Posts

INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT

INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT
 
Jangan menjadi orang yang dicintai oleh IBLIS.
Dan apa RAHASIANYA, amalan BID’AH itu LEBIH disukai oleh IBLIS daripada MAKSIAT ?
 
Perkataan seorang tabiin bernama Sufyan ats Tsauri:
 
قال وسمعت يحيى بن يمان يقول سمعت سفيان يقول: البدعة أحب إلى إبليس من المعصية المعصية يتاب منها والبدعة لا يتاب منها
 
Ali bin Ja’d mengatakan, bahwa dia mendengar Yahya bin Yaman berkata, bahwa dia mendengar Sufyan (ats Tsauri) berkata:
  • BID’AH itu lebih disukai IBLIS dibandingkan dengan MAKSIAT biasa.
  • Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertobat.
  • Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertobat.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22]
Faktor terpenting yang mendorong seseorang untuk bertobat adalah merasa berbuat salah dan merasa berdosa. Perasaan ini banyak dimiliki oleh pelaku kemaksiatan, tapi tidak ada dalam hati orang yang gemar dengan bid’ah.
 
Oleh karena itu, bagaimana mungkin seorang pelaku bid’ah bertobat ketika dia tidak merasa bersalah? Bahkan dia merasa mendapat pahala dan mendekatkan diri kepada Allah dengan bid’ah yang dia lakukan. Itulah rahasianya kenapa IBLIS suka sekali dengan pelaku BID’AH.
 
Allah berfirman:
 
أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآَهُ حَسَنًا
 
“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap BAIK pekerjaannya yang buruk, lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)?” [QS. Fathir:8]
 
Sufyan ats Tsauri mengatakan:
“Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertobat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertobat.”
 
Dalam sebuah atsar (perkataan salaf) Iblis berkata:
“Kubinasakan anak keturunan Adam dengan DOSA, namun mereka membalas membinasakanku dengan ISTIGHFAR dan ucapan La ilaha illallah.
Setelah kuketahui hal tersebut, maka kusebarkan di tengah-tengah mereka hawa nafsu (baca:BID’AH).
Akhirnya mereka berbuat dosa namun TIDAK MAU BERTOBAT, karena mereka merasa sedang berbuat BAIK.” [Lihat al Jawab al Kafi 58, 149-150 dan al I’tisham 2/62]
 
Oleh karena itu secara umum bid’ah itu lebih BERBAHAYA dibandingkan maksiat. Hal ini dikarenakan pelaku bid’ah itu MERUSAK agama. Sedangkan pelaku maksiat sumber kesalahannya adalah karena mengikuti keinginan yang terlarang. [Al Jawab al Kafi hal 58 dan lihat Majmu Fatawa 20/103]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 

#alasan, #iblis, #setan, #syaithan, #syaithon, #lebihsuka, #lebihmenyukai, #bidah, #pelakubidah, #pelakumaksiat, #maksiat, #maksiyat, #tobat, #taubat, #bertobat, #bertaubat #lebihmudahbertobat, #sulitbertobat #aparahasianya, #inirahasianya

,

MAKSIAT ITU RACUN, PENAWARNYA ADALAH TOBAT

MAKSIAT ITU RACUN, PENAWARNYA ADALAH TOBAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MAKSIAT ITU RACUN, PENAWARNYA ADALAH TOBAT
>> Peringatan dari Bahaya Maksiat
 
Al-‘Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
 
الذنب بمنزلة شرب السم، والتوبة ترياقه ودواؤه، والطاعة هي الصحة والعافية.
 
