Posts

BERSABARLAH PAK, ALLAH BERSAMA HAMBA-NYA YANG SALEH

BERSABARLAH PAK, ALLAH BERSAMA HAMBA-NYA YANG SALEH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#SabarTakwaTawakalKepadaAllah

#PatrialisAkbarUntukPresidenRI

BERSABARLAH PAK, ALLAH BERSAMA HAMBA-NYA YANG SALEH

Oleh: Al-Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi hafizhahullah

Baru-baru saja kita dikejutkan dengan berita penangkapan Bapak Patrialis Akbar, yang dikenal dekat dengan dunia dakwah sunnah.

Media-media penebar berita-berita hoax langsung menggoreng secepat kilat dengan cara-cara politik yang kotor dan culas.

Berikut ini, kami nasihatkan kepada diri kami dan saudara-saudaraku sekalian:

  1. Hendaknya bagi kita TIDAK MUDAH menelan berita-berita media yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang mencoreng kehormatan seorang Muslim yang gigih membela Islam dan dakwah Sunnah. (Baca: http://fokusislam.com/6730-inilah-berita-berita-hoax-seputar-penangkapan-patrialis-akbar.html)

Kewajiban bagi kita adalah husnu dzon dan membela kehormatan saudara kita sesama Muslim. Apalagi beliau telah bersumpah dengan nama Allah, bahwa dia dizalimi, dan tidak menerima serupiah pun.

  1. Hendaknya bagi kita untuk banyak berdoa kepada Allah, agar beliau dipermudah urusannya dan segera dibebaskan dari tuduhannya. Karena doa yang tulus dari kaum Mukminin dan Mukminat bisa menembus pintu-pintu langit yang Maha Adil dan Bijaksana.

Dan untuk saudara-saudara yang dekat dengan beliau, atau keluarga beliau, mari kita dukung dengan doa dan motivasi, agar beliau tegar menghadapi cobaan ini, dan bantu dengan bantuan langkah- langkah hukum di negeri ini.

  1. Hendaknya kita semua bersabar menghadapi ujian di zaman penuh dengan badai dan ombak fitnah ini. Jangan mudah terprovokasi, banyak debat sana sini. Mari kita fokus mendoakan dan membantu yang terbaik untuk beliau. Biarlah proses hukum berjalan, karena kita harus patuh hukum.
  1. Untuk beliau dan keluarganya serta sahabatnya: Bersabarlah dengan ujian ini, dan yakinlah, bahwa Allah akan menolong hamba-hamba yang beriman, lebih-lebih jika ia terzalimi. Optimislah, bahwa Allah sedang menginginkan kebaikan untukmu, meninggikan derajatmu, menghapus dosa-dosamu.
  1. Untuk siapa pun yang diberi amanat di negeri ini, hendaknya kita semua takut kepada Allah. Marilah kita ingat, bahwa Allah tidak akan tidur. Doa orang yang terzalimi adalah terkabul. Ingatlah, bahwa jabatan, harta dan tahta dunia hanyalah sementara, dan kita akan berdiri di pengadilan Akhirat nanti di hadapan Sang Maha Kuasa.

Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari badai fitnah yang menerpa negeri ini, dan semoga Allah memberikan keamanan dan keadilan di negeri ini.

Aamiin.

, ,

KEBANYAKAN ORANG MEMBENCI ORANG LAIN, HANYA KARENA URUSAN DUNIA YANG RENDAH

KEBANYAKAN ORANG MEMBENCI ORANG LAIN, HANYA KARENA URUSAN DUNIA YANG RENDAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

#KomplotanMunafikIndonesiaKMI

KEBANYAKAN ORANG MEMBENCI ORANG LAIN, HANYA KARENA URUSAN DUNIA YANG RENDAH

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

‏«الآن الناس أكثر ما يهجرون الذي يخالفهم في أمر دنياهم، وأما الذي يخالف في أمور الدين، هذا عندهم سهل!»

“Manusia sekarang ini, kebanyakan yang mereka putuskan hubungannya adalah orang yang berseberangan dengan mereka dalam urusan dunia mereka. Adapun terhadap orang yang menyelisihi perkara-perkara agama, maka hal ini bagi mereka gampang urusannya [Syarh Manzhumatul Adab, hlm. 191].

Instagram, Twitter & Telegram Channel : @JakartaMengaji

 

https://www.facebook.com/JakartaMengajiOfficial/photos/a.633889743458454.1073741828.633867766793985/662852510562177/?type=3&theater

,

BAGAIMANA IMAM MAHDI DIBAIAT?

