Posts

, ,

JUMAT – HARI KESEMPATAN PENGAMPUNAN DOSA!

JUMAT - HARI KESEMPATAN PENGAMPUNAN DOSA!
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
JUMAT – HARI KESEMPATAN PENGAMPUNAN DOSA!
 
Nabi ﷺ bersabda:
 
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَتَطَهَّرَ بِمَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ثُمَّ ادَّهَنَ أَوْ مَسَّ مِنْ طِيبٍ ثُمَّ رَاحَ فَلَمْ يُفَرِّقْ بَيْنَ اثْنَيْنِ فَصَلَّى مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ إِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ أَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى
 
“Barang siapa mandi pada waktu Jumat lalu bersuci semaksimal mungkin, lalu memakai minyak atau wewangian, lalu keluar rumah menuju masjid, ia tidak memisahkan antara dua orang pada tempat duduknya, kemudian ia mengerjakan shalat yang dianjurkan baginya, lalu bila imam sudah datang dia berdiam mendengarkan, maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang ada antara Jumatnya itu dan Jumat yang lainnya.” [HR. Bukhari 859, Dalam fathul Bari Nomor 910]
 
 
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#shalatJumat #adabakhlak #hariJumat #shalat #sholat #salat #solat #shalatJumat #haripengampunandosa #mutiarahadis #keutamaan #fadhilah #adabhariJumat

 
, ,

ORANG YANG RUTIN SHALAT LIMA WAKTU IBARAT ORANG YANG MANDI DI SUNGAI

Orang Yang Rutin Shalat Lima Waktu Ibarat Orang Yang Mandi Di Sungai
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
ORANG YANG RUTIN SHALAT LIMA WAKTU IBARAT ORANG YANG MANDI DI SUNGAI
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
 
أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا ، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ » . قَالُوا لاَ يُبْقِى مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا . قَالَ « فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ ، يَمْحُو اللَّهُ بِهَا الْخَطَايَا »
 
“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengannya Allah menghapuskan dosa.” [HR. Bukhari no. 528 dan Muslim no. 667]
 
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu:
 
مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ ». قَالَ قَالَ الْحَسَنُ وَمَا يُبْقِى ذَلِكَ مِنَ الدَّرَنِ
 
“Permisalan shalat yang lima waktu itu seperti sebuah sungai yang mengalir melimpah di dekat pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali.” Al Hasan berkata: “Tentu tidak tersisa kotoran sedikit pun (di badannya).” [HR. Muslim no. 668]
 
 
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#rutinshalatlimawaktu #rutinshalat5waktu #sepertimandidisungaikali #ibaratmandidikalisungai #Allahhapuskandosanya #tidaktersisakotoransedikitpun #sifatsholatNabi #sholat #shalat #salat #solat

,

ANCAMAN UNTUK ORANG YANG SUKA TERLAMBAT MENGHADIRI KHUTBAH DAN SHALAT JUMAT

ANCAMAN UNTUK ORANG YANG SUKA TERLAMBAT MENGHADIRI KHUTBAH DAN SHALAT JUMAT
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
ANCAMAN UNTUK ORANG YANG SUKA TERLAMBAT MENGHADIRI KHUTBAH DAN SHALAT JUMAT
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
احْضُرُوا الذِّكْرَ وَادْنُوا مِنَ الإِمَامِ فَإِنَّ الرَّجُلَ لاَ يَزَالُ يَتَبَاعَدُ حَتَّى يُؤَخَّرَ فِى الْجَنَّةِ وَإِنْ دَخَلَهَا
 
“Hadirilah khutbah dan mendekatlah kepada imam, karena sesungguhnya ada orang yang senantiasa menjauh sampai ia diakhirkan di Surga, meski ia memasukinya.” [HR. Abu Daud dari Samuroh bin Jundub radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 365]
 
Beberapa Pelajaran:
 
1) Celaan terhadap orang-orang yang tidak bersegera untuk menghadiri khutbah dan shalat Jumat. Abu Ath-Thayyib rahimahullah berkata:
 
