,

APAKAH MAKNA HADIS: IPAR ADALAH KEMATIAN?

APAKAH MAKNA HADIS: IPAR ADALAH KEMATIAN?

??  APAKAH MAKNA HADIS: IPAR ADALAH KEMATIAN?  ??

✅Rasulullah ﷺ bersabda:

إيَّاكُمْ والدخول على النساءِ فقالَ رجلٌ منَ الأنصار يا رسولَ الله أفرأيتَ الْحَمُو قالَ الْحَمُو الموت

?“Janganlah kalian memasuki tempat para wanita. Maka berkata seorang lelaki dari kaum Anshar: Wahai Rasulullah, bagaimana dengan ipar? Rasulullah ﷺ berkata: Ipar adalah kematian.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu’anhu]

? MAKNA “IPAR ADALAH KEMATIAN”

Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata:

المعنى أن خلوة الرجل بامرأة أخيه أو بن أخيه تنزل منزلة الموت والعرب تصف الشيء المكروه بالموت

? “Maknanya adalah seorang laki-laki yang berdua-duaan dengan istri saudaranya atau istri ponakannya sama seperti kematian (yang tidak disukai), dan kebiasaan orang Arab menyifatkan sesuatu yang tidak disukai dengan kematian.” [Fathul Baari, 9/332]

➡️Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:

? “Maknanya adalah berdua-duaan dengan kerabat suami bisa jadi lebih sering dibanding dengan selainnya. Demikian pula kejelekan dan fitnah (godaan yang menjerumuskan kepada zina) dengan ipar lebih besar, karena (umumnya) sangat memungkinkan untuk berhubungan dan berdua-duaan dengannya tanpa mendapat teguran. Berbeda dengan wanita lain (yang umumnya mendapat teguran orang).” [Fathul Baari, 9/332]

➡️Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

? “Dikatakan bahwa berdua-duaan bersama ipar (adalah maut) maksudnya dapat mengantarkan kepada kebinasaan agama seseorang, apabila terjadi kemaksiatan. Atau mengantarkan kepada kematian, apabila terjadi kemaksiatan (zina) dan wajib untuk dirajam (dilempari batu sampai mati dengan perintah penguasa). Atau mengantarkan kepada kehancuran wanita tersebut karena bercerai dengan suaminya, apabila suaminya cemburu sehingga menceraikan istrinya itu. Semua makna ini diisyaratkan oleh Al-Qurthubi.” [Fathul Baari, 9/332]

➡️Al-Qusyairi rahimahullah berkata:

? “Seakan dikatakan: Barang siapa yang sengaja melakukan hal itu, maka lebih baik mati, daripada berdua-duaan dengan ipar. Bisa juga maknanya adalah diserupakannya ipar dengan kematian, dari sisi tidak disukainya berdua-duaan dengannya. Maka sebagaimana kematian itu tidak disukai, demikian pula berdua-duaan dengan ipar tidak dibolehkan.” [Ihkaamul Ahkaam, hal. 398]

?#Beberapa_Pelajaran:

1️⃣ Al-Hamwu ‘ipar’ yang dimaksud di sini, bagi seorang wanita maka ipar adalah kerabat suami yang tidak termasuk mahram bagi istri, tidak terbatas saudara (adik atau kakak laki-laki suami) tapi seluruh kerabatnya yang bukan mahram seperti pamannya, sepupunya dan lain-lain. Adapun mahram istri dari kerabat suami adalah seperti bapak mertua dan seterusnya ke atas, anak suami (anak tiri) dan seterusnya ke bawah [Lihat Fathul Baari, 9/331]

2️⃣ Dalam hadis yang mulia ini disebutkan larangan memasuki ruangan atau tempat wanita, dan apabila disertai khalwat (berdua-duaan) tentu lebih terlarang lagi [Lihat Fathul Baari, 9/331]

3️⃣ Peringatan keras untuk menjauhi perbuatan maksiat, terutama dosa-dosa besar seperti zina, karena akibatnya yang sangat berbahaya, sehingga diserupakan dengan bahaya kematian.

4️⃣ Peringatan keras dari memasuki ruangan atau tempat para wanita, terlebih lagi berdua-duaan antara laki-laki dan wanita non-mahram.

5️⃣Dosa zina orang yang sudah pernah menikah lebih besar daripada yang belum pernah menikah, makanya hukuman untuk pelakunya di dunia dibedakan. Bagi yang sudah menikah sampai pada hukuman mati dengan cara dirajam.

?Baca Selengkapnya:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/647982875351198:0

http://sofyanruray.info/ipar-adalah-kematian/

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *