Posts

,

DOA PERLINDUNGAN DARI FITNAH (HAFALKAN DOA INI)

DOA PERLINDUNGAN DARI FITNAH (HAFALKAN DOA INI)
DOA PERLINDUNGAN DARI FITNAH (HAFALKAN DOA INI)
 
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Salah satu doa yang diajarkan Allah kepada Nabi-Nya Muhammad ﷺ:
 
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ
 
Allahumma inni as-aluka fi’lal khoirot wa tarkal munkarot wa hubbal masakin. Wa idza arod-ta bi ‘ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghoiro maf-tuun.
 
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufik untuk bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran, dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki untuk menimpakan ujian (fitnah) bagi hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah aku, tanpa terkena fitnah itu.
 
Keutamaan Doa:
 
Doa ini diajarkan oleh Allah kepada Nabi-Nya ﷺ agar dibaca ketika shalat. Ini menunjukkan nilai keistimewaan doa ini, hingga Allah perintahkan Nabi-Nya untuk membacanya DALAM shalat.
 
Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ menceritakan mimpi beliau. Dalam mimpi itu, beliau ﷺ bertemu Allah. Salah satu yang diajarkan:
 
يَا مُحَمَّدُ إِذَا صَلَّيْتَ فَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ…
 
Wahai Muhammad, jika kamu shalat, bacalah doa: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoirot… dst. [HR. Ahmad 22109, Turmudzi 3541, dan dishahihkan al-Albani]
 
Di samping itu, Nabi ﷺ secara khusus memerintahkan untuk mempelajari dan memahami kandungan makna doa ini. Dalam riwayat Turmudzi terdapat tambahan, pernyataan Nabi ﷺ:
 
إِنَّهَا حَقٌّ فَادْرُسُوهَا ثُمَّ تَعَلَّمُوهَا
 
Kalimat ini benar, karena itu hafalkan dan pelajari kandungannya. [HR. Turmudzi 3543]
 
Keterangan:
 
Dalam doa ini Rasulullah ﷺ meminta kepada Allah semua kebaikan dunia dan Akhirat. Dalam doa itu, beliau ﷺ memohon empat hal:
 
Pertama: Petunjuk agar bisa mengamalkan semua kebaikan
 
Ada banyak alasan, mengapa kita harus memohon petunjuk kepada Allah untuk mengamalkan semua kebaikan:
 
[a] Setiap orang butuh pahala amal, karena ini modal hidup bahagia di Akhirat.
 
[b] Dengan keterbatasan manusia, mereka tidak tahu apa saja kebaikan yang bisa mengantarkan kepada Surga, sehingga mereka sangat butuh petunjuk dari Allah. Allah berfirman dalam Hadis Qudsi:
 
يَا عِبَادِي وَكُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ
 
Wahai para hamba-Ku, kalian semua sesat, kecuali mereka yang Aku beri petunjuk. Karena itu mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri petunjuk kepada kalian. [HR. Ahmad 21367 & Muslim 6737]
 
Semakin banyak seorang hamba memohon petunjuk dan merasa butuh kepada Allah akan petunjuk, semakin besar peluang dia untuk mendapat petunjuk dari Allah.
 
[c] Faktor lingkungan terkadang membuat manusia tidak semangat melakukan ketaatan. Sehingga dia butuh taufik dari Allah, agar semangat dalam mengamalkan ajaran Islam.
 
Karena makna petunjuk bisa berarti keterangan mana yang baik, mana yang salah, dan bisa juga dipahami semangat untuk mengamalkan kebaikan.
 
Kedua: Taufik dan hidayah untuk bisa meninggalkan setiap kemungkaran
 
Beberapa alasan mengapa kita harus memohon petunjuk untuk meninggalkan kemungkaran:
 
[a] Kita sangat butuh perlindungan dari Neraka. Dan untuk menghindari hukuman di Neraka, hamba harus berusaha meninggalkan setiap kemungkaran. Sehingga hakekat dari permohonan ini adalah memohon agar dilindungi dari setiap sumber dosa.
 
[b] Kita tidak tahu mana yang munkar mana yang makruf, kecuali setelah mendapat petunjuk dari Allah.
 
[c] Terlebih bagi kita yang hidup di zaman serba berhias maksiat. Untuk bisa meninggalkan semua kemungkaran, butuh perjuangan sangat berat.
 
Ketiga: Mencintai orang miskin
 
Ada apa dengan mencintai orang miskin, sehingga Nabi ﷺ meminta agar hatinya dibuat bisa mencintai orang miskin?
 
Manusia, umumnya mereka mencintai sesuatu, jika yang dia cintai itu bisa memberikan manfaat kepadanya. Setidaknya ada hasil yang bisa dia dapatkan. Bagaimana dengan mencintai orang miskin, yang mereka tidak berharta?
 
Justru ini yang menjadi alasan besar, mengapa kita disarankan mencintai orang miskin. Mengingat mereka tidak berharta, sehingga tidak ada latar belakang duniawi ketika mencintai mereka. Karena itu, cinta yang kita berikan hanya ada dua kemungkinan:
 
[a] Kita mencintai orang miskin agar kita bisa semakin bersyukur dengan nikmat yang ada. Yang ini akan membuat orang lebih bersikap qanaah terhadap rezeki yang dia miliki. Dia selalu melihat orang yang secara materi lebih rendah dari pada dirinya.
 
[b] Mencintai orang miskin yang Muslim berarti mencintai karena Allah. Ketika tidak ada latar belakang dunia yang bisa dia dapatkan, cinta yang dia bangun akan mengantarkannya untuk mencintai karena Allah.
 
Keempat: Perlindungan dari fitnah
 
Fitnah (ujian) adalah bagian yang tidak mungkin bisa dipisahkan dalam hidup manusia. Setiap orang pasti mengalaminya. Fitnah berarti setiap ujian yang bisa mempengaruhi keutuhan iman seseorang.
 
Karena itulah Nabi ﷺ memerintahkan kepada umatnya untuk rajin-rajin memohon perlindungan dari bahaya fitnah. Beliau ﷺ bersabda kepada para sahabat:
 
تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ
 
Berlindunglah kepada Allah dari setiap fitnah, yang nampak maupun yang tidak nampak. [HR. Muslim 7392]
 
Dan terkadang ada satu kondisi, di mana fitnah datang secara besar-besaran, sehingga tidak bisa dibendung. Terutama ketika masyarakat dalam kondisi tidak stabil, baik karena iklim politik atau munculnya aliran sesat, atau sebab lainnya, sehingga terjadi banyak perusakan, pembantaian, dst. Di saat itu bisa saja orang menjual agamanya untuk menyelamatkan harta dan nyawanya.
 
Dalam doa ini kita memohon kepada Allah agar terlindungi dari fitnah itu sampai mati. Bisa dalam bentuk kita di jauhkan dari sumber fitnah itu, atau kita diwafatkan sebelum bencana dan fitnah itu terjadi. Karena orang yang jauh dari fitnah, agamanya lebih terjaga dibandingkan orang yang mendekat ke fitnah. Sehingga kita meminta, agar dilindungi dari pengaruh buruk fitnah sampai kita meninggal.
 
Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“Ada dua hal yang dibenci manusia:
Pertama: Kematian. Padahal bagi Mukmin, kematian lebih baik dari pada fitnah.
Kedua: Mereka benci hartanya sedikit. Padahal harta yang sedikit lebih memudahkan hisab.” [HR. Ahmad 23625 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth]
 
Semoga Allah melindungi kita dari setiap fitnah, yang nampak maupun yang tidak nampak.
 
Allahu a’lam.
 
 
 
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
 
https://konsultasisyariah.com/25877-doa-perlindungan-dari-fitnah.html
#doazikir, #mohonberlindung, #perlindungan, #fitnah, #mencintaiorangmiskin, #ujian, #musibah #ujian
, ,

KEDUDUKAN TINGGI DI SISI ALLAH

KEDUDUKAN TINGGI DI SISI ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KEDUDUKAN TINGGI DI SISI ALLAH
 
 
Jika Allah menakdirkan kita sebagai seorang hamba dengan kedudukan tinggi di sisi-Nya, tetapi ternyata amalan-amalan yang kita miliki tidak dapat mencapai derajat tersebut, maka Allah akan menguji kita dengan nikmat dan cobaan, sehingga kita senantiasa bersyukur dengan nikmat yang diberikan-Nya, serta pula sabar dan rida ketika mendapati suatu cobaan/musibah. Maka sesungguhnya, dengan itulah Allah mengangkat kedudukan kita sebagai seorang hamba.
 
