Posts

, , ,

BATASAN WAKTU ZIKIR PAGI DAN PETANG

BATASAN WAKTU ZIKIR PAGI DAN PETANG
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
BATASAN WAKTU ZIKIR PAGI DAN PETANG
 
Asy-Syaikh Al-Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah ditanya:
 
Pertanyaan: Kapan batasan waktu zikir pagi dan petang?
 
Jawaban: Waktu zikir pagi itu dari terbitnya fajar dan waktu zikir sore itu dari tergelincirnya matahari, yakni waktu Zuhur. Ini semua adalah waktu-waktu berzikir, di waktu kapan saja ia teringat pada waktu-waktu tersebut. Sesudah tergelincir matahari, sesudah Zuhur, sesudah Ashar, sesudah Maghrib, semuanya termasuk waktu petang. Maka jika ia teringat (membaca) zikirnya di waktu kapan saja dari waktu petang ini, berarti ia telah melakukannya pada waktunya.
 
Demikian juga waktu pagi, jika telah terbit fajar, jika ia membaca zikirnya setelah terbit fajar langsung, sesudah shalat Subuh, atau sesudah tinggi matahari hingga matahari berada di pertengahan langit, ini semua adalah waktu berzikir, yakni zikir pagi.
 
 
 
 
 
 
وقت أذكار الصباح والمساء.
 
السؤال:
وقت أذكار الصباح والمساء بالتّحديد؟
 
 
الجواب: وقت أذكار الصباح من طلوع الفجر، ووقت أذكار المساء من زوال الشمس، وقت الظهر، كل هذا وقت للأذكار، في أي وقت ذكرها من هذا الوقت، بعد الزوال، بعد الظهر، بعد العصر، بعد المغرب كله مساء، فإذا ذكر الأذكار، في أي وقت من المساء، فقد جاء به في وقته، وكذلك الصباح، إذا طلع الفجر، إذا أتى بالأذكار بعد طلوع الفجر، مباشرة، بعد صلاة الفجر، بعد ارتفاع الشمس، إلى أن تتوسَّط الشمس في كبد
 
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

 

#dzikirpagipetang #zikirpagipetang #dzikirpagisore #zikirpagisore #dzikirpagisiang #zikirpagisiang #doazikir #dzikir #zikir #bacaan #sesuaisunnah #kapanwaktunyaberzikir #batasanwaktu

 
,

BACAAN ZIKIR PETANG SESUAI SUNNAH

BACAAN ZIKIR PETANG SESUAI SUNNAH
BACAAN DZIKIR PETANG SESUAI SUNNAH
 
(Waktunya adalah sesudah tergelincirnya matahari: sesudah Zuhur, sesudah Ashar, sesudah Maghrib, semuanya termasuk waktu petang. Maka jika ia teringat (membaca) zikirnya di waktu kapan saja dari waktu petang ini, berarti ia telah melakukannya pada waktunya)
 
 
 
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
 
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
 
[1] Membaca Ayat Kursi
 
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
 
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” [QS. Al Baqarah: 255] (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]
 
[2] Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
 
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” [QS. Al Ikhlas: 1-4] (Dibaca tiga kali)
 
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
 
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. [QS. Al Falaq: 1-5] (Dibaca tiga kali)
 
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
 
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” [QS. An Naas: 1-6] (Dibaca tiga kali)
 
Faidah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya. [2]
 
 
[3]
 
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
 
Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
 
Artinya:
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa Neraka, yang merupakan siksa terberat di Hari Kiamat kelak. [3]
 
 
[4]
 
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
 
Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
 
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca satu kali) [4]
 
[5] Membaca Sayyidul Istighfar
 
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ.
 
Allohumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduk wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzubika min syarrimaa shona’tu. Abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ulaka bidza(n)bii. Faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
 
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah. Engkaulah yang telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Dengan segenap kemampuanku, aku akan tetap setia pada perjanjian-Mu dan janji-Mu (sedapat mungkin aku akan setia untuk tetap mengesakan-Mu, dan percaya pada kebenaran janji-Mu padaku -pent). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dan aku pun mengakui dosa-dosa yang telah aku perbuat. Maka, mohon berilah aku ampunan karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Barang siapa mengucapkan zikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni Surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni Surga. [5]
 
 
[6]
 
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
 
 
Allahumma inni amsaytu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
 
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca empat kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan zikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa Neraka. [6]
 
[7]
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
 
 
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ugh-taala min tahtii.
 