BAGAIMANA IMAM MAHDI DIBAIAT?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

BAGAIMANA IMAM MAHDI DIBAIAT?

Kapan Imam Mahdi Muncul?

Pertanyaan:

Ketika Imam Mahdi kecil, apakah masyarakat tahu dia calon Imam Mahdi? Dari mana dia tahu, bahwa dirinya Imam Mahdi? Dan bagaimana cara dia dibaiat?

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada beberapa riwayat hadis yang menjelaskan proses kedatangan Imam Mahdi di akhir zaman. Dari beberapa riwayat ini, akan kita simpulkan bagaimana manusia membaiat al-Mahdi.

Pertama, Hadis dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمُ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لاَ يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلاً لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ

“Ada tiga orang yang akan saling membunuh di dekat harta simpanan kalian (manusia). Mereka semua putra khalifah. Kemudian simpanan itu tidak dikuasi salah satu dari mereka. Hingga muncul bendera-bendera hitam dari arah Timur. Lalu mereka akan memerangi kalian dengan peperangan yang tidak pernah dilakukan oleh satu kaum pun…

Kata Tsauban: “Lalu beliau menuturkan sesuatu yang tidak aku hafal, kemudian beliau ﷺ bersabda:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُ؛ فَبَايِعُوْهُ، وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ؛ فَإِنَّهُ خَلِيْفَةُ اللهِ اَلْمَهْدِيُّ

“Jika kalian melihatnya, maka baiatlah dia, walaupun dengan merangkak di atas salju! Karena sesungguhnya dia adalah Khalifah Allah al-Mahdi.” (HR. Ibn Majah 4222, Hakim dalam al-Mustadrak 4/463, dishahihkan Hakim dan disetujui adz-Dzahabi. Dan Sanadnya dinilai kuat dan shahih oleh Ibnu Katsir).

Ibnu Katsir menjelaskan hadis ini:

والمقصود أن المهدي الممدوح الموعود بوجوده في آخر الزمان يكون أصل ظهوره وخروجه من ناحية المشرق، ويبايع له عند البيت، كما دل على ذلك بعض الأحاديث

Maksud hadis, bahwa Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu kehadirannya di akhir zaman, munculnya dari arah Timur, dan beliau di baiat di sisi Kakbah,sebagaimana dinyatakan dalam beberapa hadis.

Beliau juga menjelaskan:

والمراد بالكنز المذكور في هذا السياق كنز الكعبة، يقتل عنده ليأخذوه ثلاثة من أولاد الخلفاء، حتى يكون آخر الزمان، فيخرج المهدي، ويكون ظهوره من بلاد المشرق، لا من سرداب سامرا، كما يزعمه جهلة الرافضة من وجوده فيه الآن

Yang dimaksud ‘Harta simpanan’ pada teks hadis adalah simpanan Kakbah. Tiga orang dari putra khalifah akan saling membunuh, untuk memerebutkannya, hingga tiba akhir zaman. Kemudian keluarlah al-Mahdi dan beliau datang dari arah Timur, bukan dari Sardab Samira, sebagaimana dikatakan orang bodoh dari kalangan Rafidhah, bahwa al-Mahdi saat ini ada di tengah mereka.

Lebih lanjut, Ibnu Katsir menjelaskan bendera hitam yang dibawa al-Mahdi:

ويؤيده بناس من أهل المشرق ينصرونه ويقيمون سلطانه ويشدون أركانه وتكون راياتهم سوداء أيضا وهو زي عليه الوقار لأن راية رسول الله صلى الله عليه وسلم كانت سوداء يقال لها العقاب

“Beliau didukung oleh masyarakat dari Timur, menegakkan kekuasaannya, memerkuat pasukannya, dan bendera mereka saat itu pun berwarna hitam, yang melambangkan kerendahan hati. Sebagaimana bendera Rasulullah ﷺ dahulu berwarna hitam, yang bernama al-‘Uqaab.” (an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, 1/54 – 56).

Kedua, Hadis dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَهْدِىُّ مِنَّا أَهْلَ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِى لَيْلَةٍ

Al-Mahdi termasuk golongan kami, Ahli Bait, Allah memerbaikinya dalam semalam. (HR. Ahmad 655, Ibnu Majah 4223, dishahihkan Ahmad Syakir dan dinilai Hasan oleh al-Albani).