وَفِيهِ تَوْهِين أَمْر الْمُتَأَخِّرِينَ وَتَسْفِيه رَأْيهمْ حَيْثُ وَضَعُوا أَنْفُسهمْ مِنْ أَعَالِي الْأُمُور إِلَى أَسَافِلهَا
 
“Dalam hadis ini terdapat perendahan terhadap perbuatan orang-orang yang suka terlambat dan celaan terhadap kebodohan mereka karena telah menurunkan diri-diri mereka sendiri dari amalan yang tinggi kepada yang amalan yang rendah.” [‘Aunul Ma’bud, 3/457]
 
2) Melambatkan diri dalam menghadiri khutbah dan shalat Jumat adalah sebab diakhirkannya seseorang untuk masuk Surga. Bisa juga bermakna derajatnya di Surga diturunkan.
 
3) Perintah bersegera menghadiri khutbah sebelum khatib naik mimbar.
 
4) Pentingnya mendengarkan khutbah, menyimak dan memahaminya dengan baik (apabila khutbahnya berdasarkan dalil Alquran dan As-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Salaf), jangan tidur dan jangan berbuat sia-sia. Inilah maksud perintah mendekati imam.
 
5) Keutamaan shalat Jumat di shaf pertama. Ini juga maksud perintah mendekati imam.
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#janganterlambatshalatJumat #jangantelatdatangshalatJumat #shalat #sholat #solat #salat #Jumat #adabhariJumat #maksudmendekatiimam #makna #arti #dekatiimam #telatmasukSurga, #terlambatmasukSurga #khutbahJumat, #khotbahJumat
,

BAGAIMANA POSISI TANGAN DAN JARIMU TATKALA TASYAHUD?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
 
BAGAIMANA POSISI TANGAN DAN JARIMU TATKALA TASYAHUD?
 
Hadis Wail bin Hujr radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan sifat duduk Tasyahud ini, di antaranya:
 
وَحَدَّ مِرْفَقَهُ الْأَيْمَنَ عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى، وَقَبَضَ ثِنْتَيْنِ وَحَلَقَ، وَرَأَيْتُهُ يَقُوْلُ هَكَذَا
 
“Beliau meletakkan ujung siku beliau yang kanan di atas paha kanan. Dua jari beliau lipat/genggam (kelingking dan jari manis) dan beliau membentuk lingkaran (dengan dua jari beliau – yaitu jari tengah dan ibu jari – pen). Aku melihat beliau melakukan seperti ini.” Bisyr ibnul Mufadhdhal (seorang rawi yang meriwayatkan hadis ini mencontohkan) mengisyaratkan jari telunjuk (meluruskannya seperti menunjuk), sedangkan jari tengah dan ibu jari membentuk lingkaran. [HR . Abu Daud no. 726, 957, dinyatakan sahih dalam Shahih Abi Dawud]
 
 
 
Sumber: [Dakwahsunnah.com]

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#sifatsholatNabi #sifatshalatNabi #tatacara #carasalatNabi #posisitangandanjariketikatasyahud #bagaimanatangandanjariwaktuTasyahud #dudukTasyahud #shalat #sholat #salat #solat #salat #tasyahud #tasyahhud

,

BOLEHKAH SHALAT DI GEREJA KETIKA TIDAK ADA MASJID? (FATWA ULAMA)

BOLEHKAH SHALAT DI GEREJA KETIKA TIDAK ADA MASJID? (FATWA ULAMA)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
BOLEHKAH SHALAT DI GEREJA KETIKA TIDAK ADA MASJID? (FATWA ULAMA)
Fatwa Syaikh Prof. DR. Khalid Al-Muslih hafizhahullah
 
Di sebagian negara kafir, tempat untuk shalat agak susah ditemukan. Yang sering ditemukan adalah gereja. Apakah boleh seorang muslim shalat di gereja?
 
Pertanyaan:
Apa hukum shalat di gereja jika tidak dijumpai masjid atau tempat (yang layak) untuk shalat? Apakah berdosa shalat di situ? Apakah shalat diterima?
 
Jawaban:
Telah dinukil ijma ulama bahwa orang yang shalat di gereja pada tempat yang suci (tidak terdapat najis) maka hukumnya boleh dan shalatnya sah. Ijma ini dinukil oleh Ibnu Abdil Barr dalam kitab At Tamhid (5/229). Namun yang benar, pada masalah ini terdapat khilaf (tidak ada ijma’) dalam tiga pendapat:
 
Pendapat pertama: Makruh shalat di gereja karena di dalamnya ada patung
Pendapat ini dinukil dari Umar dan Ibnu Abbas dan pendapat sejumlah ulama Hanafiyyah, Imam Malik, mazhab Syafi’iyyah, Hambali. Alasannya, karena di gereja terdapat patung (atau gambar makhluk hidup).
 
Pendapat kedua: Boleh shalat di gereja
Ini adalah pendapat Al-Hasan, Umar bin Abdul Aziz, Ast-Sya’bi. Merupakan mazhab Hanabilah. Dengan syarat tidak ada patung (atau gambar makhluk hidup) di dalamnya.
 
Pendapat ketiga: Haram shalat di gereja karena merupakan tempatnya setan-setan
Shalat di gereja merupakan bentuk penghormatan terhadap mereka. Ini adalah pendapat sejumlah ulama Hanafiyyah.
 
Dan pendapat yang lebih kuat yaitu dimakruhkan shalat di gereja jika ada patung-patung. Jika tidak ada patung maka hukumnya mubah. Akan tetapi tidak boleh bagi seseorang meninggalkan shalat di Masjid dengan maksud ingin shalat di gereja, karena ini tidak boleh. Maka yang wajib, jika menemukan masjid hendaknya shalat di sana dan janganlah berpaling ke yang lain. Allah taala berfirman:
 
فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ
 
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang” (QS. Annur: 36)
 
 
 
#hukumshalatdigereja #bolehkahshalatdigereja #shalatsholat #solat #salat #gereja #tempatibadahnonmuslim #fatwaulama
, ,

MERAIH KEBAIKAN DENGAN SHALAT

MERAIH KEBAIKAN DENGAN SHALAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MERAIH KEBAIKAN DENGAN SHALAT
 
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah:
 
الصـلاة أكبر العون على تحصيل مـصالح الـدنيا والآخـرة_
ودفـع مفاسد الـدنيا والآخـرة.
 
Shalat merupakan penopang terbesar dalam meraih berbagai kebaikan dunia dan Akhirat.
Pencegah berbagai kejelekan dunia dan Akhirat. [Lihat: Zaadul ma’ad : 4 / 209]
 
Alih bahasa: Abu ‘Abdillah Sahl
Sumber: Markazdakwah.or.id

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#fadhilah #keutamaan #shalat #sholat #salat #solat #meraihkebaikandenganshalat #pencegahkejelekan #penopangkebaikan #duniadanAkhirat

 

,

PERIKSA PERIHAL SHALAT SUBUHNYA

PERIKSA PERIHAL SHALAT SUBUHNYA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
PERIKSA PERIHAL SHALAT SUBUHNYA
 
Dari Abu Musa, Nabi kita ﷺ bersabda:
 
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barang siapa yang mengerjakan shalat Bardain (yaitu shalat Subuh dan Ashar), maka dia akan masuk Surga.” [HR. Bukhari no. 574 dan Muslim no. 635).
 
