بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

 

TINGGALKANLAH SIFAT MENCARI-CARI AIB DAN KESALAHAN ORANG LAIN

Ibnu Qudamah رحمه اللَّه berkata

“Jauhilah engkau menyibukkan diri dengan memerbaiki orang lain, sebelum engkau memerbaiki dirimu sendiri.” [Minhajul Qooshidin hal 22]

Berkata Al-Imam Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban rahimahullah:

“Wajib bagi orang yang berakal untuk senantiasa menetapi (mencari) keselamatan dirinya, dengan meninggalkan perbuatan tajassus (mencari-cari aib orang lain). Hendaklah ia senantiasa sibuk memerbaiki aibnya sendiri.

Karena sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan aibnya sendiri dan melupakan aib orang lain, maka hatinya akan menjadi tenteram dan tidak akan merasa lelah.

Maka setiap kali dia melihat aib yang ada pada dirinya, dia akan merasa ringan, tatkala melihat aib yang serupa ada pada saudaranya.

Sementara orang yang senantiasa sibuk dengan mencari aib orang lain dan melupakan aibnya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih, dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya.” [Raudhatul ‘Uqala Wa Nuzhatul Fudhala’ hal. 131]

Al-Imam Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban rahimahullah juga mengatakan:
“Mencari-cari kesalahan orang termasuk cabang dari kemunafikan, seperti halnya berbaik sangka temasuk cabang dari keimanan. Dan orang yang berakal akan berbaik sangka terhadap saudara-saudaranya, dan merasa gundah dan sedih dengan aib-aib sendiri. Seperti halnya orang yang bodoh akan berburuk sangka terhadap saudara-saudaranya, dan tidak berpikir dengan kesalahan-kesalahan dan kelalaian-kelalaiannya sendiri.” [Raudhatul ‘Uqala Wa Nuzhatul Fudhala’ hal 133]

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Twitter: @NasihatSalaf
Facebook:
https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

Baca juga:
TINGGALKANLAH SIFAT MENCARI-CARI AIB DAN KESALAHAN ORANG LAIN