إِذَا سَبَقَتْ لِلْعَبْدِ مِنْ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُغْهَا بِعَمَلِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ أَوْ فِي مَالِهِ أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنْهُ
 
“Jika seseorang hamba ditetapkan kedudukan mulia dari Allah, sementara ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya, atau hartanya, atau anaknya. Lalu Allah akan menjadikannya sabar (yakni, Allah memberi taufik kepadanya sehingga ia bersabar), sehingga kesabaran tersebut menghantarkanya hingga mencapai kedudukan mulia yang telah ditetapkan untuknya.” [HR. Ahmad Shahih, silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599]
 
Mari kita renungkan …
Bukankah Allah taala akan menghapuskan dosa dari hamba-Nya yang bersabar dalam menghadapi ujian maupun cobaan? Dan juga bukankah Allah taala akan mengangkat derajat orang-orang yang bersabar?
 
Maka hendaklah kita selalu bersabar serta berharap balasan pahala yang terbaik, bahkan bisa lebih baik daripada apa yang kita duga dan dari apa yang kita upayakan..
 
وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl 96]
 
________________________________
 
Penulis: Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
 
#kedudukantinggidisisiAllah #kedudukanmuliadisisiAllah #sabar, #bersabar,  #fitnah, #ujian, #musibah, #menggugurkandosadosa #pahalaorangbersabar
, ,

MUSIBAH ANTARA UJIAN ATAUKAH AZAB

MUSIBAH ANTARA UJIAN ATAUKAH AZAB
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MUSIBAH ANTARA UJIAN ATAUKAH AZAB
Di antara hikmahnya adalah:
 
1. Musibah yang menimpa sebagaimana yang menimpa para Nabi dan Rasul, misalnya dengan ditimpakan penyakit dan tidak diberikan keturunan, maksud musibah seperti ini adalah untuk meninggikan derajat, memperbesar pahala, dan sebagai qudwah (teladan) bagi yang lainnya untuk bersabar.
Dari Mush’ab bin Sa’id -seorang tabi’in- dari ayahnya, ia berkata: “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau ﷺ menjawab: “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi.” [HR. Tirmidzi no. 2398]
 
2. Musibah bisa jadi pula sebagai sebab dihapuskannya dosa, sebagaimana firman Allah taala:
“Barang siapa yang melakukan keburukan (baca: maksiat), maka dia akan mendapatkan balasan karena keburukan yang telah dilakukannya”[QS An Nisa: 123]
Nabi ﷺ bersabda: “Tidaklah menimpa seorang Mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati, atau sesuatu yang menyakiti, sampai pun duri yang menusuknya, melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” [HR. Bukhari no. 5641 dan Muslim no. 2573]
 
3. Musibah bisa jadi adalah hukuman yang disegerakan (baca: siksaan atau azab) di dunia disebabkan tumpukan maksiat dan tidak bersegera untuk bertobat.
Dari Anas bin Malik, Nabi ﷺ bersabda: “Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada Hari Kiamat kelak.” [HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani]
[Dikembangkan dari Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz]
 
Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang bersabar dalam menghadapi setiap musibah. Semoga mendapat pahala serta tergugurkannya dosa lewat musibah tersebut. Wallahu waliyyut taufiq.
Sumber: [Rumaysho.Com]
kuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#musibah, #adzab, #azab, #ujian,  #tujuan, #bencana, #malapetaka, #fitnah
,

MUSIBAH DATANG KARENA MAKSIAT DAN DOSA

MUSIBAH DATANG KARENA MAKSIAT DAN DOSA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
MUSIBAH DATANG KARENA MAKSIAT DAN DOSA
 
Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
 
مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ
 
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taobat.” [Al Jawabul Kaafi, hal. 87]
 
Perkataan ‘Ali radhiyallahu ‘anhu di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala:
 
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
 
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [QS. Asy Syuraa: 30]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DisebabkanOlehPerbuatanTanganmuSendiri #DosaDanMaksiat #SebabMusibah #Dosa #SebabKesusahan #MalapetakaDanBahayaAkanHilang #MasalahKarenaDosamusibah, #bencana, #malapetaka, #datang, #turun, #tiba, #maksiyat, #maksiat, #tobat, #taubat, #angkat, #diangkat
, ,

APA JADINYA JIKA DAPUR TIDAK NGEBUL 40 HARI?

