, ,

UJIAN KETAWADHUAN NABI

UJIAN KETAWADHUAN NABI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#TazkiyatunNufus
#MutiaraSunnah

UJIAN KETAWADHUAN NABI ﷺ

Ketika Nabi Sulaiman ‘alaihis salam berdoa dan memohon meminta diberi kerajaan:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi.” (QS. Shad: 38)

Maka Rasulullah ﷺ memilih hidup sederhana sebagai hamba, ketika ditawarkan kerajaan. Hal ini agar menjadi contoh bagi semesta alam, bahwa beliau ﷺ tidak punya urusan yang banyak di dunia.

كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يُحَدِّثُ، أَنَّ اللهَ أَرْسَلَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَلَكًا مِنَ الْمَلَائِكَةِ مَعَ الْمَلَكِ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ لَهُ الْمَلَكُ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللهَ عَزَّ جَلَّ يُخَيِّرُكَ بَيْنَ أَنْ تَكُونَ نَبِيًّا عَبْدًا، أَوْ نَبِيًّا مَلِكًا، فَالْتَفَتَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى جِبْرِيلَ كَالْمُسْتَشِيرِ، فَأَوْمَأَ إِلَيْهِ أَنْ تَوَاضَعْ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بَلْ نَبِيًّا عَبْدًا»

“Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma menceritakan, bahwa Allah pernah mengutus salah satu malaikat  bersama malaikat  Jibril ‘alaihissalam kepada Nabi ﷺ.  Kemudian malaikat  tersebut berkata: “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa jalla memberikan pilihan bagimu (Muhammad), apakah engkau mau menjadi sebagai seorang hamba dan Nabi, ataukah engkau mau menjadi sebagai seorang nabi dan raja?”.

Lantas Rasulullah ﷺ menoleh kepada Jibril, seolah-olah meminta pendapat beliau. Maka Jibril memberi isyarat kepada Nabi ﷺ, agar beliau  tawadhu. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata:

“Aku ingin menjadi sebagai seorang nabi dan hamba.” [Mu’jam Kabir litthabrani no.10686, tahqiq Hamdi bin Abdul majid As-Salafi, Mu’jam Al-Aushoth no. 6937 dan Az-Zuhdi Al-Kabir lilbaihaqi no. 447]

 

Penulis: dr. Raehanul Bahraen
Editor: Muhammad Abduh Tuasikal

Dinukil dari: https://muslim.or.id/10520-alasan-mengapa-nabi-muhammad-mempunyai-kedudukan-yang-tinggi.html

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *