Posts

, ,

WASPADALAH DENGAN TIPUAN SETAN INI

WASPADALAH DENGAN TIPUAN SETAN INI
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
WASPADALAH DENGAN TIPUAN SETAN INI
 
Ibnu Hubairoh rahimahullah berkata:
 
مِن مكَـايد الشّيطـان تَـنفيرُه عبَـادَ اللهِ ‏من تَدبّـر القـرآن لعلمِه أن الهُدى واقــعٌ عنــد التدبُّر
“Termasuk tipu daya setan adalah dengan membuat lari para hamba Allah dari upaya untuk menadabburi Alquran, karena setan mengetahui, bahwa hidayah itu akan diperoleh dengan menadabburinya.” [Thobaqat Hanabilah 1/111]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#tipudayasetan #setan #syaithon #syaithan #syaiton #hidayah #mentadaburyAlquran, #tadabur #tadabbur #Alquran #menadaburi, #menadabburi, #hidayahakandiperoleh

ANTARA SETAN BISU DAN SETAN BERBICARA

ANTARA SETAN BISU DAN SETAN BERBICARA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
ANTARA SETAN BISU DAN SETAN BERBICARA
 
Berhati-hatilah dalam menyampaikan sesuatu, karena orang yang menyampaikan kebatilan adalah setan yang berbicara.
 
Tatkala ada orang yang menyampaikan perkara batil, maka kita tidak boleh diam, kita harus membantahnya, terlebih lagi kebatilan itu telah tersebar di mana-mana. Kalau kita diam, maka kita termasuk setan bisu.
 
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyampaikan:
 
الساكت عن الحق شيطان اخرس
 
“Orang yang diam dari kebenaran adalah setan bisu.
 
 
المتكلم بالباطل شيطان ناطق
Orang yang mengucapkan kebatilan adalah setan yang berbicara.
[Ad-Daa’ wa ad-Dawa, karya Imam Ibnul Qayyim, hal. 231]
 
 
Penulis: Ustadz Amir As-Soronji
https://www.facebook.com/UstadzAmirAsSoronji/
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#setanbisu, #setanbicara, #syaithan, #syaithon, #bisu #bicara #diamdarikebenaran, #bicarakebatilan #setanberbicara #mungkar, #munkar, #kemunkaran, #kemungkaran, #alhaq, #kebenaran

INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT

INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT
 
Jangan menjadi orang yang dicintai oleh IBLIS.
Dan apa RAHASIANYA, amalan BID’AH itu LEBIH disukai oleh IBLIS daripada MAKSIAT ?
 
Perkataan seorang tabiin bernama Sufyan ats Tsauri:
 
قال وسمعت يحيى بن يمان يقول سمعت سفيان يقول: البدعة أحب إلى إبليس من المعصية المعصية يتاب منها والبدعة لا يتاب منها
 
Ali bin Ja’d mengatakan, bahwa dia mendengar Yahya bin Yaman berkata, bahwa dia mendengar Sufyan (ats Tsauri) berkata:
  • BID’AH itu lebih disukai IBLIS dibandingkan dengan MAKSIAT biasa.
  • Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertobat.
  • Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertobat.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22]
Faktor terpenting yang mendorong seseorang untuk bertobat adalah merasa berbuat salah dan merasa berdosa. Perasaan ini banyak dimiliki oleh pelaku kemaksiatan, tapi tidak ada dalam hati orang yang gemar dengan bid’ah.
 
Oleh karena itu, bagaimana mungkin seorang pelaku bid’ah bertobat ketika dia tidak merasa bersalah? Bahkan dia merasa mendapat pahala dan mendekatkan diri kepada Allah dengan bid’ah yang dia lakukan. Itulah rahasianya kenapa IBLIS suka sekali dengan pelaku BID’AH.
 
Allah berfirman:
 
أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآَهُ حَسَنًا
 
“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap BAIK pekerjaannya yang buruk, lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)?” [QS. Fathir:8]
 
Sufyan ats Tsauri mengatakan:
“Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertobat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertobat.”
 
Dalam sebuah atsar (perkataan salaf) Iblis berkata:
“Kubinasakan anak keturunan Adam dengan DOSA, namun mereka membalas membinasakanku dengan ISTIGHFAR dan ucapan La ilaha illallah.
Setelah kuketahui hal tersebut, maka kusebarkan di tengah-tengah mereka hawa nafsu (baca:BID’AH).
Akhirnya mereka berbuat dosa namun TIDAK MAU BERTOBAT, karena mereka merasa sedang berbuat BAIK.” [Lihat al Jawab al Kafi 58, 149-150 dan al I’tisham 2/62]
 
Oleh karena itu secara umum bid’ah itu lebih BERBAHAYA dibandingkan maksiat. Hal ini dikarenakan pelaku bid’ah itu MERUSAK agama. Sedangkan pelaku maksiat sumber kesalahannya adalah karena mengikuti keinginan yang terlarang. [Al Jawab al Kafi hal 58 dan lihat Majmu Fatawa 20/103]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 

#alasan, #iblis, #setan, #syaithan, #syaithon, #lebihsuka, #lebihmenyukai, #bidah, #pelakubidah, #pelakumaksiat, #maksiat, #maksiyat, #tobat, #taubat, #bertobat, #bertaubat #lebihmudahbertobat, #sulitbertobat #aparahasianya, #inirahasianya

, ,

CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH

CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH
>> Lupa Membaca Bismillah Di Awal Makan

 

Membaca Bismillah di awal makan adalah perintah Rasul ﷺ. Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah ﷺ, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai Ghulam, bacalah “Bismillah.” Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. [HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022]

Bagaimana Jika Lupa Membaca Bismillah di Awal Makan?

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Jika seseorang meninggalkan membaca “Bismillah” di awal karena sengaja, lupa, dipaksa, tidak mampu mengucapkannya karena suatu alasan, lalu ia bisa mengucapkan di tengah-tengah makannya, maka ia dianjurkan mengucapkan “Bismillaah awwalahu wa aakhirohu” [Al Adzkar, hal. 427, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah]

Dari Umayyah bin Mihshon -seorang sahabat Nabi ﷺ-, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسَمِّ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَضَحِكَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ « مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اسْتَقَاءَ مَا فِى بَطْنِهِ »

“Rasulullah ﷺ pernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca Bismillah hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebut ke mulutnya, ia mengucapkan: “Bismillah awwalahu wa akhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” Nabi ﷺ pun tertawa dan beliau ﷺ bersabda: “Setan terus makan bersamanya hingga ketika ia menyebut nama Allah (Bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” [HR. Abu Daud no. 3768, Ahmad 4: 336 dan An Nasai dalam Al Kubro 10113. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan. Al Hakim menshahihkan hadis ini dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Al Mutsanna bin ‘Abdurrahman mengatakan hadis ini hasan dan memiliki berbagai penguat. Lihat Majma’ Az Zawaid, 5: 22]

Hadis terakhir di atas menunjukkan, bahwa setan itu berserikat pada makanan yang TIDAK disebut nama Allah (membaca: Bismillah) saat dimakan. Lalu jika seseorang mengingat Allah (mengucap Bismillah) di tengah-tengah makan, walau makanan tersisa sedikit, maka diharamkan pada setan apa yang telah dimakan sebelumnya. Juga hadis di atas menunjukkan, bahwa setan bisa muntah. Lihat Bahjatun Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly, 2: 48.

Hadis-hadis di atas pun jadi dalil, bahwa jika seseorang lupa membaca Bismillah di awal makan dan baru teringat di tengah-tengah makan, maka ucapkanlah “Bismillah awwalahu wa akhirohu” atau “Bismillah fii awwalihi wa aakhirihi“.

