Posts

INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT

INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
INI RAHASIANYA KENAPA IBLIS LEBIH MENYUKAI PELAKU BIDAH DARIPADA PELAKU MAKSIAT
 
Jangan menjadi orang yang dicintai oleh IBLIS.
Dan apa RAHASIANYA, amalan BID’AH itu LEBIH disukai oleh IBLIS daripada MAKSIAT ?
 
Perkataan seorang tabiin bernama Sufyan ats Tsauri:
 
قال وسمعت يحيى بن يمان يقول سمعت سفيان يقول: البدعة أحب إلى إبليس من المعصية المعصية يتاب منها والبدعة لا يتاب منها
 
Ali bin Ja’d mengatakan, bahwa dia mendengar Yahya bin Yaman berkata, bahwa dia mendengar Sufyan (ats Tsauri) berkata:
  • BID’AH itu lebih disukai IBLIS dibandingkan dengan MAKSIAT biasa.
  • Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertobat.
  • Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertobat.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22]
Faktor terpenting yang mendorong seseorang untuk bertobat adalah merasa berbuat salah dan merasa berdosa. Perasaan ini banyak dimiliki oleh pelaku kemaksiatan, tapi tidak ada dalam hati orang yang gemar dengan bid’ah.
 
Oleh karena itu, bagaimana mungkin seorang pelaku bid’ah bertobat ketika dia tidak merasa bersalah? Bahkan dia merasa mendapat pahala dan mendekatkan diri kepada Allah dengan bid’ah yang dia lakukan. Itulah rahasianya kenapa IBLIS suka sekali dengan pelaku BID’AH.
 
Allah berfirman:
 
أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآَهُ حَسَنًا
 
“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap BAIK pekerjaannya yang buruk, lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)?” [QS. Fathir:8]
 
Sufyan ats Tsauri mengatakan:
“Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertobat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertobat.”
 
Dalam sebuah atsar (perkataan salaf) Iblis berkata:
“Kubinasakan anak keturunan Adam dengan DOSA, namun mereka membalas membinasakanku dengan ISTIGHFAR dan ucapan La ilaha illallah.
Setelah kuketahui hal tersebut, maka kusebarkan di tengah-tengah mereka hawa nafsu (baca:BID’AH).
Akhirnya mereka berbuat dosa namun TIDAK MAU BERTOBAT, karena mereka merasa sedang berbuat BAIK.” [Lihat al Jawab al Kafi 58, 149-150 dan al I’tisham 2/62]
 
Oleh karena itu secara umum bid’ah itu lebih BERBAHAYA dibandingkan maksiat. Hal ini dikarenakan pelaku bid’ah itu MERUSAK agama. Sedangkan pelaku maksiat sumber kesalahannya adalah karena mengikuti keinginan yang terlarang. [Al Jawab al Kafi hal 58 dan lihat Majmu Fatawa 20/103]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 

#alasan, #iblis, #setan, #syaithan, #syaithon, #lebihsuka, #lebihmenyukai, #bidah, #pelakubidah, #pelakumaksiat, #maksiat, #maksiyat, #tobat, #taubat, #bertobat, #bertaubat #lebihmudahbertobat, #sulitbertobat #aparahasianya, #inirahasianya

, ,

CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH

CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH
>> Lupa Membaca Bismillah Di Awal Makan

 

Membaca Bismillah di awal makan adalah perintah Rasul ﷺ. Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah ﷺ, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai Ghulam, bacalah “Bismillah.” Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. [HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022]

Bagaimana Jika Lupa Membaca Bismillah di Awal Makan?

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Jika seseorang meninggalkan membaca “Bismillah” di awal karena sengaja, lupa, dipaksa, tidak mampu mengucapkannya karena suatu alasan, lalu ia bisa mengucapkan di tengah-tengah makannya, maka ia dianjurkan mengucapkan “Bismillaah awwalahu wa aakhirohu” [Al Adzkar, hal. 427, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah]

Dari Umayyah bin Mihshon -seorang sahabat Nabi ﷺ-, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسَمِّ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَضَحِكَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ « مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اسْتَقَاءَ مَا فِى بَطْنِهِ »

