Posts

,

KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH QABLIYAH SUBUH

KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH QABLIYAH SUBUH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH QABLIYAH SUBUH
 
Shalat yang satu ini punya keutamaan yang besar, sampai-sampai ketika safar pun, Nabi ﷺ terus menerus menjaganya. ‘Aisyah berkata:
“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah ﷺ mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua rakaat sebelum Fajar.” [HR. Muslim no. 724]
 
Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan Shalat Sunnah Qabliyah Subuh adalah hadis dari Aisyah, di mana Nabi ﷺ bersabda:
“Dua rakaat fajar (shalat Sunnah Qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim no. 725]
Jika keutamaan shalat Sunnah Fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat Subuh itu sendiri?!
Yuk amalkan, sebarkan, istiqamahkan!
 
Sumber: [Rumaysho.Com]

#shalat #solat #salat #sholat #Subuh #Shubuh #sunnahqabliyah #sunnahqobliyah #shalatsunnahqabliyahSubuh #fadhilah #keutamaan #lebihbaikdariduniadanseisinya #shalatsunnahFajar

 
,

MAU PAHALA SHALAT SEMALAM SUNTUK? INI CARANYA!

MAU PAHALA SHALAT SEMALAM SUNTUK INI CARANYA!
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MAU PAHALA SHALAT SEMALAM SUNTUK? INI CARANYA!
 
Dalam riwayat Tirmidzi, dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Siapa yang menghadiri shalat Isya berjamaah, maka baginya shalat separuh malam. Dan barang siapa yang melaksanakan shalat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya seperti shalat semalaman.” [HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadis ini Hasan Shahih. HR. Tirmidzi, no. 221]
 
Faidah Hadis:
 
1. Dianjurkan menjaga shalat Subuh dan Isya secara berjamaah. Karena kalau dua shalat ini dijaga, tentu shalat lainnya dijaga pula.
2. Menjaga shalat Subuh dan Isya merupakan tanda iman. Karena ketika itu keadaan gelap dan sedang menikmati makan malam.
3. Yang meninggalkan shalat Subuh dan Isya hanyalah munafik dan orang yang punya uzur.
4. Keutamaan shalat Subuh berjamaah seperti melaksanakan shalat semalam penuh (semalam suntuk).
5. Keutamaan shalat Isya berjamaah seperti melaksanakan shalat separuh malam.
 
Semoga semakin manambah semangat kita untuk terus beramal saleh
 
Sumber: Rumaysho.Com
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

TANDA MUNAFIK: MALAS MERUTINKAN SUBUH DAN ISYA

TANDA MUNAFIK: MALAS MERUTINKAN SUBUH DAN ISYA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
TANDA MUNAFIK: MALAS MERUTINKAN SUBUH DAN ISYA
 
Tahukah munafik?
Kalau yang dimaksud munafik besar adalah menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.
 
Al-Hasan Al-Bashri mengatakan:
“Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati dan lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi dan sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar.” [Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:490]
 
Bagaimanakah keadaan munafik orang zaman ini dan masa silam? Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Orang munafik saat ini lebih jelek dari orang munafik di masa Rasulullah ﷺ. Dahulu kemunafikan disembunyikan, sedangkan saat ini terang-terangan.” [Hilyatul Auliya’, 1:280]
 
Salah satu tandanya yaitu malas merutinkan Shalat Subuh dan Shalat Isya. Sahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma menyatakan:
“Jika kami tidak melihat seseorang dalam Shalat ‘Isya’ Dan Shalat Subuh, maka kami mudah untuk suuzhon (berprasangka jelek) padanya.” [HR. Ibnu Khuzaimah, 2:370 dan Al-Hakim 1:211, dengan sanad yang shahih sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab. Lihat Minhah Al-‘Allam, 3:365]
 
 
Sumber: Rumaysho.Com
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
 
#sifatsholatnabi, #sholat, #shalat, #solat, #salat, #Subuh, #Isya, #malasrutinkan, #malasmerutinkan, #Shubuh, #SubuhdanIsya, #tandamunafik, #munafik, #munafiqun #jamaah, #jama’ah, #berjamaah #shalatberjamaah #tandatanda #ciriciri
,

KEUTAMAAN BERJALAN KE MASJID DI KEGELAPAN PADA WAKTU SUBUH DAN ISYA

KEUTAMAAN BERJALAN KE MASJID DI KEGELAPAN PADA WAKTU SUBUH DAN ISYA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

KEUTAMAAN BERJALAN KE MASJID DI KEGELAPAN PADA WAKTU SUBUH DAN ISYA

Ini satu hadis yang membicarakan keutamaan berjalan ke masjid di kegelapan, terutama saat shalat Subuh dan Isya.

