Muslimah

MAKNA QS. SAD: 72 TENTANG PENIUPAN ROH KE JASAD MANUSIA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#FaidahTafsir
MAKNA QS. SAD: 72 TENTANG PENIUPAN ROH KE JASAD MANUSIA
Pertanyaan:
Apa makna QS. Sad: 72, yang isinya tentang Peniupan Roh ke Jasad Manusia?
Bagi sebagian orang, ini dijadikan dalil, bahwa diri manusia memiliki Unsur Ilahiyah (Ketuhanan), karena mereka memaknai, bahwa Allah meniupkan sebagian roh-Nya, merujuk pada kata “Mir ruuhi” {bukan diartikan roh (ciptaan)-Nya}.
Menurut saya itu tidak tepat. Saya sendiri belum pernah mendengar ucapan ulama Manhaj Salaf mengatakan manusia ada unsur Ketuhanan.
Bagaimana yang benar? Dan bagaimana kita menyanggah pernyataan orang-orang tersebut?
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
KELIRU jika difahami, “Min Ruhii itu adalah Roh-Nya Allah”. Mereka hanya main akal-akalan saja, ketika memahami roh Allah yang ditiupkan. Ini TIDAK MUNGKIN, baik secara akal maupun secara syari.
Seperti Allah mengatakan Baitullah Rumah Milik Allah, bukan berarti rumah tersebut adalah bagian dari Allah. Naudzubillah min dzalik. Tapi maksud dari rumah Allah, adalah rumah Milik Allah.
Kalau dikatakan rumah bagian dari Allah, berarti Allah menyatu dengan segala hal di dunia, karena semua milik Allah. Apa kita akan mengatakan, bahwa Allah menyatu degan segala sesuatu? Naudzubillah min dzalik.
Tapi maksud dari Ruuhii (Roh-Ku) adalah roh yang diciptakan oleh Allah, dan roh tadi adalah makhluk, bukan bagian dari diri Allah ta’ala. Dan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sepakat, maksud dari roh dalam ayat tadi adalah makhluk ciptaan Allah, bukan bagian dari Allah.
Imam Ibnu Abil ‘Izz Al Hanfi berkata:

 وَاتَّفَقَ أَهْلُ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ أَنَّهَا مَخْلُوقَةٌ, وَمِمَّنْ نَقَلَ الْإِجْمَاعَ عَلَى ذَلِكَ: مُحَمَّدُ بْنُ نَصْرٍ الْمَرْوَزِيُّ، وَابْنُ قُتَيْبَةَ وَغَيْرُهُمَا

 “Dan Ahlus Sunnah bersepakat, bahwa roh tadi adalah makhluk. Di antara yang menukil ijma’ ini adalah Muhammad bin Nasr Al Marwazi dan Ibnu Qutaibah dan yang lainnya”
[Sumber Syarah Aqidah Thahawiyah: 1/391]
Wallahu a’lam
 
Dijawab dengan ringkas oleh: Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله
Sumber: https://bimbinganislam.com/makna-qs-shaad-72/
 
 

Admin Nasihat Sahabat

Artikel Terbaru

CAHAYA SEMPURNA DI HARI KIAMAT

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ CAHAYA SEMPURNA DI HARI KIAMAT عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن…

3 months lalu

DENGAN DALIH TOLERANSI, JANGAN SAMPAI KITA KEBABLASAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ DENGAN DALIH TOLERANSI, JANGAN SAMPAI KITA KEBABLASAN Dengan dalih toleransi, jangan sampai kita kebablasan.…

7 months lalu

BOLEH TOLERANSI, TAPI JANGAN KEBABLASAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   BOLEH TOLERANSI, TAPI JANGAN KEBABLASAN Boleh toleransi, tapi jangan kebablasan. Tidak sedikit orang…

7 months lalu

BOLEH DAN TIDAK BOLEH TERHADAP NON-MUSLIM (TAUTAN e-BOOK)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   BOLEH DAN TIDAK BOLEH TERHADAP NON-MUSLIM (TAUTAN e-BOOK) Agar toleransi tidak kebablasan, cobalah…

7 months lalu

LIMA PRINSIP RUMAH TANGGA ISLAMI (E-BOOK)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   LIMA PRINSIP RUMAH TANGGA ISLAMI (E-BOOK) Islam agama yang sempurna. Maka pasti ada…

7 months lalu

KABAR GEMBIRA BAGI YANG TELAH MENYESALI DOSANYA (e-BOOK)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ   KABAR GEMBIRA BAGI YANG TELAH MENYESALI DOSANYA (e-BOOK) Oleh: Ustadz: Dr. Abu Hafizhah…

7 months lalu