Posts

,

KEMULIAAN SIFAT QANAAH

KEMULIAAN SIFAT QANAAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KEMULIAAN SIFAT QANAAH
 
Nabi ﷺ menyebutkan, bahwa orang yang qanaah hidupnya akan bahagia. Beliau ﷺ bersabda:
 
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ
 
Sungguh bahagia orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah jadikan orang yang qanaah terhadap apa yang Allah berikan kepadanya. [HR. Ahmad 6572 & Muslim 1054]
 
Suri tauladan kita Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kepada kita, bagaimana kita harus bersikap terhadap harta. Yaitu menyikapi harta dengan sikap qanaah (kepuasan dan kerelaan). Sikap qanaah ini seharusnya dimiliki oleh orang yang kaya maupuan orang yang miskin. Adapun wujud qanaah, yaitu merasa cukup dengan pemberian Allah, tidak tamak terhadap apa yang dimiliki manusia, tidak iri melihat apa yang ada di tangan orang lain, dan tidak rakus mencari harta benda dengan menghalalkan semua cara. Sehingga dengan semua itu akan melahirkan rasa puas dengan apa yang sekadar dibutuhkan. Wallahu a’lam.
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#qonaah, #qanaah, #kemuliaansifatqanaah, #mulianyasifatqanaah, #fadhilah, #keutamaan #merasacukupdenganpemberianAllah #adabakhlak #akhlakmulia

KEBAHAGIAAN HAKIKI ADALAH HATI YANG SELALU MERASA CUKUP

KEBAHAGIAAN HAKIKI ADALAH HATI YANG SELALU MERASA CUKUP

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#MutiaraSunnah
 
KEBAHAGIAAN YANG HAKIKI ADALAH HATI YANG SELALU MERASA CUKUP
Letak kebahagiaan bukanlah dengan memiliki istana yang megah, mobil yang mewah, atau harta yang melimpah. Namun letak kebahagiaan adalah di dalam hati. Nabi ﷺ bersabda:
 
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
 
“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” [HR. Bukhari dan Muslim]
 
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

NASIHAT AGUNG RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

NASIHAT AGUNG RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#MutiaraSunnah

NASIHAT AGUNG RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Siapakah yang mau menerima kalimat-kalimat ini agar diamalkan dan diajarkan kepada siapa saja yang akan mengamalkannya?’ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menjawab:
‘Saya, wahai Rasulullah.’ Kemudian beliau ﷺ memegang kedua tanganku seraya bertutur:

اتَّقِ الْمَحَارِمَ تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ وَأَحْسِنْ إِلَى جَارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا وَأَحِبَّ لِلنَّاسِ مَا تُحِبُّ لِنَفْسِكَ تَكُنْ مُسْلِمًا وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

‘Takutlah engkau kepada segala sesuatu yang diharamkan, niscaya engkau menjadi manusia yang paling beribadah. Ridailah segala sesuatu yang Allah bagi kepadamu, engkau pasti menjadi manusia yang paling cukup. Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang Mukmin. Cintailah untuk manusia, segala sesuatu yang engkau cintai untuk dirimu, engkau pasti menjadi seorang Muslim. Dan janganlah terlalu banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzy, dan selainnya. Baca Ash-Shahihah no. 930]

 

Penulis: Dzulqarnain M. Sunusi [Dzulqarnain.net]
Sumber: https://www.facebook.com/dzulqarnainms/photos/a.688559331220387.1073741826.390364267706563/1492703457472633/?type=3&theater

 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

,

TIGA SUMBER KEBERUNTUNGAN

TIGA SUMBER KEBERUNTUNGAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

#MutiaraSunnah

TIGA SUMBER KEBERUNTUNGAN

Dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Telah beruntung siapa yang berislam, diberi rezeki sekedar mencukupinya, dan Allah memberinya sifat Qona’ah terhadap apa yang Allah berikan kepadanya.” [HR. Muslim]

,

KAYA HATI ITULAH KAYA SENYATANYA

KAYA HATI ITULAH KAYA SENYATANYA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#NasihatUlama, #TazkiyatuNufus

KAYA HATI ITULAH KAYA SENYATANYA

Orang kaya pastikah selalu merasa cukup? Belum tentu. Betapa banyak orang kaya, namun masih merasa kekurangan. Hatinya tidak merasa puas dengan apa yang diberi Sang Pemberi Rezeki. Ia masih terus mencari-cari apa yang belum ia raih. Hatinya masih terasa hampa, karena ada saja yang belum ia raih.