 

Hadis no. 1058 dari Kitab Riyadhus Sholihin, Bab Keutamaan Berjalan ke Masjid

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan menuju masjid-masjid, bahwa ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada Hari Kiamat.” [HR. Abu Daud, no. 561; Tirmidzi, no. 223. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini shahih]

 

Kesimpulan Mutiara Hadis;

  1. Orang beriman mendapatkan kabar gembira tentang keadaannya yang bercahaya pada Hari Kiamat.
  2. Setiap hamba berada dalam kegelapan, kecuali orang yang beriman.
  3. Hadis ini menunjukkan keutamaan orang yang berjalan di kegelapan, dan ini ditemukan dalam shalat Isya’ dan shalat Subuh yang dilakukan berjamaah di masjid. Mereka yang menjaga shalat tersebut, itulah yang akan mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat.
  4. Ada beberapa hikmah shalat berjamaah Isya dan Subuh di masjid:

(a) Akan mudah turun berkah dan rahmat,

(b) Dengan berjamaah bisa menambah ilmu dan mengerti cara beramal shalat yang benar dengan memperhatikan lainnya,

(c) Keikhlasan dan kekhusyuan sebagian jamaah akan berpengaruh pada jamaah lainnya, sehingga membuat ibadah seluruh jamaah jadi diterima.

 

Sumber: Rumaysho.Com

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#keutamaan, #utama, #fadhilah, #fadilah, #jalankaki, #berjalankaki, #gelapnyamalam, #kegelapanmalam, #Subuh, #Shubuh, #Isya, #shalat, #sholat, #solat, #salat, #cahaya, #bercahaya, #terang, #cahayasempurna #gelap #shalatjamaah #berjamaah #shalatberjamaah

TIPS AGAR TIDAK MALAS BANGUN SUBUH

TIPS AGAR TIDAK MALAS BANGUN SUBUH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
TIPS AGAR TIDAK MALAS BANGUN SUBUH
 
1. Takwa dan perhatian dengan waktu shalat.
 
2. Tidur di awal malam dan tinggalkan begadang
Perlu diketahui, bahwa begadang tanpa ada kepentingan dibenci oleh Nabi ﷺ. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata: “Rasulullah ﷺ membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” [HR. Bukhari, no. 568]
 
3. Menggunakan alat-alat pengingat seperti pada jam tangan atau pada handphone.
 
4. Membiasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari.
 
5. Tidur di alas yang memudahkan proses bangun.
 
6. Menjaga adab Islami sebelum tidur, di antaranya:
 
6a- Tidurlah dalam keadaan berwudhu.
Hal ini berdasarkan hadis Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi ﷺ bersabda: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” [HR. Bukhari, no. 247 dan Muslim, no. 2710]
 
6b- Tidur berbaring pada sisi kanan.
6c- Meniup kedua telapak tangan sambil membaca Surat Al Ikhlash (Qul huwallahu ahad), Surat Al Falaq (Qul a’udzu bi robbil falaq), dan Surat An Naas (Qul a’udzu bi robbinnaas), masing-masing sekali. Setelah itu mengusap kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ sebagaimana dikatakan oleh istrinya ‘Aisyah.
 
6d- Membaca Ayat Kursi sebelum tidur agar tidak didekati setan sampai pagi, sebagaimana diajarkan dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
6e- Membaca doa sebelum tidur: “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.
Dari Hudzaifah, ia berkata: “Apabila Nabi ﷺ hendak tidur, beliau ﷺ mengucapkan:
BISMIKA ALLAHUMMA AMUUTU WA AHYA
 
Artinya:
Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup.
 
Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: “ALHAMDULILLAHILLADZII AHYAANA BA’DA MAA AMATANA WAILAIHI NUSYUR
 
Artinya:
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali.” [HR. Bukhari, no. 6324]
 
7. Meminta tolong pada Allah agar diberi kemudahan untuk bangun Subuh.
 
 
Sumber: Rumaysho.Com
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#tipstips, #caracara, #triktrik, #tidakmalas, #bangunSubuh, #shalat, #sholat, #salat, #solat, #Shubuh, #Subuh, #rajin, #tidakmalas, #adabtidur, #doa, #do’a, #dzikir, #zikir, #doaZikir, #sebelumtidur, #banguntidurmudah #bangunSubuh, #rajinbangunSubuh #adabIslami #adabtidur #kencingsetan #dikencingisetan #telinga

HANYA TIDAK SHALAT SUBUH

HANYA TIDAK SHALAT SUBUH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Bismillah
 
#SifatSholatNabi
 
HANYA TIDAK SHALAT SUBUH
 
Meninggalkan shalat bukanlah perkara sepele. Dosanya bukan dosa yang biasa-biasa saja. Perlu diketahui, bahwa dosa meninggalkan shalat adalah termasuk dosa besar yang paling besar, sebagaimana yang dikatakan oleh para ulama berikut ini:
 
Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan:
“Kaum Muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat), bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar, dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah, serta mendapatkan kehinaan di dunia dan Akhirat.”
 
Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir (Pembahasan Dosa-Dosa Besar), hal. 25, Ibnu Hazm berkata: “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar, daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya, dan membunuh seorang Mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.”
 
Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, hal. 26-27, juga mengatakan:
“Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan, yaitu satu shalat saja, dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertobat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang Mujrim (yang berbuat dosa).”
 
 
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah
 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

,

TETAP ISTIQAMAH SHALAT LIMA WAKTU SELEPAS RAMADAN

TETAP ISTIQAMAH SHALAT LIMA WAKTU SELEPAS RAMADAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#SifatSholatNabi
 
TETAP ISTIQAMAH SHALAT LIMA WAKTU SELEPAS RAMADAN
 
Ramadan sungguh sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Orang yang tadinya malas ke masjid atau sering bolong mengerjakan shalat lima waktu, pada waktu Ramadan terlihat begitu bersemangat melaksanakan amalan shalat ini. Itulah di antara tanda dibukanya pintu Surga dan ditutupnya pintu Neraka ketika itu. Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila Ramadan tiba, pintu Surga dibuka, pintu Neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” [HR. Muslim no. 1079]
 
Namun, amalan shalat ini hendaklah tidak ditinggalkan begitu saja. Kalau memang pada waktu Ramadan kita rutin menjaga shalat lima waktu, maka hendaklah amalan tersebut tetap dijaga di luar Ramadan. Begitu pula dengan shalat jamaah di masjid khusus untuk kaum pria.
 
Namun yang sangat kami sayangkan, amalan shalat ini sering dilalaikan oleh sebagian kaum Muslimin. Bahkan mulai pada Hari Raya ‘Ied (1 Syawal) saja, sebagian orang sudah mulai meninggalkan shalat karena sibuk silaturahmi atau berekreasi. Begitu juga seringkali kita lihat sebagian saudara kita karena kebiasaan bangun kesiangan, dia meninggalkan shalat Subuh begitu saja.
 
Padahal shalat Subuh inilah yang paling berat dikerjakan oleh orang munafik, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Tidak ada shalat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik, kecuali shalat Subuh dan shalat Isya’. Seandainya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun sambil merangkak.” [HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651]
 
Ingatlah ancaman keras dari Nabi ﷺ bagi orang yang meninggalkan shalat. Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, bekas budak Nabi ﷺ, beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
 
بَيْنَ العَبْدِ وَبَيْنَ الكُفْرِ وَالإِيْمَانِ الصَّلَاةُ فَإِذَا تَرَكَهَا فَقَدْ أَشْرَكَ
 
“Pemisah antara seorang hamba dengan kekufuran dan keimanan adalah shalat. Apabila dia meninggalkannya, maka dia telah melakukan kesyirikan.” [HR. Ath Thobariy dengan sanad Shahih. Syaikh Al Albani mengatakan hadis ini Shahih. Lihat Shahih At Targib wa At Tarhib no. 566]
 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

MANFAAT BANGUN SUBUH

MANFAAT BANGUN SUBUH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#MutiaraSunnah

MANFAAT BANGUN SUBUH

Apa ada keutamaan bangun Subuh? Kita tahu setiap Muslim punya kewajiban untuk bangun Subuh, karena ada shalat fardhu yang mesti ditunaikan kala itu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan: “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” [HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776]

Setan akan membuat ikatan di tengkuk manusia ketika ia tidur. Ikatan tersebut seperti sihir yang dijalankan oleh setan untuk menghalangi seseorang untuk bangun malam. Karena ikatan itu ada, akhirnya setan terus membisikkan atau merayu, supaya orang yang tidur tetap terus tidur dengan mengatakan ‘Malam itu masih panjang’.

Lantas bagaimanakah solusinya untuk bisa lepas dari tiga ikatan setan yang terus merayu agar tidak bangun malam? Nabi ﷺ memberikan solusinya:
(1) Bangun tidur lalu berzikir pada Allah
(2) Kemudian berwudhu
(3) Mengerjakan shalat
Disebutkan di akhir hadis, bahwa orang yang bangun dan terlepas darinya tiga ikatan setan, ia akan semangat dan fit di pagi harinya. Jika tiga ikatan tersebut tidaklah lepas, maka akan malas dan tidak sehat di pagi harinya.