APA JADINYA JIKA DAPUR TIDAK NGEBUL 40 HARI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Bismillah
 
APA JADINYA JIKA DAPUR TIDAK NGEBUL 40 HARI?
 
Allah ta’ala berfirman dalam empat tempat di dalam Alquran:
 
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
 
“Sesungguhnya dalam yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang bersabar dan bersyukur.“
 
Firman Allah ini terdapat dalam surat Ibrahim ayat 5, Luqman ayat 31, Saba’ ayat 19, dan Asy-Syuura ayat 33
 
Faidah:
 
Allah ta’ala menggandengakan penyebutan dan mengulang-ulang dua keadaan yang agung ini ,yaitu sabar tatakala menghadapi musibah, dan bersyukur tatakala memperoleh nikmat.
 
Demikianlah seharusnya seorang Mukmin. Apapun kondisi yang dialaminya, senantiasa dalam kebaikan dengan sabar dan syukur.
 
Nabi ﷺ bersabda:
 
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ !! إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ،
 
وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
 
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang Mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang Mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya.“ [H.R Muslim]
 
Seorang Mukmin dalam kondisi kesusahan akan mendapat kebaikan berupa pahala orang yang bersabar. Dan dalam kondisi lapang dan senang akan mendapat kebaikan berupa pahala orang yang bersyukur
 
 
 
Penulis: Ustadz dr Adika Mianoki
Sumber: indonesiabertauhidofficial
 
 kuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#apajadinya, #dapur, #tidakngebul, #tidakngepul, #tidakmasak, #tidak berasap, #40 hari, #sunggu menakjubkan, #perkaranyaorangMukmin, #semu merupakankebaikan. #senangbersyukur, #musibahsabar, #syukur #bersyukur,  #sabar, #bersabar #perkara #urusan #orangmukmin #orangmumin

TANDA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN DALAM MUSIBAH

TANDA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN DALAM MUSIBAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

TANDA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN DALAM MUSIBAH
 
Jika Allah menguji hamba-Nya dengan sesuatu, maka Allah akan mengujinya dengan beberapa jenis ujian:
 
Jika dia diuji, dan mengembalikan permasalahannya kepada Rabbnya, maka itu adalah tanda kebahagiaan, dan tanda datangnya kebaikan baginya. Dan kau yakin, bahwa kesempitan itu tidak akan berlangsung selamanya, meskipun lama.
 
Adapun seseorang, yang jika dia diuji, dia tidaklah mengembalikan permasalahannya kepada Allah, bahkan hatinya lari dari-Nya menuju makhluk, lupa dengan mengingat Rabbnya, lupa untuk mendekat kepada Rabbnya, lupa untuk merendahkan diri kepada-Nya, lupa untuk bertaubat dan kembali pada-Nya, maka ini adalah tanda kecelakaan baginya, dan tanda datangnya keburukan bagi dirinya. [Ibnul Qoyyim rahimahullahu, Thoriqul Hijratain]
 
Sumber: @kemuslimahan_ypia

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

,

AL HAMMAADUUN – SIAPAKAH YANG MENDAPATKAN GELAR TERSEBUT?

AL HAMMAADUUN - SIAPAKAH YANG MENDAPATKAN GELAR TERSEBUT?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

#MutiaraSunnah, #TazkiyatunNufus

AL HAMMAADUUN – SIAPAKAH YANG MENDAPATKAN GELAR TERSEBUT?

Inginkah Anda mendapat julukan AL HAMMAADUUN? Perbanyaklah ucapan ALHAMDULILLAH, baik dalam keadaan senang maupun sedih. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya, hamba Allah yang paling mulia pada Hari Kiamat adalah ‘Al-Hammaaduun’ (Orang yang paling banyak mengucapkan Hamdalah).” [Hadis Shahih riwayat Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir]

Di dalam hadis ini dinyatakan salah satu kriteria bagi seorang hamba untuk meraih kemuliaan di Hari Kiamat, yaitu banyak mengucapkan “Alhamdulillah”, banyak memuji Allah atas segala nikmat dan keagungan-Nya. Karena barang siapa yang banyak memuji-Nya, berarti ia telah mengenal sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna, serta mengakui segala karunia dan nikmat-nikmat-Nya.