Ibnu Baththol rahimahullah berkata:
“Shalat Subuh akan membuat seseorang mendapatkan perhatian Allah pada Hari Kiamat. Kenapa dikhususkan dua shalat ini? Karena berkumpulnya para malaikat malam dan siang di dua waktu tersebut. Inilah makna firman Allah taala:
 
وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
“Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” [QS. Al Isro’: 78] [Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 3/250, Asy Syamilah]
 
Azhim Abadi rahimahullah, penulis ‘Aunul Ma’bud menjelaskan hadis tersebut:
“Yaitu maksudnya adalah melaksanakan shalat Subuh dan ‘Ashar secara rutin. Dikhususkan dua shalat ini, karena waktu Subuh adalah waktu tidur dan waktu ‘Ashar adalah waktu sibuk beraktivitas dengan berdagang. Barang siapa yang menjaga dua shalat tersebut di saat-saat kesibukannya, tentu ia akan lebih menjaga shalat fardhu lainnya, karena shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Kedua waktu tersebut juga adalah waktu yang dipersaksikan para malaikat malam dan siang. Pada waktu tersebut amalan hamba diangkat dan sangat mungkin saat-saat itu dosa diampuni, karena dua shalat yang dilakukan. Akhirnya ia pun bisa masuk jannah (Surga).” [‘Aunul Ma’bud, 2/68]
 
Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk selalu menjaga shalat yang utama, shalat Subuh. Semoga Allah mudahkan untuk terus berjamaah di masjid, khusus bagi para pria.
 
Wallahu waliyyut taufiq.
 
 
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#shalat #sholat #salat #solat #sifatshalatNabi #shifatshalatnabi #Bardain #Subuh #Ashar #Asar #malaikatmalamsiangikutmenyaksikan #shalatSubuhitudisaksikanolehmalaikat #QSAlIsroayat78
, ,

GERHANA TIDAK TERLIHAT BERARTI TIDAK ADA SHALAT GERHANA

GERHANA TIDAK TERLIHAT BERARTI TIDAK ADA SHALAT GERHANA
GERHANA TIDAK TERLIHAT BERARTI TIDAK ADA SHALAT GERHANA
 
Karena shalat gerhana ini dikaitkan dengan PENGLIHATAN, BUKAN berdasarkan HISAB hisab atau hasil perkiraan ILMU FALAK atau ASTRONOMI. Nabi ﷺ bersabda:
 
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
“Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.” [HR. Bukhari no. 1047]
 
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukum jika gerhana matahari tertutup awam mendung, namun sudah dinyatakan di berbagai surat kabar sebelum itu, bahwa nanti akan terjadi gerhana dengan izin Allah, pada jam sekian dan sekian. Apakah shala gerhana tetap dilaksanakan walau tidak terlihat gerhana?”
 
Syaikh rahimahullah menjawab:
“TIDAK BOLEH berpatokan pada berbagai berita yang tersebar atau berpatokan semata-mata dengan berita dari para astronom. Jika langit itu mendung, maka tidak ada shalat gerhana karena Nabi ﷺ mengaitkan hukum dengan penglihatan (rukyat). Nabi ﷺ bersabda, “Jika kalian melihat terjadinya gerhana, maka segeralah shalat.” Suatu hal yang mungkin, Allah menyembunyikan penglihatan gerhana pada satu daerah, lalu menampakkannya pada daerah lain. Ada hikmah di balik itu semua.” [Sumber: Saaid.Net]
 
Sehingga jika ada yang shalat gerhana padahal cuma melihat di TV atau berpatokan pada berita saja, nyatanya di daerahnya sendiri tidak nampak gerhana karena tertutup mendung, maka ia telah KELIRU.
 
Hanya Allah yang memberi taufik.
 
#fatwaulama #sifatsholatnabi #shalat #sholat #salat #solat #Khusuf #Kusuf #gerhanabulan #gerhanamatahari #penglihatan #bukanastronomiilmufalak #tertutupmendung #hujan
, ,

BACAAN ITIDAL DALAM SHALAT

BACAAN ITIDAL DALAM SHALAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
BACAAN ITIDAL DALAM SHALAT
 
1. Ada banyak model bacaan Itidal yang diajarkan dalam Islam. Sikap yang tepat dalam hal ini adalah berusaha menghafal semua doa itu dan dibaca secara bergantian. Misalnya ketika Itidal shalat Asar baca lafal A, Itidal shalat Maghrib baca lafal B, dst.
 