“Berbuat dosa bagaikan meminum racun, tobat adalah penawarnya dan obatnya, sedangkan ketaatan adalah kesehatan dan keselamatan.” [Madaarijus Saalikin, 1/222]
 
Beliau rahimahullah juga berkata:
 
أَنَّ الذُّنُوبَ وَالْمَعَاصِيَ تَضُرُّ، وَلَا بُدَّ أَنَّ ضَرَرَهَا فِي الْقَلْبِ كَضَرَرِ السُّمُومِ فِي الْأَبْدَانِ عَلَى اخْتِلَافِ دَرَجَاتِهَا فِي الضَّرَرِ، وَهَلْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ شَرٌّ وَدَاءٌ إِلَّا سَبَبُهُ الذُّنُوبُ وَالْمَعَاصِي
 
“Sungguh dosa dan maksiat sangat membahayakan. Bahayanya pasti berpengaruh pada hati, seperti bahaya racun pada badan, sesuai perbedaan tingkatan bahayanya. Dan tidaklah kejelekan dan penyakit di dunia dan Akhirat, kecuali sebabnya adalah dosa dan maksiat.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 42]
 
• Dosa adalah sebab dikeluarkannya manusia dari Surga yang penuh kenikmatan ke dunia yang penuh penderitaan.
• Dosa adalah sebab diusirnya iblis dari alam langit, kemudian dilaknat dan dimurkai.
• Dosa adalah sebab tenggelamnya kaum Nabi Nuh ‘alaihissalaam dengan banjir besar laksana gunung.
• Dosa adalah sebab dihancurkannya kaum ‘Ad dengan angin kencang.
• Dosa adalah sebab musnahnya kaum Tsamud dengan suara keras yang bergemuruh.
• Dosa adalah sebab petaka yang menimpa kaum Homoseks di masa Nabi Luth ‘alaihissalaam dengan cara diangkat negeri mereka kemudian dibalik ke bawah dan disusul dengan lemparan batu.
• Dosa adalah sebab hujan api yang menimpa kaum Nabi Syu’aib ‘alaihissalaam.
• Dosa adalah sebab Firaun dan tentaranya ditenggelamkan di laut.
• Dosa adalah sebab dibenamkannya Qorun beserta istananya, hartanya dan keluarganya ke dalam bumi.
• Dan berbagai malapetaka lainnya yang menimpa umat manusia tidak lain karena dosa dan maksiat.
 
Allah jalla wa ‘ala telah mengingatkan:
 
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ, أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ, أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ.
 
“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah, kecuali orang-orang yang merugi.” [QS. Al-A’raf: 96-99]
 
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
 
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا ، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ ، وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ، إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ ، وَشِدَّةِ الْمَؤُونَةِ ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ ، إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ ، وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ ، إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ ، إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
 
“Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah, semoga kalian tidak menemuinya:
 
(1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.
 
(2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.
 
(3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit. Andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya.
 
(4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka.
 
(5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.” [HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]
 
#maksiatituracun, #penawarnyaadalahtobat, #taubat, #tobat, #maksiat, #maksiyat #nasihatulama, #petuahulama, #dosakaumparanabi
,

MUSIBAH DATANG KARENA MAKSIAT DAN DOSA

MUSIBAH DATANG KARENA MAKSIAT DAN DOSA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
MUSIBAH DATANG KARENA MAKSIAT DAN DOSA
 
Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
 
مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
 
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taobat.” [Al Jawabul Kaafi, hal. 87]
 
Perkataan ‘Ali radhiyallahu ‘anhu di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala:
 
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
 
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. Asy Syuraa: 30]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DisebabkanOlehPerbuatanTanganmuSendiri #DosaDanMaksiat #SebabMusibah #Dosa #SebabKesusahan #MalapetakaDanBahayaAkanHilang #MasalahKarenaDosamusibah, #bencana, #malapetaka, #datang, #turun, #tiba, #maksiyat, #maksiat, #tobat, #taubat, #angkat, #diangkat

DOSA SYIRIK TIDAK DIAMPUNI KECUALI DENGAN TOBAT

DOSA SYIRIK TIDAK DIAMPUNI KECUALI DENGAN TOBAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#TauhidManhaj

DOSA SYIRIK TIDAK DIAMPUNI KECUALI DENGAN TOBAT

إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [QS. An Nisaa’: 48]

Ayat ini merupakan dalil, bahwa tauhid mempunyai pahala yang besar, dan bisa menghapuskan dosa yang sangat banyak.