“Rasulullah ﷺ pernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca Bismillah hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebut ke mulutnya, ia mengucapkan: “Bismillah awwalahu wa akhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” Nabi ﷺ pun tertawa dan beliau ﷺ bersabda: “Setan terus makan bersamanya hingga ketika ia menyebut nama Allah (Bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” [HR. Abu Daud no. 3768, Ahmad 4: 336 dan An Nasai dalam Al Kubro 10113. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan. Al Hakim menshahihkan hadis ini dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Al Mutsanna bin ‘Abdurrahman mengatakan hadis ini hasan dan memiliki berbagai penguat. Lihat Majma’ Az Zawaid, 5: 22]

Hadis terakhir di atas menunjukkan, bahwa setan itu berserikat pada makanan yang TIDAK disebut nama Allah (membaca: Bismillah) saat dimakan. Lalu jika seseorang mengingat Allah (mengucap Bismillah) di tengah-tengah makan, walau makanan tersisa sedikit, maka diharamkan pada setan apa yang telah dimakan sebelumnya. Juga hadis di atas menunjukkan, bahwa setan bisa muntah. Lihat Bahjatun Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly, 2: 48.

Hadis-hadis di atas pun jadi dalil, bahwa jika seseorang lupa membaca Bismillah di awal makan dan baru teringat di tengah-tengah makan, maka ucapkanlah “Bismillah awwalahu wa akhirohu” atau “Bismillah fii awwalihi wa aakhirihi“.

 

Sumber: https://rumaysho.com/3712-lupa-membaca-Bismillah-di-awal-makan.html

 

 

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#DoaZikir, #do’a, #doa, #zikir, #dzikir, #sebelummakan, #setan, #syaithon, #syaithan, #syetan, #ikutanmakan, #setanmuntah, #carabikin, #caramembuat, #tipstips #Bismillah, #awwalahu, #waakhirohu, #fiiawwalihi, #waaakhirihi #lupamembacabismillahdiawalmakan #lupamembacabismillah #diawalmakan

,

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Bismillah
 
KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT
 
Benarkah Iblis berkhutbah…??
Benar… ia berkhutbah, bahkan khutbah yang sangat menyentuh hati. Tidak ada khutbah yang menyentuh hati, sebagaimana khutbah Iblis ini. Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut dalam firman-Nya:
 
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)
 
“Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:
“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar. Dan akupun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku TIDAK MEMBENARKAN perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam Surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, dengan seizin Tuhan mereka” [QS Ibrahim: 22-23]
 
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
 
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ
 
“Tatkala Hari Kiamat, Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api, lalu berkhutbah seraya berkata: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar. Dan akupun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya…” [Tafsiir At-Thobari 16/563]
 
Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata:
 
يُخْبِرُ تَعَالَى عَمَّا خَطَبَ بِهِ إِبْلِيْسُ أَتْبَاعَهُ، بَعْدَمَا قَضَى اللهُ بَيْنَ عِبَادَهُ، فَأدخل المؤمنين الجنات، وأسكن الكافرين الدركات، فقام فيهم إبليس -لعنه الله -حينئذ خطيبا ليزيدهم حزنا إلى حزنهم (4) وغَبنا إلى غبْنهم، وحسرة إلى حسرتهم
 
“Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hamba-Nya. Lalu Allah memasukan kaum Mukminin ke Surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam Neraka Jahannam. Maka Iblis pun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya, agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan….” [Tafsiir Al-Qur’an Al-‘Adziim 4/489]
 
Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan, tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam, tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!
 
Khutbah tersebut,
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka,
Khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka,
Khutbah yang menyadarkan mereka, bahwasanya selama ini mereka hanya TERPEDAYA oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah ‘alaihi.
 
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam Surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka” [QS Ibrahim: 23]
 
Demikianlah khutbah Iblis tersebut,
Setelah ia menggoda manusia,
Setelah ia menipu mereka,
Setelah ia menjerumuskan mereka dalam Neraka,
Setelah tercapai cita-citanya …lalu…
Ia pun BERLEPAS DIRI dari para pengikutnya.
Ia sama sekali TIDAK MAU bertanggung jawab atas godaan-godaannya.
Bahkan ia sama sekali TIDAK MAU disalahkan dan dicela.
Akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri.
Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya.
 
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan, bahwa “Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih.”
Lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk Surga, yaitu orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
 
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni Neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin.
 
Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis.
Jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini.
Orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasihat-nasihat.
Tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah.
Hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis.
Wal’iyaadzu billah.
 
 
Penulis: Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
[www.firanda.com]
 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#khutbah, #kutbah, #khotbah, #kotbah, #iblis, #setan, #syaitan, #syaithon, #syaiton, #menyentuh hati, #di tengah-tengah Neraka,#Hari Kiamat, #pidato, #mempersekutukanAllah

,

APAKAH SUJUD SAHWI HANYA DISYARIATKAN KETIKA SHALAT FARDHU SAJA?

APAKAH SUJUD SAHWI HANYA DISYARIATKAN KETIKA SHALAT FARDHU SAJA?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

#SifatSholatNabi

APAKAH SUJUD SAHWI HANYA DISYARIATKAN KETIKA SHALAT FARDHU SAJA?

Sahwi secara bahasa bermakna lupa atau lalai. [Lisanul ‘Arob, Muhammad bin Makrom binn Manzhur Al Afriqi Al Mishri, 14/406, Dar Shodir]. Sujud Sahwi secara istilah adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat, untuk menutupi cacat dalam shalat, karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan, atau mengerjakan sesuatu yang dilarang dengan tidak sengaja. [Shahih Fiqh Sunnah, Syaikh Abu Malik, 1/459, Al Maktabah At Taufiqiyah]

Sujud Sahwi ketika shalat sunnah sama halnya dengan shalat wajib, yaitu sama-sama disyariatkan. Karena dalam hadis yang membicarakan Sujud Sahwi menyebutkan umumnya shalat, tidak membatasi pada shalat wajib saja.

Asy Syaukani rahimahullah menjelaskan: “Sebagaimana dikatakan dalam hadis ‘Abdurrahman bin ‘Auf:

إذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ

“Jika salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya.” Hadis ini menunjukkan, bahwa Sujud Sahwi itu disyariatkan pula dalam shalat sunnah, sebagaimana disyariatkan dalam shalat wajib (karena lafal dalam hadis ini umum). Inilah yang dipilih oleh Jumhur (Mayoritas) Ulama yang dulu dan sekarang. Karena untuk menambal kekurangan dalam shalat, dan untuk menghinakan setan, juga terdapat dalam shalat sunnah, sebagaimana terdapat dalam shalat wajib.” [Nailul Author, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, 3/144, Idarotuth Thoba’ah Al Muniirah]

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah
 
Sumber:
,

ANJURAN ISTINTSAR SETELAH BANGUN TIDUR

ANJURAN ISTINTSAR SETELAH BANGUN TIDUR
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
#AdabAkhlak
ANJURAN ISTINTSAR SETELAH BANGUN TIDUR
 
Memasukkan air ke dalam hidung dengan cara disedot dalam bahasa Arab disebut istinsyaq, dan mengeluarkannya disebut istintsar.
 
Setelah bangun tidur, kita dianjurkan melakukan hal semacam ini tiga kali, untuk membersihkan rongga hidung kita. Karena ketika manusia tidur, setan menginap di lubang hidung kita. Dari mana kita tahu? Tentu saja informasi dari Nabi ﷺ.
 
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيَاشِيمِهِ
 
“Apabila kalian bangun tidur, maka bersihkan bagian dalam hidung tiga kali, karena setan bermalam di rongga (batang) hidungnya.” [HR. Bukhari 3295 dan Muslim 238]
 
 

MANFAAT BANGUN SUBUH

MANFAAT BANGUN SUBUH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#MutiaraSunnah

MANFAAT BANGUN SUBUH

Apa ada keutamaan bangun Subuh? Kita tahu setiap Muslim punya kewajiban untuk bangun Subuh, karena ada shalat fardhu yang mesti ditunaikan kala itu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan: “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” [HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776]

Setan akan membuat ikatan di tengkuk manusia ketika ia tidur. Ikatan tersebut seperti sihir yang dijalankan oleh setan untuk menghalangi seseorang untuk bangun malam. Karena ikatan itu ada, akhirnya setan terus membisikkan atau merayu, supaya orang yang tidur tetap terus tidur dengan mengatakan ‘Malam itu masih panjang’.