2. Orang yang shalat hanya boleh membaca doa Itidal setelah dia berdiri sempurna.
 
3. Dibolehkan mengulang-ulang bacaan Itidal, meskipun lebih dari tiga kali, sesuai dengan panjangnya Itidal.
 
4. Orang yang shalat harus membaca bacaan Itidal meskipun hanya sekali. Karena para ulama menilai bahwa bacaan Itidal hukumnya wajib.
 
5. Berikut macam-macam bacaan Itidal:
 
Pertama:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
 
Robbanaa lakal hamdu atau Robbanaa wa lakal hamdu (ada tambahan huruf “wa”) [HR. Bukhari dan Ahmad]
 
Kedua:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
 
Allahumma Robbanaa lakal hamdu atau Allahumma Robbanaa wa lakal hamdu (yang kedua ada tambahan huruf “wa”). [HR. Ahmad dan Bukhari]
 
Keterangan:
Nabi ﷺ bersabda: Jika imam mengucapkan, ‘Sami’allahu liman hamidah’ maka ucapkanlah: Allahumma Robbana lakal hamdu. Sesungguhnya siapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni. [HR. Bukhari dan Muslim]
 
Ketiga:
 
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
 
Robbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du [HR. Muslim dan Abu Awanah]
 
Keempat:
 
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، لا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
 
Robbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du, ahlas-tsanaa-i wal majdi, laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yan-fa’u dzal jaddi min-kal jaddu. [HR. Muslim, Nasai, Ibn Hibban]
 
Kelima:
 
لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ …
 
Li robbiyal hamdu… Li robbiyal hamdu…
 
Bacaan ini diulang-ulang oleh Nabi ﷺ ketika beliau shalat malam. Sehingga panjang Itidal beliau hampir sama dengan berdiri saat membaca surat Al-Baqarah. [HR. Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Al-Albani]
 
Keenam:
 
رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى
 
Robbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiihi mubaarokan ‘alaihi kamaa yuhibbu robbunaa wa yardhoo
 
Keterangan:
Ada sahabat yang membaca ini ketika Itidal. Selesai shalat, Nabi ﷺ bertanya: “Siapa yang tadi membaca doa Itidal tersebut?” Salah seorang sahabat mengaku. Nabi ﷺ bersabda: “Sasya melihat ada 30 lebih malaikat yang berebut mengambil bacaan ini, siapa di antara mereka yang paling cepat mencatatnya.” [HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya]
 
 
 
Website: Dakwahsunnah.com
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#sifatsholatNabi #shifatsholatNabi #sholat #shalat #salat #solat #tatacara #cara #doazikir #dzikir #bacaan #bacaanitidaldalamshalat #itidal
, ,

HIKMAH TIDAK DIKETAHUI KAPAN GERHANA

HIKMAH TIDAK DIKETAHUI KAPAN GERHANA
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ  
HIKMAH TIDAK DIKETAHUI KAPAN GERHANA
 
Ibnu Baz rahimahullâh berkata:
 
أما أخبار الحسابيين عن أوقات الكسوف فلا يعول عليها , وقد صرح بذلك جماعة من أهل العلم , منهم: شيخ الإسلام ابن تيمية وتلميذه العلامة ابن القيم رحمة الله عليهما ; لأنهم يخطئون في بعض الأحيان في حسابهم , فلا يجوز التعويل عليهم , ولا يشرع لأحد أن يصلي صلاة الكسوف بناء على قولهم , وإنما تشرع صلاة الكسوف عند وقوعه ومشاهدته
 
 
فينبغي لوزارات الإعلام منع نشر أخبار أصحاب الحساب عن أوقات الكسوف حتى لا يغتر بأخبارهم بعض الناس ; ولأن نشر أخبارهم قد يخفف وقع أمر الكسوف في قلوب الناس , والله سبحانه وتعالى إنما قدره لتخويف الناس وتذكيرهم ; ليذكروه ويتقوه ويدعوه ويحسنوا إلى عباده، والله ولي التوفيق
 