Ada beberapa keterangan ulama tentang makna ‘Allah memerbaikinya dalam semalam’,

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan:

أي يتوب الله عليه، ويوفقه ويلهمه، ويرشده بعد أن لم يكن كذلك

Artinya, Allah menerima taubatnya, memberikan taufik dan ilham serta petunjuk untuknya, setelah sebelumnya dia tidak seperti itu. (an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, 1/55).

Keterangan lain disampaikan Imam Ali al-Qori:

“يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ” أي: يصلح أمره ويرفع قدره في ليلة واحدة أو في ساعة واحدة من الليل ; حيث يتفق على خلافته أهل الحل والعقد فيها

‘Allah memerbaikinya dalam semalam’ artinya Allah memerbaiki urusannya, mengangkat kemualiaannya dalam waktu semalam, dalam satu waktu di malam itu, di mana para tokoh masyarakat sepakat untuk membaiatnya sebagai Khalifah. (Mirqah al-Mafatih, )

Ketiga, Imam Mahdi tidak tahu dirinya Imam Mahdi

Sebelum dibaiat sebagai Imam Mahdi, calon Imam Mahdi sama sekali tidak tahu, bahwa dirinya adalah al-Mahdi. Sebagaimana dulu, Nabi Muhammad ﷺ sebelum diutus oleh Allah, dirinya tidak mengetahui akan menjadi nabi.

Kesimpulan ini disampaikan penulis kitab Hilyah al-Basyar, Abdurrazaq al-Bithar. Dalam kitabnya, beliau menyatakan:

ويؤخذ من قوله صلى الله عليه وسلم في المهدي أنه يصلحه الله في ليلته أن المهدي لا يعلم بنفسه أنه المهدي المنتظر قبل وقت إرادة الله إظهاره، ويؤيد ذلك أن النبي صلى الله عليه وسلم وهو أشرف المخلوقات لم يعلم برسالته إلا وقت ظهور جبريل له بغار حراء

Dari sabda Nabi ﷺ tentang al-Mahdi,  bahwa Allah memerbaikinya dalam semalam menunjukkan, bahwa al-Mahdi tidak tahu bahwa dirinya  itu al-Mahdi yang dinantikan, sebelum waktu Allah menghendaki untuk mengeluarkanya di masyarakat. Kasus ini sejenis dengan apa yang dialami Nabi Muhammad ﷺ, makhluk paling mulia. Beliau ﷺ tidak tahu tentang risalah kenabiannya, hingga Jibril datang menemuinya di Gua Hira.

Kemudian beliau kembali menegaskan:

فإذا كان النبي صلى الله عليه وسلم لم يعلم بأنه رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا بعد ظهور جبريل عليه السلام له، وقوله: ” اقرأ باسم ربك ” فبالأولى أن المهدي المنتظر لا يعلم بأنه المهدي المنتظر إلا بعد إرادة الله إظهاره

Apabila Nabi Muhammad ﷺ tidak mengetahui bahwa dirinya adalah utusan Allah, kecuali setelah datangnya Jibril ‘alaihis salam kepada beliau dan menyampaikan Iqra, maka lebih layak lagi yang terjadi pada al-Mahdi al-Muntadzar. Dia tidak mengetahui bahwa dirinya al-Mahdi, kecuali setelah Allah menghendaki untuk ditonjolkan di tengah umat. (Hilyah al-Basyar, 1/358).

Dari beberapa keterangan di atas, bisa kita simpulkan:

  1. Imam Mahdi keluar ketika terjadi perebutan harta di kota Mekah.
  2. Sebelum diangkat jadi al-Mahdi, tidak ada satu pun yang tahu, bahwa diriya al-Mahdi.
  3. Sebelumnya umat tidak tahu, bahwa dirinya al-Mahdi, kemudian Allah ilhamkan mereka untuk membaiat al-Mahdi.
  4. Beliau menaklukkan Mekah bersama pasukannya dari arah Timur, dan kemudian dibaiat di Masjidil Haram

Demikian,

Allaahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: https://konsultasisyariah.com/24259-bagaimana-imam-mahdi-dibaiat.html

 

,

DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN TERCELA DAN BURUKNYA SYIRIK DALAM NIAT

DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN TERCELA DAN BURUKNYA SYIRIK DALAM NIAT

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

➰? DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN TERCELA DAN BURUKNYA SYIRIK DALAM NIAT ?➰

 

? Allah Ta’ala berfirman:

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ. أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan amal perbuatan mereka di dunia dengan sempurna, dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Merekalah orang-orang yang di Akhirat (kelak) tidak akan memeroleh (balasan) kecuali Neraka, dan lenyaplah apa (amal kebaikan) yang telah mereka usahakan di dunia, dan sia-sialah apa yang telah mereka lakukan” (QS Huud: 15-16).