Lantas bagaimanakah solusinya untuk bisa lepas dari tiga ikatan setan yang terus merayu agar tidak bangun malam? Nabi ﷺ memberikan solusinya:
(1) Bangun tidur lalu berzikir pada Allah
(2) Kemudian berwudhu
(3) Mengerjakan shalat
Disebutkan di akhir hadis, bahwa orang yang bangun dan terlepas darinya tiga ikatan setan, ia akan semangat dan fit di pagi harinya. Jika tiga ikatan tersebut tidaklah lepas, maka akan malas dan tidak sehat di pagi harinya.

Mari terus semangat bangun malam dan bangun Subuh. Semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan kebaikan dan keberkahan yang banyak lewat doa Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” [HR. Abu Daud no. 2606, Tirmidzi no. 1212 dan Ibnu Majah no. 2236. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

Sumber: https://rumaysho.com/10045-keutamaan-bangun-shubuh.html

BACALAH BISMILLAH SEBELUM MAKAN

BACALAH BISMILLAH SEBELUM MAKAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

#DoaZikir

BACALAH BISMILLAH SEBELUM MAKAN

Doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika hendak makan adalah mengucapkan Tasmiyah, yaitu ucapan ‘Bismillah’ dan BUKAN Bismillahir rohmanir rohim, sebagaimana yang banyak dikerjakan oleh kaum Muslimin sekarang ini. Bahkan sebahagian para ulama telah membid’ahkan ucapan tersebut, lantaran ketiadaan dalil tentang ucapan tersebut, meskipun bagi sebahagian mereka beranggapan, bahwa ucapan tersebut lebih baik dan lebih sempurna. Namun syariat selalu berpijak kepada dalil-dalil sharih (jelas) dan shahih. Bukan dengan dasar persangkaan, logika, hawa nafsu atau kebiasaan yang dikerjakan oleh mayoritas manusia.

Dari Umar bin Abi Salamah, bahwasanya ia pernah masuk menemui Rasulullah ﷺ dan di sisinya ada makanan. Beliau ﷺ bersabda:

ادْنُ يَا بُنَيَّ فَسَمِّ اللهَ وَ كُلْ بِيَمِيْنِكَ وَ كُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

“Wahai anakku mendekatlah (kemari)! Ucapkanlah Tasmiyah (mengucapkan Bismillah). Makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah yang ada di dekatmu!”. [HR al-Bukhoriy: 5376, Muslim: 2022, Abu Dawud: 3777, Ibnu Majah: 3267, at-Turmudziy: 1858, Ahmad: IV/ 26, 27 dan ad-Darimiy: II/ 100. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Ada pula hadis-hadis lain yang secara tegas menunjukkan wajibnya membaca Bismillah sebelum makan, di antaranya:

Dari Aisyah berkata, Rasulullah ﷺ memakan makanan bersama enam orang shahabatnya. Tiba-tiba datanglah seorang Arab Badui, lalu makan dua suapan. Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

            أَمَّا أَنَّهُ لَوْ كَانَ قَالَ: بِسْمِ اللهِ لَكَفَاكُمْ فَإِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَقُوْلَ بِسْمِ اللهِ فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوِّلِهِ وَ آخِرِهِ

“Seandainya ia mengucapkan ‘Bismillah,’ niscaya akan mencukupi kalian. Maka apabila seseorang di antara kalian hendak makan, hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillah’. Jika ia lupa mengucapkan ‘Bismillah’ di awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillah fi awwalihi wa aakhirihi’ (dengan nama Allah di awal dan akhirnya). [HR Ibnu Majah: 3264 dan at-Turmudziy: 1859. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللهِ تعالى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ تعالى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ

“Apabila seseorang di antara kalian hendak makan, hendaklah ia menyebut nama Allah ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah ta’ala di awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan “Bismillah awwalahu wa aakhirahu” (Dengan nama Allah di awal dan akhirnya). [HR Abu Dawud: 3767, at-Turmudziy: 1858 dan Ahmad: VI/ 143. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Hal ini telah dijelaskan oleh asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah di dalam Fiq-H Al-Hadits:

1). Merupakan sunnah mengucapkan Tasmiyah, yaitu lafal ‘Bismillah’ (ketika hendak makan). Tidak ada hujjah (dalil) bagi orang yang mengucapkan ‘Bismillahir rohmanir rohim’. Bahkan sebahagian ahli ilmu menyatakan akan kebid’ahannya.