“Adapun berita-berita Ahli Astronomi tentang waktu-waktu gerhana, maka TIDAK boleh dijadikan sandaran untuk melakukan Shalat Gerhana. Dan hal tersebut telah ditegaskan oleh banyak ulama, di antaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid beliau Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahmatullaahi ‘alaihima. Karena para Ahli Astronomi tersebut kadang salah dan kadang benar dalam hisab mereka, maka tidak boleh bersandar kepada mereka, dan tidak disunnahkan bagi seorang pun untuk melakukan Shalat Gerhana dengan bersandarkan pendapat mereka. Hanyalah Shalat Gerhana itu disyariatkan ketika telah benar-benar terjadi dan disaksikan secara langsung.
 
Maka sepatutnya bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika melarang para Ahli Astronomi untuk mengabarkan waktu-waktu terjadinya gerhana, agar sebagian orang tidak tertipu dengan berita-berita mereka (yang kadang salah dan kadang benar). Dan karena adanya penyebaran berita tersebut dapat mengurangi dahsyatnya pengaruh gerhana di hati-hati manusia, padahal Allah taala menetapkannya untuk memertakuti manusia dan mengingatkan mereka, agar mereka berzikir kepada-Nya, bertakwa kepada-Nya, berdoa kepada-Nya, dan berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya. Wallaahu Waliyyuttaufiq.” [Majmu’ Al-Fatawa, 13/36]
 
Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata:
 
الأولى فيما أرى عدم الإخبار، لأن إتيان الكسوف بغتة أشد وقعاً في النفوس، ولهذا نجد أن الناس لما علموا الأسباب الحسية للكسوف، وعلموا به قبل وقوعه، ضعف أمره في قلوب الناس، ولهذا كان الناس قبل العلم بهذه الأمور، إذا حصل كسوف خافوا خوفاً شديداً، وبكوا وانطلقوا إلى المساجد خائفين وجلين، والله المستعان
 
“Lebih baik menurutku tidak mengabarkan berita akan terjadinya gerhana, karena datangnya gerhana secara tiba-tiba tanpa diketahui sebelumnya lebih dahsyat pengaruhnya bagi jiwa. Oleh karena itu kita dapati, bahwa manusia apabila telah mengetahui sebab-sebab indrawi akan munculnya gerhana, dan mereka mengetahuinya sebelum terjadi, maka melemah pengaruhnya di dalam hati-hati manusia. Dan sebaliknya, apabila manusia belum mengetahui akan terjadinya, ketika terjadi maka mereka akan sangat takut, menangis dan bersegera menuju masjid-masjid dalam keadaan takut dan gemetar. Wallaahul Musta’an.” [Majmu’ Al-Fatawa war Rosaail: 5931]
 
Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah juga berkata:
 
لا يجوز أن يصلي اعتماداً على ما ينشر في الجرائد، أو يذكر بعض الفلكيين، إذا كانت السماء غيماً ولم ير الكسوف؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم علق الحكم بالرؤية، فقال عليه الصلاة والسلام: «فإذا رأيتموهما فافزعوا إلى الصلاة»، ومن الجائز أن الله تعالى يخفي هذا الكسوف عن قوم دون آخرين لحكمة يريدها
 
“Tidak boleh melakukan Shalat Gerhana hanya berdasarkan pada berita yang tersebar di koran-koran atau pengabaran Ahli Falak (tanpa melihat langsung), apabila langit mendung dan gerhana tidak terlihat, karena Nabi ﷺ mengaitkan hukum (shalat) dengan melihat (gerhana). Beliau ﷺ bersabda: “Maka apabila kalian melihat gerhana bersegeralah untuk shalat.” Dan bisa jadi Allah ta’ala tidak menampakkan gerhana ini bagi suatu kaum sedang yang lainnya dapat melihatnya, karena suatu hikmah yang Allah inginkan.” [Majmu’ Al-Fatawa war Rosaail: 3041]
 
 
 
#gerhanabulan #gerhanamatahari #sholat #salat #shalat #solat #Khusuf #Kusuf #hukum #tatacara #penyebaranberita #fatwaulama