 

Sumber: https://rumaysho.com/3712-lupa-membaca-Bismillah-di-awal-makan.html

 

 

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#DoaZikir, #do’a, #doa, #zikir, #dzikir, #sebelummakan, #setan, #syaithon, #syaithan, #syetan, #ikutanmakan, #setanmuntah, #carabikin, #caramembuat, #tipstips #Bismillah, #awwalahu, #waakhirohu, #fiiawwalihi, #waaakhirihi #lupamembacabismillahdiawalmakan #lupamembacabismillah #diawalmakan

,

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Bismillah
 
KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT
 
Benarkah Iblis berkhutbah…??
Benar… ia berkhutbah, bahkan khutbah yang sangat menyentuh hati. Tidak ada khutbah yang menyentuh hati, sebagaimana khutbah Iblis ini. Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut dalam firman-Nya:
 
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)
 
“Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:
“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar. Dan akupun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku TIDAK MEMBENARKAN perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam Surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, dengan seizin Tuhan mereka” [QS Ibrahim: 22-23]
 
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
 
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ
 
“Tatkala Hari Kiamat, Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api, lalu berkhutbah seraya berkata: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar. Dan akupun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya…” [Tafsiir At-Thobari 16/563]
 
Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata:
 
يُخْبِرُ تَعَالَى عَمَّا خَطَبَ بِهِ إِبْلِيْسُ أَتْبَاعَهُ، بَعْدَمَا قَضَى اللهُ بَيْنَ عِبَادَهُ، فَأدخل المؤمنين الجنات، وأسكن الكافرين الدركات، فقام فيهم إبليس -لعنه الله -حينئذ خطيبا ليزيدهم حزنا إلى حزنهم (4) وغَبنا إلى غبْنهم، وحسرة إلى حسرتهم
 
“Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hamba-Nya. Lalu Allah memasukan kaum Mukminin ke Surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam Neraka Jahannam. Maka Iblis pun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya, agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan….” [Tafsiir Al-Qur’an Al-‘Adziim 4/489]
 
Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan, tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam, tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!
 
Khutbah tersebut,
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka,
Khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka,
Khutbah yang menyadarkan mereka, bahwasanya selama ini mereka hanya TERPEDAYA oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah ‘alaihi.
 
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam Surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka” [QS Ibrahim: 23]
 
Demikianlah khutbah Iblis tersebut,
Setelah ia menggoda manusia,
Setelah ia menipu mereka,
Setelah ia menjerumuskan mereka dalam Neraka,
Setelah tercapai cita-citanya …lalu…
Ia pun BERLEPAS DIRI dari para pengikutnya.
Ia sama sekali TIDAK MAU bertanggung jawab atas godaan-godaannya.
Bahkan ia sama sekali TIDAK MAU disalahkan dan dicela.
Akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri.
Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya.
 
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan, bahwa “Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih.”
Lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk Surga, yaitu orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
 
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni Neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin.
 
Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis.
Jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini.
Orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasihat-nasihat.
Tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah.
Hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis.
Wal’iyaadzu billah.
 
 
Penulis: Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
[www.firanda.com]
 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#khutbah, #kutbah, #khotbah, #kotbah, #iblis, #setan, #syaitan, #syaithon, #syaiton, #menyentuh hati, #di tengah-tengah Neraka,#Hari Kiamat, #pidato, #mempersekutukanAllah

,

APAKAH SUJUD SAHWI HANYA DISYARIATKAN KETIKA SHALAT FARDHU SAJA?

APAKAH SUJUD SAHWI HANYA DISYARIATKAN KETIKA SHALAT FARDHU SAJA?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

#SifatSholatNabi

APAKAH SUJUD SAHWI HANYA DISYARIATKAN KETIKA SHALAT FARDHU SAJA?