2). Al-Imam al-Ghozaliy menyangka bahwa ucapan Tasmiyah itu diucapkan setiap suapan, dan pernyataan ini adalah batil. Karena ucapan Tasmiyah itu adanya hanya di awal makanan dan tidak diulang-ulang.

3). Ucapan Tasmiyah itu dapat menghasilkan berkah dan mencegah setan untuk ikut serta di dalam (menyantap) makanan.

4). Manusia itu adalah makhluk yang banyak lupanya. Maka barang siapa yang tidak mengucapkan Tasmiyah lantaran lupa, hal tersebut tidak mengapa. Namun ketika ia ingat, hendaknya ia bersegera mengucapkan ‘Bismillahi awwalahu wa aakhirohu”. [Bahjah an-Nazhirin: II/ 50]

Karena jika seseorang lupa membaca Tasmiyah, maka setan akan ikut serta di dalam memakan makanan tersebut, dan hilanglah berkah darinya.

Lalu jika seseorang lupa membaca Tasmiyah di awal ia hendak makan, hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi awwalahu wa aakhirohu’ atau ‘Bismillah fi awwalihi wa aakhirihi’ (Dengan nama Allah di awal dan akhirnya).

Adapun hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Amr bin al-Ash radliyallahu anhuma, dari Nabi ﷺ, bahwasanya apabila dihidangkan makanan, beliau ﷺ mengucapkan:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ بِسْمِ اللهِ

Alloohumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar

Artinya:

‘Ya Allah, berkahilah kami terhadap apa yang Engkau telah rezekikan kepada kami dan jagalah diri kami dari azab Neraka. Bismillah’. [HR Ibnu as-Sunniy di dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, ath-Thabraniy dan Ibnu Adiy. Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy: Dha’if jiddan (Lemah Sekali)].

Karena derajatnya Lemah Sekali (Dha’if Jiddan), maka hadis tersebut TIDAK DAPAT dijadikan hujjah. Oleh sebab itu, doa di atas TIDAK BOLEH DIAMALKAN/ diucapkan oleh seorang Muslim, lantaran hadis tersebut bukanlah hujjah yang sharih lagi shahih. Bagi yang tetap mengamalkannya, padahal sudah tahu kedhaifannya, maka ia telah berdusta atas nama Rasulullah ﷺ dan balasannya adalah siksa api Neraka.

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam bish showab.

 

Dinukil dari beberapa sumber:

https://Muslim.or.id/23494-fikih-Bismillah-sebelum-makan.html

https://cintakajiansunnah.wordpress.com/tag/doa-ketika-lupa-berdoa-sebelum-makan/

 

Catatan Tambahan:

Hukum Membaca Bismillah Sebelum Makan

Sebagian orang berpandangan sunah, hukum membaca Bismillah sebelum makan, baik makan sendirian atau bareng-bareng (berjamaah). Namun lebih tepat bila dikatakan, bahwa hukum membaca Bismillah sebelum makan adalah wajib, meski sejatinya ada silang pendapat di kalangan ulama mengenai masalah ini. Namun pendapat yang lebih rajih -Allahu a’lam- adalah pendapat yang menyatakan wajib.

, ,

WAHAI PENCARI KEBAIKAN SAMBUTLAH, WAHAI PENCARI KEJELEKAN BERHENTILAH

WAHAI PENCARI KEBAIKAN SAMBUTLAH, WAHAI PENCARI KEJELEKAN BERHENTILAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#SifatPuasaNabi
#SeriPuasaRamadan

WAHAI PENCARI KEBAIKAN SAMBUTLAH, WAHAI PENCARI KEJELEKAN BERHENTILAH

Alhamdulillaah, Ramadan, bulan yang penuh berkah telah berada di ambang pintu. Sudah sepatutnya setiap hamba memersiapkan diri untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” [Yunus: 58]

Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Si’di rahimahullah berkata:

فقال: {قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ} الذي هو القرآن، الذي هو أعظم نعمة ومنة، وفضل تفضل الله به على عباده {وَبِرَحْمَتِهِ} الدين والإيمان، وعبادة الله ومحبته ومعرفته. {فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} من متاع الدنيا ولذاتها