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan Akhirat.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut.
Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku.
Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Rasulullah ﷺ tidaklah pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. [7]
 
 
[8]
 
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
 
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa Muslim.
 
Artinya:
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah ﷺ pada Abu Bakr Ash Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. [8]
 
[9]
 
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
 
 
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
 
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca tiga kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan zikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba yang memudaratkannya. [9]
 
[10]
 
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
 
 
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
 
Artinya:
“Aku rida Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad ﷺ sebagai nabi.” (Dibaca tiga kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan hadis ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas bagi-Nya mendapatkan rida Allah. [10]
 
[11]
 
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
 
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
 
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Zikir ini diajarkan oleh Nabi ﷺ pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]
 
[12]
 
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
 
Subhanallah wa bi-hamdih.
 
Artinya:
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca seratus kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘Subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak seratus kali, maka tidak ada yang datang pada Hari Kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. [12]
 
[13]
 
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
 
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
 
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca sepuluh kali)
 
Faidah: Barang siapa yang membaca zikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan bagi-Nya sepuluh kebaikan, menghapuskan bagi-Nya sepuluh kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan sepuluh budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. [13]
 
[14]
 
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
 
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
 
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca tiga kali pada waktu petang)
 
Faidah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu. [14]
 
 
Catatan Kaki
 
[1] HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menShahihkan hadis tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.
[2] HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Hasan.
[3] HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161.
[4] HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih.
[5] Hadis ini Shahih, diriwayatkan oleh (HR. Bukhari (7/150, no. 6306), Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280)
[6] HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini Hasan.
[7] HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih.
[8] HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadis ini Shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadis tersebut Shahih dilihat dari jalur lainnya (Shahih Lighoirihi).
[9] HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Hasan.
[10] HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini Hasan.
[11] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadis ini Hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.
[12] HR. Muslim no. 2692.
[13] HR. An Nasai Al Kubra 6: 10.
[14] HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih sesuai syarat Muslim. Lihat komentar Syaikh Syu’aib Al Arnauth terhadap hadis ini untuk pengertian hummah diartikan dengan racun atau sengatan kalajengking.
 
 
 
 
Bagian dari Buku Zikir Pagi Petang karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
#dzikirpagipetang #zikirpagipetang #dzikirpagisore #zikirpagisore #dzikirpagisiang #zikirpagisiang #doazikir #dzikir #zikir #bacaan #sesuaisunnah
, ,

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG

 

Kita diperintahkan mengucapkan salam pada rumah yang akan kita masuki sebagaimana disebutkan dalam ayat:

 
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
.
“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” [QS. An Nur: 61]
 
Sedangkan mengucapkan salam pada rumah yang tidak berpenghuni atau tidak ada seorang pun di rumah tersebut tidaklah wajib, namun hanya disunnahkan saja.
 
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:
 
إذا دخل البيت غير المسكون، فليقل: السلام علينا، وعلى عباد الله الصالحين
.
“Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin
 
Artinya:
Salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang saleh. [Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/ 1055. Sanad hadis ini Hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17]
 
Hal di atas diucapkan ketika rumah kosong. Namun jika ada keluarga atau pembantu di dalamnya, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alaikum”. Namun jika memasuki masjid, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Sedangkan Ibnu ‘Umar menganggap salam yang terakhir ini diucapkan ketika memasuki rumah kosong.
 
Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab Al Adzkar berkata: “Disunnahkan bila seseorang memasuki rumah sendiri untuk mengucapkan salam, meskipun tidak ada penghuninya. Yaitu ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Begitu pula ketika memasuki masjid, rumah orang lain yang kosong, disunnahkan pula mengucapkan salam: “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin. Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rahmatullah wa barakatuh”. [Al Adzkar, hal. 468-469]
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#adabakhlak, #ucapan, #ucapkan, #mengucapkan, #doazikir, #doa, #zikir, #dzikir, #rumahkosong, #tidakadapenghunihukum, #tatacara, #cara #masukrumah
,

DOA RUQYAH MENGOBATI ANGGOTA TUBUH YANG SAKIT

DOA RUQYAH MENGOBATI ANGGOTA TUBUH YANG SAKIT
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
DOA RUQYAH MENGOBATI ANGGOTA TUBUH YANG SAKIT
 