Coba kita perhatikan nasihat suri teladan kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” [HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051]

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan:

“Hakikat kekayaan sebenarnya bukanlah dengan banyaknya harta. Karena begitu banyak orang yang diluaskan rezeki oleh Allah berupa harta, namun ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang diberi. Orang seperti ini selalu berusaha keras untuk menambah dan terus menambah harta. Ia pun tidak peduli, dari manakah harta tersebut ia peroleh. Orang semacam inilah yang seakan-akan begitu fakir, karena usaha kerasnya untuk terus menerus memuaskan dirinya dengan harta. Perlu dikencamkan baik-baik, bahwa hakikat kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati (hati yang selalu ghoni, selalu merasa cukup). Orang yang kaya hati inilah yang selalu merasa cukup dengan apa yang diberi, selalu merasa qona’ah (puas) dengan yang diperoleh, dan selalu rida atas ketentuan Allah. Orang semacam ini tidak begitu tamak untuk menambah harta, dan ia tidak seperti orang yang tidak pernah letih untuk terus menambahnya. Kondisi orang semacam inilah yang disebut ghoni (yaitu kaya yang sebenarnya).”

An Nawawi rahimahullah mengatakan:

“Kaya yang terpuji adalah kaya hati. Hati yang selalu merasa puas dan tidak tamak dalam mencari kemewahan dunia. Kaya yang terpuji bukanlah dengan banyaknya harta dan terus menerus ingin menambah dan terus menambah. Karena barang siapa yang terus mencari dalam rangka untuk menambah, ia tentu tidak pernah merasa puas. Sebenarnya ia bukanlah orang yang kaya hati.” [Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, Yahya bin Syarf An Nawawi, 7/140, Dar Ihya’ At Turots]

Silakan di-share, semoga bermanfaat.

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

Sumber: https://rumaysho.com/1023-kaya-hati-itulah-kaya-senyatanya.html

,

KETENANGAN HIDUP HANYA UNTUK ORANG-ORANG YANG TAAT KEPADA ALLAH

KETENANGAN HIDUP HANYA UNTUK ORANG-ORANG YANG TAAT KEPADA ALLAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

KETENANGAN HIDUP HANYA UNTUK ORANG-ORANG YANG TAAT KEPADA ALLAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

أهل الطاعة عندهم استقرار وعندهم طمأنينة، ولو كان الواحد منهم فقيرا، فإن الله يعطيه سعة بال وقناعة.

“Orang-orang yang banyak melakukan ketaatan merasakan ketenangan dan ketenteraman, walaupun salah seorang dari mereka fakir maka sesungguhnya Allah memberinya pikiran yang luas dan perasaan cukup.” [Tafsir Surat al-Maidah, jilid 2 hlm. 90].

Instagram, Twitter & Telegram Channel : @JakartaMengaji

Sumber: https://www.facebook.com/JakartaMengajiOfficial/photos/a.633889743458454.1073741828.633867766793985/666410200206408/?type=3&theater

,

SI MUKMIN YANG FAQIR

SI MUKMIN YANG FAQIR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Nasihat_Ulama

SI MUKMIN YANG FAQIR

Asy Syeikh Sholih Al Fauzan hafidzohullah:

أما المؤمن الصادق ولو لم يكن عنده مال فهو في سرور وفي نعيم وفي قناعة، يعيش في ذكر الله يعيش بطاعة الله بالعمل الصالح بقيام الليل بصيام النهار بالجهاد في سبيل الله يعيش عيشة طيبة ولو لم يكن عنده شيء من المال.

Adapun seorang Mukmin yang jujur imannya, walaupun dia tidak memiliki harta, dia senantiasa bahagia dan berada di atas kenikmatan, dan merasa cukup dengan pemberian Allah.

Dia menghidupkan hari harinya dengan dengan zikir kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah dengan amalan saleh seperti qiyamul lail, puasa, dan jihad fisabilillah.

Dia hidup dengan tenang, walaupun dia adalah seorang yang fakir.

