PILAR-PILAR KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
PILAR-PILAR KEHIDUPAN SEORANG MUKMIN
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اَللَّهِ مِنْ اَلْمُؤْمِنِ اَلضَّعِيفِ, وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ, اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ, وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَكَذَا, وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ; فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ اَلشَّيْطَانِ
 
“Mukmin yang kuat imannya lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah imannya, namun pada keduanya terdapat kebaikan. Bersemangatlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah kamu lemah. Dan apabila kamu ditimpa suatu musibah, maka janganlah kamu katakan: “Andaikan aku melakukan yang ini, tentunya yang akan terjadi ini dan itu” tetapi katakanlah:
 
قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
 
“Qoddarollaahu wa maa syaa-a fa’ala” (bisa juga dibaca: Qodarullaahi wa maa syaa-a fa’ala)
 
“Allah telah menakdirkan. Dan apa yang Dia kehendaki, maka Dia melakukannya.” Karena sesungguhnya ucapan “Andaikan” membuka amalan setan.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
 
Dalam hadis yang mulia ini terdapat pilar-pilar penting yang menopang kehidupan seorang Mukmin, untuk meraih kebahagiaan di dunia dan Akhirat, yaitu:
 
1) Kekuatan iman. Inilah kekuatan yang dimaksudkan dalam hadis ini, bukan kekuatan fisik belaka.
 
2) Bersemangat dalam meraih sesuatu yang bermanfaat. Ini mencakup manfaat untuk kehidupan dunia, terlebih lagi untuk kehidupan yang kekal di Akhirat.
 
3) Meninggalkan yang tidak bermanfaat, apalagi yang membahayakan di dunia dan Akhirat.
 
4) Senantiasa meminta pertolongan kepada Allah taala dan berharap serta bergantung hanya kepada-Nya.
 
5) Tidak takjub dan tidak sombong dengan kemampuan diri.
 
6) Tidak merasa lemah, selalu optimis dan bersemangat.
 
7) Apabila yang ditakdirkan tidak sesuai harapan dan cita-cita, maka terimalah takdir tersebut dengan lapang dada, seraya tetap bergantung kepada Allah taala untuk meraih yang lebih baik di masa yang akan datang.
 
8) Apabila telah terjadi musibah tidak lagi berandai-andai ke belakang, karena itu tanda kelemahan.
 
9) Beriman dengan takdir Allah taala dan berserah diri kepada-Nya, serta beradab dalam ucapan terhadap takdir-Nya.
 
10) Tidak membuka pintu bagi setan dan tidak menuruti godaan dan tipu dayanya.
 
 
 
 
Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
 
 
#pilarpilarkehidupanseorangmukminِ #imankuat #imanlemah #tinggalkanyangtidakbermanfaat #ujub #sombong #riya #dasardasarkehidupanmukmin
2018-02-05T04:30:51+00:00 5 February 2018|Adab & Akhlak, Akidah & Tauhid, Fikih dan Muamalah, Hadis, Landasan Agama, Manhaj|0 Comments

Leave A Comment

three + five =