Ini adalah salah satu doa yang dapat diamalkan ketika anggota tubuh ada yang sakit. Ini termasuk bacaan ruqyah sederhana, bisa diamalkan oleh penderita sakit itu sendiri. Misalnya sakit gigi, tangan atau kaki yang keseleo dan sebagainya. Pegang bagian tubuh yang sakit lalu membaca ….
بِاسْمِ اللَّهِ 
(3×)
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
(7×)
“Bismillah (dibaca tiga kali)
A’udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir.” (dibaca tujuh kali)
 
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah.
Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai. [HR. Muslim no. 2202]
 
Cerita hadis di atas, pernah ‘Utsman bin Abu Al-Asy’ash Ats-Tsaqafi mengadukan kepada Rasulullah ﷺ ada sesuatu yang sakit di tubuhnya sejak dahulu ia masuk Islam. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa di atas, sambil memerintah dengan meletakkan tangan di bagian yang sakit pada badannya.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, bahwa disunnahkan meletakkan tangan di bagian yang sakit lalu membaca doa sebagaimana yang disebutkan. [Syarh Shahih Muslim, 14: 169]
Semoga mudah mengamalkannya. Wallahu waliyyut taufiq.
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
[Artikel Rumaysho.Com]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir, #doa, #dzikir, #zikir, #obati, #pengobatan, #mengobati, #ruqyah, #rukyah, #anggotabadansakit, #tubuhsakit #doawaktusakit,#ruqyahdirisendiri,
,

LEBIH DICINTAI RASULULLAH DARIPADA SEGALA SESUATU YANG TERKENA SINAR MATAHARI

LEBIH DICINTAI RASULULLAH DARIPADA SEGALA SESUATU YANG TERKENA SINAR MATAHARI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

LEBIH DICINTAI RASULULLAH DARIPADA SEGALA SESUATU YANG TERKENA SINAR MATAHARI
 
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ».
 
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah ﷺ telah bersabda:
‘Sesungguhnya membaca “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” [HR. Muslim no. 2695]
 
Al Munawi rahimahullah mengatakan:
“Segala sesuatu yang dikatakan antara langit dan bumi, atau dikatakan lebih baik dari sesuatu yang terkena sinar matahari atau tenggelamnya, ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya.” [Faidul Qodir, Al Munawi, Masqi’ Ya’sub, 5/360]
Dari sini menunjukkan bahwa keempat kalimat tersebut lebih baik daripada dunia seisinya.
 
Yang dimaksud bacaan Tasbih (Subhanallah = Maha Suci Allah) adalah menyucikan Allah dari segala kekurangan yang tidak layak bagi-Nya.
 
Yang dimaksud bacaan Tahmid (Alhamdulillah = Segala puji bagi Allah) adalah menetapkan kesempurnaan pada Allah dalam nama, sifat dan perbuatan-Nya yang mulia.
 
Yang dimaksud bacaan Tahlil (Laa ilaha illallah = Tidak ada Sesembahan yang berhak disembah selain Allah) adalah berbuat ikhlas dan menauhidkan Allah serta berlepas diri dari kesyirikan.
 
Yang dimaksud bacaan Takbir (Allahu akbar = Allah Maha Besar) adalah menetapkan keagungan atau kebesaran pada Allah taala dan tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya.
 
Empat kalimat mulia tersebut bisa berfaidah jika bukan hanya di lisan, namun direnungkan maknanya di dalam kalbu, di dalam hati yang paling dalam.
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#lebihdicintaiRasulullah, #segalasesuatuyangterkenasinarmatahari, #terkenamatahari, #kalimatmulia, #empatkalimatmulia, #doa, #doa, #dzikir, #zikir, #doa zikir, #tahmid, #tahlil, #takbir, #tasbih #lebihbaik #dariduniadanseisinya #duniaseisinya #4kalimatmulia
, ,

MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA

MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA
 
Dalam sebuah nasihat berharga Nabi ﷺ kepada Abu Dzar disebutkan:
 
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
 
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut. Dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” [HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini Hasan Shahih]
 
Di antara faidah hadis ini disebutkan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah dalam Al Fawaid:
“Nabi ﷺ menggabungkan antara takwa dan berakhlak yang mulia. Karena takwa akan memperbaiki hubungan antara hamba dan Allah, sedangkan berakhlak yang mulia memperbaiki hubungan antar sesama. Takwa pada Allah mendatangkan cinta Allah, sedangkan akhlak yang baik mendatangkan kecintaan manusia.” [Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah]
 
Milikilah selalu sifat takwa dan akhlak yang mulia. Mohonlah selalu pada Allah sifat yang demikian.
 
اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
 
Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.
 
Artinya:
Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina. (HR. Muslim no. 2721)
 
An Nawawi rahimahullah mengatakan: “’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” [Syarh Muslim, 17/41]
 
Sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qonaah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak.
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 #adabakhlak, #adabIslami,  #akhlak,  #akhlaq,  #takwa,  #taqwa,  #ikutikejelekandengankebaikan  #menghapuskankejelekan,  #berakhlaklahdenganmanusiadenganakhlakyangbaik #doazikir, #dzikir, #zikir, #doa, #mohon, #memohon #akhlakmulia, #akhlaqmulia
,

DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA

DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA
 
Di antara doa Nabi ﷺ pada Anas radhiyallaahu ‘anhu adalah:
 
اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ مَالًا، وَوَلَدًا، وَبَارِكْ لَهُ
 
“Ya Allah, tambahkanlah rezeki padanya berupa harta dan anak, serta berkahilah dia dengan nikmat tersebut.” [HR. Bukhari no. 1982 dan Muslim no. 660]
 
Dalam riwayat lainnya disebutkan, bahwa Nabi ﷺ mendoakan Anas radhiyallaahu ‘anhu dengan doa:
 
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
 
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang Engkau karuniakan padanya.” [HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480]
 
Dalam doa di atas terdapat dalil bolehnya meminta pada Allah banyak harta dan banyak, anak serta keberkahan dalam harta dan anak. Dan di sini terdapat anjuran untuk mendoakan hal dunia, namun disertai dengan mendoakan keberkahan di dalamnya. Yang namanya berkah adalah bertambahnya kebaikan dan kebaikan tersebut tetap terus ada. Harta dan anak bisa jadi berfaidah, jika dimanfaatkan dalam kebaikan.
 
Dalam buku Ad Du’a minal Kitab was Sunnah, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah menyusun doa yang amat bagus sebagai berikut:
 
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
 
ALLOHUMMA AK-TSIR MAALII WA WALADII, WA BAARIK LII FIIMAA A’THOITANII WA ATHIL HAYAATII ‘ALA THO’ATIK WA AHSIN ‘AMALII WAGH-FIR LII
 
Artinya:
Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu, dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” [Doa ini adalah intisari dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas. [Sebagian bahasan ini diolah dari Syarh Ad Du’a minal Kitab was Sunnah (Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni), Mahir bin ‘Abdul Humaid bin Muqoddam, soft file (.doc)]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 #doa,  #do’a,  #dzikir,  #zikir,  #mohon,  #memohon,  #panjangumur,  #harta,  #banyakharta,  #kayaraya #doamintakaya #doamintapanjangumur
, ,

DOAKANLAH SAUDARAMU DI SAAT DIA TIDAK MENGETAHUINYA

DOAKANLAH SAUDARAMU DI SAAT DIA TIDAK MENGETAHUINYA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 DOAKANLAH SAUDARAMU DI SAAT DIA TIDAK MENGETAHUINYA
 
Hadis Pertama
Dari Abu Bakar Ash Shidiq radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: 
“إن دعوة الأخ في الله تستجاب”
 
“Sesungguhnya doa seseorang kepada saudaranya karena Allah adalah doa yang mustajab (terkabulkan).“ (Shahih secara sanad)
 
Hadis Kedua
Dari Shofwan bin ‘Abdillah bin Shofwan, istrinya adalah Ad Darda’ binti Abid Darda’, beliau mengatakan:
 
قدمت عليهم الشام، فوجدت أم الدرداء في البيت، ولم أجد أبا الدرداء. قالت: أتريد الحج العام ؟ قلت : نعم. قالت: فادع الله لنا بخير؛ فإن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول
 
“Saya tiba di negeri Syam, kemudian saya bertemu dengan Ummud Darda’ (ibu mertua Shofwan, pen) di rumah. Namun saya tidak bertemu dengan Abud Darda’ (bapak mertua Shofwan, pen). Ummu Darda’ berkata: “Apakah engkau ingin berhaji tahun ini?” Aku (Shofwan) berkata: “Iya.”
Ummu Darda’ pun mengatakan: “Kalau begitu doakanlah kebaikan padaku karena Nabi ﷺ pernah bersabda:
 
: “إن دعوة المرء المسلم مستجابة لأخيه بظهر الغيب، عند رأسه ملك موكل، كلما دعا لأخيه بخير، قال: آمين، ولك بمثل”. قال: فلقيت أبا الدرداء في السوق، فقال مثل ذلك، يأثر عن النبي صلى الله عليه وسلم.
 