? Ayat yang mulia ini dibatasi kemutlakannya dengan firman Allah Ta’ala dalam ayat lain [Lihat keterangan Syaikh Bin Baz pada catatan kaki kitab “Fathul Majiid” (hal. 452)]:

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا}

“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu, apa (balasan dunia) yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami inginkan, kemudian Kami jadikan baginya Neraka Jahannam. Ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir” (QS al-Israa’: 18).

▶️Maka kesimpulan makna kedua ayat ini adalah: Orang yang menginginkan balasan duniawi dengan amal shaleh yang dilakukannya, maka Allah Ta’ala akan memberikan balasan duniawi yang diinginkannya, JIKA ALLAH TA’ALA MENGHENDAKi, dan terkadang dia TIDAK mendapatkan balasan duniawi yang diinginkannya, karena Allah Ta’ala TIDAK menghendakinya [Lihat kitab “Fathul Majiid” (hal. 452)].

Oleh sebab itu, semakin jelaslah keburukan dan kehinaan perbuatan ini di dunia dan Akhirat, karena keinginan orang yang melakukannya untuk mendapat balasan duniawi terkadang terpenuhi dan terkadang tidak terpenuhi, semua tergantung dari kehendak Allah Ta’ala. Inilah balasan bagi mereka di dunia, dan di Akhirat kelak mereka TIDAK mendapatkan balasan kebaikan sedikit pun. Bahkan mereka akan mendapatkan azab Neraka Jahannam dalam keadaan hina dan tercela.

➡️Benarlah Rasulullah ﷺ yang bersabda: “Barang siapa yang (menjadikan) dunia tujuannya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya. Padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barang siapa yang (menjadikan) Akhirat niatnya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“ [HR Ibnu Majah (no. 4105), Ahmad (5/183), ad-Daarimi (no. 229), Ibnu Hibban (no. 680) dan lain-lain dengan sanad yang Shahih, dinyatakan Shahih oleh Ibnu Hibban, al-Bushiri dan Syaikh al-Albani].

➡️Dalam hadis Shahih lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda tentang buruknya perbuatan ini: “Binasalah (orang yang menjadi) budak (harta berupa) emas. Celakalah (orang yang menjadi) budak (harta berupa) perak. Binasalah budak (harta berupa) pakaian indah. Kalau dia mendapatkan harta tersebut, maka dia akan ridha (senang). Tapi kalau dia tidak mendapatkannya, maka dia akan murka. Celakalah dia tersungkur wajahnya (merugi serta gagal usahanya). Dan jika dia tertusuk duri (bencana akibat perbuatannya), maka dia tidak akan lepas darinya” [HSR al-Bukhari (no. 2730), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu].

Hadis yang agung ini menunjukkan besarnya keburukan dan kehinaan perbuatan ini. Karena orang yang melakukannya, berarti dia menjadikan dirinya sebagai budak harta. Karena harta menjadi puncak kecintaan dan keinginannya dalam setiap perbuatannya, sehingga kalau dia mendapatkannya, maka dia akan ridha (senang), tapi kalau tidak, maka dia akan murka.

➡️Kemudian Rasulullah ﷺ menggabarkan keadaannya yang buruk, bahwa orang tersebut jika ditimpa keburukan atau bencana akibat perbuatannya, maka dia TIDAK bisa terlepas dariny,a dan dia TIDAK akan beruntung selamanya [Lihat keterangan Imam Ibnul Qayyim dalam “Igaatsatul lahfaan” (2/149)]. Maka, dengan perbuatan buruk ini, dia TIDAK mendapatkan keinginannya dan dia pun TIDAK bisa lepas dari keburukan yang menimpanya. Inilah keadaan orang yang menjadi budak harta [Lihat keterangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam “Majmuu’ul fataawa” (10/180)]. Na’uudzu billahi min dzaalik.

 

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim Al Buthony, MA. hafizhahullah

[Artikel Muslim.Or.id]

Sumber: https://Muslim.or.id/13945-jangan-nodai-ibadah-anda-dengan-niat-duniawi.html