  • •••••••••••••••••••••••••

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/12870

, , ,

HAKIKAT QANA’AH

HAKIKAT QANA’AH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Doa_Dzikir

HAKIKAT QANA’AH

Dari ’Abdullah bin ’Amr bin Al ’Ash, Rasulullah ﷺ bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ

”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki tersebut.” (HR. Ibnu Majah no. 4138, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih)

Inilah keberuntungan yang sempurna. Allah Ta’ala berikan kepadanya hidayah, sehingga sepenuh hati masuk agama ini, dan benar-benar menjadi seorang Muslim. Lalu Allah Ta’ala berikan rezeki yang cukup, dan ia menghadapi rezeki yang Allah ‘Azza wa Jalla limpahkan tersebut dengan qana’ah. Inilah kunci keberuntungan dan kebahagiaan. Harta berlimpah yang tidak disertai qana’ah akan menjadikan seseorang senantiasa merasa haus. Ia menggenggam dunia, tetapi tak puas dengan apa yang Allah Ta’ala berikan kepadanya. Ia sulit mensyukuri nikmat-Nya, sulit merasa bahagia dan mudah gelisah melihat kilau dunia yang ada pada orang lain.

Di antara pintu-pintu yang menggelincirkan manusia sehingga rusak imannya atau bahkan keluar dari agama ini, sepenuh sadar atau pun tidak, adalah hilangnya qana’ah (merasa cukup dengan karunia Allah Ta’ala). Tidak mungkin seseorang yang zuhud, jika tidak ada qana’ah pada dirinya. Sebaliknya, hilangnya sifat qana’ah yang dibiarkan menjalar membesar, dapat berubah menjadi sifat tamak. Boleh jadi ia tamak dengan apa yang ada dalam genggaman manusia. Boleh jadi ia tamak dengan karunia Allah ‘Azza wa Jalla. Ia merasa jauh dari puas dan meminta rezeki yang lebih berlimpah, atau menghabiskan umur untuk mengejar dunia.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah ditanya: “Apa rahasia di dalam zuhudmu di dalam dunia?” Beliau menjawab:

علمت بأن رزقي لن يأخذه غيري فاطمئن قلبي له , وعلمت بأن عملي لا يقوم به غيري فاشتغلت به , وعلمت أن الله مطلع علي فاستحيت أن أقابله على معصية , وعلمت أن الموت ينتظرني فأعددت الزاد للقاء الله

“Aku mengetahui bahwa rezekiku tidak akan pernah ada yang mengambilnya selainku, maka tenanglah hatiku untuknya. Dan aku mengetahui bahwa ilmuku tidak akan ada yang melaksanakannya selainku, maka aku menyibukkan diri dengannya. Aku mengetahui bahwa Allah mengawasiku, maka aku malu berhadapan dengan-Nya dalam keadaan maksiat. Aku mengetahui bahwa kematian menghadangku, maka aku telah siapkan untuk bekal bertemu dengan Allah.”

 

Maka, alangkah baiknya jika kita memohon kepada Allah Ta’ala agar dikaruniai hati yang qana’ah:

اَللَّهُمَّ قَنِّعْــنِيْ بِـمَا رَزَقْــــتَــنِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَاخْلُفْ عَلَى كُـلِّ غَائِـبَةٍ لِيْ بِـخَيْرٍ

 ALLOHUMMA QONNI’NII BIMAA ROZAQTANII WABAARIKLII FIIHI WAKHLUF ‘ALAYYA KULLA GHOO IBATILLII BIKHOIR

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah aku orang yang qana’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap rezeki yang Engkau beri, dan berkahilah, serta gantilah apa yang luput dariku dengan sesuatu yang lebih baik” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).