“Sesungguhnya doa seorang Muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendoakan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan doanya. Tatkala dia mendoakan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.”
 
Shofwan pun mengatakan: “Aku pun bertemu Abu Darda’ di pasar, lalu Abu Darda’ mengatakan sebagaimana istrinya tadi. Abu Darda’ mengatakan, bahwa dia menukilnya dari Nabi ﷺ.” [(Shahih) Lihat Ash Shahihah (1399): [Muslim: 48-Kitab Adz Dzikr wad Du’aa’, hal. 88]
 
Hadis Ketiga
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, beliau berkata bahwa seseorang mengatakan:
 
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِمُحَمَّدٍ وَحْدَنَا
 
“Ya Allah ampunilah aku dan Muhammad saja!”
Rasulullah ﷺ lantas bersabda:
 
لَقَدْ حَجَبْتَهَا عَنْ نَاسٍ كَثِيرٍ
 
“Sungguh engkau telah menyempitkan doamu tadi dari doa kepada orang banyak.” (Shahih) Lihat Al Irwa’ (171): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 27-Bab: Kasih Sayang Terhadap Sesama Manusia dan Terhadap Hewan Ternak, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]
 
Pelajaran yang dapat dipetik dari hadis-hadis di atas:
 
Pertama: Islam sangat mendorong umatnya agar dapat mengikat hubungan antara saudaranya sesama Muslim dalam berbagai keadaan dan di setiap saat.
 
Kedua: Doa seorang Muslim kepada saudaranya karena Allah di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang sangat utama dan doa yang akan segera terijabahi (mustajab). Orang yang mendoakan saudaranya tersebut akan mendapatkan semisal yang didapatkan oleh saudaranya.
 
Ketiga: Ada malaikat yang bertugas mengaminkan doa seorang Muslim kepada suadaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya.
 
Keempat: Malaikat tidaklah mengaaminkan doa selain doa dalam kebaikan.
 
Kelima: Sebagaimana terdapat dalam hadis ketiga di atas, Nabi ﷺ mengingkari Arab Badui, di mana dia membatasi rahmat Allah yang luas meliputi segala makhluk-Nya, lalu dibatasi hanya pada dirinya dan Nabi Muhammad ﷺ saja.
 
Inilah beberapa pelajaran berharga dari hadis di atas. Janganlah lupakan saudaramu di setiap engkau bermunajat dan memanjatkan doa kepada Allah, apalagi orang-orang yang telah memberikan kebaikan padamu, terutama dalam masalah agama dan Akhiratmu. Ingatlah ini!
 
Semoga Allah selalu menambahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir, #do’a, #doa, #zikir, #diamdiam, #sembunyisembuyi, #adamaiaikatdiataskepala, #adamalaikatdi ampingnya, #doakansaudaramu, #doakankawanmu, #sahabat, #doaseorangMuslimkepadasaudaranyakarena Allah, #doa eorangMuslimkepada saudaranya tanpadiketahi, #doaseorangMuslimkepadasaudaranyasecaradiamdiam, #doaseorangMuslimkepadasaudaranyatanpadiketahui #kawan #saudara #sodara #shahabat #malaikatmengaminkandoa #doakepadasaudara, #doakepadasodara, #doakepadateman, #doakepadakawan #tanpadiketahui #tidakdiketahui #adamalaikatdisisinya
, , ,

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
 
 
قال الحسن رحمه الله: هل تدرون ما التواضع؟ التواضع: أن تخرج من منزلك فلا تلقى مسلماً إلا رأيت له عليك فضلاً .
 
Al Hasan Al Bashri berkata:
“Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang Muslim. Kemudian engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.”
 
يقول الشافعي: « أرفع الناس قدرا : من لا يرى قدره ، وأكبر الناس فضلا : من لا يرى فضله »
 
Imam Asy Syafi’i berkata:
“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 304]
 
يقول بشر بن الحارث: “ما رأيتُ أحسنَ من غنيّ جالسٍ بين يدَي فقير”.
 
Basyr bin Al Harits berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang kaya yang duduk di tengah-tengah orang fakir.” Yang bisa melakukan demikian tentu yang memiliki sifat tawadhu’.
 