 

Sumber: [Indonesia Bertauhid]

# Dosa Syirik Tidak Diampuni Kecuali Dengan Taubat #إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِ…

Posted by Indonesia Bertauhid on Friday, August 25, 2017

,

MELEBUR DOSA DENGAN TOBAT

MELEBUR DOSA DENGAN TOBAT

#AkidahTauhid

MELEBUR DOSA DENGAN TOBAT

Setiap hamba pasti pernah terjerumus dalam dosa, bahkan juga dosa besar. Mungkin saja seseorang sudah terjerumus dalam kelamnya zina, membunuh orang lain tanpa jalan yang benar, pernah menegak arak (khomr), atau seringnya meninggalkan shalat lima waktu, padahal meninggalkan satu shalat saja termasuk dosa besar berdasarkan kesepakatan para ulama. Inilah dosa besar yang mungkin saja di antara kita pernah terjerumus di dalamnya. Lalu masihkah terbuka pintu tobat? Tentu saja pintu tobat masih terbuka, ampunan Allah begitu luas.

Sebuah hadis yang patut jadi renungan, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Allah ta’ala berfirman:

”Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” [HR. Tirmidzi no. 3540. Abu Isa mengatakan bahwa hadis ini Ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]

Hadis di atas menunjukkan, bahwa Allah benar-benar Maha Pengampun. Setiap dosa, baik dosa kecil, dosa besar, dosa syirik, bahkan dosa kekufuran- bisa diampuni selama seseorang bertobat sebelum datangnya kematian, walaupun dosa itu sepenuh bumi. Hal ini dikuatkan pula pada ayat dalam Aquran, di mana Allah ta’ala berfirman:

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Az Zumar: 53]

Ibnu Katsir mengatakan:

”Ayat yang mulia ini berisi seruan kepada setiap orang yang berbuat maksiat, baik kekafiran dan lainnya, untuk segera bertobat kepada Allah. Ayat ini mengabarkan, bahwa Allah akan mengampuni seluruh dosa bagi siapa yang ingin bertobat dari dosa-dosa tersebut, walaupun dosa tersebut amat banyak, bagai buih di lautan.”.

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

Sumber: https://rumaysho.com/1083-melebur-dosa-dengan-taubat-yang-tulus.html

, ,

TIGA DOA YANG JANGAN ENGKAU LUPAKAN DALAM SUJUDMU

TIGA DOA YANG JANGAN ENGKAU LUPAKAN DALAM SUJUDMU

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DoaZikir

TIGA DOA YANG JANGAN ENGKAU LUPAKAN DALAM SUJUDMU

Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz, semoga Allah merahmatinya, berkata:

Merupakan tiga doa yang janganlah engkau lupakan dalam sujudmu:

1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan Husnul Khotimah:

١. اللهم إني أسألك حسن الخاتمة

Allahumma inni as’aluka husnal khotimah.

Artinya:

”Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah”

2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan tobat sebelum wafat

٢. اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut.

Artinya:

”Ya Allah aku berilah aku rezeki tobat nasuha (atau sebenar-benarnya tobat) sebelum wafat.”

3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas agama-Nya.

٣. اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك

Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinik.

Artinya:

”Ya Allah, wahai Sang Pembolak Balik Hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU”.

Kemudian saya sampaikan, jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik denganya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan Akhirat.

Peringatan:

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah engkau ketahui, amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah.

Dan berkata Syeikh Khalid: Ulangilah.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الذي لا إله الا هو الحيى القيوم و وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ، عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِه

Astaghfirullahal-ladzi laa ilaaha illa huwal hayyul qoyyum wa atuubu ilaih, ‘adada kholqih, wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘Arsyih, wa midaada kalimaatih.

