بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
⛱ ANJURAN SYARIAT UNTUK MENJAGA KENYAMANAN ORANG LAIN
✅Rasulullah ﷺ bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
“Sungguh aku melihat seseorang mendapatkan kenikmatan di Surga, karena memotong sebuah pohon di tengah jalan yang mengganggu manusia.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
1️⃣ Banyaknya pintu-pintu kebaikan, tidak sepantasnya untuk disia-siakan.
2️⃣ Keutamaan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan. Bahwa hal itu termasuk sebab masuk Surga, dan hendaklah dilakukan ikhlas karena Allah ta’ala.
3️⃣ Surga dan Neraka telah diciptakan berdasarkan Alquran dan As-Sunnah serta Ijma’ ulama.
4️⃣ Besarnya pahala menghilangkan gangguan terhadap kaum Muslimin secara fisik. Maka menghilangkan gangguan yang dapat merusak iman dan takwa tentu lebih besar lagi pahalanya, yaitu dengan megajarkan Alquran dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salaf, dan membantah kesesatan.
Maka termasuk yang sangat mengganggu manusia, baik mereka sadar diganggu atau tidak, adalah beredarnya berbagai pemahaman yang menyimpang, dan ajakan-ajakan yang merusak moral, terlebih di masa merebaknya media-media sosial dan mudahnya akses internet di masa ini.
5️⃣ Wajib bagi pemerintah Muslim untuk menghilangkan gangguan terhadap agama kaum Muslimin, yaitu melarang dan menindak para da’i sesat yang mengajak kepada kesesatan.
▶️Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullahu ta’ala berkata:
والواجب على ولاة الأمور أن يزيلوا الأذى عن طريق المسلمين، أي أن يزيلوا كل داعية إلى شر، أو إلى إلحاد، أو إلى مجون، أو إلى فسوق بحيث يمنع من نشر ما يريد من أي شيء كان من الشر والفساد، وهذا هو الواجب.
“Wajib atas pemerintah untuk menghilangkan gangguan dari jalan kaum Muslimin, yaitu hendaklah mereka menghalangi setiap da’i yang mengajak kepada kejelekan, kesesatan, kegilaan dan kefasikan, dengan melarang mereka untuk menyebarkan kejelekan dan kerusakan yang mereka iginkan. Inilah yang diwajibkan.” [Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/176-177]
? [Disarikan dari Syarhu Riyadhis Shalihin lisy Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah, 2/175-177]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
✏ Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
? Sumber:
http://sofyanruray.info/anjuran-syariat-untuk-menjaga-kenyamanan-orang-lain/
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ CAHAYA SEMPURNA DI HARI KIAMAT عن بُريدَة – رضي الله عنه – ، عن…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ DENGAN DALIH TOLERANSI, JANGAN SAMPAI KITA KEBABLASAN Dengan dalih toleransi, jangan sampai kita kebablasan.…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ BOLEH TOLERANSI, TAPI JANGAN KEBABLASAN Boleh toleransi, tapi jangan kebablasan. Tidak sedikit orang…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ BOLEH DAN TIDAK BOLEH TERHADAP NON-MUSLIM (TAUTAN e-BOOK) Agar toleransi tidak kebablasan, cobalah…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ LIMA PRINSIP RUMAH TANGGA ISLAMI (E-BOOK) Islam agama yang sempurna. Maka pasti ada…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ KABAR GEMBIRA BAGI YANG TELAH MENYESALI DOSANYA (e-BOOK) Oleh: Ustadz: Dr. Abu Hafizhah…