“Firman Allah ta’ala, ‘Katakanlah: Dengan karunia Allah’, yaitu (karunia) Alquran yang merupakan nikmat dan anugerah terbesar, serta keutamaan yang Allah karuniakan atas hamba-hamba-Nya. ‘Dan rahmat-Nya’, yaitu agama (Islam), iman, ibadah kepada Allah, kecintaan kepada-Nya dan pengenalan terhadap-Nya. ‘Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’, yaitu yang mereka kumpulkan berupa kesenangan dunia dan semua kelezatannya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 366]

Ketika masuk Ramadan, Rasulullah ﷺ mengabarkan berita gembira kepada kaum Muslimin tentang keutamaan Ramadan, sebagaimana dalam sabda beliau ﷺ:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَتُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan puasanya atas kalian, padanya pintu-pintu langit di buka, pintu-pintu Neraka ditutup, setan-setan yang paling durhaka dibelenggu, dan Allah memiliki satu malam padanya, yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalangi kebaikannya, maka sungguh ia telah benar-benar terhalangi.” [HR. Ahmad dan An-Nasaai dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 55]

Inilah saatnya untuk memerbanyak kebaikan dan bertobat dari kemaksiatan, serta banyak berdoa dan memohon ampun dosa, karena bisa jadi inilah Ramadan terakhir kita. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍيَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Apabila masuk hari pertama Ramadan, setan-setan dan para jin yang paling durhaka itu dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup dan tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Pintu-pintu Surga dibuka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup, dan berserulah seorang penyeru: ‘Wahai Pencari kebaikan, sambutlah. Wahai Pencari kejelekan, berhentilah’. Dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari Neraka, yang demikian itu pada setiap malam Ramadan.” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 759]

Al-‘Allamah As-Sindi rahimahullah berkata:

قَوْلُهُ (يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ) مَعْنَاهُ يَا طَالِبَ الْخَيْرِ (أَقْبِلْ) عَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ فَهَذَا شَأْنُكَ تُعْطَى جَزِيلًا بِعَمَلٍ قَلِيلٍ (وَيَا طَالِبَ الشَّرِّ) أَمْسِكْ وَتُبْ فَإِنَّهُ أَوَانُ قَبُولِ التَّوْبَةِ

“Sabda Nabi ﷺ: ‘Wahai Pencari kebaikan, sambutlah’, maknanya adalah: Wahai Pencari kebaikan, bersegeralah melakukan kebaikan. Inilah urusanmu. Engkau akan diberikan pahala besar walau dengan amalan kecil. Dan sabda beliau ﷺ: ‘Wahai Pencari kejelekan, berhentilah’. Maknanya adalah: Berhentilah berbuat dosa dan bertobatlah, karena sungguh Ramadan adalah waktu diterimanya tobat.” [Haasyiyatus Sindi ‘ala Sunan Ibni Maajah, 1/503-504]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَلِكُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari Neraka di setiap siang dan malam Ramadan, dan bagi setiap Muslim di setiap malam dan siangnya ada doa yang pasti dikabulkan.” [HR. Ath-Thobrani dalam Al-Mu’jam Al-Aushat dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 1002]

Ringkasan Keutamaan Ramadan yang Terkandung dalam Hadis-hadis yang Mulia di Atas:

  • Ramadan adalah bulan yang diberkahi, artinya yang memiliki banyak kebaikan.
  • Bulan amalan wajib yang sangat agung, yaitu berpuasa.
  • Bulan pendidikan ibadah, latihan kesabaran dan menguatkan persaudaraan antara kaum Muslimin.
  • Setan-setan dibelenggu, sehingga faktor terjerumus dalam dosa berkurang.
  • Pintu-pintu langit dan Surga dibuka, dalam riwayat lain: Pintu-pintu rahmat dibuka.
  • Pintu-pintu Neraka ditutup, maka Ramadan adalah bulan yang lebih ditekankan untuk memerbanyak kebaikan dan bertobat dari kemaksiatan.
  • Adanya Penyeru yang berseru setiap malam: Wahai Pencari kebaikan, sambutlah. Wahai Pencari kejelekan,
  • Adanya hamba-hamba yang dibebaskan dari Neraka di setiap siang dan malamnya. Maka hendaklah siang hari diisi dengan puasa serta ibadah-ibadah lainnya, dan malam hari diisi dengan shalat Tarawih dan ibadah-ibadah lainnya, karena itulah sebab-sebab meraih rahmat Allah dan terbebas dari api Neraka.
  • Lailatul Qadar terdapat pada waktu Ramadan, yaitu malam yang ibadah padanya lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.
  • Doa-doa kaum Muslimin dikabulkan pada waktu Ramadan di setiap siang dan malamnya.