قال عبد الله بن المبارك: “رأسُ التواضعِ أن تضَع نفسَك عند من هو دونك في نعمةِ الله حتى تعلِمَه أن ليس لك بدنياك عليه فضل [أخرجه البيهقي في الشعب (6/298)].
 
‘Abdullah bin Al Mubarrok berkata:
“Puncak dari tawadhu’ adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 298]
 
قال سفيان بن عيينة: من كانت معصيته في شهوة فارج له التوبة فإن آدم عليه السلام عصى مشتهياً فاستغفر فغفر له، فإذا كانت معصيته من كبر فاخش عليه اللعنة. فإن إبليس عصى مستكبراً فلعن.
 
Sufyan bin ‘Uyainah berkata:
“Siapa yang maksiatnya karena syahwat, maka tobat akan membebaskan dirinya. Buktinya saja Nabi Adam ‘alaihis salam bermaksiat karena nafsu syahwatnya, lalu ia bersitighfar (memohon ampun pada Allah), Allah pun akhirnya mengampuninya. Namun jika siapa yang maksiatnya karena sifat sombong (lawan dari tawadhu’), khawatirlah karena laknat Allah akan menimpanya. Ingatlah bahwa Iblis itu bermaksiat karena sombong (takabbur), lantas Allah pun melaknatnya.”
 
قال أبو بكر الصديق: وجدنا الكرم في التقوى ، والغنى في اليقين ، والشرف في التواضع.
 
Abu Bakr Ash Shiddiq berkata:
“Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qona’ah (merasa cukup) muncul karena yakin (pada apa yang ada di sisi Allah), dan kedudukan mulia didapati dari sifat tawadhu’.”
 
قال عروة بن الورد :التواضع أحد مصائد الشرف، وكل نعمة محسود عليها إلا التواضع.
 
‘Urwah bin Al Warid berkata:
“Tawadhu’ adalah salah satu jalan menuju kemuliaan. Setiap nikmat pasti ada yang merasa iri, kecuali pada sifat tawadhu’.”
 
قال يحيى بن معين :ما رأيت مثل أحمد بن حنبل!! صحبناه خمسين سنة ما افتخر علينا بشيء مما كان عليه من الصلاح والخير
 
Yahya bin Ma’in berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang semisal Imam Ahmad! Aku telah bersahabat dengan beliau selama 50 tahun, namun beliau sama sekali tidak pernah menyombongkan diri terhadap kebaikan yang ia miliki.”
 
قال زياد النمري :الزاهد بغير تواضع .. كالشجرة التي لا تثمر
 
Ziyad An Numari berkata:
“Orang yang zuhud namun tidak memiliki sifat tawadhu adalah seperti pohon yang tidak berbuah.”
 
Ya Allah, muliakanlah kami dengan sifat tawadhu’ dan jauhkanlah kami dari sifat sombong.
 
اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ
 
Allahummah-diinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdi li-ahsaniha illa anta.
 
Artinya:
Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlak tersebut kecuali Engkau.” [HR. Muslim no. 771]
 
Wallahu waliyyut taufiq.
 
 
 
Sumber: Rumaysho.com
 
Catatan Kaki
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #nasehatulama, #petuahulama, #tawadhuk, #tawaduk, #tawadho, #tawado, #arti, #definisi, #makna #doazikir, #doa, #doa, #zikir, #mohon, #memohon, #akhlaqmulia, #akhlakmulia

 

,

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

 

 

 

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

Di antara doa Rasulullah ﷺ, bahkan beliau ﷺ mewasiatkan umatnya untuk berdoa dengannya agar kita dapat mencintai dan membenci karena Allah ta’ala adalah:
 
أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
 
AS ALUKA HUBBAKA WA HUBBA MAYYUHIBBUK WA HUBBA ‘AMALIYYUQORRIBU ILAA HUBBIK
 
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon anugerah agar aku mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu serta mencintai semua amalan yang mendekatkanku kepada cinta kepada-Mu.” [HR. at-Tirmidzi dan Ahmad, dinyatakan dha’if oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’, kemudian beliau menyatakannya Shahih dalam Sunan at-Tirmidzi no. 3235 dan al-Misykah no. 747]
 
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang merasakan manisnya iman. Aamiin!
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #bencidandintakarenaAllah, #memohon, #mohon, #mencintaidandicintaikarenaAllah #manisnyaiman #mencintai, #dicintai, #membenci, #dibenci, #cinta, #benci, #karenaAllah