Artinya:

Aku memohon ampun kepada Allah, Yang tiada Sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus, dan aku bertobat kepada-Nya, sebanyak bilangan makhluk-Nya, sejauh keridaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.

  • Maka dengan izin Allah, kau akan lihat keajaiban dari diredakannya kekhawatiranmu dan dimudahkanya urusanmu,
  • Janganlah kau sembunyikan keutamaan (zikir)
  • Setiap nafas pada menit kehidupan kita, tidaklah akan kembali.
  • Maka jadikanlah dirimu merasakan manisnya beristighfar.
  • Yaa Allah Jadikanlah nasihatku ini sedekah jariyah bagiku dan kedua orang tuaku dan untuk seluruh umat Muslimin.

Silakan simak videonya dengan durasi 53 detik: Syaikh Bin Baz rahimahullah: “Tiga Doa Yang Jangan Kalian Lupakan Ketika Sujud”: https://youtu.be/zeEAKWqCtMM

 

,

DOA AGAR TIDAK MATI MENGERIKAN

DOA AGAR TIDAK MATI MENGERIKAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DoaZikir

DOA AGAR TIDAK MATI MENGERIKAN

Amalkan doa yang sangat bermanfaat ini:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAT TARODDI WAL HADMI WAL GHOROQI WAL HARIIQI, WA A’UUDZU BIKA AN-YATAKHOBBATHONISY SYAITHOONU ‘INDAL MAUTI, WA A’UDZU BIKA AN AMUUTA FII SABIILIKA MUDBIRON, WA A’UDZU BIKA AN AMUUTA LADIIGHO.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (terjatuh), kehancuran (tertimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran. Dan aku berlindung kepada-Mu dari dirasuki setan pada saat mati, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari mati dalam keadaan tersengat.

[HR. An-Nasa’i, no. 5531. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih]

Yang dimaksud dengan beberapa kalimat dalam doa:

  • At-taroddi artinya jatuh dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.
  • Al-hadm artinya tertimpa bangunan.
  • Al-ghoroq artinya tenggelam dalam air.
  • Al-hariq artinya terbakar api.
  • An-yatakhobbathonisy syaithoonu ‘indal mauti artinya dikuasai oleh setan ketika akan meninggal dunia, sehingga setan menghalanginya untuk bertaubat.
  • Al-ladhiiga artinya mati dalam keadaan terkena racun dari kalajengking dan ular.

Kenapa sampai kita berdoa meminta perlindungan dari hal-hal di atas, padahal yang disebutkan dalam doa menyebabkan seseorang mendapatkan kesyahidan, sebagaimana disebutkan dalam hadis?

Imam Ath-Thibi rahimahullah menjelaskan, bahwa hal-hal yang disebutkan asalnya adalah musibah. Adapun mengharapkan kesyahidan dari musibah tersebut, perlu dipahami, bahwa memang setiap musibah sampai pun duri yang menusuk akan mendapatkan pahala.

Kata Imam Ath-Thibi, antara syahid di medan perang dengan syahid karena musibah di atas sangat berbeda. Karena syahid di medan perang itu diharap-harap. Sedangkan syahid dengan jatuh dari tempat tinggi, terbakar, dan tenggelam, itu tidak dicari-cari. Kalau seseorang berusaha bunuh diri dengan cara-cara tadi, malah dihukumi berdosa.

Penjelasan di atas diambil dari Muro’ah Al-Mafatih, dinukil dari ahlalhdeeth.com.

Semoga Allah mudahkan untuk mengamalkan doa di atas. Semoga Allah mematikan kita dalam keadaan husnul khotimah.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: https://rumaysho.com/15114-doa-agar-tidak-mati-mengerikan.html

,

PERBANYAK ISTIGHFAR KITA

PERBANYAK ISTIGHFAR KITA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#TazkiyatunNufus

PERBANYAK ISTIGHFAR KITA

Bismillaah alloohumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammadin

 

(والملائكة يسبحون بحمد ربهم ويستغفرون لمن في الأرض) [الشورى: ٥]

 

“Dan malaikat-malaikat bertasbih memuji Tuhannya, dan memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi .” [QS. As Syuraa:5]

 

‏الملائكة تسبح ولا تستغفر لنفسها لأنها لا تذنب .