Sungguh sebaik-baik persiapan untuk menyambut tamu yang agung ini adalah menuntut ilmu agama, khususnya ilmu tentang ibadah-ibadah yang disyariatkan di bulan yang mulia ini. Karena ibadah seseorang tidak mungkin diterima tanpa berdasar ilmu, yaitu tanpa mengikuti petunjuk-petunjuk Rasulullah ﷺ, maka wajib bagi setiap hamba untuk berilmu sebelum beramal. Tidak boleh hanya bermodal semangat belaka, kemudian ikut-ikutan dalam beribadah. Allah ta’ala telah mengingatkan:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” [Al-Isra’: 36]

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami ini apa yang tidak berasal darinya, maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد

“Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada atasnya petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Ammaa ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (ﷺ) dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru (dalam agama). Dan semua bid’ah (perkara baru dalam agama) itu sesat.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah, serta mendengar dan taat kepada pemimpin (negara), meski pemimpin tersebut seorang budak dari Habasyah. Karena sesungguhnya siapa pun diantara kalian yang masih hidup sepeninggalku akan melihat perselisihan yang banyak (dalam agama). Maka wajib bagi kalian (menghindari perselisihan tersebut) dengan berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Al-Khulafa’ur Rasyidin yang telah mendapat petunjuk. Peganglah Sunnah itu, dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara baru (bid’ah dalam agama), karena setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu’anhu]

Sahabat yang mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةُ وَإِنْ رَآهَا النَّاس حَسَنَة

“Setiap bid’ah itu sesat, meski manusia menganggapnya hasanah (baik).” [Dzammul Kalaam: 276]

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

Sumber: http://sofyanruray.info/wahai-pencari-kebaikan-sambutlah-wahai-pencari-kejelekan-berhentilah/

 

 

,

SETAN SENANTIASA MENAKUTI DENGAN KEMISKINAN

SETAN SENANTIASA MENAKUTI DENGAN KEMISKINAN
بسم الله الرحمن الرحيم
#NasihatUlama
#TazkiyatunNufus

SETAN SENANTIASA MENAKUTI DENGAN KEMISKINAN

Untuk membeli keperluan rumah seharga 100 atau 200 Dirham, tidak sedikit pun terlintas keraguan pada dirinya. Akan tetapi ketika dia ingin berinfak setara dengan yang ia belanjakan untuk keperluan rumah itu, tiba-tiba dia ingat anak-anaknya, ia takut kekurangan, takut ditimpa sakit.

Maka sungguh benar Allah ta’ala dalam firman-Nya:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ

“Setan itu selalu menjanjikan kemiskinan”. [Al Baqarah: 268]

 

[Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA. Courtesy @twitulam]

Telegram @IslamDiarie

, ,

JANGAN HERAN, SETAN MEMANG TIDAK MAU DENGAR AZAN

JANGAN HERAN, SETAN MEMANG TIDAK MAU DENGAR AZAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

#Mutiara_Sunnah

JANGAN HERAN, SETAN MEMANG TIDAK MAU DENGAR AZAN

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ ، وَلَهُ ضُرَاطٌ ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

“Apabila azan sholat dikumandangkan, maka setan akan lari, sambil terkentut-kentut, agar dia tidak mendengar azan…” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Apa yang Dimaksud Setan Kentut?

Para ulama menyebutkan kemungkinan dua makna:

1. Makna secara hakiki, yaitu setan benar-benar kentut.

  1. Makna kiasan, yaitu setan sangat takut mendengar azan, lalu dia menyibukkan dirinya dengan suara lain, agar tidak mendengar azan. [Lihat Fathul Bari, 2/406]

Apabila mendengar azan saja setan sangat benci, apalagi melakukan sholat. Sudah tentu setan tidak sholat, dan akan selalu mengajak para pengikutnya untuk tidak sholat. Dan yang sholat akan diganggu, agar sholatnya buruk. Jangan jadi setan atau pun pengikutnya…!

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/796264163856401:0