Sahwi secara bahasa bermakna lupa atau lalai. [Lisanul ‘Arob, Muhammad bin Makrom binn Manzhur Al Afriqi Al Mishri, 14/406, Dar Shodir]. Sujud Sahwi secara istilah adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat, untuk menutupi cacat dalam shalat, karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan, atau mengerjakan sesuatu yang dilarang dengan tidak sengaja. [Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/459, Al Maktabah At Taufiqiyah]

Sujud Sahwi ketika shalat sunnah sama halnya dengan shalat wajib, yaitu sama-sama disyariatkan. Karena dalam hadis yang membicarakan Sujud Sahwi menyebutkan umumnya shalat, tidak membatasi pada shalat wajib saja.

Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan: “Sebagaimana dikatakan dalam hadis ‘Abdurrahman bin ‘Auf:

إذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ

“Jika salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya.” Hadis ini menunjukkan, bahwa Sujud Sahwi itu disyariatkan pula dalam shalat sunnah, sebagaimana disyariatkan dalam shalat wajib (karena lafal dalam hadis ini umum). Inilah yang dipilih oleh Jumhur (Mayoritas) Ulama yang dulu dan sekarang. Karena untuk menambal kekurangan dalam shalat, dan untuk menghinakan setan, juga terdapat dalam shalat sunnah, sebagaimana terdapat dalam shalat wajib.” [Nailul Author, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, 3/144, Idarotuth Thoba’ah Al Muniirah]

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah
 
Sumber:

MANFAAT BANGUN SUBUH

MANFAAT BANGUN SUBUH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#MutiaraSunnah

MANFAAT BANGUN SUBUH

Apa ada keutamaan bangun Subuh? Kita tahu setiap Muslim punya kewajiban untuk bangun Subuh, karena ada shalat fardhu yang mesti ditunaikan kala itu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan: “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” [HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776]

Setan akan membuat ikatan di tengkuk manusia ketika ia tidur. Ikatan tersebut seperti sihir yang dijalankan oleh setan untuk menghalangi seseorang untuk bangun malam. Karena ikatan itu ada, akhirnya setan terus membisikkan atau merayu, supaya orang yang tidur tetap terus tidur dengan mengatakan ‘Malam itu masih panjang’.

Lantas bagaimanakah solusinya untuk bisa lepas dari tiga ikatan setan yang terus merayu agar tidak bangun malam? Nabi ﷺ memberikan solusinya:
(1) Bangun tidur lalu berzikir pada Allah
(2) Kemudian berwudhu
(3) Mengerjakan shalat
Disebutkan di akhir hadis, bahwa orang yang bangun dan terlepas darinya tiga ikatan setan, ia akan semangat dan fit di pagi harinya. Jika tiga ikatan tersebut tidaklah lepas, maka akan malas dan tidak sehat di pagi harinya.

Mari terus semangat bangun malam dan bangun Subuh. Semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan kebaikan dan keberkahan yang banyak lewat doa Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” [HR. Abu Daud no. 2606, Tirmidzi no. 1212 dan Ibnu Majah no. 2236. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

Sumber: https://rumaysho.com/10045-keutamaan-bangun-shubuh.html

,

SETAN SENANTIASA MENAKUTI DENGAN KEMISKINAN

SETAN SENANTIASA MENAKUTI DENGAN KEMISKINAN
بسم الله الرحمن الرحيم
#NasihatUlama
#TazkiyatunNufus

SETAN SENANTIASA MENAKUTI DENGAN KEMISKINAN

Untuk membeli keperluan rumah seharga 100 atau 200 Dirham, tidak sedikit pun terlintas keraguan pada dirinya. Akan tetapi ketika dia ingin berinfak setara dengan yang ia belanjakan untuk keperluan rumah itu, tiba-tiba dia ingat anak-anaknya, ia takut kekurangan, takut ditimpa sakit.