Mari terus semangat bangun malam dan bangun Subuh. Semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan kebaikan dan keberkahan yang banyak lewat doa Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” [HR. Abu Daud no. 2606, Tirmidzi no. 1212 dan Ibnu Majah no. 2236. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

Sumber: https://rumaysho.com/10045-keutamaan-bangun-shubuh.html

,

KEUTAMAAN YANG BESAR SHALAT SUNNAH SEBELUM SUBUH

KEUTAMAAN YANG BESAR SHALAT SUNNAH SEBELUM SUBUH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#SifatSholatNabi

KEUTAMAAN YANG BESAR SHALAT SUNNAH SEBELUM SUBUH

Shalat yang satu ini punya keutamaan yang besar, sampai-sampai ketika safar pun, Nabi ﷺ terus menerus menjaganya. ‘Aisyah berkata:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah ﷺ mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua rakaat sebelum Fajar (shalat sunnah Qabliyah Subuh -pent)” [HR. Muslim no. 724]

Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah Qabliyah Subuh adalah hadis dari ‘Aisyah, di mana Nabi ﷺ bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat fajar (shalat sunnah Qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim no. 725]. Jika keutamaan shalat sunnah fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat Subuh itu sendiri?!

Dalam lafal lain, ‘Aisyah berkata, bahwa Nabi ﷺ berbicara mengenai dua rakaat ketika telah terbih fajar Subuh:

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Dua rakaat shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” [HR. Muslim no. 725]

Silakan di-share, InsyaAllah bermanfaat.

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

Sumber: https://rumaysho.com/3301-keutamaan-shalat-sunnah-sebelum-shubuh.html

, , ,

HUKUM MAKAN DAN MINUM KETIKA MENDENGAR AZAN SUBUH PADA WAKTU RAMADAN

HUKUM MAKAN DAN MINUM KETIKA MENDENGAR AZAN SUBUH PADA WAKTU RAMADAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

#SifatPuasaNabi, #FatwaUlama

HUKUM MAKAN DAN MINUM KETIKA MENDENGAR AZAN SUBUH PADA WAKTU RAMADAN

Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya: Ada orang yang mendengar azan Subuh, tapi dia tetap makan dan minum. Bagaimana hukum puasanya?

Jawaban:
Seorang Mukmin wajib menahan dirinya dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum dan lain-lain) apabila fajar benar-benar telah terbit. Terutama apabila puasa tersebut hukumnya wajib seperti puasa Ramadan, puasa nadzar dan puasa kifarat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Artinya: Makan dan minumlah kalian sampai terlihat jelas oleh kalian garis putih dari garis hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa kalian sampai malam (Maghrib). [Al-Baqarah : 187]

Apabila seseorang mendengar azan dan dia yakin azannya tersebut berpatokan terbitnya fajar (masuk waktu), maka dia wajib menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa. Tapi apabila azan tersebut dikumandangkan sebelum terbit fajar, kita masih boleh makan dan minum, sampai fajar benar-benar terbit.

Apabila kita tidak tahu apakah itu azan sebelum terbit fajar atau setelahnya, maka lebih baik kita berhati-hati dan menahan diri dari makan dan minum. Tidak mengapa kalau menghabiskan makan dan minum ketika sudah terdengar azan, karena dia tidak tahu terbitnya fajar.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa apabila kita tinggal di dalam kota yang penuh dengan cahaya lampu listrik, kita tidak bisa melihat terbitnya fajar dengan mata kita. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dengan cara memerhatikan azan dan melihat kalender yang disitu terdapat jadwal waktu terbit fajar. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

Artinya: Tinggalkan sesuatu yang meragukanmu dan kerjakanlah sesuatu yang tidak meragukan. [Hadis Riwayat Tirmidzi 2442 dan An-Nasaa’i 5615]

Beliau ﷺ juga bersabda:

Artinya:
Barang siapa yang menjauhi perkara syubhat (yang meragukan), berarti dia telah memelihara agama dan kehormatannya. [Hadis Riwayat Bukhari 50]

Dan Allah subhanahu wa ta’ala Maha Penolong.

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal, edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdillah. Penerbit At-Tibyan Solo]

 

Sumber: https://almanhaj.or.id/1612-makan-dan-minum-ketika-mendengar-adzan-subuh-pada-bulan-ramadhan.html