLAH

TIDAK-BERHARAP-SEDIKIT-PUN-KEPADA-MAKHLUK-MERUPAKAN-KUNCI-PERTOLONGAN-ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
TIDAK BERHARAP SEDIKIT PUN KEPADA MAKHLUK MERUPAKAN KUNCI PERTOLONGAN DARI ALLAH
 
Al-Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata:
 
والله، لو يئست من الخلق حتى لا تريد منهم شيئا، لأعطاك الله مولاك كل ما تريد.
“Demi Allah, seandainya engkau benar-benar putus asa dari makhluk hingga engkau tidak berharap sedikit pun dari mereka, niscaya Allah akan memberimu semua yang engkau inginkan.” ]Jami’ul Ulum wal Hikam, hlm. 264]
 
Sumber: @JakartaMengaji
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#tidakberharapsedikitpun, #mahluq, #mahluk, #berharapkepadaAllahsaja, #menyandarkandirikepadaAllah,#mencariridaAllah, #ridha, #ridho, #rida, #Allahsemata, #bukanmencariridamanusia, #ridhamanusia
,

ORANG YANG TERTIPU

ORANG YANG TERTIPU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
ORANG YANG TERTIPU
 
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah berkata:
 
قال الذهبي رحمه الله:
كل من لم يَخْشَ أن يكون في النار، فهو مغرور قد أمن مكر الله به.
سير أعلام النبلاء ٢٩١/٦
“Setiap orang yang tidak takut kalau dirinya akan masuk di Neraka berarti dia telah tertipu, telah merasa aman dari makar Allah terhadap dirinya.” [Siyar A’lam An-Nubala 6/291]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#orangyangtertipu, #tertipu, #tipuan, #tidaktakutmasukNeraka, #makarAllah, #tidaktakut

a, #makar llah, #tidak akut

,

DALAM MENASIHATI, JANGAN MENUNGGU DIRI MENJADI SEMPURNA

DALAM MENASIHATI, JANGAN MENUNGGU DIRI MENJADI SEMPURNA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
DALAM MENASIHATI, JANGAN MENUNGGU DIRI MENJADI SEMPURNA
 
Berikanlah nasihat dan pesan kebaikan kepada orang lain, walaupun Anda masih banyak kekurangan. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:

فلا بد للإنسان من الأمر بالمعروف و النهي عن المنكر و الوعظ و التذكير و لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه و سلم أحد لأنه لا عصمة لأحد بعده

“Tetap bagi setiap orang untuk mengajak yang lain pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Tetap ada saling menasihati dan saling mengingatkan. Seandainya yang mengingatkan hanyalah orang yang maksum (yang bersih dari dosa, pen.), tentu tidak ada lagi yang bisa memberi nasihat sepeninggal Nabi . Karena sepeninggal Nabi  tidak ada lagi yang maksum.” [Lathaif Al-Ma’arif fima Al-Mawasim Al-‘Aam mi Al-Wazhaif. Cetakan pertama, tahun 1428 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Penerbit Al-Maktab Al-Islami]

Justru dengan langkah ‘memberi nasihat’ itu, kita akan berusaha menjadi lebih baik, dan menambah rasa ‘malu’ kita untuk bermaksiat.
 
Dan pahala untuk orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain TIDAK disyaratkan harus menjadi sempurna atau harus melakukannya lebih dulu. Wallahu a’lam.
 
“SIAPAPUN yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala orang yang melakukannya”, sebagaimana sabda Nabi ﷺ.
 
 
Penulis: Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى
Sumber: http://bbg-alilmu.com/archives/10635

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

 

 

#haruskahsempurna, #amarmarufnahimungkar, #tidakharussempurnadahulu, #memberikannasihat, #nasihat, #nasehat, #hilangpemberinasihat, #minimlahorangorangyangmaumengingatkan #orangsempurna #tunggusempurna #jangantunggusempurna #janganmenunggusempurnadahulu #memberinasihat #memberinasehat #menasehati #menasihati #bersihdaridosa, #maksum, #makshum #syaratmenasehati, #syaratmenasihati, #syarat