Maka sungguh benar Allah ta’ala dalam firman-Nya:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ

“Setan itu selalu menjanjikan kemiskinan”. [Al Baqarah: 268]

 

[Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA. Courtesy @twitulam]

Telegram @IslamDiarie

, ,

JANGAN HERAN, SETAN MEMANG TIDAK MAU DENGAR AZAN

JANGAN HERAN, SETAN MEMANG TIDAK MAU DENGAR AZAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

#Mutiara_Sunnah

JANGAN HERAN, SETAN MEMANG TIDAK MAU DENGAR AZAN

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ ، وَلَهُ ضُرَاطٌ ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

“Apabila azan sholat dikumandangkan, maka setan akan lari, sambil terkentut-kentut, agar dia tidak mendengar azan…” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Apa yang Dimaksud Setan Kentut?

Para ulama menyebutkan kemungkinan dua makna:

1. Makna secara hakiki, yaitu setan benar-benar kentut.

  1. Makna kiasan, yaitu setan sangat takut mendengar azan, lalu dia menyibukkan dirinya dengan suara lain, agar tidak mendengar azan. [Lihat Fathul Bari, 2/406]

Apabila mendengar azan saja setan sangat benci, apalagi melakukan sholat. Sudah tentu setan tidak sholat, dan akan selalu mengajak para pengikutnya untuk tidak sholat. Dan yang sholat akan diganggu, agar sholatnya buruk. Jangan jadi setan atau pun pengikutnya…!

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/796264163856401:0

,

SOLUSI DARI NABI BAGI YANG KEHILANGAN KEKHUSYUAN

SOLUSI DARI NABI BAGI YANG KEHILANGAN KEKHUSYUAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#SifatSholatNabi

SOLUSI DARI NABI BAGI YANG KEHILANGAN KEKHUSYUAN

Khusyu’ merupakan ruh dari ibadah shalat. Telah diketahui, bahwa pahala ibadah shalat yang dikerjakan seseorang hanyalah tercatat pada saat-saat dia khusyu saja.

Mengingat pentingnya perkara khusyu dalam shalat, maka Nabi Muhammad ﷺ pun tentu tidak akan membiarkan begitu saja umatnya terbawa oleh was-was yang dilemparkan oleh setan.

Oleh karenanya, di saat ada seseorang yang mengadu pada beliau ﷺ seraya berkata:

 إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يلبسها عَلَيَّ

“Sesungguhnya setan telah menghalangi antara aku dan shalat, serta bacaanku (dalam shalat), hingga membuat aku kacau.”

Nabi ﷺ pun memberikan solusi pada orang ini:

 ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَِنْزَبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ وَاتْفُلْ عَنْ يَسَارِكَ ثَلَاثًا

“Sesungguhnya itu ialah setan yang disebut dengan Khanzab. Apabila kau merasakan kehadirannya, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari gangguannya, serta meludah kecillah ke arah kirimu sebanyak tiga kali.” [HR. Muslim, no. 2203]

Makna menghalangi antara aku dan shalat serta bacaanku ialah: Setan mengacaukan dan menghalangiku dari nikmatnya shalat, juga mencegahku sampai pada kekhusyuan. [Al-Minhaaj Syarh Shahih Muslim, XIV/190]

Sehingga dari hadis ini kita dapatkan faidah, bahwa dianjurkan bagi yang terganggu shalatnya untuk melakukan dua hal:

  1. Berlindung diri kepada Allah, yakni dengan membaca: A-’udzu billaahi minasysyaithonirrojiim 

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

  1. Setelah itu meludah kecil ke arah kiri sebanyak tiga kali.

Dan benar saja, manfaat dari pada dua hal ini benar-benar dirasakan oleh sahabat yang bertanya ini ketika shalatnya terganggu. Beliau menyatakan:

 فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ اللَّهُ عَنِّي

“Aku pun melakukannya, hingga Allah menghilangkan gangguan itu dari shalatku.” [al-Hadits]

Wallahu a’lam wa huwa waliyyut taufiiq..

 

Penulis: Ustadz Pupus

Sumber: http://www.nasehatetam.com/read/82/solusi-dari-nabi-bagi-yang-kehilangan-kekhusyuan#sthash.Z0k2UtYP.dpuf