Sesungguhnya qana’ah itu salah satu kunci berkahnya rezeki. Qana’ah juga pintu kebahagiaan. Jika kita qana’ah, sedikitnya harta membuat kita bersyukur; tidak membuat risau. Lapang hati karena merasa puas-rela dengan apa yang Allah Ta’ala berikan. Qana’ah pada diri seseorang yang Allah subhanahu wa ta’ala limpahi rezeki yang sangat besar, menjadikannya ringan menggunakannya untuk kemaslahatan. Dunia itu di tangan, bukan di hati. Sebaliknya, jika qana’ah hilang, iman dapat tergadai demi merebut dunia yang sebenarnya sudah berlebih padanya. Tanpa qana’ah, orang kaya dipenuhi gelisah, sementara yang miskin bergelimang derita.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Sumber: [Muslimah.or.id] – Dengan penambahan seperlunya oleh Tim Redaksi Nasihat Sahabat

Catatan Tambahan:

Arti qanaa’ah adalah merasa ridha dan cukup dengan pembagian rezeki yang Allah ta’ala berikan [Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (4/508)].

 

SIFAT ZALIM DAN SIFAT QANA’AH

SIFAT ZALIM DAN SIFAT QANA'AH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Nasihat_Ulama

SIFAT ZALIM DAN SIFAT QANA’AH

Orang yang zalim akan menyesal, walaupun manusia memujinya. Orang yang dizalimi akan selamat, walau manusia mencelanya. Orang yang qana’ah dialah yang kaya, walaupun dia kelaparan. Orang yang rakus dialah yang miskin, walaupun dia serba berkecukupan.
(Syaikh Khalid al Musaithir, Imam dan Khotib di Masjid Walidah Khalid al Bulthan, Riyadh. Pengajar di bidang Teknik, Pimpinan Umum Rumah Tahfizh Quran Muslimah di Riyadh)

[Twitter @IslamDiaries]

https://www.facebook.com/IslamDiaries/photos/a.310660012423028.1073741828.283791461776550/706456522843373/?type=3&theater

,

KEBAHAGIAAN ITU DARI HATIMU

KEBAHAGIAAN ITU DARI HATIMU

KEBAHAGIAAN ITU DARI HATIMU …

Banyak orang mencari kebahagiaan di luar dirinya. Bahkan mencari kebahagiaan di tempat-tempat kemaksiatan, seperti pergi ke diskotek, konser musik, lokalisasi, atau tempat hiburan lainnya.

Sungguh mereka sudah tersesat terlalu jauh dari tempat tujuan kebahagiaan. Pertama mereka mencari di luar dirinya, dan kedua mereka mencari pada sesuatu yang diharamkan.

Sebenarnya kebahagiaan itu berasal dari dirimu sendiri. Sangat dekat denganmu, dan jauh lebih mudah engkau dapatkan.

Sumber kebahagiaan itu adalah hatimu, pangkalnya pada rasa syukur dalam hati… Semakin engkau bersyukur, semakin engkau bahagia.

Semakin bersyukur, engkau semakin sadar, bahwa banyak sekali nikmat Allah yang ada padamu… Hatimu akan sibuk memikirkan nikmat yang ada, sehingga dia akan bahagia.

Selanjutnya, jika Allah memberi tambahan, dia akan semakin bersyukur dan semakin bahagia… Jika tidak, dia akan merasa cukup dengan nikmat yang ada, dan dia tetap bahagia.

Seringkali kita terlalu memikirkan nikmat yang belum kita raih, namun melupakan banyak nikmat yang telah ada di tangan kita… Sehingga hati merasa serba kurang, dan itu tentu mendatangkan kesedihan dan kemurungan.

Oleh karenanya, pandai-pandailah mencari celah untuk bersyukur. Semakin engkau pandai mencari celah itu, maka semakin banyak pula kebahagiaan yang akan engkau dapatkan.

Bersyukurlah agar Allah memberikanmu tambahan… agar engkau bahagia.

 

Penulis Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, MA حفظه الله

[Twitter @IIslamDiaries]

https://www.facebook.com/IslamDiaries/photos/a.310660012423028.1073741828.283791461776550/716307805191578/?type=3&theater

 

Catatan Tambahan:

Doa Meminta Ketakwaan dan Sifat Qona’ah

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

 ALLAHUMMA INNI AS-ALUKAL HUDA WAT TUQO WAL ‘AFAF WAL GHINA

Artinya:

Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.

Keutamaan meminta pada Allah sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qona’ah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak. Karena ingatlah, bahwa kekayaan hakiki adalah hati yang selalu merasa cukup,

Qona’ah adalah ridha dan merasa cukup dengan rezeki yang Allah subhanahu wa ta’ala karuniakan kepada-Nya