من كثر ذنبه ينبغي أن يغلب استغفارُه تسبيحه …

الشيخ عبدالعزيز الطريفي

 

  • Malaikat selalu bertasbih kepada Allah, tapi tidak beristighfar untuk dirinya, karena malaikat tidak memunyai dosa.
  • Maka orang yang banyak dosanya seharusnya lebih membanyakkan istighfarnya daripada bertasbih.

 

قناة بلغوا عني ولو آية

 

[Qonah Ballighuu Anni Walaw Ayah]

, , ,

INGIN JADI KEKASIH ALLAH?

INGIN JADI KEKASIH ALLAH?
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
#NasihatUlama
#TazkiyatunNufus

INGIN JADI KEKASIH ALLAH?

Bismillaah, alloohummaa sholli wa sallim a’laa Nabiyyinaa Muhammadin wa a’laa aalihi wa sohbihi ajma’in

وقفة مع آية ،،،

( إن الله يحب التوابين … )

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat.” [QS. Al Baqarah: 222]

قال شيخ الإسلام ابن تيمية:

“كل من تاب فهو حبيب الله”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Setiap yang bertaubat kepada Allah, maka ia layak disebut Habiibullah (Kekasih Allah).”

Sumber: [Jaami’urrosaail 1: 116]

[جامع الرسائل ١١٦/١]

 

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin

 

,

MENUNTUT ILMU AGAMA, JALAN SUKSES MENUJU TAUBAT (SEPENGGAL NASIHAT SEBELUM TERLAMBAT)

MENUNTUT ILMU AGAMA, JALAN SUKSES MENUJU TAUBAT (SEPENGGAL NASIHAT SEBELUM TERLAMBAT)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MenuntutIlmuSyari

MENUNTUT ILMU AGAMA, JALAN SUKSES MENUJU TAUBAT (SEPENGGAL NASIHAT SEBELUM TERLAMBAT)

  • Saudaraku, bertaubatlah sebelum terlambat, karena ajal tidak pernah menunggumu bertaubat.
  • Saudaraku, berbekallah tuk menghadapi suatu hari, saat penyesalan tiada lagi berarti.
  • Saudaraku ingatlah, sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan tidak mungkin seseorang mencapai derajat takwa, sebelum ia beramal dengan ikhlas karena Allah ta’ala dan meladani Rasulullah ﷺ.

>> Maka jauhilah segala bentuk syirik dan semua perusak amalan seperti riya’ dan sum’ah; yaitu memerlihatkan dan memerdengarkan amalan agar dipuji orang.

>> Jauhilah hal-hal baru dalam agama yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, agar selamat dari kesesatan.

>>Hindarkanlah dirimu dari kemaksiatan, besar maupun kecil, agar selamat dari azab yang pedih.

Dan ketahuilah, tidak mungkin seseorang dapat menggapai semua itu tanpa menuntut ilmu agama yang berdasarkan Alquran dan As-Sunnah sesuai Pemahaman Salaf.

Semakin dalam ilmu agama yang dipelajari seseorang, maka ia semakin mudah masuk Surga dan semakin dekat kepada kebaikan dunia dan Akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dengan agama.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah radhiyallahu’anhu]

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqoloni Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

وَمَفْهُومُ الْحَدِيثِ أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ

“Mafhum hadis ini adalah, siapa yang tidak melakukan Tafaqquh Fid diin (Berusaha memahami agama), yaitu tidak memelajari kaidah-kaidah dasar Islam dan cabang-cabangnya, maka sungguh ia telah diharamkan untuk meraih kebaikan.” [Fathul Baari, 1/165]

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/776649309151220:0