Hamdalah mencakup memuji Allah dalam segala keadaan, baik pada hal-hal yang menyenangkan, maupun pada musibah atau perkara-perkara yang kurang disukai. Seperti dicontohkan Rasulullah ﷺ dalam hadis A’isyah, beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, apabila melihat apa yang ia sukai menyatakan, ‘Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat.’ Dan bila melihat (mendapati) sesuatu yang tidak beliau sukai mengucapkan, ‘Alhamdulillah ‘ala kulli haal.” [HR Ibnu Majah dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 4727]

Ketika diberi kenikmatan kemudian mengucapkan Hamdalah, maka itulah bentuk syukur dengan lisan. Adapun ketika ia diberi cobaan, maka hendaklah pula mengucapkan Hamdalah, karena pada hakikatnya, ada banyak pahala yang bisa diraih dengan banyaknya ujian, yaitu dengan bersabar, sebagaimana juga musibah bisa menghapus dosa.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berzikir dan banyak mengucapkan Hamdalah, sehingga kita bisa memeroleh kemuliaan di Hari Kiamat dengan predikat sebagai ‘Hammaaduun’ (Orang-orang yang banyak mengucapkan Hamdalah).

Sumber:

http://bbg-alilmu.com/archives/29218

http://www.programjodoh.com

,

DOA AGAR TERHINDAR DARI MUDHARAT

DOA AGAR TERHINDAR DARI MUDHARAT

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DoaZikir

DOA AGAR TERHINDAR DARI MUDHARAT

Barang siapa mengucapkan di awal harinya atau di awal malamnya:

بِسْمِ اللَّهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَا

Bismillahi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wala fis sama’.

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama tersebut, tidak ada apapun di langit dan di bumi, mampu menimpakan mudharat (mendatangkan bahaya).

>> Sebanyak tiga kali, niscaya tidak akan ada apapun yang mampu menimpakan kemudharatan pada dirinya, di hari dan malam itu” [HR. Abu Daud: 5066, Ibnu Majah 3869, Shahih oleh Al Albany dalam Shahih Sunan Ibnu Majah: 2/332, hadis 3120]

 

,

APA FAIDAH BERDOA SEMENTARA TAKDIR TIDAK MUNGKIN DITOLAK?

APA FAIDAH BERDOA SEMENTARA TAKDIR TIDAK MUNGKIN DITOLAK?

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DoaZikir

APA FAIDAH BERDOA SEMENTARA TAKDIR TIDAK MUNGKIN DITOLAK?

Pertanyaan ini telah dijawab oleh Imam Nawawi di dalam kitab Al Adzkar. Beliau menukilkan perkataan Imam Ghazali yang mengatakan:

‘Ketahuilah, sejatinya menolak musibah dengan doa adalah termasuk takdir Allah. Doa merupakan sebab untuk menolak musibah dan sekaligus sebab terwujudnya rahmat. Hal ini bagaikan perisai yang merupakan sebab untuk menangkis senjata, atau air yang merupakan sebab tumbuhnya tanaman dari dalam bumi. Sebagaimana perisai dan anak panah yang saling menyerang dan menahan, demikian pula halnya doa dan musibah. Dan dalam mengakui takdir, tidak disyaratkan untuk meninggalkan senjata saat perang. Allah ta’ala berfirman:

وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُم وَأَسْلِحَتِهِمْ

“Hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata mereka.” (QS. An Nisaa:102)

Betul, Allah telah menakdirkan segala sesuatu. Namun Allah jualah yang telah menakdirkan sebab-sebabnya.

Berikutnya, yang juga termasuk faidah dari doa adalah hadirnya hati dan rasa butuh kepada Allah. Keduanya merupakan puncak akhir dari pengahambaan diri dan makrifat kepada Allah. Wallahu a’lam.” [Al Adzkar, hal: 354]

 

Sumber: https://muslim.or.id/19063-dzikir-dan-doa-mohon-perlindungan-dari-bahaya.html

KUNCI MENGHADAPI MUSIBAH

KUNCI MENGHADAPI MUSIBAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

KUNCI MENGHADAPI MUSIBAH

Siapa yang zuhud terhadap dunia, akan ringan baginya semua musibah. [Ali ibn Abi Thalib]

(Syaikh Azzam Muhammad al Muhaisini, Imam Masjid Jami’ Aisyah, Mekkah, Arab Saudi.
Courtesy @twitulama)

 

Sumber: Twitter @IslamDiaries